Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik (FPIK UNIPA)
Not a member yet
    220 research outputs found

    Kinerja Kepadatan Spirulina Sp. yang diberi Salinitas Berbeda pada Media Kultur Walne

    Get PDF
    This study aims to determine the population density of Spirulina sp cultured on Walne media with different salinities (20‰, 25‰, 30‰, 35‰) on a laboratory scale. The method used is an experimental method using a completely randomized design. The results showed that different  salinity had an effect on the cell density level of Spirulina sp for 10 days. The maximum total biomass density of Spirulina sp was 6071889.597 cells/ml at 30‰ salinity treatment, and the lowest biomass growth was 4187919.321 cells/ml at 20‰ salinity. Statistical analysis (ANOVA) showed that the difference in salinity to the density of Spirulina sp cells had a significant effect where the value (Fcount > Ftable) was at the 5% level.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan populasi Spirulina sp yang di kultur pada media walne dengan salinitas berbeda (20‰, 25‰, 30‰, 35‰) skala labolatorium. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dangan mengunakan  Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa salinitas berbeda memberikan pengaruh terhadap tingkat kepadan sel Spirulina sp selama 10 hari. Jumlah kepadatan maksimum biomassa Spirulina sp adalah 6071889,597 sel/ml pada perlakuan salinitas 30‰, dan pertumbuhan biomassa terendah adalah 4187919,321 sel/ml pada salinitas 20‰. Analisis Statistik (ANOVA) menunjukan bahwa perbedaan salinitas terhadap kepadatan sel Spirulna sp berpengaruh nyata dimana nilai (Fhitung  > Ftabel) pada tarah 5%

    Keragaman Jenis Hasil Tangkapan dan Sinkronisasi Waktu Tangkap Jaring Insang Permukaan di Perairan Ohoi Tuburngil Kabupaten Maluku Tenggara

    Get PDF
    Fishing using gill net has been done widely by fishermen in Southeast Maluku Regency, including in Ohoi Tuburngil waters north east Kei Besar District. Fishing activities using this type of fishing gear are still ongoing as a source of income for local community. The objective of this research were to (1) analyze the composition of the catch with a surface gill net based on the catching time and (2) compare yields and determine the best fishing time in the fishing process with surface gill net. The research methods were experimental fishing, observation and interview. The results showed that the total number of fish species caught with surface gill net during the research was 128 fish consisting of 7 fish species. The value of the diversity index (H') obtained for fishing in the morning was 1,60, at daytime was 1,15, afternoon was 1,30, and at evening was 0,92. According to the criteria for the diversity index, the value of H' less than 1 is categorized as low diversity. The results of the analysis of variance showed that te fishing time has a very significant effect on the catch number at the level of ά = 0.05. Based on the results obtained, it showed that the evening catch was significantly different from that in the morning, the daytime and the afternoon, while catch in the afternoon was significantly different from the day time and different from the morning time.Penangkapan ikan menggunakan jaring insang (gill net) telah banyak dilakukan oleh nelayan di Kabupaten Maluku Tenggara termasuk di Perairan Ohoi Tuburngil Kecamatan Kei Besar Utara Timur. Upaya penangkapan yang dilakukan dengan jenis alat tangkap ini masih belangsung hingga sekarang dan kenyataannya usaha ini dijadikan sebagai suatu sumber pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis komposisi jenis tangkapan dengan jaring insang permukaan berdasarkan pada waktu penangkapan dan (2) membandingkan hasil dan menentukan waktu tangkap yang baik dalam proses penangkapan ikan dengan alat tangkap jaring insang permukaan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental fishing atau percobaan penangkapan, observasi dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh jumlah total komposisi jenis ikan yang tertangkap dengan jaring insang permukaan selama penelitian sebanyak 128 ekor yang terdiri dari 7 spesies ikan. Nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) yang didapatkan untuk penangkapan pada waktu pagi hari sebesar 1,60, waktu penangkapan siang hari nilai (H’) sebesar 1,15, waktu penangkapan sore hari nilai (H’) sebesar 1,30 dan waktu penangkapan malam hari nilai (H’) sebesar 0,92. Menurut kriteria nilai indeks keanekaragaman yang ditetapkan oleh Shannon - Wiener yaitu H’ lebih kecil 1 maka nilai indeks keanekaragaman termasuk keanekaragaman rendah. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa nilai Fhitung perlakuan (4.0) lebih besar dari nilai Ftabel (0,05); (24:3) (3,01) sehingga secara statistik H0 ditolak. Hal ini berarti bahwa perbedaan waktu penangkapan berpengaruh sangat nyata pada tingkat ά = 0,05 terhadap hasil tangkapan. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perbandingan hasil tangkapan menurut waktu penangkapan pagi, siang, sore dan malam hari terlihat adanya perbedaan jumlah hasil tangkapan, dimana waktu tangkap malam hari berbeda sangat nyata dengan waktu pagi, siang dan sore hari sedangkan waktu sore hari berbeda sangat nyata dengan waktu siang dan berbeda nyata dengan waktu pagi hari

    Karakteristik Produk Tradisional Ikan Tongkol Asap dari Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau

    Get PDF
    One of the typical traditional products from the Riau Islands is “ikan tongkol asap”. These products are spread in several cities and regencies in the Riau Islands Province. Some areas that are famous for producing “ikan tongkol asap” traditionally are Natuna Regency, Bintan Regency and Tanjungpinang City. This study aims to determine the characteristics of “ikan tongkol asap” products based on the type of fish used, chemical composition, and organoleptic assessment. The research was conducted descriptively by taking samples of “ikan tongkol asap” products from several entrepreneurs on Bintan Island (Bintan and Tanjungpinang) and Bunguran Island (Natuna). The research stages were carried out by identifying the fish raw materials used for “ikan tongkol asap” products, morphometric analysis, organoleptic/sensory analysis, and proximate analysis of the product. In this study, it was found that the raw materials used for smoked fish were Thunnus tonggol, Auxis thazard, Euthynnus affinis, and Katsuwonus pelamis. Morphometrically, the fish used were 43.50-46.25 cm in length, and 1.25-1.85 kg in weight. In the sensory analysis with the parameters of appearance, aroma, taste, and texture, the overall products from the three regions were not significantly different. Based on the proximate analysis, each smoked fish product has its own value from each region with crude protein values ​​ranging from 34.04-45.28%. The sensory and proximate are in accordance with the SNI 2723:2013, except for the moisture content of "ikan tongkol asap" E. affinis from Tanjungpinang City and T. tonggol from Bintan Regency.Produk tradisional khas dari Kepulauan Riau salah satunya adalah ikan tongkol asap. Produk tersebut tersebar di beberapa kota dan kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau. Beberapa daerah yang terkenal memproduksi ikan tongkol asap secara tradisional adalah Kabupaten Natuna, Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produk ikan tongkol asap berdasarkan bahan baku jenis ikan yang digunakan, komposisi kimia serta penilaian organoleptiknya. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan mengambil sampel produk ikan tongkol asap dari beberapa pengusaha di Pulau Bintan (Bintan dan Tanjungpinang) dan Pulau Bunguran (Natuna). Tahapan penelitian dilakukan dengan cara mengidentifikasi bahan baku ikan yang digunakan untuk produk ikan tongkol asap, analisis morfometrik, analisis organoleptik/sensori, serta analisis proksimat produk. Pada penelitian ini didapatkan bahwa bahan baku yang digunakan untuk ikan asap adalah jenis ikan Thunnus tonggol, Auxis thazard, Euthynnus affinis dan Katsuwonus pelamis. Secara morfometrik ikan yang digunakan adalah dengan panjang 43,50-46,25 cm dan bobot 1,25-1,85 kg. Pada analisis sensori dengan parameter kenampakan, aroma, rasa dan tekstur, keseluruhan produk yang berasal dari tiga daerah tersebut tidak berbeda nyata. Berdasarkan analisis proksimat, setiap produk ikan asap memiliki nilai tersendiri dari setiap daerah dengan nilai protein kasar berkisar antara 34,04-45,28%. Hasil analisis sensori dan proksimat yang dilakukan diketahui masih sesuai dengan SNI 2723:2013, kecuali pada kadar air jenis ikan asap Euthynus affinis dari Kota Tanjungpinang dan ikan asap Thunnus tonggol dari Kabupaten Bintan

    Evaluation of River Water Quality at Bridge Construction Site and Preservation of the Trans Papua Mameh-Bintuni Road West Papua Province

    Get PDF
    The construction of bridges and the Trans Papua Mameh-Bintuni road section of West Papua Province crosses rivers (Mothy-I Bridge), (Mothy-II Bridge), and (Yuki-II Bridge). The impact of this development is estimated to affect a decrease in river water quality and pollution. River water quality criteria are determined based on the pollution indicator. Water quality samples were taken from rivers directly affected by bridge construction activities and the Trans Papua Mameh-Bintuni road preservation. Water quality parameters and river water sampling refer to SNI 6989.57:2008. Water sampling was carried out after the construction activities were completed. The results showed that the water quality in the three rivers met the class II river water quality standards according to Government Regulation No. 22 of 2021. The Pollution Index of rivers (Mothy-I Bridge), rivers (Mothy II Bridge), and rivers (Yuki Bridge II) each has a Pollution Index value of 0.769; 0.816; and 0.770. This value describes the water quality in the three rivers in the excellent category, qualify environmental quality standards. Biological, chemical and physical indicators are in the natural concentration value, thus the bridge construction activities and the preservation of the Mameh-Bintuni road in West Papua Province that have been carried out do not have a negative impact on changes in river water quality.Pembangunan infrastruktur jembatan dan ruas jalan Trans Papua Mameh-Bintuni Provinsi Papua Barat melintasi sungai (Jembatan Mothy I), (Jembatan Mothy-II) dan (Jembatan Yuki-II). Dampak pembangunan tersebut diperkirakan menciptakan penurunan kualitas air sungai dan pencemaran. Kriteria kualitas air sungai ditentukan berdasarkan indeks pencemaran. Sampel kualitas air diambil pada sungai yang terdampak langsung kegiatan pembangunan jembatan dan preservasi jalan Trans Papua Mameh-Bintuni. Parameter kualitas air dan pengambilan sampel air sungai mengacu pada SNI 6989.57:2008. Pengambilan sampel air dilakukan setelah kegiatan pembangunan selesai dilaksanakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air pada tiga sungai memenuhi baku mutu air sungai kelas II sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Indeks Pencemaran sungai (Jembatan Mothy-I), (Jembatan Mothy II), dan (Jembatan Yuki II) masing-masing memiliki nilai Indeks Pencemaran sebesar 0.765; 0.816; dan 0.766. Nilai ini mendeskripsikan bahwa status mutu air pada tiga sungai dalam kategori baik atau memenuhi baku mutu lingkungan untuk kualitas air sungai Kelas II. Indikator biologi, kimia dan fisika berada pada nilai konsentrasi alami, dengan demikian aktivitas pembangunan jembatan dan preservasi jalan Mameh-Bintuni Provinsi Papua Barat yang telah dilaksanakan tidak memberikan dampak negatif terhadap perubahan kualitas air sungai

    Studi Kelayakan Lokasi Budidaya Rumput Laut di Perairan Kampung Menyumfoka dan Pulau Kaki Kabupaten Manokwari

    Get PDF
    The feasibility study of the location of seaweed cultivation is very important to be carried out in order to ensure the sustainability of the cultivation activities in question. Therefore, this study aims to examine the feasibility of the technical aspects of seaweed cultivation to support the development of seaweed cultivation in the coastal waters of Mengumfoka Village and Kaki Island, Manokwari Regency. The research method is the observation method with survey techniques (in situ and ex situ). The results showed that the two research sites had characteristics of the physical-chemical and biological conditions of the waters that could support seaweed cultivation activities. Location KA1 has a score of 86.2, which means the location is highly suitable, while location KA2 has a score of 75.4 or moderately suitable as a location for seaweed cultivation. In general, KA1 and KA2 locations have the same conditions, but KA2 locations are more open than KA1 locations, so that KA2 locations have more risk due to large currents and waves due to seasons. So the location of KA2 can only do seaweed cultivation during the shady season.Studi kelayakan lokasi budidaya rumput laut sangat penting untuk dilakukan dalam rangka menjamin keberlanjutan kegiatan budidaya yang dimaksud. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan aspek teknik budidaya rumput laut untuk mendungkung kegiatan pengembangan budidaya rumput laut di perairan pesisir Kampung Menyumfoka dan Pulau Kaki Kabupaten Manokwari. Metode penelitian yaitu metode observasi dengan teknik survey (in situ dan ex situ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lokasi penelitian memiliki karakteristik kondisi fisik-kimia dan biologi perairan yang dapat mendukung kegiatan budidaya rumput laut. Lokasi KA1 memiliki nilai skor 86,2 yang artinya lokasi tersebut sangat sesuai (hightly suitable), sedangkan lokasi KA2 memiliki nilai skor 75,4 atau cukup sesuai (moderately suitable) sebagai lokasi budidaya rumput laut. Lokasi KA1 dan KA2 secara umum memiliki kondisi yang sama, namun lokasi KA2 lebih terbuka dibandingkan dengan lokasi KA1, sehingga lokasi KA2 lebih memiliki resiko akibat besarnya arus dan gelombang karena musim. Maka lokasi KA2 hanya bisa dilakukan kegiatan budidaya rumput laut pada saat musim teduh saja

    Kandungan Logam Berat Merkuri, Timbal dan Cadmium pada Air, Ikan, dan Sedimen di Danau Limboto

    Get PDF
    Lake Limboto is the largest lake in Gorontalo province including 15 Lake baggage that will be restored by the government. Pollution occurring in Lake waters is an important issue that needs to get the attention of various parties. Research aims to determine the status of environmental quality of the area, reviewing heavy metals (Hg, Pb, Cd) in water fishes and sediments, knowing the correlation between the fish and sediment. Sampling method is performed on 12 sampling points specified in purpose sampling. The method of analysis is used with government regulation No. 82 year 2001 on water quality and pollution control, measurement of heavy metal concentration SNI 06-6992.2.2004 by using Atomic Absorption Spekphotometer (AAS). The mercury content (Hg) of water in the 0.0019-0.1216 ppm range has exceeded the limits based on quality standards, lead (Pb) ranges between 0.008-0.0463 ppm while cadmium levels (Cd) range 0.007-0.0085 mg/L in general the value difference between stations is not Much. The content of mercury heavy metals in fish 0.0079-0.0631 as well as the heavy metal content of Pb is 0054 mg/L while the cadmium (Cd) content 0.017-0.058 mg/L. The concentration of heavy metals Hg 5.81-5.72 mg/L, the average Pb heavy metal 0.5571 mg/L whereas the heavy metal cadmium 0.6190 mg/L. The correlation of heavy metal mercury with water is an index of 1.00 showing strong relationships while the correlation of the heavy metals Pb 0233 has a weak and negative relationship and the Cd heavy metal is the 0.019 that shows a low correlate.Danau Limboto merupakan danau terbesar di Provinsi Gorontalo termasuk 15 danau priotas yang akan dipulihkan oleh pemerintah. Pencemaran yang terjadi di perairan danau merupakan masalah penting yang perlu memperoleh perhatian berbagai pihak. Penelitian bertujuan mengetahui status kualitas lingkungan periaran, mengkaji logam berat (Hg, Pb, Cd) pada ikan air dan sedimen, mengetahui hubungan korelasi pada air ikan serta sedime. Metode pengambilan sampel dilakukan pada 12 titik sampling yang ditentukan secara purpose sampling. Metode analisis digunakan dengan peraturan pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang pengelolan kualitas air dan pengendalian pencemaran, pengukuran konsentrasi logam berat SNI 06-6992.2.2004 dengan mengunakan Atomic Absorption Spekphotometer (AAS. Kadar merkuri (Hg) air berada pada kisaran 0.0070-0.1215 mg/L telah melebihi batas berdasarkan baku mutu, timbal (Pb) berkisar antara 0.008-0.0463 mg/L sedangkan kadar cadmium (Cd) berkisar 0.003-0.0093 ppm secara umum perbedaan nilai antar stasiun tidak terlalu jauh. Kandungan logam berat merkuri pada ikan 0.0320-0.0667 serta kandungan logam berat Pb adalah 0.0638-0.107 mg/L sedangkan kandungan cadmium (Cd) 0.0123-0.0556 mg/L. Konsentrasi logam berat Hg 2.5806-6.1812 mg/L, logam berat Pb rata-rata 0.0038-0.1077 mg/L sedangkan logam berat cadmium 0.0123-0.0556 mg/L. Korelasi logam berat merkuri dengan air adalah indeks 1.00 menujukkan hubungan yang kuat sedangkan korelasi logam berat Pb 0.233 memiliki hubungan yang lemah dan negatif dan logam berat Cd adalah 0.019 yang menunjukkan berkorelasi rendah

    Biologi Reproduksi Ikan Kiper, Scatophagus argus (Linnaeus, 1766) di Teluk Pabean, Indramayu

    Get PDF
    The spotted scat, Scatophagus argus (Linnaeus, 1766) is a component of the estuarine ecosystem with little reproductive information. Therefore, this study was conducted with the aim of describing aspects of the reproductive biology of this fish species through sex ratio, size at first sexual maturity, and spawning season. The collection of fish samples from the waters of Pabean Bay was carried out every month between January and December 2015. The fishing gear used were sero and gill nets. A total of 428 individuals were collected consisting of larval, juvenile, pre-adult, and adult stages. The ratio of the number of male and female individuals is relatively balanced (1.00 : 1.05). The size of the male individual's first sexual maturity at a total length of 102.95 mm and 112.44 mm in female individuals. The composition of gonadal maturity level and gonadal maturity index value indicated that there was reproductive activity that lasted throughout the year and increased in January-February and September-November. Information on reproductive aspects obtained in this study can be used as a basis for the management of this fish resource, including through recommendations for closing locations and fishing times.Ikan kiper, Scatophagus argus (Linnaeus, 1766) adalah salah satu komponen pada ekosistem estuari yang masih sedikit informasi reproduksinya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan aspek biologi reproduksi jenis ikan ini melalui rasio kelamin, ukuran pertama kali matang kelamin, dan musim pemijahan. Pengumpulan contoh ikan yang berasal dari perairan Teluk Pabean dilakukan setiap bulan di antara Januari dan Desember 2015. Alat tangkap yang digunakan adalah sero dan jaring insang. Sebanyak 431 individu berhasil dikumpulkan yang terdiri atas tahap larva, yuwana, pradewasa, dan dewasa. Perbandingan jumlah individu jantan dan betina relatif seimbang (1,00 : 1,05). Ukuran pertama kali matang kelamin individu jantan pada ukuran panjang total 102,95 mm dan 112,44 mm pada individu betina. Komposisi tingkat kematangan gonad dan nilai indeks kematangan gonad menunjukkan adanya aktivitas reproduksi yang berlangsung sepanjang tahun dan meningkat pada Bulan Januari-Februari dan September-November. Informasi mengenai aspek reproduksi yang diperoleh dalam penelitian ini bisa menjadi dasar dalam pengelolaan sumberdaya ikan ini, di antaranya melalui rekomendasi untuk penutupan lokasi dan waktu penangkapan

    Identifikasi Bakteri pada Ikan Asap yang Dipasarkan di Pasar Pharaa Kabupaten Jayapura

    Get PDF
    The current need of society for the importance of good quality food has required any food producers, particularly smoked fish to make the food available on the market. The quality and safety requirements of smoked fish have been regulated in the Indonesian National Standard. The possibility of bacterial contamination and other factors causing the quality of smoked fish marketed at Pharaa market, Jayapura Regency is very possible, so this research is necessary. The purpose of the study was to identify the presence of bacteria in smoked fish marketed in the Pharaa market, Jayapura Regency. The method applied is to buy smoked skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) which is sold at Pharaa Market, then brought to the laboratory for identification. In addition, the testing for Salmonella sp. and Staphylococcus aureus refers to SNI 2897:2008. The research was conducted for three months, from August to October 2021. The finding reveals that the entire sample of smoked fish marketed at Pharaa market, Jayapura Regency, is still fit for consumption. The results showed that no indication of bacteria Salmonella sp and Staphylococcus aureus on smoked fish. In the meantime, in accordance with the Indonesian National Standard (SNI) 2725:2013, the quality and safety requirements of smoked fish with hot smoking are negative for Salmonella sp. and Staphylococcus aureus is max. 1.0 x 103. Kebutuhan masyarakat saat ini akan pentingnya bahan makanan yang bermutu baik, sudah menjadi suatu keharusan untuk diperhatikan oleh pengolah makanan lebih khusus para pengolah ikan asap. Persyaratan mutu dan keamanan ikan asap telah diatur dalam Standar Nasional Indonesia. Peluang kontaminasi bakteri dan penyebab faktor lain terhadap mutu ikan asap yang dipasarkan di pasar Pharaa Kabupaten Jayapura sangat memungkinkan sehingga perlu untuk dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ialah mengidentifikasi keberadaan bakteri pada ikan asap yang dipasarkan di pasar Pharaa Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan yaitu membeli ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) asap yang dijual di Pasar Pharaa, kemudian dibawa ke Laboratorium untuk diidentifikasi. Waktu pengambilan sampel yaitu bulan Agustus, September, dan Oktober 2021. Pengujian Salmonella sp. dan Staphylococcus aureus mengacu pada SNI 2897:2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan sampel ikan asap yang dipasarkan di pasar Pharaa Kabupaten Jayapura masih layak untuk dikonsumsi. Hal ini terlihat dari hasil identifikasi terhadap bakteri Salmonella sp dan Staphylococcus aureus yaitu negatif. Dimana sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2725:2013 bahwa persyaratan mutu dan keamanan ikan asap dengan pengasapan panas yaitu Salmonella negatif dan Staphylococcus aureus maks. 1.0 x 103

    Sebaran Tingkat Kematangan Gonad (TKG) Ikan Layang (Decapterus russelli) di Perairan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep

    Get PDF
    Indian Scad, Decapterus russelli is the catch that dominates the Pasongsongan Fishing Port. The Indian Scad are caught throughout the year using the purse seine with and FADs. The intensity of catching,the number of vessels which tend to continue to increase in number, and the used of FADs can put greater pressure on the sustainability of the fish resources. Therefore, information on biological aspects, namely knowing the distribution of Gonad Maturity Level (Tingkat Kematangan Gonad/TKG) and Fecundity of Indian Scad in Pasongsongan waters is used as the objective of this research. This research was conducted in November 2019 - November 2020. The data analysis carried out was the Gonad Maturity Level (TKG) and its distribution based on the length and weight of the fish and their fecundity. The results showed that the distribution of the gonad maturity level varied from TKG I to TKG V for each month. However, based on the season, all levels of TKG can be seen from the catch both in the dry and rainy season. The fecundity of the fish in the dry season ranges from 5,929 - 25,470 points while in the rainy season it ranges from 364 - 23,216.Ikan layang,  Decapterus russelli  merupakan hasil tangkapan yang mendominasi di pelabuhan Pasongsongan. Ikan layang ditangkap sepanjang tahun menggunakan alat tangkap purse seine dan rumpon sebagai alat bantu penangkapannya. Intensitas penangkapan dan jumlah kapal yang cenderung terus mengalami penambahan jumlah dan penggunaan rumpon bisa memberikan tekanan yang bertambah besar terhadap kelestarian sumberdaya ikan layang.  Oleh karena itu, informasi tentang aspek biologi, yaitu mengetahui sebaran Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan Fekunditas ikan layang di Perairan Pasongsongan dijadikan sebagai tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 – November 2020. Analisa data yang dilakukan yaitu Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan sebarannya berdasarkan ukuran panjang dan berat tubuh ikan serta fekunditas. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sebaran tingkat kematangan gonad ikan layang bervariasi terdiri dari TKG I sampai TKG V untuk setiap bulannya.  Namun berdasarkan musim, semua tingkatan TKG terlihat dari hasil tangkapan baik pada musim kemarau maupun penghujan. Fekunditas ikan layang di musim kemarau berkisar 5.929 – 25.470 butir sedangkan pada musim penghujan berkisar 364 – 23.216

    Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat

    Get PDF
    Pariaman City Marine Protected Area is a protected and managed water area including coastal waters of Angso Islands, Tangah Island, Ujuang Island, and Kasiak Island. The purpose of the study is to analyze the Zoning Plan of the Pariaman City Marine Protected Area and analyze the permitted and prohibited activities. The research method used a descriptive method. The results of the analysis of Zoning Plans for Marine Protected Areas covering an area of 11.776,63  Ha divided into 3 zones, namely no-take zone 249.31 Ha (2,12 %), sustainable fishery zones 11.460.32 ha (97,31%), and utilization zones 67,0 Ha (0,57%). Permitted activities in the no-take zone are research, ecosystem rehabilitation, and natural restocking.  Sustainable fisheries zone are allowed for tourism, research, fishing, ecosystem rehabilitation, aquaculture, and natural restocking. A utilization zone is allowed for tourism, research, ecosystem rehabilitation, and natural restocking. Tourism, fishing, aquaculture, and activities that eliminate the area functionality are prohibited in the no-take zone area. The Activity that removes the function of the area is also prohibited in the fishery zone area. Activities that are forbidden in the utilization zone are for fishing, aquaculture, and activities that eliminate the function of the area. The Marine Protected Area Zoning Plan is an important document for the West Sumatra Provincial Government as the basis for granting marine business permits.Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kota Pariaman adalah kawasan perairan yang dilindungi dan dikelola meliputi perairan pesisir dan perairan Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujuang dan Pulau Kasiak.  Tujuan penelitian adalah menganalisis Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan dan menganalisis kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Daerah Kota Pariaman. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif. Hasil analisis rencana zonasi kawasan konservasi  seluas 11.776,63  ha  terbagi atas  3 zona yaitu zona inti 249.31 Ha (2,12 %), zona perikanan berkelanjutan 11.460.32 ha (97,31%) dan zona pemanfaatan 67,0 Ha (0,57%). Kegiatan yang boleh dilakukan di zona inti adalah  penelitian, rehabilitasi ekosistem dan restocking alami. Kegiatan yang boleh dilakukan di zona  perikanan berkelanjutan  adalah untuk wisata, penelitian, penangkapan ikan, rehabilitasi ekosistem, budidaya ikan dan restocking alami. Kegiatan yang boleh dilakukan di zona pemanfaatan adalah  untuk wisata, penelitian,  rehabilitasi ekosistem, dan restocking alami. Kegiatan yang tidak boleh dilakukan zona inti adalah wisata, penangkapan ikan, budidaya ikan dan aktifitas menghilangkan fungsi kawasan. Kegiatan yang tidak boleh dilakukan di zona perikanan berkelanjutan  adalah aktifitas menghilangkan fungsi kawasan. Kegiatan yang tidak boleh dilakukan di zona pemanfaatan adalah untuk penangkapan ikan, budidaya ikan, dan aktifitas menghilangkan fungsi kawasan. Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan adalah dokumen penting bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat  sebagai dasar untuk pemberian izin usaha perairan

    187

    full texts

    220

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik (FPIK UNIPA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇