e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
    1340 research outputs found

    PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN SCAFOLDING DAN ARTIKULASI TERHADAP KECAKAPAN HIDUP DENGAN MEMPERHATIKAN EMOTIONAL QUESTION SISWA

    Get PDF
    Students who lack life skills will tend to be difficult to achieve success. This study aims to determine the comparison of life skills of students whose learning uses Scaffolding and Articulation learning models by paying attention to students' Emotional Quetions (EQ). The research method used was quasi-experimental with a comparative approach. The research design used is treatment by level. The subjects in this study were students of class VIII MTs NU 5 Sekampung East Lampung. Testing the hypothesis of this study used a two-way variance analysis formula and two independent sample t-tests. The results of this study indicate (1) There are differences in life skills between students whose learning uses the Scaffolding and Articulation models in Integrated Social Studies subjects, (2) Life skills whose learning using the Scaffolding model is higher than using the Articulation model for students who have Emotional Quetions ( EQ) is high, (3) Life skills learning using the Articulation model is higher than using Scaffolding models for students who have low Emotional Quetions (EQ), (4) There is an interaction between the use of learning models and Emotional Quetions (EQ) on life skills

    PENERAPAN PBL MELALUI PEMBUATAN TAMAN RUMPUT PADA MATERI LINGKARAN DI KELAS VIII

    Get PDF
    This study aims to determine 1) the student's activity during the implementation of PBL models and 2) student learning outcomes after the implementation of PBL models through the creation of grass park on the material circle in class VIII SMP Negeri 1 Pagaralam. This research is an experimental research category one shot case study involving 32 students of class VIII SMP Negeri 1 Pagaralam. The results showed that the activity of students during the loading applied to the model PBL through grass park is categorized as very active seen from the activity of visual, verbal, listening, metrics, and writing. While student learning outcomes after the implementation of the PBL model through the creation of grass park are categorized very well as indicated by the average value of students. Thus, the PBL model is very suitable for use in mathematics, especially in the area of a circle of matter.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) aktivitas siswa selama diterapkannya model PBL dan 2) hasil belajar siswa setelah diterapkannya model PBL melalui pembuatan taman rumput pada materi lingkaran di kelas VIII SMP Negeri 1 Pagaralam. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kategori one shot case study yang melibatkan 32 siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pagaralam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama diterapkan model PBL melalui pembuatan taman rumput dikategorikan sangat aktif yang dilihat dari aktivitas visual, lisan, mendengarkan, metrik, dan menulis. Sedangkan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model PBL melalui pembuatan taman rumput dikategorikan baik sekali yang ditunjukkan dari nilai rata-rata siswa. Dengan demikian, model PBL sangat cocok digunakan dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi luas lingkaran

    SOSIALISASI PEMBUATAN HANDSANITIZER SERAI WANGI DI KELURAHAN BATU URIB KECAMATAN LUBUKLINGGAU UTARA II KOTA LUBUKLINGGAU

    Get PDF
    This activity aims to provide socialization and training to the people of Batu Urip village in making hand sanitizer by utilizing citronella in the city of Lubuklinggau. This activity was carried out from September to October 2019 which included socialization, training, coaching, and evaluation. This activity was attended by 23 participants from PKK, Batu Urip sub-district, North Lubuklinggau II. The socialization provided included the benefits of citronella as a basic ingredient for making hand sanitizer, the activity continued with a demonstration of making hand sanitizer. Then continued with training on making hand sanitizer from citronella. Based on the results of community service implementation activities, there is an increase in community skills through observation in terms of material selection, manufacturing process, and product results, namely from 41.67 (initial skill value) to 91.67 (final skill value).Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisari dan pelatihan kepada masyarakat kelurahan Batu Urip dalam membuat Handsanitizer dengan memanfaatan serai wangi yang ada di kota lubuklinggau. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2019 yang mencakup sosialisasi, pelatihan, pembinaan, dan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta ibu PKK kelurahan Batu Urip Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Sosialisasi yang diberikan mencakup manfaat serai wangi sebagai bahan dasar dari pembuatan handsanitizer, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan handsanitizer. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan handsanitizer dari serai wangi. Berdasarkan hasil kegiatan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat terdapat peningkatan keterampilan masyarakat melalui pengamatan observasi dalam hal pemilihan bahan, proses pembuatan, dan hasil produk yaitu dari 41,67 (nilai keterampilan awal) menjadi 91,67 (nilai keterampilan akhir)

    UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX SMP NEGERI SURULANGUN PADA MATA PELAJARAN IPS TAHUN PELAJARAN 2018/2019

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan keaktifan siswa kelas IX dalam mengikuti mata pelajaran IPS Terpadu Pada Pokok bahasan Ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif NHT, 2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan model NHT. Penelitian ini termasuk ke dalam bentuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini sebanyak 31 orang yang merupakan siswa kelas IX SMP Negeri Surulangun tahun peajaran 2018/2019. Penelitian ini berlangsung dalam tiga siklus pembelajaran. Hasil analisa pada siklus I diperoleh hasil kefektifan siswa sebesar 67,3% untuk rerata hasil belajar 58,1 atau 48,38% tuntas, kemudian pada siklus II diperoleh hasil kefektifan siswa sebesar 72,8% untuk rerata hasil belajar 64,2 atau 67,74% tuntas, sedangkan untuk siklus III diperoleh hasil kefektifan siswa sebesar 87,3% dan untuk rerata hasil belajar 75,9 atau 93,54% tuntas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif NHT dapat meningkatkan keefektifan dan hasil belajar siswa SMP kelas IX.Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan keaktifan siswa kelas IX dalam mengikuti mata pelajaran IPS Terpadu Pada Pokok bahasan Ekonomi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif NHT, 2) meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran IPS Terpadu dengan menggunakan model NHT. Penelitian ini termasuk ke dalam bentuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini sebanyak 31 orang yang merupakan siswa kelas IX SMP Negeri Surulangun tahun peajaran 2018/2019. Penelitian ini berlangsung dalam tiga siklus pembelajaran. Hasil analisa pada siklus I diperoleh hasil kefektifan siswa sebesar 67,3% untuk rerata hasil belajar 58,1 atau 48,38% tuntas, kemudian pada siklus II diperoleh hasil kefektifan siswa sebesar 72,8% untuk rerata hasil belajar 64,2 atau 67,74% tuntas, sedangkan untuk siklus III diperoleh hasil kefektifan siswa sebesar 87,3% dan untuk rerata hasil belajar 75,9 atau 93,54% tuntas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif NHT dapat meningkatkan keefektifan dan hasil belajar siswa SMP kelas IX

    Sejarah Kebudayaan: Hasil Budaya Material dan Non-Material Akibat Adanya Pengaruh Islam di Nusantara

    No full text
    Indonesia is a country with diverse cultures that live side by side in it. There are various factors that influence the diversity of cultures that Indonesia has, one of which is the influence of foreign parties, it has been known that Indonesia was once influenced by Hindu and Buddhist culture in a long period of time and has instilled cultural values ​​in Indonesia, after influence Hindu and Buddhist culture declined, came new cultures and influences brought by Islam. The arrival of Islam in the form of the influence of religion and culture does not necessarily erase the Indonesian original culture or culture resulting from the acculturation of Hinduism and Buddhism and Indonesia. The arrival of Islam that uses peaceful means tends to be more easily accepted by Indonesian people, by means of Islam that comes peacefully and does not impose its influence and culture, then slowly the development of Islam in Indonesia can develop rapidly, and another way that Islam uses is to alienate culture existing ones with teachings that are considered to be in accordance with Islamic law, so that unconsciously people are led to use Islamic methods through existing cultures, which is why later Indonesian cultures will emerge that are influenced by the existence of Islam in Indonesia, both in material and non-material forms.Indonesia adalah negara dengan beragam budaya yang hidup saling berdampingan didalamnya. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, salah satunya adalah pengaruh dari pihak asing, telah diketahui bersama bahwa dulunya Indonesia pernah dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Buddha dalam kurun waktu yang cukup lama dan telah menanamkan nilai-nilai budayanya di Indonesia, setelah pengaruh budaya Hindu dan Buddha menurun, datanglah budaya dan pengaruh baru yang dibawa oleh Islam. Kedatangan Islam dalam bentuk pengaruh agama dan kebudayaan tidaklah semerta-merta menghapuskan kebudayaan asli Indonesia maupun kebudayaan hasil akulturasi Hindu-Budhha dan Indonesia. Kedatangan Islam yang menggunakan cara yang damai cenderung lebih mudah diterima oleh masyarakat Indonesia, dengan cara Islam yang datang dengan damai dan tidak memaksakan pengaruh serta budayanya, maka secara perlahan perkembangan Islam di Indonesia dapat berkembang dengan cepat, serta cara lain yang digunakan Islam adalah mengalkuturasikan kebudayaan yang telah ada dengan ajaran yang dianggap sesuai dengan syariat Islam, sehingga secara tidak sadar masyarakat digiring untuk menggunakan cara-cara Islam melalui kebudayaan yang telah ada, karena itulah nantinya akan muncul kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang dipengaruhi oleh keberadaan agama Islam di Indonesia, baik dalam bentuk material dan non-material

    Nilai Edukasi Candi Jabung Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo dalam Pembelajaran Sejarah

    Get PDF
    Jabung Temple is a historical heritage temple from Majapahit Kingdom in Probolinggo Regency, which is located in Jabung Candi Village, this temple heritage site is still not maximally used in history learning. this study aims to determine the value of education contained in the temple jabung so that it can help in class learning for students. This study is an analytical / descriptive study of the value of education contained in jabung temples. The research site is the jabung candi village in Paiton sub-district where the temple of jabung stands. The research method is by step 1. heuristics (data collection) through the stages of observation, document study, and interviews 2. Criticism of sources 3. Interpretation through qualitative descriptive and 4. Historiography. The study studied was the value of education contained in the temple in its use in historical learning. Candi Jabung was visited by Maha Raja Hayam Wuruk when traveling east of Java. The journey carried out by the king was followed by the leadership, minister, family and Maha Patih gajah Mada by leading the troops of the parade, the journey also aimed at seeing and uniting the territory of the Majapahit kingdom in the eastern Java region. When you get to Paiton, you can use it as a learning resource in the classroom and as a tangible proof of historical heritage around students. The conclusion is of course there is an educational value contained in this jabung temple in learning history.Candi Jabung adalah candi peninggalan sejarah dari kerajaan majapahit dikabupaten probolinggo yang berada di desa jabung candi, situs peninggalan candi ini masih belum maksimal digunakan dalam pembelajaran sejarah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai edukasi yang terdapat pada candi jabung sehingga dapat membantu dalam pembelajaran dikelas untuk peserta didik. Penelitian ini adalah penelitian analisis/deskriptif  tentang nilai edukasi yang terkandung pada candi jabung. Tempat penelitian adalah desa jabung candi kecamatan paiton tempat candi jabung berdiri. Metode penelitian yaitu dengan langkah langkah 1. heuristik (pengumpulan data) memalui tahapan observasi, studi dokumen, dan wawancara 2. Kritik sumber 3. Interpretasi memalui deskriptif kualitatif dan 4. Historiografi. Kajian yang diteliti adalah nilai edukasi yang terkandung pada candi dalam penggunaanya di pembelajaran sejarah. Candi jabung pernah disinggahi oleh Maha Raja Hayam Wuruk ketika mengadakan perjalanan kedaerah timur Jawa. Perjalanan yang dilakukan maha raja di ikuti oleh pimpinan, mentri, keluarga dan Maha Patih gajah Mada  dengan memimpin pasukan bayangkari,  perjalanan juga bertujuan dalam melihat dan menyatukan wilayaj kerajaan Majapahit pada kawasan jawa bagian timur. Ketika sampai di Paiton dapat dimanfaatkan diantaranya sebagai sumber belajar dikelas dan sebagai bukti nyata peninggalan sejarah disekitar peserta didik. Simpulannya tentu ada nilai edukasi yang terkandung dalam candi jabung ini dalam pembelajaran sejarah

    Elit Tradisional dalam Onder Afdeling Rawas Masa Kekuasaan Belanda Tahun 1901-1942

    No full text
    Traditional elites are nobles who have a very important role in society. They are highly respected in social life. These traditional elites usually have better knowledge and have better education than ordinary people. In addition, traditional elites are also very vital in land ownership. Some of the land in the Surulangun area belongs to local nobles and indigenous people as managers. Life in Surulangun was also very promising because of the life of activities around the Rawas river which became the meeting point of other traders around the Rawas river. In addition to having the Rawas river which is the lifeblood of trade in Surulangun, this area is also very strategic because it borders the Jambi area. For crops, the Surulangun area is also very large, this is the spirit of the Dutch nation along the Musi and Rawas rivers to get to Surulangun. After taking power in Surulangun, the Netherlands made this area an area of the capital of Onder Afdeling Rawas. The Dutch colonial nation held many friendships with traditional elites to support its government. In the form of Dutch cooperation with these traditional elites by promising better assets and positions, many traditional elites were interested in cooperating. On the other hand, the Netherlands wants a traditional elite as a liaison between the Netherlands and the indigenous people to manage mining and plantations in Surulangun. So that the Dutch Colonial nation became very advanced and developed rapidly after making Surulangun as one of the contributors of wealth to Dutch Colonial

    PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS X SMAN 3 LUBUKLINGGAU TAHUN PELAJARAN 2018/2019

    Get PDF
    This research titled "Application of Experimental Methods in Physics Learning Class X of Lubuklinggau 3 State Senior High School 2018/2019 Academic Year " The purpose of this study was to determine the completeness of Physics Learning Outcomes of Grade X Students of SMAN 3 Lubuklinggau Academic Year 2018/2019. This type of research is a quasi-experiment carried out without a comparison group or class. The population in this study were all students of class X IPA 3 Lubuklinggau High School, which amounted to 144 students and as a sample of the experimental class were 36 students in class X Science as many as 36 students. sampling in this study was conducted randomly (simple random sampling) by drawing. Data collection is done by written test technique. Student test score data were analyzed using the t-test. Based on the results of hypothesis testing with a significant level of α = 0.05 obtained t_count> t_table = (8.76> 2.00) which means H_0 is rejected and H_a is accepted. So that it can be concluded that the physics learning outcomes of class X IPA 2 students of SMA 3 Lubuklinggau in the 2018/2019 Academic Year after applying the experimental method were significantly completed.Penelitian ini berjudul “Penerapan Metode Eksperimen Pada Pembelajaran Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2018/2019”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketuntasan  Hasil Belajar Fisika Siswa  Kelas X SMAN 3 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu yang dilaksanakan tanpa adanya kelompok atau kelas pembanding. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X IPA SMA Negeri 3 Lubuklinggau yang berjumlah 144 siswa dan sebagai sampel kelas eksperimen adalah kelas X IPA 2 sebanyak 36 siswa. pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak (simple random sampling) dengan cara pengundian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes tertulis. Data skor tes siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan taraf signifikan α=0,05 diperoleh t_hitung> t_tabel = (8,76 > 2,00 ) yang berarti H_0 ditolak dan H_a diterima. Sehingga dapat disimpulkan hasil belajar fisika siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 3 Lubuklinggau Tahun Pelajaran 2018/2019 setelah menerapkan metode eksperimen secara signifikan tuntas

    PKM KELOMPOK TANI DALAM PRODUKSI, MANAJEMEN USAHA DAN PEMASARAN PUPUK ORGANIK CAIR, KOMPOS DAN PERSTISIDA NABATI DAUN PAITAN (Tithonia diversifolia) DI DESA KARANG JAYA KECAMATAN SELUPU REJANG

    Get PDF
    The Community Partnership Program that we propose is expected to help communities and farmer groups in Karang Jaya Village in the production, business management and marketing of liquid organic fertilizer, compost and paitan leaf organic pesticides (Tithonia diversifolia). To create business opportunities, training and assistance is given to farmer groups in production, business management and marketing of liquid organic fertilizers, organic pesticides and paitan leaf compost. The activities that we undertake to achieve these objectives are by using methods of observation, socialization, training and continued with direct practice and assistance in production, business management and product marketing. The results of the Community Partnership Program that have been implemented are partners having knowledge about the dangers of using chemical fertilizers and chemical pesticides for health and the environment, knowing the business opportunities of paitan plants by processing them into liquid organic fertilizer, organic pesticides and compost. Partners also have the knowledge and skills in creating, packaging, marketing and managing business products that are produced. Availability of supporting tools that will facilitate partners in producing liquid organic fertilizer, organic pesticides and compost.Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang kami usulkan diharapkan dapat membantu masyarakat dan kelompok tani di Desa Karang Jaya dalam produksi, manajemen usaha dan pemasaran pupuk organik cair (POC), kompos dan perstisida nabati daun paitan (Tithonia diversifolia). Untuk menciptakan peluang usaha, diberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani dalam produksi, manajemen usaha dan pemasaran POC, perstisida nabati dan kompos daun paitan. Kegiatan yang kami lakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan menggunakan metode observasi, sosialisasi, pelatihan dan dilanjutkan dengan praktek langsung dan pendampingan dalam produksi, manajemen usaha dan pemasaran produk. Hasil dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang telah dilaksanakan yaitu mitra memiliki pengetahuan tentang bahaya penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia untuk kesehatan dan lingkungan, mengetahui peluang usaha dari tumbuhan paitan dengan mengolahnya menjadi pupuk organik cair (POC), pestisida nabati dan kompos. Mitra juga memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam membuat, mengemas, memasarkan, dan memanajemen usaha produk yang dihasilkan. Tersedianya alat penunjang yang akan mempermudah mitra dalam memproduksi pupuk organik cair (POC), pestisida nabati dan kompos

    PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA DAN MOTIVASI GURU DI SMP NEGERI KOTA LUBUKLINGGAU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja dan motivasi guru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi  linear sederhana dan berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan  kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 35,8%. Artinya kedua variabel dapat berjalan seiring, semakin kondusif kepemimpinan kepala sekolah  maka  akan  semakin  baik  tingkat  kinerja guru; 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja guru yaitu sebesar  99,3%. Artinya motivasi kerja pada guru akan mempengaruhi aktivitas guru di sekolah untuk pencapaian kinerja guru yang maksimal. Motivasi yang tinggi juga akan mendorong guru mengembangkan kreativitas dan mengaktualisasikan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi yang maksimal; dan 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 96,8%. Kedua variabel yaitu kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja berjalan seiring dengan variabel kinerja guru, artinya semakin baik kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja, maka semakin tinggi pula kinerja guru tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja dan motivasi guru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi  linear sederhana dan berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan  kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 35,8%. Artinya kedua variabel dapat berjalan seiring, semakin kondusif kepemimpinan kepala sekolah  maka  akan  semakin  baik  tingkat  kinerja guru; 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja guru yaitu sebesar  99,3%. Artinya motivasi kerja pada guru akan mempengaruhi aktivitas guru di sekolah untuk pencapaian kinerja guru yang maksimal. Motivasi yang tinggi juga akan mendorong guru mengembangkan kreativitas dan mengaktualisasikan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi yang maksimal; dan 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 96,8%. Kedua variabel yaitu kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja berjalan seiring dengan variabel kinerja guru, artinya semakin baik kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja, maka semakin tinggi pula kinerja guru tersebut

    1,184

    full texts

    1,340

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇