Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik (FPIK UNIPA)
Not a member yet
    220 research outputs found

    Analisis Konsumsi Energi Listrik dan Bahan Bakar KMP. XYZ dalam Mendukung Operasi Pelayaran di Nusa Tenggara Timur

    Get PDF
    The generation and use of good electrical energy on a commercial ship will provide a sense of comfort and safety for everyone who uses the facility. The XYZ ship is one of the commercial ships in East Nusa Tenggara which operates to serve crossings from Kupang to Rote. This ship uses 3 generators to meet its electrical energy needs. This study aims to determine the consumption of energy and fuel used during shipping activities and to determine the condition of the generator used. The results of the analysis show that the percentage of generator loading on the ship's electrical load is still sufficient, with an average of 8.76%. The fuel consumption of the generator in one operation is 200.34 Liters/day, which is still appropriate and sufficient for the capacity of the fuel chamber on the ship. The use of generators is also carried out effectively and efficiently with alternating scheduling so that each generator can work optimally for a long time to avoid overheating.Pembangkitan dan pemanfaatan energi listrik yang baik pada sebuah kapal niaga akan memberikan rasa nyaman dan aman terhadap semua orang yang menggunakan fasilitas tersebut. Kapal XYZ merupakan salah satu kapal niaga di Nusa Tenggara Timur yang beroperasi untuk melayani penyeberangan dari Kupang menuju Rote. Kapal ini menggunakan 3 buah generator untuk memenuhi kebutuhan energi listriknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi energi dan bahan bakar yang dipergunakan selama melakukan kegiatan pelayaran dan mengetahui kondisi generator yang dipergunakan. Hasil analisis menunjukan bahwa presentase pembebanan generator terhadap beban listrik kapal masih cukup memenuhi, dengan rata-rata sebesar 8,76%. Konsumsi bahan bakar generator dalam sekali operasi sebesar 200,34 Liter/hari, masih sesuai dan mencukupi dari kapasitas ruang bahan bakar pada kapal. Pemakaian generator juga dilakukan secara efektif dan efisien dengan penjadwalan yang bergantian agar setiap generator dapat bekerja secara maksimal dalam waktu yang lama untuk menghindari overheat

    Analisis Selektivitas Alat Tangkap Gillnet pada Penangkapan Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis Blkr) di Danau Singkarak, Sumatera Barat

    Get PDF
    The threat of extinction for bilih fish is caused by uncontrolled fishing with various types of non-selective fishing gear. dependence of fishing communities on bilih fish and there is no community-based bilih fish conservation area. This study aims to examine the various types of gillnet mesh sizes used in catching Bilih fish at Singkarak Lake, west Sumatera. Research data collection used three mesh sizes, namely gillnet mesh size 5/8 inch, 3/4 inch, and 1 inch in four villages, namely Nagari Guguak Malalo and Nagari Batu Taba (South Batipuah District, Tanah Datar Regency) and Nagari Muaro Paninggahan and Muaro Pingai (Junjung Sirih District, Solok Regency). The results showed that Bilih fish caught with gillnet mesh size of 5/8 inches had an average length of 6.680 cm and an average weight of 2.652 grams, and Bilih fish caught with gillnet mesh size 3/4 inches with an average length of 7.594 cm. and an average weight of 4.112 g, while the number of fish caught with gillnet mesh size 1 inch with an average length of 9.460 cm and an average weight of 8.200 g.Ancaman kepunahan ikan bilih disebabkan oleh penangkapan yang tidak terkendali dengan berbagai jenis alat tangkap yang tidak selektif. Ketergantungan masyarakat nelayan terhadap Ikan Bilih dan belum ada kawasan konservasi Ikan Bilih berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis ukuran mata jaring (mesh size) gillnet yang digunakan dalam penangkapan Ikan Bilih di Danau Singkarak, Sumatera Barat. Pengambilan data penelitian menggunakan tiga ukuran mata jaring yaitu jaring gillnet mesh size 5/8 inchi, 3/4 inchi, dan 1 inchi pada empat kenagarian yaitu Nagari Guguak Malalo dan Nagari Batu Taba (Kecamatan Batipuah Selatan Kabupaten Tanah Datar) serta Nagari Muaro Paninggahan dan Muaro Pingai (Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok). Hasil penelitian menunjukan ikan Bilih yang tertangkap dengan gillnet mesh size 5/8 inchi mempunyai panjang rata-rata 6,680 cm dan berat rata-rata 2,652 gr, dan ikan Bilih yang tertangkap dengan gillnet mesh size 3/4 inchi dengan panjang rata-rata 7,594 cm dan berat rata-rata 4,112 gr, sedangkan jumlah ikan yang tertangkap dengan gillnet mesh size 1 inchi dengan panjang rata-rata 9,460 cm dan berat rata-rata 8,200 gr

    Analisis Bilangan Peroksida, Organoleptik, dan Proksimat Abon Tuna dengan Fortifikasi Jantung Pisang

    Get PDF
    Fish is part of the diet which is a source of animal protein which is very beneficial for health. To meet the availability of fish-based food, it can be processed into various processed products, one of which is shredded fish. Shredded fish still has a drawback, such as the low fiber content. To enrich the fiber content of shredded fish, fortification with banana blossoms can be an alternative. The process of making shredded fish does not yet have a standard because many methods and spices are added, so there are variations in the types and amounts of spices used. This causes the quality of shredded fish to vary. Therefore, this study aimed to evaluate the chemical properties of the effect of different concentrations on banana blossoms fortification in the processing of shredded tuna. The research was conducted in June-August 2022 at the Fish Product Technology Laboratory and the Chemical Engineering Laboratory, Universitas Brawijaya. The study design was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD). The results were analyzed using ANOVA (α 5%) and Tukey's post hoc test. The results showed that banana blossoms fortification had no significant effect on the peroxide value and water content of shredded tuna. Banana blossoms fortification has a significant effect on the hedonic value of the appearance, taste, and texture of shredded tuna. However, it has no significant effect on the hedonic aroma value and overall acceptance. The value of the proximate composition of shredded tuna with the best treatment level was 70%, i.e. protein content of 14.51%, fat content of 36.19%, ash content of 6.82%, carbohydrate content of 29.15%, and total dietary fiber of 20.80%. The fat and protein content of shredded tuna does not meet the Indonesian National Standard (SNI) for shredded products.Ikan merupakan bagian dari pangan yang merupakan sumber protein hewani yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Untuk memenuhi ketersediaan pangan berbahan dasar ikan dapat diolah menjadi berbagai produk olahan, salah satunya adalah abon ikan. Abon ikan masih memiliki kekurangan yaitu rendahnya kandungan serat. Untuk memperkaya kandungan serat abon ikan, fortifikasi dengan jantung pisang dapat menjadi salah satu alternatif. Proses pembuatan abon ikan belum memiliki standar karena banyak cara dan bumbu yang ditambahkan, sehingga terdapat variasi jenis dan jumlah bumbu yang digunakan. Hal ini menyebabkan kualitas abon ikan berbeda-beda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat kimia pengaruh perbedaan konsentrasi terhadap fortifikasi jantung pisang pada pengolahan abon ikan tuna. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Juni-Agustus 2022 di Laboratorium THP-FPIK dan Laboratorium Teknik Kimia-FT, Universitas Brawijaya. Desain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial. Hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA (α 5%) dan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi jantung pisang tidak berpengaruh nyata terhadap bilangan peroksida dan kadar air abon tuna. Fortifikasi jantung pisang berpengaruh nyata terhadap nilai hedonik kenampakan, rasa, dan tekstur abon tuna. Namun, tidak berpengaruh nyata terhadap nilai hedonik aroma dan penerimaan secara keseluruhan. Nilai komposisi proksimat produk abon tuna dengan level perlakuan terbaik 70% yaitu kadar protein 14,51%, kadar lemak 36,19%, kadar abu 6,82%, kadar karbohidrat 29,15%, dan serat pangan total 20,80%. Kandungan lemak dan protein abon tuna belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) produk abon

    Keragaman spesies gastropoda di zona intertidal Pulau Ambon

    Get PDF
    Intertidal zone has a high diversity of marine organisms including marine gastropods. Many species of marine gastropods were consumed by local communities in Maluku province. Lack of study on marine gastropod species diversities in Ambon Island and unpublished yet. The research on marine gastropods in Ambon Island was conducted with the objectives are to determine species composition, to analyze an ecological density, similarity index, Shannon-Wiener diversity indices (H`), Pileou’s evenness indices (J`) and Simpson dominance indices (D). Sampling was conducted in intertidal zone around Ambon Island at five sampling stations during spring low tide at daytime on December to February 2022. Sampling was done by applying transect line methods. A total of 78 species of marine gastropods found in this research. Species composition and ecological density varies between sampling stations. Similarity index varied from 3,62% to 34,12%. Shannon-Wiener diversity index (H`) varied between H` = 2,10 and H` = 2,84. Pielou’s evenness index (J`) ranged from J`= 0,65 to J` = 0,78. Simpson dominance index (D) varied from D = 0,11 to D = 0,22. There were 9 to17 rare species of marine gastropods which contributed to species diversity, while there were 5-10 common species which contributed to species dominance of marine gastropod communities around intertidal zone of Ambon Island.Zona intertidal memiliki keragaman spesies organisme laut yang cukup tinggi termasuk spesies gastropoda laut. Sebagian besar spesies gastropoda laut ini dikonsumsi oleh masyarakat khususnya masyarakat yang hidup pada daerah pesisir di Provinsi Maluku. Penelitian tentang keragaman spesies gastropoda khususnya di Pulau Ambon masih sangat terbatas dan belum banyak dipublikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi spesies, densitas ekologi, indeks similaritas, indeks keragaman spesies, indeks keserasian dan indeks dominansi spesies gastropoda. Penelitian dilakukan di zona intertidal Pulau Ambon pada lima lokasi sampling. Sampling dilakukan pada bulan Desember-Februari 2022 pada saat air surut di siang hari. Pengambilan sampel gastropoda menggunakan metode transek garis. Ada sekitar 78 spesies gastropoda laut ditemukan dalam penelitian ini.  Jumlah spesies dan densitas ekologi bervariasi berdasarkan lokasi sampling. Indeks similaritas dari komunitas gastropoda yang ditemukan dalam penelitian ini bervariasi antara 3,62% dan 34,12%. Indeks keragaman spesies (H`) bervariasi antara H’ = 2,52 dan H` = 2,995. Indeks keseragaman (evenness index-J`) berkisar antara J` = 0,74 dan J` = 0,82. Indeks dominansi Simpson (D) berkisar antara D = 0,09 dan D = 0,14. Ada sekitar 9-17 spesies gastropoda kategori jarang yang ditemukan pada areal penelitian ini memberikan sumbangan terhadap keragaman spesies dari komunitas gastropoda yang ditemukan. Sebaliknya ada sebanyak 5-10 spesies kategori umum yang memberikan sumbangan terhadap dominansi spesies gastropoda

    Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Wisata Pantai Minanga Desa Kotajin Utara Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara

    Get PDF
    The Minanga Beach area is a new tourist destination, which is currently visited by many tourists. As an initial step in developing coastal tourism objects, it is necessary to know the public's perception of the existence of these attractions, for sustainable tourism. This research aimed to determine the type of tourism management in Minanga beach and the perception of the community towards the management of Minanga Beach, Kotajin Utara Village, Atinggola District, Gorontalo Utara Regency. The respondent determination method used purposive sampling. The number of respondents determined was 100 respondents distributed in four hamlets in Kotajin Utara Village. The number of respondents in this research was determined using the Slovin formula. Data were analyzed using quantitative analysis supported by qualitative analysis. The results showed that the management of Minanga Beach tourism is a co-management which is collaborative management between the government and the community. Community perception of Minanga Beach tourism management is in good criteria with an average of 365 or about 73%.Kawasan Pantai Minanga merupakan destinasi wisata baru, yang saat ini banyak dikunjungi wisatawan. Sebagai Langkah awal pengembangan obyek wisata pantai, tentu saja perlu diketahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan obyek wisata ini, untuk pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pengelolaan wisata Pantai Minanga dan persepsi masyarakat terhadap pengelolaan wisata Pantai Minanga Desa Kotajin Utara Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara. Metode penetuan responden yang digunakan yaitu metode purposive sampling. Jumlah responden yang ditentukan sebanyak 100 responden yang tersebar di empat dusun yang ada di Desa Kotajin Utara. Banyaknya responden dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan Formula Slovin. Data dianalisis menggunakan analisis kuantitatif yang didukung dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan wisata Pantai Minanga merupakan pengelolaan Co-managemen yang merupakan pengelolaan kolaboratif antara pihak pemerintah dan masyarakat. Persepsi masyarakat terhadap pengelolaan wisata Pantai Minanga berada pada kriteria baik dengan jumlah rata-rata yang diperoleh sebesar 365 atau sekitar 73%

    Perkembangan gonad ikan betok (Anabas testudineus) betina yang diinduksi ekstrak hipofisa sapi

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the effect of giving bull pituitary extract on the development of gonads of female broodstock of climbing perch (Anabas testudineus). The research method used a completely randomized design, four treatment doses of pituitary extract, namely 0.0; 0.1; 0.3; 0.6 ml/kg. Muscular injection of pituitary extract. The results showed that the dose of 0.6 ml/kg, the best performance of gonad development, where the egg diameter was 0.640 mm, the somatic index was 4.22%, the hepatosomatic index was 0.18% and the total fecundity was 6404 eggs. Water quality parameters during fish rearing are in a good range for gonad development of climbing perch fish.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak hipofisa sapi terhadap perkembangan gonad induk betina ikan betok (Anabas testudineus). Metode penelitian mengggunakan rancangan acak lengkap, empat perlakuan dosis ektrak hipofisa yakni 0,0; 0,1;  0,3; 0,6 ml/kg. Penyuntikan ekstrak hipofisa secara muscular. Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis 0.6 ml/kg, performance perkembangan gonad terbaik, dimana diameter telur  0,640 mm,  gonado somatik indek 4,22%, hepato somatik indeks 0,18% dan fekunditas total 6404 telur. Parameter kualitas air selama pemeliharaan ikan berada dalam kisaran yang baik untuk perkembangan gonad ikan betok

    Analisa Penggunaan Besi Profil Siku sebagai Bahan Alternatif Pengganti Kayu pada Konstruksi Keramba Jaring Apung

    Get PDF
    During this period, wood has been widely used as Floating Net Cage (FNC) construction material. However, wood is often damaged due to the shear forces and bending moment. Therefore, it is necessary to look for an alternative material to replace it. This study aims to analyze the angle of steel as a substitute alternative of wood on the FNC construction. The research was conducted through two aspects of approach, the first is the technical aspects of construction (the buoyant force, shear forces, and bending moment) and the second aspect is the economic aspect (the costs of FNC). Research shows buoyancy due to changes mass of wooden construction = 10.263,77 kg and angles steel = 10.299,26 kg and to a slide and bending moment: for timber style sliding/shear forces = 121,06 kg and the bending moment  = 452,39  kg.m, steel and angles the sliding = 116,62 kg and bending moment = 442,40  kg.m. Based on the economic aspect, the cost of construction FNC, IDR 1.550.000, the angles of steel cheaper than the cost of construction with wood IDR 2.120.000. This result showed that the angles steel, based on the technical and the economic aspect, can be used as an alternative material for substitute of wood in FNC.Selama ini kayu banyak dipakai sebagai bahan konstruksi keramba jaring apung (KJA), tetapi kayu sering mengalami kerusakan akibat beban gaya geser dan momen lentur. Oleh karena itu perlu dicari bahan alternatif untuk menggantinya. Penelitian ini bertujuan menganalisa penggunaan besi profil siku, sebagai bahan alternatif pengganti kayu pada konstruksi KJA.  Penelitian ini dilakukan melalui dua aspek pendekatan yaitu: aspek teknis konstruksi JKA dengan metode perhitungan gaya apung, gaya geser, dan momen lentur dan aspek ekonomi dengan menghitung biaya pembuatan KJA. Hasil penelitian menunjukkan daya apung akibat perubahan massa, konstruksi KJA untuk kayu sebesar 10.263,77 kg dan besi profil sebesar 10.299,26 kg. Konstruksi KJA, untuk kayu  (gaya geser 121,06 kg dan momen lentur 452,39  kgm), untuk KJA besi profil siku (gaya geser  116,62 kg dan momen lentur 442,40  kgm). Dari sisi ekonomis, biaya pembuatan konstruksi KJA dengan besi profil siku sebesar Rp. 1.550.000, lebih murah dari biaya pembuatan konstruksi KJA dengan kayu Rp. 2.120.000. Hasil ini menunjukan bahwa besi siku dapat dipakai sebagai alternatif pengganti  kayu  pada KJA

    Kepadatan dan Keanekaragaman Teripang (Holothuroidea) di Perairan Letman, Maluku Tenggara

    Get PDF
    The economic value of sea cucumbers is high in the market and is similar to other fishery commodity products. The high economic value causes the fishing effort to increase. The level of fishing that is not balanced with the availability of resources can threaten the existence of the population. This study aims to examine the density, size distribution, distribution pattern, population presence and growth pattern of sea cucumbers in Letman waters. The sampling method is a random method. The sea cucumbers found at the research site consisted of 8 species with a density range of 0.04-0.24 ind/m2. The results of measurements of temperature, salinity and pH at the study site obtained temperatures ranging from 29-31°C, salinity ranging from 28-31‰ and pH ranging from 8.11-8.26. The length of the sea cucumbers ranges from 10.5-31.52 cm, the diameter size ranges from 3.00-10.03 cm and the weight size ranges from 51.5-611.09 gr. The distribution pattern of sea cucumbers is grouped with an Id value of 1.23. The existence of sea cucumbers showed a low diversity value (H' = 0.42), low uniformity (E = 0.234) and the dominance was classified as stable (C = 0.83). The growth pattern of sea cucumbers obtained a b value of 2.16 so that it is classified as negative allometric (b < 3).Nilai ekonomis teripang tinggi di pasaran dan mirip produk komoditi perikanan lain. Nilai ekonomi tinggi menyebabkan usaha penangkapan meningkat. Tingkat penangkapan yang tidak seimbang dengan ketersediaan sumberdaya dapat mengancam keberadaan populasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji kepadatan, sebaran ukuran, pola distribusi, keberadaan populasi dan pola pertumbuhan teripang di perairan Letman. Metode pengambilan sampel adalah metode acak. Teripang yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri dari 8 jenis dengan kisaran kepadatan sebesar 0,04-0.24 ind/m2. Hasil pengukuran suhu, salinitas dan pH pada lokasi penelitian diperoleh suhu berkisar 29-31°C, salinitas berkisar 28-31‰ dan pH berkisar 8.11-8.26. Ukuran panjang teripang berkisar antara 10,5-31,52 cm, ukuran diameter berkisar antara 3,00-10,03 cm dan ukuran berat berkisar antara 51,5-611,09 gr. Pola distribusi teripang mengelompok dengan nilai Id sebesar 1,23. Keberadaan teripang menunjukan nilai keanekaragaman rendah (H’ = 0,42), keseragaman rendah (E = 0,234) dan dominansi tergolong stabil (C = 0,83). Pola pertumbuhan teripang diperoleh nilai b sebesar 2,16 sehingga tergolong allometrik negatif (b<3)

    Karakteristik Massa Air Berdasarkan Sebaran Suhu dan Klorofil-a di Perairan Teluk Ambon

    Get PDF
    Ambon Bay consists of the inner Ambon Bay (IAB) and the outer Ambon Bay (OAB) and they are separated by the shallow sill (12 m) Galala-Rumah Tiga. The topography of the bay makes it unique and causes the exchange of water mass between those two parts of the bay does not follow the daily tidal cycle. The aim of this study was to analyze the vertical and horizontal temperature and chlorophyll-a distribution in order to know the water circulation in Ambon Bay. This study was carried out during the monsoon, in November 2018. The CTD was used to measure in situ temperature and chlorophyll-a concentration. The data were analyzed by using Surfer and ODV programs. The results show that the temperature of the surface water (0-5 m) of Ambon Bay was 29.2℃. In depth 15-40 m, temperature was different between the IAB (27.7-28.2℃) and OAB (29,2-28.7℃). Chlorophyll-a concentration was found higher in the IAB than in OAB in all depths. In the depth >12 m, chlorophyll-a in the IAB was 1 mg/m3 compared to its concentration in OAB only 0.3 mg/m3. As a conclusion, the sill in Ambon bay causes unique circulation of water mass between IAB and OAB based on the analysis of temperature and chlorophyll-a concentration distribution.Perairan Teluk Ambon terbagi atas Teluk Ambon Dalam (TAD) dan Teluk Ambon Luar (TAL) yang dipisahkan oleh ambang Galala-Rumah Tiga yang sempit dan dangkal (12 m) yang mengakibatkan proses pertukaran massa air antara TAD dan TAL tidak mengikuti pola pasang surut harian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa distribusi vertikal dan horizontal massa air Teluk Ambon berdasarkan distribusi suhu dan konsentrasi klorofil-a. Penelitian dilakukan pada musim peralihan II di bulan November 2018. Pengukuran suhu dan konsentrasi klorofil-a dilakukan secara in situ dengan menggunakan CTD, dan analisa sebaran vertikal dan horizontal dari suhu dan klorofil-a dilakukan dengan menggunakan Surfer dan ODV. Suhu massa air di lapisan permukaan (0-5 m) Teluk Ambon secara keseluruhan 29.2℃, sedangkan suhu di lapisan kedalaman 15-40 m dijumpai berbeda antara di TAD yang lebih dingin (27.7-28.2℃) dari massa air di TAL (29.2-28.7℃). Untuk konsentrasi klorofil-a, ditemukan lebih tinggi di TAD pada semua kedalaman dan di kedalaman > 12 m terlihat dengan jelas lebih tinggi nilainya di TAD yaitu 1 mg/m3 dibandingkan dengan di TAL 0.3 mg/m3. Hal ini menunjukan bahwa keberadaan ambang mengakibatkan aliran massa air antara kedua bagian teluk terhalang dan hal ini dapat dilihat berdasarkan karateristik massa air secara vertikal dan juga horizontal berbeda nilai suhu dan konsentrasi klorofil-a antara TAD dan TAL

    Ekstraksi Gelatin Sisik Ikan Nila (Oreochromis spp.) dengan Variasi Konsentrasi Asam Sitrat dan Waktu Demineralisasi

    Get PDF
    The high consumption of tilapia in the community can cause a large amount of tilapia scale waste to be produced. The fish scale waste can still be utilized by further processing into gelatin. Gelatin is acquired through partial hydrolysis of collagen protein found in fish scales. This study aims to find out the difference effect of citric acid concentration and demineralization time on the amount of tilapia scale gelatin. The methods used to obtain gelatin are degreasing, demineralization, extraction, drying, and milling. Gelatin quality testing includes yield, water, ash, pH, and functional groups. The identification of gelatin functional groups was carried out using the PerkinElmer Spectrum IR ES Version 10.6.2. instrument. The variation in the concentration of citric acid added was 1,5 – 6% and the demineralization time was 12 – 72 hours. Outcomes of the most gelatin was produced at a concentration of 6% citric acid and a demineralization time of 72 hours. The resulting yield is 3.84%, water is 8.58%, as is 1.44%, pH is 4.5, and has O-H, N-H, O-H bending, and C=O functional groups which has similarities with commercial gelatin. Itcan conclude that the best gelatin is produced with a concentration of 6% citric acid with a demineralization time of 72 hours.Tingginya konsumsi ikan nila di masyarakat dapat menyebabkan banyaknya jumlah limbah sisik ikan nila yang dihasilkan. Limbah sisik ikan tersebut dapat masih dimanfaatkan dengan pengolahan lebih lanjut menjadi gelatin. Gelatin didapatkan melalui hidrolisis parsial protein kolagen yang terdapat pada sisik ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perbedaan konsentrasi asam sitrat serta waktu demineralisasi terhadap jumlah gelatin sisik ikan nila. Metode yang digunakan untuk mendapatkan gelatin yaitu degreasing, demineralisasi, ekstraksi, pengeringan, serta penggilingan. Pengujian mutu gelatin mencakup rendemen, kadar air, kadar abu, pH, dan gugus fungsi. Identifikasi gugus fungsi gelatin dilakukan menggunakan instrumen PerkinElmer Spectrum IR ES Version 10.6.2. Variasi konsentrasi asam sitrat yang ditambahkan adalah 1,5 – 6% dan waktu demineralisasi selama 12 – 72 jam. Hasil yang diperoleh menunjukkan gelatin paling banyak dihasilkan pada konsentrasi asam sitrat 6% dan lama waktu demineralisasi 72 jam. Rendemen yang dihasilkan sebesar 3,84%, kadar air sebesar 8,58%, kadar abu sebesar 1,44%, pH sebesar 4,5 serta memiliki gugus fungsi O-H, N-H, O-H bending, serta C=O yang memiliki kemiripan dengan gelatin komersial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gelatin terbaik dihasilkan dengan konsentrasi asam sitrat 6% dengan waktu demineralisasi 72 jam

    187

    full texts

    220

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik (FPIK UNIPA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇