Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik (FPIK UNIPA)
Not a member yet
    220 research outputs found

    Pengaruh Aspek Teknis dan Operasional Penangkapan Ikan Nike Menggunakan Tagahu di Kota Gorontalo

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor apa saja yang diduga memberikan pengaruh terhadap operasi penangkapan ikan nike terutama pada peningkatan jumlah hasil tangkapan. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret – Juni 2021 ditambahkan dengan data yang sudah terkumpul sebelumnya pada bulan Agustus 2020-Februari 2021, bertempat di Kota Gorontalo dengan menggunakan 25 Sample Nelayan Tagahu. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 jenis yaitu variable tidak bebas (Y) yaitu Jumlah Hasil Tangkapan, dan Variabel Bebas terdiri dari 5 Variabel yaitu X1: Jumlah ABK, X2: Panjang Jaring, X3: Dalam Jaring, X4:Lama Setting dan X5: Lama Hauling. Analisis yang digunakan adalah Uji Multikoloniearitas, Uji Kenormalan data, Pengaruh dan Hubungan Aspek Tenis, Uji Korelasi, Analisis Koefisien Determinasi, Uji F, dan Uji T. Hasil Penelitian menunjukkan secara simultan, semua variable bebas memiliki hubungan yang kuat dalam mempengaruhi jumlah hasil tangkapan dengan nilai 0.783 (nilai berada pada range 0.75-1), dengan arah hubungan yang positif. Dengan kata lain semakin bertambahnya nilai variabel bebas, akan mempengaruhi hasil tangkapan. Nilai R2 adalah sebesar 0.613, yang memiliki makna variable bebas (Jumlah ABK, Panjang Jaring, Dalam Jaring, Lama setting, dan Lama Hauling) mempengaruhi jumlah hasil tangkapan sebesar 61,30%, sedangkan sisanya 38,70% dipengaruhi oleh factor bebas lainnya yang tidak dihitung dalam penelitian ini. Secara Umum persamaan Regresi yang dihasilkan adalah Y=274.584+2.296X1+0.799X2-3.201X3-0.605X4-0.040X5. Hasil Uji T menghasilkan bahwa faktor jumlah ABK, lama setting dan lama hauling berpengaruh sangat nyata pada jumlah hasil tangkapan.  This study aims to reveal what factors are thought to have an influence on Nike fishing operations, especially in increasing the number of catches. The research was conducted in March – June 2021, added with data that had been previously collected in August 2020-February 2021, located in Gorontalo City using 25 Tagahu Fisherman Samples. The variables used in this study consisted of 2 types, namely the dependent variable (Y) namely the number of catches, and the independent variable consisted of 5 variables, namely X1: Number of crew members, X2: Length of the net, X3: In the net, X4: Length of setting and X5: Long Hauling. The analysess used were the multicollinearity test, data normality test, influence and relationship aspects of tennis, correlation test, coefficient of determination analysis, F Test, and T Test. The results showed that simultaneously, all independent variables had a strong relationship in influencing the amount of catch with the value of 0.783 (the value was in the range 0.75-1). In other words, the increasing values of the independent variables would increase the catch. The value of R2 was 0.613, which means that the independent variables (number of crew members, length of the net, in the net, length of setting, and length of hauling) affected the amount of catch by 61.30%, while the remaining 38.70% was influenced by other independent factors that werenot included in this study. In general, the resulting regression equation was Y=274.584+2.296X1+0.799X2-3.201X3-0.605X4-0.040X5. The results of the T test showed that the number of crew members, the length of setting and the length of hauling had a very significant effect on the number of catches

    Uji Invivo Ekstrak Dunaliella salina pada Pakan Komersil terhadap Gejala Klinis dan Patologi Anatomi Ikan Kerapu Cantang Pascainfeksi Viral Nervous Necrosis (VNN)

    Get PDF
    Viral Nervous Necrosis (VNN) is a pathogen that is often found infecting cantang grouper and causing mass mortality of up to 100% in a short time. VNN is caused by a Nodavirus infection that infects the nervous and visual systems of fish. One of the prevention efforts against VNN infection in cantang grouper is to add Dunaliella salina extract which contains -carotene, nephtalene, tetradecane and phenol which acts as antiviral, anti-microbial and anti-inflammatory. The purpose of this study was to examine the potency of D. salina extract against clinical symptoms and anatomical pathology of cantang grouper after VNN infection. D. salina extract with doses of 250, 300, 350 and 400mg/kg of feed was added to commercial pelleted feed of the Stella B2 brand with a protein content of 42%. Feed was given to cantang grouper measuring 7-9 cm for 10 days of maintenance. Furthermore, the fish were challenged using VNN as much as 0.2 ml/head through the injection method. Observations of clinical symptoms and anatomical pathology were observed for 96 hours after infection. Symptoms of clinical pathology of fish infected with VNN appear to be circling, swimming horizontally, inflation of the swim bladder, discoloration of the pectoral fins to reddish, swollen lymph organs, yellowing of the liver and darkening of the body color. The compounds found in the extract of D. salina can be used to increase the immune response and reduce the number of deaths of cantang grouper infected with VNN. The addition of D. salina extract which was higher than other doses could increase the immune system so that its survival (SR) was higher as the dose increased.Viral Nervous Necrosis (VNN) merupakan patogen yang sering ditemukan menginfeksi ikan kerapu cantang dan menyebabkan kematian masal hingga 100% dalam waktu yang singkat. VNN disebabkan oleh infeksi Nodavirus yang menginfeksi sistem saraf dan penglihatan pada ikan. Salah satu upaya pencegahan terhadap infeksi VNN pada ikan kerapu cantang adalah dengan menambahkan ekstrak Dunaliella salina yang memiliki kandungan β-karoten, nephtalene, tetradekana dan fenol yang berperan sebagai antivirus, anti mikroba dan anti inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk menguji potensi ekstrak D. salina terhadap gejala klinis dan patologi anatomi ikan kerapu cantang pascainfeksi VNN. Ekstrak D. salina dengan dosis 250, 300, 350 dan 400mg/kg pakan ditambahkan pada pakan pellet komersil merk Stella B2 dengan kandungan protein 42%. Pakan diberikan pada ikan kerapu cantang berukuran 7-9 cm selama 10 hari pemeliharaan. Selanjutnya ikan diuji tantang menggunakan VNN sebanyak 0,2 ml/ekor melalui metode injeksi. Pengamatan gejala klinis dan patologi anatomi diamati selama 96 jam pasca infeksi. Gejala patologi klinis ikan yang terinfeksi VNN tampak berputar-putar, berenang secara horizontal, inflasi gelembung renang, perubahan warna sirip pektoral menjadi kemerahan, pembengkakan organ limfa, organ hati menguning dan warna tubuh yang menggelap. Senyawa yang ditemukan pada ekstrak D. salina dapat digunakan untuk meningkatkan respon imun dan menurunkan jumlah kematian ikan kerapu cantang yang diinfeksi VNN. Penambahan ekstrak D. salina yang lebih tinggi dari pada dosis lainnya dapat meningkatkan sistem imun sehingga kelangsungan hidupnya (SR) lebih tinggi seiring dengan meningkatnya dosis yang diberikan

    Kelimpahan Mikroplastik pada Sedimen Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Bokori Sulawesi Tenggara

    Get PDF
    Microplastic pollution is a threat to marine ecosystems. Microplatics in coral reef ecosystems can pose a threat to coral reef health. This study aims to determine the  condition of coral reefs, and  the distribution of microplastics in the tourist area of Bokori island as a first step for conservation and mitigation from the impact of microplastic pollution.  Sampling wa carried out at 4 research stations. The environmental quality parameters measured were temperatur, dissolved oxygen, pH, salinity, water brightness, current, nitrate, and phosphate. Sampling using purposive sampling method. Sediment sampling using Scuba set and sediment grab at a depth of 3-10 meters. Sediment is taken ±1000 gr and stored in double zip lock plastic. The samples were the analyzed and observed using microplastics laboratory. The results showed that there are four types of microplastics found in sediments in the waters of the island of Bokori, namely fiber, foam, film, and fragments. Fiber is the most common type of microplastic with an average of 41.564 particles/kg dry sediment per aobservation station, while the lowest abundance was foam type with an average value of 9.379 particles/kg dry sediment. The abundance of microplastic at each sampling location was not the same due to the different characteristics of the study sites.Pencemaran mikroplastik merupakan salah satu ancaman di ekosistem laut. Keberadaan mikroplastik di ekosistem terumbu karang memungkinkan adanya ancaman terhadap kesehatan terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi terumbu karang, dan melihat data sebaran mikroplastik di kawasan wisata Pulau Bokori sebagai langkah awal konservasi dan mitigasi dari dampak polusi mikroplastik tersebut. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 stasiun penelitian. Parameter kualitas lingkungan yang diukur adalah suhu, oksigen terlarut, pH, salinitas, kecerahan perairan, kecepatan arus, nitrat dan fosfat. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sedimen menggunakan SCUBA set dan sedimen grab pada kedalaman 3-10 meter. Sedimen diambil ±1000 gr dan disimpan dalam plastik double zip lock. Sampel kemudian dianalisis dan diamati menggunakan mikroplastik di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan mikroplastik yang dijumpai pada sedimen di perairan pulau Bokori ada empat jenis yaitu fiber, foam, film dan fragmen. Fiber merupakan jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan di perairan Bokori dengan rata-rata 41.564 partikel/kg sedimen kering tiap stasiun pengamatan, sedangkan kelimpahan yang paling rendah adalah tipe foam dengan nilai rata-rata 9.379 partikel/kg sedimen kering tiap stasiun pengamatan. Kelimpahan mikroplastik pada masing-masing lokasi pengambilan sampel tidak sama disebabkan oleh karakteristik lokasi penelitian yang berbeda-beda

    Tingkah Laku Pemijahan Oryzias woworae Ikan Padi Endemik Pulau Muna, Sulawesi Tenggara Berdasarkan Nisbah Kelamin Induk Berbeda

    Get PDF
    Ricefish Oryzias woworae is a species of ricefish endemic in the waters of Muna Island, Southeast Sulawesi. The economic potential of O. woworae as an ornamental fish has not been supported by the availability of information on its cultivation. One important aspect of the success of fish farming is knowledge of its reproduction. Spawning behavior information is very important to know. This study aims to examine the spawning behavior of rice fish O. woworae and the number of eggs per hour with different sex ratios of the broodstock. The research method uses an experimental design of parent sex ratio treatment female (♀) and male (♂) fish, namely 1♂ : 2♀ , 1♂ : 3♀, and 1♂ : 4♀. Prior to the study, the broodstock were acclimatized for seven days by feeding Artemia polar red. Observation of spawning behavior was carried out for five days. Observations were made every hour on the day of spawning. The results showed that O. woworae only spawned during the day between 06:00 and 16:00, with dominant synchronization behavior occurring in the morning which began to occur simultaneously on the third spawning day. Management that can be done regarding the phenomenon of brood fish-eating eggs is to put more spawning substrates for use by broodstock broodfish O. woworae to hide the eggs, so they are not eaten by other females during mass spawning. Another management method is to harvest eggs at the day and afternoon.Ikan padi Oryzias woworae merupakan spesies ikan padi endemik dari perairan Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Potensi ekonomi ikan O. woworae sebagai ikan hias, belum didukung oleh ketersediaan informasi budidayanya. Salah satu aspek penting keberhasilan budidaya ikan adalah pengetahuan terhadap reproduksinya. Informasi tingkah laku pemijahan sangat penting diketahui. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkah laku pemijahan ikan padi (O. woworae) dan jumlah telur per jam dengan nisbah kelamin berbeda. Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan perlakuan nisbah kelamin induk ikan betina (♀) dan jantan (♂), yaitu 1♂: 2♀, 1♂: 3♀, dan 1♂: 4♀. Sebelum dilakukan penelitian, induk diaklimatisasi selama tujuh hari dengan pemberian pakan artemia polar red. Pengamatan tingkah laku pemijahan dilakukan selama lima hari. Pengamatan dilakukan tiap jam pada hari pemijahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan O. woworae hanya memijah pada siang hari antara pukul 06:00 sampai 16:00, dengan tingkah laku singkronisasi dominan terjadi pagi hari yang mulai serempak terjadi pada hari pemijahan ke tiga. Manajemen yang dapat dilakukan terkait fenomena induk ikan memakan telur adalah meletakkan substrat pemijahan yang lebih banyak untuk digunakan induk ikan O. woworae menyembunyikan telur, sehingga tidak dimakan oleh betina lain pada pemijahan massal. Cara manajemen lainnya yaitu melakukan panen telur pada siang dan sore hari

    Kondisi dan Variasi Bentuk Pertumbuhan Terumbu Karang di Area Pesisir Bandara Rendani, Manokwari, Indonesia

    Get PDF
    Coral reefs are unique ecosystems and only occur in the tropics area. Diversity, distribution, and coral growth are influenced by environmental factors. Coral colonies morphologies or coral lifeform rates vary significantly between species and between environmental factors. This study aimed to determine the variations of hard coral based on their lifeform; and assess the condition of reefs by measuring the percent cover of live coral in the coastal area of Rendani Airport. Coral cover and coral damage data gathering used a survey approach with Point Intercept Transect (PIT) method. The results showed the variations of coral lifeform in the coastal area of Rendani was relatively low, as indicated by the absence of some coral lifeforms in the study site. The most variation lifeform was found at 7m depth with five lifeforms, while the lowest was found at 3m depth with three lifeforms. The live coral cover reached 77,66% at station 1 and 75,00% at station 2, and the lowest coverage was 11,33% at station 3. The highest average of rubble at station 1 at 4.33% and dead coral with algae was found to be highest at station 3 at 8.00%.Terumbu karang merupakan ekosistem yang unik dan hanya ditemukan didaerah tropis. Keanekaragaman, distribusi, dan pertumbuhan karang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Morfologi koloni karang atau bentuk pertumbuhan sangat bervariasi antara spesies dan antara faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi karang keras berdasarkan bentuk pertumbuhannya; dan menilai kondisi terumbu karang dengan mengukur persen tutupan karang di wilayah pesisir Bandara Rendani. Pengumpulan data tutupan karang dan kerusakan karang menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT). Hasil penelitian menunjukkan variasi bentuk pertumbuhan karang di wilayah pesisir Rendani relatif rendah, seperti yang ditunjukkan dengan tidak ditemukannya beberapa bentuk pertumbuhan karang di lokasi studi. Bentuk pertumbuhan yang paling bervariasi ditemukan pada kedalaman 7m dengan lima bentuk pertumbuhan, sedangkan yang terendah ditemukan pada kedalaman 3m dengan tiga bentuk pertumbuhan. Tutupan karang hidup mencapai 77,66% di stasiun 1 dan 75,00% di stasiun 2, dan presentase terendah 11,33% di stasiun 3. Patahan karang tertinggi di stasiun 1 sebesar 4,33% dan karang mati dengan alga tertinggi ditemukan di stasiun 3 sebesar 8,00%

    Komposisi Spesies, Kepadatan, dan Ukuran Bintang Laut di Perairan Pantai Leato Selatan, Gorontalo

    Get PDF
    This research was conducted in April–May 2021 at three. The purpose of this study was to determine the species composition, density, and size of starfish in South Leato Coastal Waters, Gorontalo. The method used is a random sampling method using a quadratic transect measuring 5 × 5 m, which is placed on coral reefs and Sargassum three times. The results showed that there were three types of starfish in the South Leato Coast, namely Linckia laevigata, Protoreaster nodosus and Culcita novaeguineae. Consecutively higher densities of starfish were species (L. laevigata, P. nodosus and C. novaeguineae). The higher body height of the starfish is species (C. novaeguineae, P. nodosus and L. laevigata), while the higher body diameter is species (P. nodosus, L. laevigata, and C. novaeguineae).Penelitian ini dilaksanakan pada bulan (April–Mei 2021) di tiga stasiun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi spesies, kepadatan, dan ukuran bintang laut di Perairan Pantai Leato Selatan, Gorontalo. Metode yang digunakan yaitu metode random sampling dengan menggunakan transek kuadrat yang berukuran 5 × 5 m, yang diletakkan pada terumbu karang dan Sargassum sebanyak tiga kali ulangan. Hasil penelitian didapatkan tiga spesies bintang laut yang berada di Perairan Pantai Leato Selatan yaitu Linckia laevigata, Protoreaster nodosus dan Culcita novaeguineae. Kepadatan bintang laut yang lebih tinggi secara berurutan yaitu spesies (L. laevigata, P. nodosus dan C. novaeguineae). Adapun tinggi tubuh bintang laut yang lebih tinggi yaitu spesies (C. novaeguineae, P. nodosus dan L. laevigata), sedangkan diameter tubuh yang lebih tinggi yaitu spesies (P. nodosus, L. laevigata, dan C. novaeguineae)

    Efektivitas Bakteri Bacillus subtilis terhadap Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Diinfeksi Bakteri Pseudomonas fluorescens

    Get PDF
    A bacterial disease that infects freshwater fish, especially tilapia (Oreochromis niloticus), is a septicemia disease caused by Pseudomonas fluorescens infection. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Bacillus subtilis on the survival of tilapia infected with P. fluorescens in vivo. The doses of B. subtilis used were different for each treatment, namely A (104 CFU/ml), B (106 CFU/ml), and C (108 CFU/ml). Fish were kept for 7 days to calculate their survival rate. Dosage of B. subtilis bacteria had a significant effect (α > 0,05) on the survival of tilapia infected with P. fluorescens bacteria. The best dose of B. subtilis in treatment A (104 CFU/ml) could increase the survival rate of tilapia infected with P. fluorescens with a survival rate of 93.33 ± 11.55%. The average ranges of water quality during the maintenance period are 25°-30°C, pH 7.2-9, and dissolved oxygen 5.50-7.00 ppm.Penyakit bakterial yang menginfeksi ikan air tawar terutama ikan nila (Oreochromis niloticus) yaitu penyakit septikemia yang terjadi akibat infeksi oleh Pseudomonas fluorescens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bakteri Bacillus subtilis terhadap kelulushidupan ikan nila yang diinfeksi bakteri P. fluorescens secara in vivo. Dosis B. subtilis yang digunakan berbeda-beda tiap perlakuan yakni A (104 CFU/ml), B (106 CFU/ml), dan C (108 CFU/ml). Ikan dipelihara selama 7 hari untuk dihitung kelulushidupannya. Pemberian dosis bakteri B. subtilis memberikan pengaruh nyata (α < 0,05) terhadap kelulushidupan ikan nila yang terinfeksi bakteri P. fluorescens. Dosis terbaik bakteri B. subtilis pada perlakuan A (104 CFU/ml) dapat meningkatkan kelulushidupan ikan nila yang terinfeksi bakteri P. fluorescens dengan nilai kelulushidupan sebesar 93,33 ±11,55%. Rata-rata kisaran kualitas air pada masa pemeliharaan yakni suhu 25°-30° C, pH 7,2-9, dan oksigen terlarut 5,50-7,00 ppm

    Studi Pendahuluan Morfometrik Meristik Ikan Manggabai (Glossogobius giuris) Untuk Eksplorasi DNA Barcode Ikan Lokal Danau Limboto

    No full text
    The condition of Lake Limboto is increasingly critical, indicated by the area and depth of the lake which continues to decrease. Manggabai fish (Glossogobius giuris) is one of the endemic fish of Lake Limboto which has unique and distinctive characteristics. The meristic morphometric research of Mangobai Fish (Glossogobius giuris) is aimed at preserving Lake Limboto Local Fish based on Barcode DNA. This research was conducted in August - September 2022. Fish samples were taken from Lake Limboto and analyzed in-situ and ex-situ. Analysis of the relationship between length and weight follows the equation W = a L. The relationship between length and number of fins in Manggabai fish uses a correlation test by looking at the relationship between the independent variable or X (length) and the dependent variable or Y (number of fin radii). Meristic morphometric aspects of Manggabai (Glossogobius giuri) based on growth pattern in length and weight showed negative allometric (b<3). The meristic calculation results show the number of fingers on the fin, namely DI. VIs; DIY. 7-12; A. 7-10; V. I. 6-11; P. 10-18; C. 14-21 and consists of hard and soft fingers. Correlation test results of growth in length and the number of fingers on the manggbai fins showed a weak to very weak correlation. The description of water quality parameters is still classified in the moderate category for fish survival.Kondisi Danau Limboto semakin kritis ditunjukan oleh luasan dan kedalaman danau yang terus berkurang. Ikan Manggabai (Glossogobius giuris) merupakan salah satu ikan endemik Danau Limboto yang memiliki ciri yang unik dan khas. Penelitian morfometrik meristic Ikan Manggabai (Glossogobius giuris) bertujuan dalam rangka upaya pelestarian Ikan Lokal Danau Limboto berbasis DNA Barcode. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus - September tahun 2022. Ikan sampel diambil dari Danau Limboto dan dianalisis secara insitu dan ex-situ.  Analisis hubungan Panjang dan berat mengikuti persamaan W = a L. Hubungan panjang dan jumlah sirip ikan Manggabai menggunakan uji korelasi dengan melihat hubungan variabel bebas atau X (panjang) dan variabel terikat atau Y (jumlah jari-jari sirip).  Aspek morfometrik meristic Manggabai (Glossogobius giuri) berdasarkan pola pertumbuhan panjang dan berat menunjukkan alometrik negative (b<3). Hasil perhitungan meristic menunjukkan jumlah jari-jari pada sirip yatiu  DI. VI; DII. 7-12; A. 7-10; V. I.6-11; P. 10-18; C. 14-21 dan terdiri dari jari-jari keras dan lunak. Hasil uji korelasi pertumbuhan panjang dan jumlah jari-jari pada sirip ikan manggbai menunjukkan korelasi yang lemah hingga sangat lemah. Gambaran parameter kualitas perairan masih tergolong dalam kategori sedang untuk kelangsungan hidup ikan

    Distribusi Hasil Tangkapan Ikan Pelagis pada Perikanan Purse Seine Berdasarkan Parameter Lingkungan Perairan di Kabupaten Pati

    Get PDF
    Purse seine is an effective device to catching pelagic fish. One of the reasons for the decline in pelagic catches is due to changes in environmental conditions every year, making it difficult to predict. This study aims to determine the distribution of pelagic fish catches associated with oceanographic parameters such as Sea Surface Temperature (SST) and chlorophyll-a. The research was conducted in November 2019 – March 2020 with direct observation where the total fishing operations were 98 times the setting. The sampling technique used was purposive sampling method, while the oceanographic parameters of SST and chlorophyll-a were obtained from the Modis-Aqua Level 3 on the NASA ocean color web. The results showed that the total weight of the catch was 183.410 kg, dominated by Decapterus sp. of 46,98% and the minimum caught was Sphyraena sp. and Istiophorus sp. with percentage of 0,05%. The highest catche occurred in November 2019 with an average temperature of 29,25°C and a chlorophyll-a concentration of 0,268 mg/m3, where suspected that the correlation between Decapterus sp. distribution with SST and the concentration of chlorophyll-a was negative.Purse seine merupakan alat tangkap yang efektif dalam melakukan penangkapan ikan pelagis. Penurunan hasil tangkapan pelagis salah satunya disebabkan adanya peru-bahan kondisi lingkungan setiap tahun sehingga sulit diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi hasil tangkapan ikan pelagis yang dikaitkan dengan parameter oseanografi antara lain Sea Surface Temperature (SST) dan Klorofil-a. Penelitian dilakukan pada bulan November 2019 – Maret 2020 dengan observasi secara langsung dimana total operasi penangkapan sebanyak 98 kali setting. Teknik pengambilan sampling digunanakan metode purposive sampling. Parameter oseanografi SST dan klorofil-a didapatkan dari citra Modis-Aqua Level 3 web NASA ocean color. Hasil penelitian menunjukkan total berat hasil tangkapan sebanyak 183.410 kg dengan didominasi oleh ikan layang (Decapterus sp.) sebesar 46,98% dan minimum tertangkap adalah ikan barakuda (Sphyraena sp.) dan ikan marlin (Istiophorus sp.) dengan persentase 0,05%. Hasil tangkapan terbanyak terjadi pada bulan November 2019 dengan suhu rata-rata 29,25°C dan konsentrasi klorofil-a sebesar 0,268 mg/m3, dimana diduga hubungan sebaran ikan layang dengan SST dan konsentrasi kolorofil-a yaitu negatif.

    Analisis Usaha Perikanan Purse Seine Skala Kecil Tipe Satu dan Dua Kapal Dalam Zona Penangkapan Ikan Terukur di WPP-NRI 714 dan 718, Kepulauan Kei

    No full text
    Measured fishing policies with different technical characteristics and fishing areas in the measured fishing zone greatly affect the development of small-scale purse seine fishing businesses in the Kei Islands. The purpose of this study was to analyze a small-scale purse seine business operating in a measured fishing zone in the Kei Islands. The research method used in this study is a survey research method, respondent determination techniques based on purposive sampling. The data analysis used is descriptively qualitatively and quantitatively. The results showed that the technical aspects of purse seine vessels type two vessels are larger than type one vessel, purse seine fishing areas for type two vessels are in the measured fishing zones WPP-NRI 714 and 718, while purse seine type one vessel operates in WPP-NRI 714. The economic aspect shows that the highest income from businesses, owners, ABK fishermen and FADs is purse seine type two vessels operating in the measured fishing zone WPP-NRI 714. The financial aspect of purse seine fishing business types one and two vessels operating in the fishing zone WPP-NRI 714 and 718 measured fish are feasible to be developed. Small-scale purse seine fishing business type one and two vessels operating in the measured fishing zone WPP-NRI 714 is more effective and efficient technically, economically and financially. For management purposes, the utilization of fish resources in the restricted fishing zone in WPP-NRI 714 should only be intended for small-scale purse seines types one with a vessel capacity of < 5 GT and operating on fishing lanes 1 and 2, while purse seine type two vessels are in the industrial fishing zone at WPP-NRI 718 on lanes 2 and 3.Kebijakan penangkapan ikan terukur dengan karakteristik teknis dan daerah penangkapan yang berbeda dalam zona penangkapan ikan terukur sangat mempengaruhi pengembangan usaha nelayan purse seine skala kecil di Kepuluan Kei. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis usaha purse seine skala kecil yang beroperasi dalam zona penangkapan ikan terukur di Kepulauan Kei. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survey, teknik penentuan responden berdasarkan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek teknis purse seine tipe dua kapal lebih besar dibandingkan tipe satu kapal, daerah penangkapan purse seine tipe dua kapal berada dalam zona penangkapan ikan terukur WPP-NRI 714 dan 718, sedangkan purse seine tipe satu kapal beroperasi di WPP-NRI 714. Aspek ekonomi menunjukan bahwa pendapatan usaha, pemilik, nelayan ABK dan rumpon tertinggi adalah purse seine tipe dua kapal yang beroperasi dalam zona penangkapan ikan terukur WPP-NRI 714. Aspek finansial usaha perikanan purse seine tipe satu dan dua kapal yang beroperasi dalam zona penangkapan ikan terukur WPP-NRI 714 dan 718 layak untuk dikembangkan. Usaha perikanan purse seine skala kecil tipe satu dan dua kapal yang beroperasi dalam zona penangkapan ikan terukur WPP-NRI 714 lebih efektif dan efesien baik secara teknis, ekonomi dan finansial. Untuk tujuan pengelolaan maka pemanfaatan sumberdaya ikan dalam zona penangkapan terbatas di WPP-NRI 714 sebaiknya hanya diperuntukan bagi purse seine skala kecil tipe satu kapal dengan kapasitas kapal < 5 GT dan beroperasi pada jalur penangkapan 1 dan 2, sementara purse seine tipe dua kapal dalam zona penangkapan industri di WPP-NRI 718 pada jalur 2 dan 3

    187

    full texts

    220

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik (FPIK UNIPA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇