e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1340 research outputs found
Sort by
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH SOLVE CREATE AND SHARE (SSCS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP NEGERI 28 PALEMBANG
SSCS learning model in which this learning model involves students, so that students can be more active and think critically to solve, search for, infer results and expand knowledge in finding and solve problems in the problem. This study aims to determine the effect of Search Solve Create And Share (SSCS) Learning of the mathematical problem-solving ability of students of SMP Negeri 28 Palembang. This research method used is a quasi-experimental design with a posttest only control group design. The population in this study were all class VIII at SMPN 28 Palembang. Where the sample in this study was taken only two classes, class VIII 4 with 32 students for the experimental class and given treatment in the form of a Search Solve Create And Share (SSCS) model, while class VIII 3 as many as 32 students as a control class and given conventional learning treatment. This research instrument consisted of tests of mathematical problem-solving abilities in the form of essay questions. Data were analyzed using a t-test (independent sample t-test) Shows that a significant value (2-tailed) is obtained = 0.017. based on the criteria that sig = 0.017 ≤ 0.025 then H0 is rejected. Thus it can be concluded that there was an effect of Search Solve Create And Share (SSCS) learning on the mathematical problem-solving abilities of students of SMPN 28 Palembang
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 MUARA BELITI
This research purpose to determine the completeness of physics learning outcomes of class XI students of SMA Negeri 2 Muara Beliti after applying the experiment method. The problem in this study is that there are still many students who get grades below the Minimum Mastery Standard (KKM), which is 67. The type of method in this study uses an experimental method with pre-test and post-test one group design research conducted at SMAN 2 Muara Beliti. The population in this study were all students of class XI MIPA SMAN 2 Muara Beliti. The sample in this study was drawn randomly from a population of three classes, namely class XI MIPA 2, amounting to 30 students. Data collection techniques in this study were carried out through tests. The test result data were analyzed using the t test formula. Statistical test results obtained tcount = 8.544 ttable = 1.699 because tcount> ttable, thus indicating that the hypothesis Ho is rejected and Ha is accepted. While the average value in the pre-test 32.83 then in the post-test increased to 77.27. So it can be concluded that the average physics learning outcomes of students after applying the method of experiment is significantly complete.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 2 Muara Beliti tahun pelajaran 2019/2020 setelah diterapkan metode Eksperimen. Masalah yang ada dalam penelitian ini mmasih banyak siswa yanga memperoleh nilai di bawah Standar Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 67. Jenis Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian pre test dan post test one group design yang dilakukan di SMAN 2 Muara Beliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA SMAN 2 Muara Beliti. Sampel dalam penelitian ini diambil secara acak dari populasi sebanyak tiga kelas yaitu kelas XI MIPA 2 yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tes. Data hasil tes dianalisis dengan menggunakan rumus uji t. Hasil uji statistik didapatkan thitung = 8,544 ttabel = 1,699 karena thitung > ttabel, Sehingga menunjukkan bahwa hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan nilai rata-rata pada pre test 32,83 kemudian pada post test meningkat menjadi 77,27. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar fisika siswa setelah diterapkan metode eksperimen secara singnifikan tuntas.
 
Penerapan Tri-N dalam Buku Teks Siswa Bahasa Indonesia untuk Siswa SMP Kelas VIII Kurikulum 2013
The purpose of this study was to describe the application of the Niteni, Nirokke, and Nambahi processes in Indonesian Students' Textbooks for Class VIII Junior High School Students in 2013 Curriculum. The research method uses a qualitative descriptive method with the interactive analysis model of Miles and Huberman. Data collection techniques using documentation techniques sourced from students' textbooks, namely Indonesian Language Books for Students of Class VIII Middle School Curriculum 2013. Data in this study are words, phrases, sentences, and paragraphs that contain operational verbs in the application of the niteni, nirokke, and nambahi to the student textbook. Test the validity of the data using member check and expert validation. Data analysis techniques with the following steps: data reduction, data presentation, and verification or conclusion. The results showed that all indicators of the niteni, nirokke, and nambahi processes were contained in the textbook. Niteni in students' textbooks has the element of observing using the sense of hearing, digging deeper information from observations, and reasoning by connecting knowledge already possessed from excavated results. Nirokke in students' textbooks has the elements of imitating through sound, imitating by reading, imitating by writing, imitating through movement, imitating by trying or experimenting, imitating by demonstrating or practicing, and imitating by presenting. Then, Nambahi in student textbooks there is an element of adding by creating or making, and the process of adding by improvising.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan proses Niteni, Nirokke, dan Nambahi pada buku teks siswa Bahasa Indonesia untuk Siswa SMP Kelas VIII Kurikulum 2013. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi yang bersumber dari buku teks siswa yaitu buku Bahasa Indonesia untuk Siswa SMP Kelas VIII Kurikulum 2013. Data pada penelitian ini adalah kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang memuat kata kerja operasional dalam penerapan proses niteni, nirokke, dan nambahi yang terdapat pada buku teks siswa. Uji keabsahan data menggunakan membercheck dan validasi pakar. Teknik analisis data dengan langkah-langkah berikut: reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua indikator proses niteni, nirokke, dan nambahi terdapat dalam buku teks. Niteni dalam buku teks siswa terdapat unsur mengamati menggunakan indra pendengaran, menggali informasi lebih dalam dari hasil pengamatan, dan menalar dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah dimiliki dari hasil galian. Nirokke dalam buku teks siswa terdapat unsur menirukan dengan melafalkan melalui suara, menirukan dengan membaca, menirukan dengan menulis, menirukan melalui gerakan, menirukan dengan mencoba atau eksperimen, menirukan dengan mendemonstrasikan atau mempraktikkan, dan menirukan dengan menyajikan. Kemudian, Nambahi dalam buku teks siswa terdapat unsur menambahi dengan mencipta atau membuat, dan proses menambahi dengan mengimprovisasi
PENYULUHAN PENGATURAN KONSUMSI MAKANAN SEHAT DAN PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH DI KELOMPOK POSYANDU LANSIA RW 18 PERUMNAS MOJOSONGO, SURAKARTA, JAWA TENGAH
Unbalanced and irregular diet can lead to a variety of degenerative diseases. Foods that are high in carbohydrates, fats, and proteins will increase blood glucose levels in the body. Increased blood glucose will trigger diabetes mellitus. The purpose of this community service is to provide information and knowledge about regulating healthy eating patterns for the elderly and measuring blood glucose levels. Counseling with oral presentation methods and direct communication methods. The method for determined blood glucose levels is by using a rapid test. The results showed that the provision of counseling regulating healthy food consumption had a positive impact as indicated by the decrease in blood glucose levels in the elderly Posyandu community in Rw 18 Perumnas Mojosongo, Surakarta, Central Java, before counseling and after counseling.Pola makan dari seseorang yang tidak seimbang dan tidak teratur dapat mengakibatkan terjadinya berbagai penyakit degeneratif. Makanan yang tinggi karbohidrat, lemak, dan protein akan meningkatkan kadar glukosa darah di dalam tubuh. Kadar glukosa darah yang meningkat akan memacu penyakit Diabetes Mellitus. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pengetahun tentang pengaturan pola konsumsi makan yang sehat untuk lansia dan pengukuran kadar glukosa darah. Metode penyuluhan dilakukan dengan menggunakan oral presentation dan komunikasi secara langsung. Metode untuk mengetahui kadar glukosa darah dilakukan dengan menggunakan rapid test (menggunakan BS). Hasil menunjukkan bahwa pemberian penyuluhan pengaturan konsumsi makanan yang sehat memberikan dampak yang positif ditunjukkan dengan menurunnnya kadar glukosa darah pada masyarakat Posyandu Lansia di Rw 18 Perumnas Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah, sebelum penyuluhan dan setelah penyuluhan
Perbandingan Nilai Sosial dalam Novel Ivanna Van Dijk dengan Novel Ananta Prahadi Karya Risa Saraswati melalui Pendekatan Sosiologi Sastra
The purpose of this study was to describe the comparison of Ivanna Van Dijk novel by Risa Saraswati with the novel Ananta Prahadi by Risa Saraswati through a sociology approach. This research method is a qualitative descriptive research method. The research data is data in the form of words, phrase phrases or sentence which show social values in Ivanna Van Dijk novel by Risa Saraswati with the novel Ananta Prahadi by Risa Saraswati. Data analysis techniques by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that Ivanna Van Dijk novel by Risa Saraswati with the novel Ananta Prahadi by Risa Saraswati had similarities, namely dominant in the social value of human nature to others in social life, so that the story was easy to understand. The difference is that the value of Ivana Van Dijk social novel by Risa Saraswati tends to be more about the nature of human relations which considers life to be bad while in Ananta Prahadi novels tends to social values in the form of human relations with each other, it means that dealing with others is something that is not good or even only will have a bad impact and can hinder everything he wants to do, he is amazed that it can solve all problems by itself without requiring help from anyone. Furthermore, Ananta Prahadi novel does not lead to horror stories, unlike the Ivana Van Dijk novel whose stories contain horror stories.Tujuan penelitian ini untuk mengambarkan perbandingan novel Ivanna Van Dijk karya Risa Saraswati dengan novel Ananta Prahadi karya Risa Saraswati melalui pendekatan sosiologi sastra. Metode penelitin ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian adalah data yang berwujud kata-kata, ungkapan frasa atau kalimat yang menunjukkan nilai sosial dalam novel Ivanna Van Dijk Karya Risa Saraswati dengan novel Ananta Prahadi karya Risa Saraswati. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Ivanna Van Dijk karya Risa Saraswati dengan novel Ananta Prahadi karya Risa Saraswati memiliki kesamaan yaitu dominan pada nilai sosial hakikat manusia terhadap sesama dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga mudah dipahami ceritanya. Perbedaan yang ada yaitu nilai social novel Ivana Van Dijk karya Risa Saraswati lebih cenderung kepada hakikat hubungan manusia yang menganggap hidup itu buruk sedangkan pada novel Ananta Prahadi cenderung kepada nilai sosial berupa hakikat hubungan manusia dengan sesamanya, diartikan bahwa berhubungan dengan orang lain merupakan sesuatu yang tidak baik atau bahkan hanya akan berdampak buruk dan dapat menghambat segala yang ingin ia lakukan, ia mengagap bahwa dapat menyelesaikan segala permasalahan dengan sendirinya tanpa memerlukan bantuan dari siapa pun. Selanjutnya, novel Ananta Prahadi, tidak mengarah pada cerita-cerita yang horor, berbeda dengan novel Ivana Van Dijk yang ceritanya mengandung cerita horor
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA MODEL PISA pada KONTEN UNCERTAINTY AND DATA untuk MENGUKUR KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP
This study aims to produce a Mathematical Problem based on the PISA Model in measuring the level of mathematical reasoning ability in valid and practical SMP 1 students and looking at the mathematical reasoning abilities of students in solving the mathematical problems of the PISA model on uncertainty and data content. This research is a development research with ADDIE development model. This model consists of five stages of development, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Products developed in this study are in the form of PISA questions on statistical material and opportunities. From the results of the research carried out by the researcher obtained: (1) the validity of a question indicates that the question depends on the feasibility category such as the developed question obtaining good results in the feasibility component of language by obtaining a mean score of 3.16, on the material feasibility get a good category with an average score of 3.22, then in the construct feasibility category get a very good predicate with a mean score of 3.85. So that the average score obtained by the three experts is 3.35 and is categorized very well. (2) the quality of the question is viewed from various aspects such as practicality which are classified as "Good" with an average score of 3.43 then after that can be determined through the response results assessed by students regarding mathematical problems based on PISA models for uncertainty and data content so that they can measure students' mathematical reasoning abilities. For mathematical reasoning abilities in students using mathematical questions based on the PISA model get an average score of 2.19 categorized quite well.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Soal Matematika Model PISA untuk mengkur kemampuan penalaran matematis siswa SMP Negeri 1 yang valid dan praktis dan melihat kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika model PISA pada konten uncertainty and data. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Model ini terdiri dari lima tahap pengembangan, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Proses pada tahap Analysis meliputi: a) analisis kurikulum, b) analisis siswa, c) analisis kebutuhan. Pada tahap Design meliputi: a) pembuatan kisi-kisi soal dan b) draf awal soal, pada desain awal meliputi pembuatan angket untuk validasi, angket respon siswa. Proses pada tahap Develop meliputi: a) validasi oleh para ahli diikuti dengan revisi, b) uji coba produk. Produk penelitian ini berupa soal PISA pada materi statistik dan peluang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kevalidan soal menunjukkan bahwa soal yang dikembangkan mendapat kategori baik pada komponen kelayakan bahasa dengan rata-rata skor sebesar 3,16, pada komponen kelayakan materi mendapat kategori baik dengan rata-rata skor sebesar 3,22, sedangkan pada komponen kelayakan konstruk mendapatkan predikat sangat baik dengan rata-rata skor 3,85. Sehingga diperoleh rata- rata skor oleh ketiga ahli sebesar 3,35 dan dikategorikan sangat baik.(2) kualitas soal dilihat dari aspek kepraktisan termasuk dalam kriteria “Baik” dengan rata-rata skor sebesar 3,43 ditentukan berdasarkan hasil respon siswa terhadap soal matematika model PISA pada konten uncertainty and data untuk mengukur kemampuan penalaran matematis siswa. Untuk kemampuan penalaran matematis siswa dengan menggunakan soal matematika model PISA mendapatkan skor rata- rata 2,19 dikategorikan cukup baik
Sejarah Toponim Prabumulih sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah
Abstract
Prabumulih's toponym history is a source of the past from the origin of the name of the place to identity for the people who live in Prabumulih, which is a cultural outcome between local communities through history. The problem of this research is to find out how the history of the toponym of Prabumulih city can be used as a source of historical learning?. This study aims to determine the historical toponym values of Prabumulih which can be used as a source of historical learning. The research method used is a qualitative descriptive method. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are reducing data, presenting data, and drawing conclusions. From the results of the study it can be concluded that Prabumulih's toponym history has an important role for the school and for the community because it is a cultural outcome of community leaders who contain educational values and historical values. Then the values contained in Prabumulih's toponym history as a source of historical learning are historical values, social and cultural values, political values and educational values. Which can be applied to Indonesian history subjects in class X at Prabumulih's Madrasah Aliyah Negeri 1 school, namely local history.
Keywords: Prabumulih Toponym, History Learning.Sejarah toponim Prabumulih adalah sumber masa lalu dari asal-usul nama tempat menjadi identitas bagi masyarakat yang bertempat tinggal di Prabumulih, yang merupakan hasil kebudayaan antar masyarakat wilayah setempat melalui sejarah yang ada. Permasalahan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah sejarah toponim kota Prabumulih yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai sejarah toponim Prabumulih yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sejarah toponim Prabumulih memiliki peran penting bagi sekolah dan bagi masyarakat karena merupakan hasil kebudayaan tokoh masyarakat yang mengandung nilai pendidikan dan nilai sejarah. Kemudian nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah toponim Prabumulih sebagai sumber pembelajaran sejarah adalah nilai sejarah, nilai sosial dan budaya, nilai politik serta nilai pendidikan. Yang dapat diterapkan pada mata pelajaran sejarah Indonesia kelas X di sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Prabumulih yaitu sejarah lokal.
Kata Kunci: Toponim Prabumulih, Pembelajaran Sejarah
PENGARUH PENERAPAN MODEL PBL BERBANTUAN MEDIA GOOGLE CLASSROOM TERHADAP HOTS, MOTIVASI DAN MINAT PESERTA DIDIK
TThe study has bee carried out with a view to estamblishing an aplication of the opposing problem based learning model help the google classroom on the HOT, motivation and interest student yapis manokwari high school. The focus treatment is from yhe realm C4, C5 and C6. Researdch methods pre eksperimental designwith researdch desigh is the one group pretes-posttest design.the subjek in this study is a leaner’s class XII IPA high school of Yapis Manokwari 21 person. Results pretest and posttest in normal distribution and homogenized analysis, this hypotesis was tested using the wilcoxson test for its significance α = 0,05. value results is sig 2 tailed is 0,00 which is less than an significance 0,05 so his hypothetical decision is H0 is bounce or HA be accepted, thus there is influence from aplication of the problem based learning model help the google classroom on the higher order thingking skill (HOTS), as well as enaugh grades for HOTS in the kategory, motivation and interest student yapis manokwari high school. Spacing data analyzed using winstep, where person measure 0,58 ˃ 0,00 for motivation and 0,08 ˃ 0,00 for interest. Generally learners have good motivation and interest in learning.Penelitian ini dilakasanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model PBLberbantuan media Google Classroom terhadap HOTS, motivasi dan minat peserta didik di SMA Yapis Manokwari sebelum dan sesudah perlakuan. Fokus perlakuan yaitu pada ranah C4, C5 dan C6. Metode penelitian pre eksperimental design dengan desain penelitian the one group pretes-posttest design. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IPA SMA Yapis Manokwari yang berjumlah 21 orang. Instrumen yang digunakan untuk melihat HOTS peserta didik adalah soal esai yang terdiri dari 6 nomor. Hasil data pretest dan posttest yang dianalisis terdistribusi normal dan homogen, hipotesis di uji menggunakan uji wilcoxson dengan nilai signifikansi α = 0,05. Hasil nilai sig 2 tailedyang diperoleh sebesar 0,00 dimana kurang dari taraf signifikansi 0,05 sehingga keputusan hipotesis adalah H0 ditolak atau HA diterima, serta hasil HOTS dalam kategori cukup, maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan model PBLberbantukan media google classroom terhadap HOTS pada peserta didik dalam proses pembelajaran. Data hasil angket dianalisi menggunakan winstep, dimana person measure 0,58 ˃ 0,00 untuk motivasi dan 0,08 ˃ 0,00, secara umum peserta didik memiliki motivasi dan minat yang baik terhadap pembelajaran
PENERAPAN ALAT PERAGA PIPA LOGIKA PADA MATERI LOGIKA MATEMATIKA DI KELAS X
The aims of this study to determine student learning outcomes in mathematical logic material after the application of logic pipe props. This research was conducted in class X.3 of SMA Muhammadiyah Pagaralam. The research method used was the experimental method with the category of one group pretest posttest design. Data collection techniques used in this study was documentation, observation, interviews, and tests. From the results of the study it can be seen that student learning outcomes in mathematical logic material using logical pipe props can be said good. This can be seen during the learning process through observation and the Student Worksheet that is done by students. In these learning activities, students in the group are active in completing the Student Worksheet and students look skilled in using the logic pipe props, so students can find out for themselves the concepts of conjunction, disjunction, implications and implications. In addition, student learning outcomes that can be seen from the post test results are classified as having a high average where the average post test score of students is 83.00. From the average score obtained by students and the activeness of students in the learning process, it can be concluded that the logical pipe props are well used in learning mathematical logic material.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi logika matematika setelah diterapkan alat peraga pipa logika Penelitian ini dilaksanakan di kelas X.3 SMA Muhammadiyah Pagaralam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan kategori one group pretest postest design. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, wawancara, dan tes. Dari hasil penelitian terlihat bahwa hasil belajar siswa pada materi logika matematika menggunakan alat peraga pipa logika dapat dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat selama proses pembelajaran melalui observasi dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikerjakan oleh siswa. Pada kegiatan pembelajaran tersebut, siswa dalam kelompoknya terlihat aktif dalam menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan siswa terlihat terampil dalam menggunakan alat peraga pipa logika tersebut, sehingga siswa dapat menemukan sendiri konsep konjungsi, disjungsi, implikasi dan biimplikasi. Selain itu hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari hasil post tes tergolong memiliki rata – rata yang tinggi dimana rata – rata nilai post tes siswa adalah 83,00. Dari nilai rata – rata yang diperoleh siswa dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran maka dapat disimpulkan bahwa alat peraga pipa logika baik digunakan pada pembelajaran materi logika matematika
MENUMBUHKAN CINTA LITERASI MELALUI MENULIS KREATIF SISWA MA DARUSSALAM KECAMATAN BARAMBAI-BATOLA
The low interest in reading and writing students because of the easier access to the internet and the rapid flow of technology that reaches into the countryside. This results in MA Darussalam students who prefer watching, playing games, and playing social media than reading books or writing literary works. This creative writing training activity aims to foster interest in reading and writing adolescents, especially MA students, fostering language skills for MA students, especially in terms of creative writing, contributing knowledge in the field of language skills to the community in Batola District. This community service method is carried out by giving lectures to students about the importance of reading and writing culture and material about creative writing. Then students are trained to write short stories based on their daily experiences. The results of this activity showed a very good response from students and increased student interest in reading and writing. Evidenced by the many questions asked by students in the question and answer session, increased student knowledge about literacy culture, and requests from students and schools so that this activity continues on a regular basis.Rendahnya minat baca dan tulis siswa karena semakin mudahnya akses internet dan lajunya arus teknologi yang merambah hingga ke pedesaan. Hal ini mengakibatkan siswa MA Darussalam lebih suka menonton, bermain game, dan bermain media sosial dibandingkan membaca buku atau menulis karya sastra. Kegiatan pelatihan menulis kreatif ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan tulis remaja, terutama siswa MA, membina keterampilan berbahasa untuk siswa MA, terutama dalam hal menulis kreatif, memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan dalam bidang keterampilan berbahasa kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Batola. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan memberi ceramah kepada siswa mengenai pentingnya budaya membaca dan menulis serta materi tentang menulis kreatif. Kemudian siswa dilatih menulis cerita pendek berdasarkan pengalamannya sehari-hari. Hasil kegiatan ini menunjukkan respon yang sangat baik dari siswa dan meningkatnya minat siswa untuk membaca dan menulis. Terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan siswa pada sesi tanya-jawab, meningkatnya pengetahuan siswa tentang budaya literasi, dan permintaan dari pihak siswa maupun sekolah agar kegiatan ini berlanjut secara berkala