e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    REMEDIASI KETERAMPILAN PROSES SAINS FISIKA DENGAN PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING

    No full text
    Penelitian ini adalah lanjutan dari penelitian yang dilakukan emi Atmawati yang berjudul Analisis Keterampilan Proses Sains (KPS) Fisika Siswa Kelas XI IPA Pada Pokok Bahasan Suhu Dan Kalor di MA Muhajirin Tugumulyo. Penelitian ini bertujuan untuk meremediasi KPS dengan pendekatan PBL. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data triangulasi yakni tes diagnostik lanjutan dengan reasoning aspek KPS, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian 18 siswadengan keterwakilan siswa kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya peningkatan persentase KPS menggunakan pendekatan PBL pada kriteria sangat terampil. Persentase KPS aspek observasi7,45% menjadi 70,2%; klasifikasi yaitu 11,09% menjadi 78,7%; mengajukan pertanyaan yaitu 5,64% menjadi 81,5%; berkomunikasi yaitu 9,13% menjadi 85,7%; berhipotesis yaitu 12,64% menjadi 88,6%; prediksi yaitu 9,43% menjadi 90,3%; bereksperimen yaitu 17,35% menjadi 92,5%; menggunakan alat dan bahan yaitu 4,42% menjadi 91,7%; menerapkan konsep yaitu 8,37% menjadi 92,4% dan intreprestasi yaitu 14,15% menjadi 93,5%.Penelitian ini adalah lanjutan dari penelitian yang dilakukan emi Atmawati yang berjudul Analisis Keterampilan Proses Sains (KPS) Fisika Siswa Kelas XI IPA Pada Pokok Bahasan Suhu Dan Kalor di MA Muhajirin Tugumulyo. Penelitian ini bertujuan untuk meremediasi KPS dengan pendekatan PBL. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data triangulasi yakni tes diagnostik lanjutan dengan reasoning aspek KPS, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian 18 siswadengan keterwakilan siswa kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadinya peningkatan persentase KPS menggunakan pendekatan PBL pada kriteria sangat terampil. Persentase KPS aspek observasi7,45% menjadi 70,2%; klasifikasi yaitu 11,09% menjadi 78,7%; mengajukan pertanyaan yaitu 5,64% menjadi 81,5%; berkomunikasi yaitu 9,13% menjadi 85,7%; berhipotesis yaitu 12,64% menjadi 88,6%; prediksi yaitu 9,43% menjadi 90,3%; bereksperimen yaitu 17,35% menjadi 92,5%; menggunakan alat dan bahan yaitu 4,42% menjadi 91,7%; menerapkan konsep yaitu 8,37% menjadi 92,4% dan intreprestasi yaitu 14,15% menjadi 93,5%

    ANALISIS BERITA FEATURE MAHASISWA SEMESTER V PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA STKIP-PGRI LUBUKLINGGAU

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tulisan berita feature mahasiswa semester V ProgramStudi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu PendidikanPersatuan Guru Republik Indonesia Lubuklinggau tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada aspekpemilihan judul dikategorikan cukup , organisasi lead, batang tubuh, dan penutupberita feature dikategorikan cukup,kelengkapan isi berita dikategorikan baik, ketepatan pemilihan kosakata dikategorikan cukup,penggunaan ejaan dan tanda baca dikategorikan baik, dan penggunaan kalimat efektif dikategorikancukup. Faktor yang mendominasi adalah pengalaman yang dimiliki mahasiswa masih sangat rendah,hal ini nantinya menjadi perhatian penulis sebagai dosen pengampu matakuliah untuk giat melatihketerampilan menulis berita feature menjadi lebih baik.Kata Kunci:&nbsp

    ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL FISIKA PADA MATERI KALOR DI KELAS X.9 SMA NEGERI 2 LUBUKLINGGAU TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal dan salah satu cara untuk mengatasinya dengan menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan, faktor penyebab, dan memberikan solusi mengatasi terjadinya kesalahan dalam menyelesaikan soal fisika materi kalor. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan wawancara. Subjek penelitian kelas X.9 SMAN 2 Lubuklinggau.Dari hasil analisis data tes ditemukan persentase kesalahan konsep sebesar 91%, kesalahan strategi sebesar 50%, dan kesalahan hitung sebesar 77%. Berdasarkan hasil wawancara dan angket, faktor penyebab siswa melakukan kesalahan konsep adalah siswa tidak memahami materi, siswa jarang mengulang materi yang sudah dipelajari dirumah, siswa tidak berani bertanya kepada guru jika ada hal yang belum dimengerti, siswa malas latihan soal, dan referensi belajar kurang lengkap. Penyebab kesalahan strategi adalah siswa tidak teliti membaca soal, siswa jarang latihan soal yang bervariasi, dan siswa tidak memperhatikan ketika guru menjelaskan. Penyebab kesalahan hitung adalah siswa tidak teliti dalam menghitung, siswa tidak memeriksa kembali jawaban, siswa kesulitan melakukan operasi hitung, dan guru jarang memberikan contoh soal yang bervariasi.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal dan salah satu cara untuk mengatasinya dengan menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesalahan, faktor penyebab, dan memberikan solusi mengatasi terjadinya kesalahan dalam menyelesaikan soal fisika materi kalor. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dan wawancara. Subjek penelitian kelas X.9 SMAN 2 Lubuklinggau.Dari hasil analisis data tes ditemukan persentase kesalahan konsep sebesar 91%, kesalahan strategi sebesar 50%, dan kesalahan hitung sebesar 77%. Berdasarkan hasil wawancara dan angket, faktor penyebab siswa melakukan kesalahan konsep adalah siswa tidak memahami materi, siswa jarang mengulang materi yang sudah dipelajari dirumah, siswa tidak berani bertanya kepada guru jika ada hal yang belum dimengerti, siswa malas latihan soal, dan referensi belajar kurang lengkap. Penyebab kesalahan strategi adalah siswa tidak teliti membaca soal, siswa jarang latihan soal yang bervariasi, dan siswa tidak memperhatikan ketika guru menjelaskan. Penyebab kesalahan hitung adalah siswa tidak teliti dalam menghitung, siswa tidak memeriksa kembali jawaban, siswa kesulitan melakukan operasi hitung, dan guru jarang memberikan contoh soal yang bervariasi

    KEBERADAAN BAHASA ALAY DALAM PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

    No full text
    Pembahasan ini mengangkat fenomena keberadaan bahasa Alay yang ditandai dengan bergesernya gengsi bahasa Indonesia. Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi di Indonesia, yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan sifat kenarsisan, yang bisa jadi akan sangat mengganggu masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kecanggihan teknologi, seperti hadirnya jejaring social facebook, twitter, dan lainnya bertambah juga perkembangan bahasa Alay di kalangan remaja Indonesia. Dalam pembahasan ini mencakup asal-usul bahasa alay, fungsi bahasa Alay, factor-faktor yang mempengaruhi bahasa Alay, bentuk- bentuk bahasa Alay, pengaruh bahasa Alay, dan kiat-kiat dalam pelestarian bahasa Indonesia. Harapan penulis dengan diangkatnya pembahasan ini dapat memberikan gambaran tentang pergeseran bahasa Indonesia yang sedang terjadi dan cara mengantisipasinya, sehingga menambah pemikiran baru dalam memecahkan persoalan kesalahan berbahasa Indonesia.Pembahasan ini mengangkat fenomena keberadaan bahasa Alay yang ditandai dengan bergesernya gengsi bahasa Indonesia. Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi di Indonesia, yang ingin diakui statusnya di antara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan sifat kenarsisan, yang bisa jadi akan sangat mengganggu masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya kecanggihan teknologi, seperti hadirnya jejaring social facebook, twitter, dan lainnya bertambah juga perkembangan bahasa Alay di kalangan remaja Indonesia. Dalam pembahasan ini mencakup asal-usul bahasa alay, fungsi bahasa Alay, factor-faktor yang mempengaruhi bahasa Alay, bentuk- bentuk bahasa Alay, pengaruh bahasa Alay, dan kiat-kiat dalam pelestarian bahasa Indonesia. Harapan penulis dengan diangkatnya pembahasan ini dapat memberikan gambaran tentang pergeseran bahasa Indonesia yang sedang terjadi dan cara mengantisipasinya, sehingga menambah pemikiran baru dalam memecahkan persoalan kesalahan berbahasa Indonesia

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN RESILIANSI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN GENERATIF

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektoivitas penerapan pendekatan generatif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan Resiliansi matematis siswa SMP. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SMP sekota Cimahi , sedangkan sampelnya dipilih dua kelas dari salah satu SMP di kota Cimahi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Eksperimrn semu, karena adanya manipulasi perlakuan dan pemilihan sampel secara tidak acak. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes. Tes yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak 5 soal untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif, sedangkan non tes digunakan angket untuk mengukur aspek afektif, yaitu resiliensi matematis. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS-16, adapun hasil pengolahan data didapat kesimpulan bahwa efek pembelajaran mengunakan pendektan Generatif lebih baik dari pada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kreatif dan resiliansi matematis . Terdapat asosiasi antara kemampuan berfikir kreatif dan resiliensi matematika siswa.Penelitian ini bertujuan untuk menelaah efektoivitas penerapan pendekatan generatif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan Resiliansi matematis siswa SMP. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa SMP sekota Cimahi , sedangkan sampelnya dipilih dua kelas dari salah satu SMP di kota Cimahi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Eksperimrn semu, karena adanya manipulasi perlakuan dan pemilihan sampel secara tidak acak. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes. Tes yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak 5 soal untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif, sedangkan non tes digunakan angket untuk mengukur aspek afektif, yaitu resiliensi matematis. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS-16, adapun hasil pengolahan data didapat kesimpulan bahwa efek pembelajaran mengunakan pendektan Generatif lebih baik dari pada pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kreatif dan resiliansi matematis . Terdapat asosiasi antara kemampuan berfikir kreatif dan resiliensi matematika siswa

    PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN FISIKA SMA ASPEK PSIKOMOTOR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PBL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui kelayakan instrumen pembelajaran fisika aspek psikomotor siswa dengan menggunakan model PBL. 2) mengetahui tingkat kemampuan psikomotor siswa pada pembelajaran fisika menggunakan model PBL. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Reseach and Development) dengan menggunakan model 4-D menurut Thiagarajan Tahap Define, Design, Develop dan Disseminate. Validitas Intrumen di ukur menggunakan analisis CVR (Content Validity Ratio) kemudian reliabilitas menggunakan ICC (Interclass Correlation Coefficient). Hasil penilaian aspek psikomotor dikelompokkan dalam deskriptif  kategori interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) instrumen layak digunakan dilihat dari hasil validitasnya memperonel nilai CVR 1,00 dengan kategori sangat baik dan hasil uji reliabilitasnya denganmenggunakan ICC mendapatkan nilai 0,99 sangat reliabel, 2) hasil penilaian tingkat kemampuan psikomotor siswa  menunjukkan 18,94% siswa sangat tinggi, 54,16 kategori tinggi, 23,73 % sedang dan  3,07% sangat rendah.Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui kelayakan instrumen pembelajaran fisika aspek psikomotor siswa dengan menggunakan model PBL. 2) mengetahui tingkat kemampuan psikomotor siswa pada pembelajaran fisika menggunakan model PBL. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Reseach and Development) dengan menggunakan model 4-D menurut Thiagarajan Tahap Define, Design, Develop dan Disseminate. Validitas Intrumen di ukur menggunakan analisis CVR (Content Validity Ratio) kemudian reliabilitas menggunakan ICC (Interclass Correlation Coefficient). Hasil penilaian aspek psikomotor dikelompokkan dalam deskriptif  kategori interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) instrumen layak digunakan dilihat dari hasil validitasnya memperonel nilai CVR 1,00 dengan kategori sangat baik dan hasil uji reliabilitasnya denganmenggunakan ICC mendapatkan nilai 0,99 sangat reliabel, 2) hasil penilaian tingkat kemampuan psikomotor siswa  menunjukkan 18,94% siswa sangat tinggi, 54,16 kategori tinggi, 23,73 % sedang dan  3,07% sangat rendah

    ENGLISH LEARNING STRATEGIES FORDIFFERENT PROFILE OF STUDENTS

    No full text
    Teaching and learning english at the campus always face several problems, they raise from the students’ themselves, material, lecturer, teaching process, time, place, equipment and infrastucture. The problem which comes from students such as the differences of students’ intellegence; if the material is given too low, the students who have high intellegency will be bored and the diversity of students’ need in learning english. Teaching in the class room always find the differences like them, one and others need differents method in learning fast in mastering English, so lecturer should use combination strategy in teaching. The material should be chosen based on the students’ ability.It is because a lecturer is the manager who creates the students’ sucessfully in learning English.Teaching and learning english at the campus always face several problems, they raise from the students’ themselves, material, lecturer, teaching process, time, place, equipment and infrastucture. The problem which comes from students such as the differences of students’ intellegence; if the material is given too low, the students who have high intellegency will be bored and the diversity of students’ need in learning english. Teaching in the class room always find the differences like them, one and others need differents method in learning fast in mastering English, so lecturer should use combination strategy in teaching. The material should be chosen based on the students’ ability.It is because a lecturer is the manager who creates the students’ sucessfully in learning English

    THE STUDENTS’ ERROR IN WRITING ENGLISH AT SMK DIPONEGORO DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA IN ACADEMIC YEARS 2015-2016

    No full text
    The aim of this research was analysis the students’ error in writing English at SMK DIPONEGORO, Depok, Sleman Yogyakarta. This research done through qualitative research that focused in naturalistic study. The objective in this research was to know the students’ error in writing English. The result found: writing sentence using simple present, two students indicate error in Ignorance of Rule Restriction that categories of error Interlingua transfer. Writing sentence using simple past, categorized Interlingua transfer and four students’ categorized error Rule Restriction, while writing sentence used simple Future, there were two students categorized in Ignorance of Rule Restriction and two students categorized in selecting word. Finally, at the end of this research is the conclusion that describe the result of the study and then suggestion is offered to students especially Indonesian students and teacher special for English teacher.The aim of this research was analysis the students’ error in writing English at SMK DIPONEGORO, Depok, Sleman Yogyakarta. This research done through qualitative research that focused in naturalistic study. The objective in this research was to know the students’ error in writing English. The result found: writing sentence using simple present, two students indicate error in Ignorance of Rule Restriction that categories of error Interlingua transfer. Writing sentence using simple past, categorized Interlingua transfer and four students’ categorized error Rule Restriction, while writing sentence used simple Future, there were two students categorized in Ignorance of Rule Restriction and two students categorized in selecting word. Finally, at the end of this research is the conclusion that describe the result of the study and then suggestion is offered to students especially Indonesian students and teacher special for English teacher

    FINE MOTOR SKILLS THROUGH THE IMPROVEMENT OF DECORATION (Action Research Group of RA B4. Al-Huda Bengkulu City Year 2015/2016)

    Get PDF
    This action research aims to describe the process of learning outcomes through the activities of the decor in an effort to improve fine motor skills of children. The research model used is Kemmis and Taggart to the subject of research as 12 childrens. The collected data used in this action research is interview, observation and documentation, while the data analysis technique used is the analysis of qualitative and quantitative data. Results of action research shows that the increase in the fine motor skills of children in group B4 RA. Al-Huda is conducted through dekorasi.TCP fine motor skills of children in pre-cycle activities amounted to 37.08;on the activities of the first cycle of 61.17; and on the activities of the second cycle of 80.08.This action research aims to describe the process of learning outcomes through the activities of the decor in an effort to improve fine motor skills of children. The research model used is Kemmis and Taggart to the subject of research as 12 childrens. The collected data used in this action research is interview, observation and documentation, while the data analysis technique used is the analysis of qualitative and quantitative data. Results of action research shows that the increase in the fine motor skills of children in group B4 RA. Al-Huda is conducted through dekorasi.TCP fine motor skills of children in pre-cycle activities amounted to 37.08;on the activities of the first cycle of 61.17; and on the activities of the second cycle of 80.08

    PENGARUH MANAJEMEN KONFLIK DAN PERUBAHAN PERILAKU TERHADAP KINERJA GURU SMP NEGERI SE-KOTA LUBUKLINGGAU

    Get PDF
    The objective of this research is to study the effect of conflict management, and attitude change on teachers’ Job Performance. The research was conducted at Junior High School Lubuklinggau. This study used a survey method with path analysis for testing hypothesis. There were 84 teachers taken as the samples of the research by simple random sampling. Data analysis indicate that: (1) there is direct effect of conflict management on Job Performance; (2) there is direct effect of attitude change on job performance; (10) there is direct effect of conflict management on attitude change. Based on these findings teachers’ job performance can be enhanced through conflict management, and attitude change.The objective of this research is to study the effect of conflict management, and attitude change on teachers’ Job Performance. The research was conducted at Junior High School Lubuklinggau. This study used a survey method with path analysis for testing hypothesis. There were 84 teachers taken as the samples of the research by simple random sampling. Data analysis indicate that: (1) there is direct effect of conflict management on Job Performance; (2) there is direct effect of attitude change on job performance; (10) there is direct effect of conflict management on attitude change. Based on these findings teachers’ job performance can be enhanced through conflict management, and attitude change

    1,184

    full texts

    1,340

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇