Direktori jurnal elektronik Politeknik Negeri Padang (PNP)
Not a member yet
631 research outputs found
Sort by
UJI KELAYAKAN LOKASI PASAR TRADISIONAL BARU DI KOTA PADANG
This article aims to examine three locations for the construction of a new traditional market in Padang City, which is the result of a recommendation from a research conducted by Suryani (2015). Through this research researchers will test 1 (one) location of the development of a new traditional market in the city of Padang. That is the location between Simpang Haru Market and Bandar Buat Market. The test results provide recommendations on whether or not the location requires a new traditional market. The methodology used is testing the new location with the AHP (Analytical Hierarchy Process) method, and the assessment indicator consists of the population, location development measured by socio-economic changes, people's spending habits around the location of the people's market development plan, the purchasing power of residents around the location of market development plans people, differences in social status, number, area, type and location of old markets, accessibility, and physical condition of the natural environment around the planned location of the construction of a new people's market. The results of the study concluded that the testing of the location between the Simpang Haru Market and the Bandar Buat Market resulted in a range of judgments that were in a position quite high. Figures with a fairly high predicate provide recommendations that in these locations require a traditional maid market that can serve the needs of society optimally in areas that are not included in the broad slice of the nearest traditional marke
Kajian Sedimentasi pada Muara Sungai Batang Arau Kota Padang
Sungai Batang Arau mempunyai panjang sungai ± 29,72 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) ± 172 km2, hulu sungai berada pada puncak bukit Punggung Lading Kecamatan Lubuk Kilangan dan Gunung Gadut Kecamatan Pauh Kota Padang, dan pada daerah hilir terdapat Pelabuhan Muara. Pelabuhan Muara dibangun pertama kali pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20. Saat ini pelabuhan Muara berfungsi sebagai pintu gerbang antar pulau terutama menuju ke Kepulauan Mentawai, Pulau Sikuai, dan sekitarnya, serta kembali lagi ke kota Padang.
Akhir-akhir ini fungsi pelabuhan di muara sungai Batang Arau tempat keluar masuknya kapal – kapal terganggu karena terjadinya pendangkalan sungai. Ini terjadi karena tingginya tingkat pertambahan penduduk sehingga mempengaruhi perubahan tata guna lahan dari hutan sekunder, kebun dan sawah menjadi kawasan permukiman, serta bertambah luasnya kawasan tambang batu kapur yang digunakan untuk dasar pembuatan semen oleh PT Semen Padang pada DAS Batang Arau yang mengakibatkan bertambahnya debit puncak run off, meningkatnya erosi dan konsentrasi sedimen di DAS Batang Arau.
Untuk menghitung angkutan sedimen di pelabuhan muara di DAS Batang Arau dilakukan dengan metoda Yang’s dan metoda Engelund& Hansen. Dari hasil perhitungan yang dilakukan dengan Metode Yang’s didapat hasil 28703,83 ton/tahun dan dengan Metoda Engelund & Hansen didapat hasil 34587,43 ton/tahun. Dan untuk estimasi tebal endapan di pelabuhan Muara Batang Arau kota Padang didapat dari hasil kajian angkutan sedimen yang berdasarkan angkutan sedimen terbesar Metoda Engelund & Hansen hasilnya adalah 21,64 cm per tahun
THEORETICAL CONSTRUCT MEASUREMENT: DEVELOPING A SCALE FOR ISLAMIC WORK ETHIC
Tujuan dari makalah ini adalah untuk memberikan pengertian dasar tentang bagaimana pengukuran suatu konstruk penelitian secara teoritis. Pengukuran adalah satu tahapan penting dalam suatu proses penelitian. Pengukuran diartikan sebagai penyelarasan angka-angka ke dalam bukti-bukti empiris sesuai peraturan pemetaan ilmu pengetahuan. Pengukurna menyiratkan memilih peristiwa empiris yang dapat diamati, mengembangkan seperangkat aturan pemetaan, dan menerapkan aturan pemetaan tersebut. Dalam penelitian, pengukuran diletakkan pada tahap perancangan, terutama pada pengumpulan data dan instrumen. Dalam tulisan ini diambil sebuah contoh bagaimana membuat skala pengukuran untuk Etika Kerja Islam
Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Change Order pada Proyek Konstruksi Jalan di Sumatera Barat
Change order sering terjadi pada proyek konstruksi jalan yang disebabkan oleh faktor planning dan desain, faktor kondisi alam, faktor pengaruh owner, faktor pengaruh kontraktor, dan faktor penyebab lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab change order yang dialami oleh pihak kontraktor, untuk mengetahui faktor dominan penyebab change order yang dialami oleh pihak kontraktor, dan untuk mengetahui besar pengaruh change order pada proyek konstruksi jalan di Sumatera Barat.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini ditujukan kepada kontraktor yang terdaftar sebagai anggota GAPENSI (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia) yang kantornya berada di kota Padang dan pernah mngerjakan proyek jalan di Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada kontraktor yang berpengalaman dilapangan dengan kualifikasi M1,M2. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program komputer SPSS (Statistical ProductandServiceSolution) yaitu dengan uji validitas, reliabilitas, korelasi pearson product moment, dan analisa deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab change order yang dialami oleh kontraktor pada proyek konstruksi jalan di Sumatera Barat adalah ketidaksesuaian antara gambar dan kondisi lapangan, terjadinya longsor, percepatan waktu pelaksanaan pekerjaan karena permintaan owner agar cepat selesai, dan permasalahan pembebasan lahan.
Faktor dominan yang terjadi pada proyek konstruksi jalan di Sumatera Barat adalah ketidaksesuaian antara gambar dan kondisi lapangan dengan besar pengaruhnya 88%. Hasil pengujian ini diharapkan dapat menginformasikan kepada kontraktor agar dijadikan masukan untuk meminimalisir terjadinya change order pada proyek konstruksi jalan di Sumatera Barat
Analisis Kapasitas Penampang Sungai Batang Mahat Terhadap Besaran Debit Banjir Menggunakan Pendekatan Model Matematik
Batang Mahat watershed has a total area of 772.87 km2 with a total length of the main rivers around 44.06 km. With the topographic condition on the upstream side was a mountainous terrain and steep slope relatively into downstream. The problem was can be classified as river siltation, narrowing of the river, and riverbank erosion that has caused flood and threaten a public facilities. Numerical simulations using the application of the HEC RAS model were conducted to determine the capability of the river storage capacity into various discharge values. The results of the analysis show that with the discharge condition Q2 there has been flood caused by the high surface elevation of water that was overtopping of the left and right embankments elevation at the upstream and midstream areas. The water surface elevation will increase with the increasing of flood discharge. River normalization efforts with additional depth and widening of river channel were recommended
MANAJEMEN ASSET WAQF PADA PERGURUAN TINGGI : STUDI PADA UNISSULA
Since the time of the Prophet Muhammad, waqaf has been used as a support and enhancing means of community welfare. Many sectors have been improved and updated by waqaf such as religious facilities, hospitals, schools / education, economic facilities and others. The waqf study in higher education is still relatively rare for Indonesia. But in the world, there are many universities that carrying the principle of waqf as its basis, such as Al-Azhar University Cairo, University of Cordoba Spain and so on. This study aims to explore the application of waqf for higher education in terms of management and economics. The methods used are interviews, observation and review of literature on books, manuscripts and publications. The researchers choose UNISSULA, which is managed by the Sultan Agung Waqf Board Foundation (YBWSA) as a case. The study shows that continuity of the using waqf in the community is determined by the management of waqf carried out by the manager (Nazhir) and the foundation of the waqf mandate holder
Deskriptif Karakteristik Ruang Parkir Pasca Penggunaan Mesin Meter Parkir (Studi Kasus: Ruas Jalan Permindo Kota Padang)
Pengendalian on street parking berbasis teknologi parkir meter telah diuji cobadi tiga kawasan pertokoan di kota Padang, salah satunya ruas jalan Permindo, sejak September 2016. Namun penerapan parkir meter tersebut dilaporkan masih belum optimal (Agusmanto, 2017; Wahyudi, 2016). Dari pengamatan visual, kinerja ruas jalan Permindo masih kurang optimal akibat adanya gangguan arus lalu lintas akibat aktivitas parkir dan PKL. Secara konseptual, praktek on street parkingjuga berdampak terhadap pengurangan kapasitas jalan, penurunan Level of Service (LOS), merugikan pengguna angkutan umum dan pejalan kaki, meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas, menurunkan potensi ekonomi, serta menghilangkan ruang publik. Sebetulnya Pemerintah Kota Padang telah melakukan upaya manajemen parkir yang perlu diapresiasi, salah satunya melaluiParking Meter System. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik aktivitas on street parking di ruas jalan Permindo pasca diberlakukannya alat meter parkir tersebut.Pendekatan analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengamati karaktersitik parkir di kawasan kajian. Metode pengumpulan data sekunder dilakukan melalui survey parkir dan penyebaran kuisioner kepada 100 responden (pengendara dan pengguna ruang parkir).Kajian inidiawali dengananalisis karakteristik parkir. Analisis karakteristik parkir yang dimaksud meliputi perhitungan volume parkir, akumulasi parkir, durasi parkir, Parking Turn Over, kapasitas parkir, indeks parkir dan kebutuhan ruang parkir. Dari hasil tersebut diketahui bahwa ruang parkir yang disediakan sudah tidak mampu lagi menampung kendaraan parkir (IP= 143 % > 100 %). Hasil analisis parkir tersebutperlu dikaitkan dengan hasil analisis deskriptif respon pengguna sistem meter parkir. Pengendalian on street parking dengan formulasi kebijakan yang sesuai perlu dilakukan agar memberi dampak yang berarti khususnya terkait pola aktivitas parkir masyarakat. Hasil penelitian ini merupakan tahap preliminary analisis yang dapat digunakan sebagai catatan bagi perumusan kebijakan perparkiran dikawasan Permindo
STRATEGI PENINGKATAN SKALA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA PADANG
The objectives of the research are to identify the potencies and characteristics of cracker SMEs and to analyze internal and external factors of upgrading enterprises scale strategies in Padang Munipacility. Data were analyzed by strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT) and quantitative strategic planning matrix (QSPM) methods. Cracker SMEs have the similar characteristics in production, marketing, human resources, finance, legal, and supports from relevant institutions. Also, the production uses semi-manual process, SMEs sell their products through direct selling, store offline and online with a limited market share with employees are 2-15 people. Capital is relatively low and a few unit of cracker SMEs have legalityand certification. Local government plays an important role in developing cracker SMEs upgrading enterprise scale. The main strength is local taste products, and the main weakness is a limited area of marketing. The major opportunity as culinary tourism, but they also face tight competition as the main threat. The development strategy of food SMEs competitiveness includes increasing cooperation to maintain continuity of raw materials between regions, developing centers of SME products, and increasing role of local governments, private companies or stateowned enterprises, and universities
TINJAUAN RELEVANSI CITY BRANDING MELALUI KOLABORASI BRAND INDEX DAN BRAND PERSONALITY: PADANG YOUR MOTHERLAND
This study applies the collaboration approach of city brand index and city brand personality towards the city branding "Padang Your Motherland". The results of city brand index show that the presence aspect - visitors 'views on international status and reputation globally' gets the highest rating. The aspect of the city brand index of the city of Padang that is relevant to the city branding "Padang Your Motherland" is the presence, place, people, sentiments of feeling, while the indirect is the potential and preconditions. On the other hand, City of Padang city personality scale also shows that some aspects that shape the brand personality of Padang City have direct relevance to the city branding "Padang Your Motherland", namely excitement, skill, and toughness, while the indirect aspects are sincerity and sophistication. This aspect that does not have direct relevance can be a supporter in the personality of Padang City. Based on the results of this study, it is suggested that the Padang City Government pay more attention to the potential aspects and prerequisites in city brand index and aspects of sincerity and sophistication in city brand personality in the development or evaluation of the city branding "Padang Your Motherland"
Informasi Titik-Titik Likuifaksi akibat Gempa Bumi di Kota Padang
Padang Sumatera Barat merupakan daerah rawan gempa , gempa bumi dapat menimbulkan bahaya likuifaksi yang dapat merusak bangunan dan sarana infrastruktur . Likuifaksi biasanya terjadi pada tanah pasir yang jenuh air, saat terjadi gempa tegangan geser tanah menurun sehingga tanah tidak mampu menahan beban yang diatas dan mengakibatkan bangunan amblas. Dalam makalah ini disajikan tingkat potensi likuifaksi berdasarkan data sondir (Cone Penetration Test) di kota Padang. Titik lokasi penyelidikan terdiri dari 9 titik lokasi yang tersebar di kota Padang. Hasil analisa menunjukkan bahwa pada titik penyelidikan dengan lokasi GOR Haji Agussalim pada kedalaman 5 – 6 meter berpotensi likuifaksi dengan nilai indek likuifaksi >5. Koto tangah pada kedalaman 3.8 m – 4.4 m berpotensi likuifaksi nilai indek likuifaksi 12.69, dan Sungai sapih berpotensi likuifaksi pada kedalaman 4.8 m dengan nilai indek likuifaksi 5.2. Hos Cokroaminoto, Purus serta Siteba mempunyai potensi yang sangat kecil untuk terjadi likuifaksi. Sedangkan Ujung Gurun, berpotensi likuifaksi pada kedalaman 3.5 m – 6m, Lolong berpotensi likuifaksi pada kedalaman 1.4 m – 2m, Chatib Sulaiman berpotensi likuifaksi pada kedalaman 1.2m – 4.8 m