e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
ERROR ANALYSIS OF USING RELATIVE PRONOUNS IN ADJECTIVE CLAUSE
Relative Clause is a clause which uses relative pronoun to explain or describe more about the noun. The purpose of this research is to find out what type of errors that students make in forming adjective clause and what kind of relative pronouns which the students often make error. This research will be conducted qualitative method descriptively. The population for this research is the third semester students at English Education department academic year 2017/2018 at Indraprasta PGRI University. There are two classes which consist of 30 students for each, therefore the population of this research is 60 students. The technique of sample taking is random sampling. Therefore the researcher takes 20 students which is 30 percent of the population as a sample from the two classes randomly. To collect the data, the researcher uses three techniques: Observation, Test, and Library research. The study reveals that there are many students that do not understand how to use relative pronouns (who, whom, which, whose) correctly.
 
UPAYA MENINGKATKAN EFIKASI DIRI DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN TEAM QUIZ PADA TEMA 7 PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN DI KELAS V SD NEGERI KEDONDONG
Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya efikasi diri dan prestasi belajar peserta didik di kelas V SD Negeri Kedondong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan efikasi diri dan prestasi belajar peserta didik melalui pembelajaran team quiz. Penelitian ini terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas V di SD Negeri Kedondong, Kecamatan Sokaraja, sebanyak 26 orang. Instrument yang digunakan adalah teknik tes menggunakan soal evaluasi dan teknik non tes menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan team quiz dapat meningkatkan efikasi diri dan prestasi belajar peserta didik dengan kriteria baik.Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya efikasi diri dan prestasi belajar peserta didik di kelas V SD Negeri Kedondong. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan efikasi diri dan prestasi belajar peserta didik melalui pembelajaran team quiz. Penelitian ini terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas V di SD Negeri Kedondong, Kecamatan Sokaraja, sebanyak 26 orang. Instrument yang digunakan adalah teknik tes menggunakan soal evaluasi dan teknik non tes menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan team quiz dapat meningkatkan efikasi diri dan prestasi belajar peserta didik dengan kriteria baik
BOXTARIK (BOX PINTAR LISTRIK) INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH BOTOL OLI
One of the most important components in the learning process is learning media. Hamlik (1986) suggests that the use of instructional media in the teaching and learning process can increase new desires and interests, increase motivation and stimulation of learning activities, and even bring psychological effects to students. Utilization of used goods and simple equipment as a medium of learning is not something new in the world of education. As is known, waste is a major problem in Indonesia. Based on data from the Central Bureau of Statistics in 2014 shows that Indonesia produces around 187.2 million tons / year of waste and ranks second as the largest waste producer in the world. Waste does not only come from households but also from the automotive environment, for example used oil bottles. Making learning media from used oil bottles aims to arouse creativity and also instill environmental care, so that they will strive to maintain life for the next, besides that it can also grow the entrepreneurial spirit if it can develop its creativity in making learning media. This study uses an experimental method to obtain appropriate learning media and literature studies from several books, journal articles, and other relevant sources.Salah satu komponen terpenting dalam proses belajar yaitu media pembelajaran. Hamlik (1986) mengemukakan bahwa penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan keinginan dan minat yang baru, meningkatkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Pemanfaatan barang bekas sebagai dan peralatan sederhana sebagai media pembelajaran bukanlah sesuatu yang baru pada dunia pendidikan. Seperti diketahui sampah merupakan masalah pokok di indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik 2014 menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sampah sekitar 187,2 juta ton/ tahun dan menempati urutan kedua sebagai penghasil sampah terbesar di dunia. Sampah tak hanya berasal dari rumah tangga namun juga dari lingkungan otomotif, contohnya botol bekas oli. Pembuatan Media pembelajaran dari botol oli bekas bertujuan untuk membangkitkan kreativitas dan juga menanamkan sifat peduli lingkungan, sehingga mereka akan berusaha untuk menjaga kehidupan untuk selanjutnya, selain itu juga dapat menumbuhkan juwa kewirausahaan juka dapat mengembangkan kreatifitasnya dalam pembuatan media pembelajaran. penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mendapatkan media pebelajaran yang sesuai dan juga studi pustaka dari beberapa buku, artikel jurnal, maupun sumber lainnya yang relevan
Bahasa Pijin Mahasiswa Thailand di Kota Tangerang Provinsi Banten
The aim of this research was to describe the pidgin language of Thailand students who lived in Tanggerang. The data in this research was the forming of new language from some others languages or it is called as pidgin. This research had two types of data; primary and secondary data. Primary data was the result of interview. While, secondary data was all references that relevance to the research. Due to the research problem, the qualitative descriptive research design was used. There were some techniques used to collect the data such as observation, interview, and documentation. In this research, the content analysis data analysis method was also used. So, based on the analysis of data, the result of the research was pidgin as the simplify of language form. For example, morpholgy form, syntax, tolerance of phonology variance, reduction of some function, and absorption of language from other languages.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bahasa Pijin di lingkungan mahasiswa Thailand yang tinggal di daerah Tangerang. Data dalam penelitian ini berupa pembentukan bahasa baru dari beberapa bahasa atau pijinisasi. Penelitian ini memiliki dua jenis data yaitu data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah data asli yang didapat dengan wawancara langsung. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah buku-buku referensi yang berkaitan dengan objek penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi. Dari hasil penelitian didapatkan proses pijinisasi secara umum merupakan penyederhanaan bentuk bahasa. Misalnya, secara morfologis (struktur kata) dan sintaksis (struktur gramatikal), toleransi terhadap variasi-variasi fonologis (pengucapan), reduksi sejumlah fungsi, dan peminjaman secara luas kata dari beberapa bahasa
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS RENDAH
This study aims to determine whether there is a significant relationship between students' mathematical self-efficacy and student learning outcomes in elementary grades. The research method used is descriptive method with the correlation approach. The instrument used for both variables is a scale of self-efficacy to see students' mathematical self-efficacy and student learning outcomes from the Final Examination (UAS). The self-efficacy scale contains 20 statements containing four alternative answers. The population of this study were all elementary school students, namely 156 students with a sample of 63 students. Data were analyzed with Pearson followed by t-test, previously obtained that the data of self-efficacy and mathematics learning outcomes were normally distributed and linear. Data on self-efficacy is 0.173> 0.05 and data on student mathematics learning outcomes is 0.2> 0.05. Linearity was fulfilled at 0.04 <0.05. Obtained tcount = 2,9255 while ttable = 1,9996, so tcount> ttable means that Ho is rejected. It can be stated that there is a significant relationship between self-efficacy and mathematics learning outcomes of elementary school low grade students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara self-efficacy matematis siswa dengan hasil belajar siswa di SD kelas rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan korelasi. Instrumen yang digunakan untuk kedua variabel adalah skala self-efficacy untuk melihat self-efficacy matematis siswa dan hasil belajar siswa dari kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS). Skala self-efficacy memuat 20 pernyataan yang memuat empat alternatif jawaban. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas rendah SD yaitu 156 siswa dengan sampel penelitian ini sebanyak 63 siswa. Data dianalisis dengan Pearson yang dilanjutkan dengan uji-t, sebelumnya diperoleh bahwa data self-efficacy dan hasil belajar matematika berdistribusi normal dan linear. Data self-efficacy yaitu 0,173 > 0,05 dan data hasil belajar matematika siswa yaitu 0,2 > 0,05. Linearitas dipenuhi yaitu 0,04 < 0,05. Diperoleh thitung = 2,9255 sedangkan ttabel = 1,9996, jadi thitung>ttabel artinya Ho ditolak. Dapat dinyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan hasil belajar matematika siswa SD kelas rendah
PENGENALAN LISTRIK MELALUI PERCOBAAN SEDERHANA PADA ANAK KELOMPOK A di TK MUSLIMAT NU XXX NAWA KARTIKA DESA BADERAN KEC GENENG KAB. NGAWI, JAWA TIMUR
Usia dini merupakan usia dimana anak mengalami masa keemasan, selain itu merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter, kepribadian dan penyerapan informasi yang maksimal bagi seorang anak. Namun tidak semua anak memperoleh pengetahuan serta pendidikan yang layak bagi sebagian anak. Oleh sebab itu, pada penelitan ini mengambil topik tentang listrik sederhana yang aman bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan listrik sejak dini kepada anak serta mengukur kemampuan anak setelah dilakukan pendampingan. Metode penelitian ini dilakukan dengan melakukan percobaan sederhana mengenai listrik statis. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan oleh guru kelas serta pengisian angket oleh peserta didik. Data dianalisis dengan melakukan uji-t untuk mengukur kemampuan peserta didik setelah dilakukan pendampingan. Hasil data didapatkan bahwa hampir seluruh peserta didik mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendampingan. Peningkatan tersebut antara lain, peningkatan pemahaman mengenai listrik statis, kesadaran anak tentang listrik serta menumbuhkan sifat berpikir kreatif pada anak. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran mengenalkan listrik statis pada anak TK
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS, SIKAP ILMIAH DAN MERANCANG MINI RISET MAHASISWA PGSD STKIP MUHAMMADIYAH BANGKA BELITUNG PADA MATA KULIAH PRAKTIKUM IPA
This study aimed to 1) determined the scientific literacy skills of STKIP MBB PGSD students in Science Practicum Courses, 2) determined the ability of the scientific attitude of STKIP MBB PGSD students in Science Practicum Courses and 3) to knew the ability of STKIP MBB PGSD students in designing a mini research on Science Practicumcourse.This research was a qualitative descriptive method The study was conducted through descriptive analysis of variables measured in the study. The variables in question are scientific literacy skills, scientific attitudes and the ability to design mini research of STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung PGSD students. Data collection techniques in this study include giving scientific literacy test questions, giving scientific attitude questionnaires, observing the ability of students to conduct mini research, interviews, and documentation. The research instruments used included scientific literacy questions, scientific attitude questionnaires, observation sheets of students' ability to conduct mini research, interview guides, and field notes.The results showed that science literacy skills of PGSD students were still in the low category with an average percentage of 49.64%, students' scientific attitudes were in a good category with an average percentage of 79.83% while the skills in designing mini research were in the sufficient category with a mean percentage amounting to 41.99%
Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Asing di Aceh Timur Tahun 1945- 1968
The Aceh Timur as territorial area which have been prepared by the east Indies government as center of financial investment foreign especially Holland in plantation and mining project. Pass through, the nationalit of the Aceh Timur tried to waive Holland restless which have exploided the available nature resources, being state possession. The nationalization in Aceh Timur being the phenomenon which being buried by the DI/TII whole happen in Aceh. Eventhough, the nationalization still happened in Aceh Timur. Taking over the foreign companies which consist in the Aceh Timur until 1960 whole republic possession and using for prosperous Indonesian people eventhough Industrial sector mining project or plantation sector.Aceh Timur sebagai daerah batas telah disiapkan pemerintah Hindia-Belanda sebagai pusat penanaman modal swasta asing khususnya Belanda dibidang perkebunan dan pertambangan. Melalui nasionalisasi, Aceh Timur mencoba melepaskan diri dari belenggu Belanda yang selama ini telah mengeksploitasi sumberdaya alam yang ada, menjadi milik negara. Nasionalisasi di Aceh Timur menjadi peristiwa yang seakan terkubur oleh peristiwa DI/TII yang terjadi di Aceh. Namun nasionalisasi tetaplah terjadi di Aceh Timur. Pengambilalihan perusahaan-perusahaan asing yang ada di Aceh Timur sampai tahun 1960 seutuhnya telah berstatus milik Republik Indonesia dan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia baik pada sector industri pertambangan maupun perkebunan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI MODEL CLIS (CHILDREN LEARNING IN SCIENCE) KELAS IV SD NEGERI 179 PALEMBANG
The objective of research was to improve students' learning outcome on thematic learning through CLIS model (Children Learning In Science) in the fourth class of elementary school number 179 Palembang. The design of the research was action research. The subject of the research was 27 students of IVC including 13 male students and 14 female students. Technique of data analysis used test, observation and documentation. Based on the research result, it was proved that the average score in pre-cycle was 62 with learning mastery 30.8% (fair), the average score in cycle I increased 70.9 with learning mastery 44.4% (enough). While the average score in cycle II also increased 75.2 with learning mastery 85.1% (very good). The average percentage of students' participation also increased from cycle I (61.9%) in enough active category to cycle II (71.1%) in active category. In summary, CLIS model (Children Learning In Science) can improve students' learning outcome. Therefore, the researcher suggests that the teachers apply CLIS model in the teaching and learning process
Inovasi Pembelajaran Sejarah
This research aims to analyze the form of innovation in historical learning at the secondary education level. This is in the background because of the decreasing interest of students in learning history subjects. The method used in this study is a qualitative research method that is a type of document study so that this study in other words is not done directly, but this research was conducted by looking for relevant sources in accordance with the current study. The results of this study are (1) we can find out whether what is actually the background of students to be reluctant to learn history, (2) we can find suitable learning models in order to encourage students to be interested in learning history, (3) we can know that from historical learning there will be a great contribution to foster a sense of nationalism for students as the next generation.Penelitian ini bertujukan untuk menganalisis bentuk inovasi pembelajaran sejarah pada jenjang pendidikan menengah. Hal ini di latar belakangi karena semakin menurunnya minat siswa dalam pembelajaran mata pelajaran sejarah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yaitu jenis studi dokumen sehingga penelitian ini dengan kata lain tidak dilakukan secara langsung, akan tetapi penelitian ini dilakukan dengan mencari sumber-sumber yang relevan sesuai dengan penelitian kali ini. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) kita dapat mengetahui apakah yang sebenarnya menjadi latar belakang para siswa untuk enggan belajar sejarah, (2) kita dapat menemukan model pembelajaran yang cocok agar dapat mendorong siswa untuk berminat belajar sejarah, (3) kita dapat mengetahui bahwa dari pembelajaran sejarah aka nada kontribusi yang besar untuk menumbuhkan rasa nasionalisme para siswa sebagai generasi penerus