Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik (FPIK UNIPA)
Not a member yet
    220 research outputs found

    Hambur Balik Akustik Permukaan Substrat Dasar Perairan Menggunakan Echosounder Bim Tunggal

    Get PDF
    The objectives of this research are to analyze the surface backscattering strength of seabed. The single beam echosounder Simrad EK15 with 200 kHz of frequencies was used for recordings of seabed acoustic backscattering. Data collection was conducted in April 29 – Mei 2 2017 which located in the Yos Sudarso Bay, Jayapura, Papua Province. Sampling substrate was taken for ground truth data using sediment grab. The results show that average value of surface backscattering strength of sand varied between -37.48 dB up -36.03 dB, and mud varied between -46.98 dB up -45.15 dB. It shows also that sand has a high substrate roughness, hardness, and grain size larger than the type of mud substrate. In acoustic backscattering values of sand were greater than mud.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai hambur balik permukaan dasar perairan berupa pasir dan lumpur. Echosounder bim tunggal Simrad EK15 frekuensi 200 kHz digunakan untuk perekaman hambur balik akustik permukaan dasar perairan. Pengambilan data dilakukan pada bulan tanggal  29 April – 2 Mei 2017 yang berlokasi di perairan Teluk Yos Sudarso, Kota Jayapura Provinsi Papua. Pengambilan contoh substrat digunakan untuk data validasi menggunakan sedimen grab. Hasil penelitian ini menggambarkan nilai rata-rata hambur balik permukaan substrat perairan pasir bervariasi antara -37.48 dB sampai -36.03 dB, dan lumpur bervariasi antara -46.98 dB sampai -45.15 dB. Hal ini juga menunjukkan bahwa substrat pasir memiliki tingkat kekerasan dan ukuran butir yang lebih besar dibandingkan jenis substrat lumpur substrat. Secara akustik, nilai hambur balik permukaan pasir akan lebih tinggi dibandingkan lumpu

    Pola Sebaran Plankton Secara Horizontal Di Perairan Desa Ohoililir, Kabupaten Maluku Tenggara

    Get PDF
    Plankton is divided into two classes namely phytoplankton and zooplankton, where phytoplankton is microscopic plants that buoyant and float in the upper part of the ocean, whereas herbivor and carnivore zooplankton have more planktonic characteristic. This research aimed to figure plankton distribution pattern horizontally in Ohoililir water, Southeast Maluku Regency. Collecting data conducted on October, 2015 by using plankton net with 80 μm mesh size on four stations. Total Profusion plankton were around 1,785,000-3,015,000 sel/m3 which the most dominant zooplankton found were from crustacean class and Branchionusangularis genus as high as 49,000 sel/m3. The highest profusion was on second  station and the lowest was on fourth station. Highest distribution pattern horizontally was on second station with profusion value more than 30.000 sel/m3.Plankton dibagi menjadi dua golongan yaitu fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton adalah tumbuhan mikroskopis yang hidup melayang-layang di permukaan air, sedangkan zooplankton herbivora atau karnivora yang bersifat planktonik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola sebaran horizontal plankton di perairan Desa Ohoililir, Kabupaten Maluku Tengga. Pengambilan sampel plankton pada Oktober 2015 dilakukan dengan menggunakan plankton net yang mempunyai ukuran mata jaring 80 μm pada 4 stasiun. Kelimpahan total plankton berkisar antara 1,785,000-3,015,000 sel/m3 dan zooplankton dari kelas crustacea mendominansi perairan tersebut. Genus yang dominan di perairan ini dan selalu ada di setiap stasiun adalah Branchionus angularis dengan kelimpahan tertinggi (49,000 sel/m3). Kelimpahan plankton tertinggi terjadi di stasiun ke 2 dan terendah di stasiun 4. Pola sebaran horizontal dengan konsentrasi tertinggi terdapat di stasiun ke-2 dengan nilai kelimpahan lebih dari 30.000 sel/m3

    APLIKASI ANALISA MORFOLOGI DAN DNA BARCODING PADA PENENTUAN JENIS KEPITING PORCELAIN (PISIDIA Sp.) YANG BERASAL DARI PULAU TUNDA, BANTEN

    Get PDF
    The phenomenon of marine cryptic species is frequently found in altered ecosystem such as dead corals habitat. Dead corals as habitat can be used by marine fauna like crustacean from family of porcellanidae. This study was aimed to identify and clarify the species of porcelain crab from Tundai sland, Banten province by applying the morphological analysis and DNA barcoding technique. The result of morphological analysis showed that decapod samples were crabs of the genus Pisidia, family of Porcellanidae with specific morphological characteristics were the ratio of carapace size is longer than tbroad, have long antennae which can be moved, serrated anterior rostrum, chelae rather flattish and unequal size of arms. While based on molecular barcode analysis by using COI, samples were identified as Anomura sp. with 94% of similarities. The difference of the result was suspected due to the lack of suitable genetic data on genbank.Fenomena cryptic species (hampir mirip) pada biota akuatik sering ditemukan pada ekosistem yang mengalami perubahan, seperti karang mati.  Karang mati menjadi habitat yang masih dapat dimanfaatkan biota laut salah satunya kepiting decapoda familia Porcellanidae.. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memastikan jenis dari kepiting porcelain yang berasal dari Pulau Tunda, Banten dengan mengaplikasi analisa mororfologi dan teknik DNA barcoding. Hasil analisa morfologi menunjukkan bahwa sampel decapoda yang di analisis merupakan kepiting dari genus Pisidia familia Porcellanidae dengan karekteristik morfologi rasio ukuran karapas lebih panjang dari pada lebar, antena panjang dan bisa digerakkan, bagian rostrum anterior bergerigi, capit agak pipih dan ukuran lengan tidak sama besar. Sedangkan berdasarkan analisis barcode secara molekuler menggunakan COI, maka didapatkan hasil Anomura sp. dengan persentase kesamaan identifikasi 94%. Perbedaan tersebut di duga karena pada genbank belum terdapat data genetik yang sesuai

    Pengaruh Perbedaan Jenis Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kakatua (famili scaridae) Menggunakan Pancing Ulur

    Get PDF
    The Success of kakatua fish catching (family scaridae) using very good handline was determined by bait. The type of bait that is always used by fishermen are crab and anchovy. The objectives of the study were 1) to determine the type of bait that faster to catch kakatua fish in large quantities, and 2) to determine the most effective time to catch kakatua fish in handline operation. Research activities were conducted in Watdek waters, Southeast Moluccas in March to May 2017. The catching operation is done simultaneously by two fisherman who use handlines above the speed boat. In one day 4 catching were made, between 06: 00-08: 00 am, 08: 00-10: 00 am, 14: 00-16: 00 pm, and 16: 00-18: 00 pm. This study used a comparative descriptive analysis method to analyze the difference time of kakatua fish catching. While statistical analysis of complete randomized design (RAL) was used to see the effect of bait type on the number of catches. The results showed that the crab bait obtained the highest, namely 318 fish or 70% and anchovy bait catch 135 fish or 30%. The best time to catch the kakatua fish (family scaridae) is at 06.00-08.00 am get 226 fish or 50%, 08.00-10.00 am gets 108 fish or (24%), at 16.00-18.00 pm gets 57 fish or (13%) and at 14.00- 16.00 pm gets 62 fish or 14%.Keberhasilan penangkapan ikan kakatua (famili scaridae) menggunakan pancing ulur sangat ditentukan oleh umpan. Adapun jenis umpan yang selalu digunakan nelayan adalah kepiting dan teri. Tujuan penelitian adalah 1) menentukan jenis umpan yang lebih cepat menangkap kakatua dalam jumlah yang banyak, dan 2) menentukan waktu penangkapan ikan kakatua yang paling efektif dalam pengoperasian pancing ulur.Kegiatan penelitian dilakukan di perairan Watdek, Maluku Tenggara pada bulan Maret sampai Mei 2017. Kegiatan penelitian dilakukan di perairan Watdek, Maluku Tenggara pada bulan Maret sampai Mei 2017. Operasi penangkapan dilakukan secara bersamaan oleh dua pemancing yang masing-masing menggunakan pancing ulur di atas speed boat. Dalam satu hari dilakukan 4 kali penangkapan, yaitu antara pukul 06:00-08:00 WIT, 08:00-10:00 WIT, 14:00-16:00 WIT, dan 16:00-18:00 WIT. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif komparatif untuk melihat perbedaan waktu penangkapan ikan kakatua terhadap hasil tangkapan. Sementara analisis statistik rancangan acak lengkap (RAL) dipakai untuk melihat pengaruh jenis umpan terhadap jumlah hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan kepiting memperoleh hasil terbanyak, yaitu 318 ekor atau 70% dan umpan teri menangkap 135 ekor atau 30%. Waktu terbaik untuk menangkap ikan kakatua (famili scaridae) adalah pukul 06.00-08.00 WIT mendapatkan 226 ekor atau 50%, pukul 08.00-10.00 WIT 108 ekor (24%), pukul 16.00-18.00 WIT 57 ekor (13%) dan pukul 14.00-16.00 WIT menghasilkan 62 ekor atau 14%

    Kontribusi Pendapatan Kelompok Usaha Perempuan Pesisir dalam Pengolahan Hasil Perikanan di Manokwari

    Get PDF
    Indigenous women who lives in Manokwari coastal area have five field of economic livelihoods activities such as fish ball and fish crackers, salted dry fish, smoked fish, spicy shredded fish and local culinary tourism. A field research was done in several sites of coastal area of Manokwari during August to December 2015. The objective of this research is to explore and define types of economic livelihood activities by Indigenous women and its contribution on household income. Involving 38th respondents with using questionnaire method did interviews. Analyzed data using statistic descriptive. Based on this research is found that fish ball and fish crackers were higher per month than others, i.e. IDR 10.460.000,00 per month/group. The lowest income was salted dried fish, i.e. IDR 4.895.000 per month/group. About 80% the main contribution of the fisheries sector is from fish product. In Addition, based on this research also show that it needs an effort to empower small-scale unit business and market availability for sustainability business in Manokwari.Perempuan pesisir  Manokwari memiliki lima macam usaha diantaranya pengolahan bakso dan kerupuk, ikan asin, ikan asar, abon ikan dan wisata kuliner.  Penelitian ini dilakukan di pesisir Kabupaten Manokwari pada Agustus - Desember 2015. Tujuannya adalah untuk mengetahui jenis-jenis usaha di sektor perikanan yang dilakukan perempuan pesisir Manokwari serta kontribusi pendapatan perempuan tersebut didalam pendapatan rumah tangga.  Metode wawancara terhadap 38 perempuan pesisir Manokwari dengan jenis usaha yang dilakukan.  Metode deskriptif digunakan dalam menganalisis data yang ditampilkan dalam bentuk grafik dan persentase.  Pendapatan rata-rata per bulan usaha olahan bakso dan kerupuk tertinggi Rp. 10,460,000.00 dan terendah adalah  pelaku usaha  ikan asin sebesar Rp. 4,895,000.00. Kontribusi pendapatan Rumah Tangga Perikanan sebesar 80% disumbangkan oleh kegiatan pengolahan hasil perikanan.  Perlu adanya pendampingan kelembagaan usaha mikro dan tersedianya pasar yang memadai bagi keberlangsungan usah

    ANALISA USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) AIR TAWAR DI KOLAM BUNDAR DENGAN SISTEM RESIRKULASI AIR

    Get PDF
    The decline in vaname shrimp farming land in Lamongan Regency, East Java is influenced by the conversion of cultivation land into residential areas and industrial estate development so that it requires a breakthrough in aquaculture technology, one of which is by utilizing home garden for fish farming using tarpaulin ponds. This study aims to determine the feasibility of the cultivation of vaname shrimp in a circular pond with a recirculation system. The research method is an experimental method and qualitative descriptive in the cultivation of vaname shrimp in a circular pond with recirculation and non-recirculation systems. The results showed that the first pool showed better growth and survival of 10.1 gr / head and 76% with a total production value of Rp.2.470.000; while the second pool shows a lower growth and survival rate of 8.7 gr / head and 62% with a total production value of Rp. 1,620,000. Business feasibility has not been achieved in the first cycle because the value of small production is influenced by the growth of shrimp, low life graduation and lack of duration of maintenance, the simulation of business feasibility can be achieved in 3-4 maintenance cycles.Menurunnya lahan budidaya udang vaname di Kabupaten Lamongan Jawa Timur dipengaruhi oleh  adanya alih fungsi lahan budidaya menjadi pemukiman penduduk dan pembangunan kawasan industri sehingga memerlukan terobosan teknologi perikanan budidaya salah satunya dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk kegiatan budidaya ikan dengan menggunakan kolam terpal. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan usaha budidaya udang vaname dikolam bundar dengan sistem resirkulasi. Metode penelitian  adalah  metode eksperimen dan deskriptif kualitatif pada budidaya udang vaname dikolam bundar dengan sistem resirkulasi dan non  resirkulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolam pertama menunjukkan pertumbuhan dan sintasan lebih baik yaitu 10,1 gr/ekor dan 76% dengan jumlah nilai produksi sebesar Rp.2.470.000; sedangkan kolam kedua menunjukkan pertumbuhan dan sintasan lebih rendah yaitu 8,7 gr/ekor dan 62% dengan jumlah nilai produksi sebesar Rp.1.620.000. Kelayakan usaha belum tercapai pada  siklus pertama karena nilai produksi kecil yang dipengaruhi oleh pertumbuhan udang, kelulusan hidup rendah serta kurang lamanya masa pemeliharaan, secara simulasi kelayakan usaha dapat dicapai pada 3-4 siklus pemeliharaan

    PARAMETER OSEANOGRAFI DI PERAIRAN NAMNGIL WOWO DESA WAB

    Get PDF
    This study was conducted on the moon April-May 2016 located in waters village the Wab Kabupaten Maluku Southeastern. The purpose of this research is to analyze parameter oceanography ( temperature, salinitas, current, pH, DO) in waters namngil wowo village the Wab. Data analyzed a sort of descriptive set by using microsoft excell in the charts. The result was found that in April, pH values highest station 8.16 on 1 and the lowest 7.84 on the station 3, value DO highest 5,27 in station 2 and the lowest 5.01 in station 1, value speed current highest 0.0565 m/det in station 2 and the lowest 0.0365 m/det in station 1, value temperature highest 31.05 oC in station 1 and the lowest 29.35 oC in station 5, the highest salinitas 35 o/oo in station 5 and the lowest 30.5 o/oo on the station 3. In may pH value highest station 8.16 on 2 and lowest 7.85 station at 4, Value do highest 4.93 in station 5 and the lowest 4.64 in station 1, value speed current highest 0.063 m/det in at station 4 and the lowest 0.049 m/det in station 5, value temperature highest 31.35 oC network in at station 4 and the lowest 30.25 oC network in station 3, The value of salinitas highest 35.5 o/oo on at station 4 and the lowest 34 o/oo station on 2.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2016 yang berlokasi di Perairan Desa Wab Kabupaten Maluku tenggara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis parameter oseanografi (suhu, salinitas,  arus, pH, DO) di perairan Namngil Wowo Desa Wab. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan microsoft excell dalam bentuk grafik. Hasil yang ditemukan bahwa pada bulan April nilai pH tertinggi 8,16 pada stasiun 1 dan terendah 7,84 pada stasiun 3, nilai DO tertinggi 5,27 pada stasiun 2 dan terendah 5,01 pada stasiun 1, nilai kecepatan arus tertinggi 0,0565 m/det pada stasiun 2 dan terendah 0,0365 m/det pada stasiun 1, nilai suhu tertinggi 31,05 oC pada stasiun 1 dan terendah 29,35 oC pada stasiun 5, nilai salinitas tertinggi 35 o/oo pada stasiun 5 dan terendah 30,5 o/oo pada stasiun 3. Pada bulan Mei nilai pH tertinggi 8,16 pada stasiun 2 dan terendah 7,85 pada stasiun 4, nilai DO tertinggi 4,93 pada stasiun 5 dan terendah 4,64 pada stasiun 1, nilai kecepatan arus tertinggi 0,063 m/det pada stasiun 4 dan terendah 0,049 m/det pada stasiun 5, nilai suhu tertinggi 31,35 oC pada stasiun 4 dan terendah 30,25 oC pada stasiun 3, nilai salinitas tertinggi 35,5 o/oo pada stasiun 4 dan terendah 34 o/oo pada stasiun 2

    ASPEK PERTUMBUHAN IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN SANGGENG KABUPATEN MANOKWARI

    Get PDF
    This study aimed to find the fish distribution in size, heavy - long, and factors condition. This research was doing in March until June 2015. The methods that used to measure are descriptive method and technique observation. The total of sample fish obtained as many as 500 tail. The measure ment of length distribution obtained for individuals male which ranges are 109 -303 mm and 125 – 299 for female. Based on the results of correlation analysis between the length and weight of the fish is all positive and very strong, female fish has a correlation coefficient value 0.6184 with coefficient of determination (R2) 0.3824 and male fish 0,5775 with coefficient of determination (R2) 0,3335. This means there is a close relationship between the weight and body length of the overpass. The result of regression test between the length and weight of the female flying fish is W = 0.0015L2.0321 and the male glider is W = 0.004327 L1.8417, followed by the test of value b (regression coefficient value) obtained b <3 which means the growth of fish pattern shown allometric negative. It means that the length of body rises faster than their weight. In term of factors condition Decapterus sp. Classified in less flattened fish.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek pertumbuhan ikan meliputi: distribusi ukuran, hubungan panjang-berat, faktor kondisi dan model pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2015. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik observasi. Jumlah ikan layang yang didapatkan sebanyak 500 ekor. Sebaran ukuran panjang yang diperoleh untuk individu jantan 109-303 mm dan 125-299 mm untuk individu betina. Berdasarkan hasil analisis korelasi antara panjang dan berat ikan layang seluruhnya positif dan sangat kuat, ikan betina memiliki nilai koefisien korelasin 0,6184 dengan koefisien determinasi (R2) 0,3824 dan ikan jantan 0,5775 dengan nilai koefisien determinasi (R2) 0,3335. Hal ini berarti terdapat hubungan yang erat antara berat dan panjang tubuh dari ikan layang. Hasil uji regresi antara panjang dan berat ikan layang betina adalah W=0.0015L2.0321dan ikan layang jantan adalah W=0.004327 L1.8417, dilanjutkan dengan uji nilai b (nilai koefisien regresi) diperoleh b<3 yang berarti pola pertumbuhan dari ikan layang bersifat allometrik negative.. Artinya bahwa pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan beratnya. Berdasarkan nilai faktor kondisi relatif ikan layang tergolong ikan dengan tubuh yang kurang pipih/montok

    BIOEKOLOGI IKAN GULAMAH (Argyrosomus japonicus) DI DAERAH STUARI PESISIR PANTAI KOTA MERAUKE

    No full text
    Gulamah fish bioecological research (Argyrosomus japonicas) in the estuary area of the coastal city of Merauke is very important to be done as a management effort. The purpose of the research on the bioecological of Gulamah fish in the estuary area of the coastal city of Merauke is to study aspects of population dynamics and reproductive biology aspects. The study was conducted in the Estuari area of the coastal city of Merauke for 3 months in November 2017 - January 2018. The research station was determined by purposive sampling. Gulamah fish growth patterns based on long and heavy relationship data are allometric negative. fish Gulamah males and females both at station I and station II also have relatively the same condition factor. The sex ratio between male and female Gulamah fish is 1: 1. Maturity level of gonad fish Gulamah caught during the research is still at TKG 1.Penelitian  bioekologi ikan Gulamah (Argyrosomus japonicas) di daerah estuari pesisir pantai kota Merauke  sangat  penting dilakukan sebagai upaya pengelolaan. Tujuan dari Penelitian tentang bioekologi ikan Gulamah yang ada di daerah estuary pesisir pantai kota Merauke adalah untuk mengkaji aspek dinamika populasi dan aspek biologi reproduksi. Penelitian dilaksanakan di  daerah  Estuari pesisir pantai kota Merauke   selama 3 bulan pada  bulan November Tahun 2017 – Januari  Tahun 2018. Stasiun penelitian ditetapkan secara purposive sampling. Pola  pertumbuhan  ikan Gulamah berdasarkan data hubungan panjang dan berat adalah bersifat allometrik negatif. Nilai faktor kondisi ikan Gulamah selama penelitian terlihat bahwa tidak menunjukkan kemontokan atau kegemukan, hal ini dikarekan ikan-ikan yang tertangkap masih pada masa juvenil hingga remaja  dan belum bereproduksi serta masih berada dalam tahap pembesaran sehingga makanan yang masuk digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan. ikan Gulamah jantan dan betina baik pada stasiun I maupun stasiun II juga memiliki faktor kondisi yang relatif sama. perbandingan antara ikan Gulamah jantan dan betina yaitu 1 : 1. Tingkat kematangan gonad ikan Gulamah yang tertangkap selama penelitian masih berada pada TKG 1. &nbsp

    Kondisi Fisika Kimia Air Sungai Yang Bermuara di Teluk Sawaibu Kabupaten Manokwari

    No full text
    This research was conducted in three small rivers (Momo, Sahara and Konto), which empties into the Gulf Sawaibu Manokwari District. Water sampling for the third observation station made for the measurement of physical parameters such as temperature, TDS, TSS and turbidity, and chemical parameters pH, DO, COD, BOD, nitrate (NO3), phosphate (PO4) and Ammonia. The purpose of this study was to determine the physical quality of the river water chemistry research sites, and compared with water quality standards based on Government Regulation No. 82 of 2001 on water quality management and water pollution control. The results of measurements of physical and chemical parameters is the temperature range from three observation stations ranged from 26.6 to 31 ° C, ranges from 0.17 to 49.7 NTU turbidity. Total Dissolved Solids (TDS) 134-317 mg / l. Total Suspended Solids 14-96 mg / l. pH ranges from 6.69 to 7.78. Dissolved Oxygen (DO) from 0.03 to 6.22 mg / l. COD (Chemical Oxygen Demand) <4.99 to 27.75 mg / l, BOD (Biochemical Oxygen Demand) from 0.60 to 6.31 mg / l, nitrate (NO3-N) from 0.013 to 0.251 mg / l, Phosphate ( PO 4) 0.013 to 0.243 mg / l and ammonia (NH3) from 0.051 to 0.346 mg / l.Penelitian ini dilakukan di tiga sungai kecil (Momo, Sahara dan Konto) yang bermuara di Teluk Sawaibu Kabupaten Manokwari. Pengambilan sampel air untuk ketiga stasiun pengamatan  dilakukan untuk pengukuran parameter fisik yaitu suhu, TDS, TSS dan kekeruhan, dan parameter kimia pH, DO, COD, BOD, Nitrat (NO3), Fosfat (PO4) dan Amonia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas fisik kimia air sungai dari lokasi penelitian, dan dibandingkan dengan baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Hasil pengukuran parameter fisik dan kimia adalah kisaran suhu dari tiga stasiun pengamatan berkisar antara 26,6 - 31°C, kekeruhan berkisar 0,17-49,7 NTU. Padatan Terlarut Total (TDS) 134 - 317 mg/l. Padatan Tersuspensi Total 14 – 96 mg/l. pH berkisar antara 6,69 – 7,78. DO (Dissolved Oxygen) 0,03–6,22 mg/l. COD (Chemical Oxygen Demand) <4,99 – 27,75 mg/l, BOD (Biochemical Oxygen Demand) 0,60 – 6,31 mg/l, Nitrat (NO3-N) 0,013 – 0,251 mg/l, Fosfat (PO4) 0,013 – 0,243 mg/l dan Amonia (NH3) 0,051 – 0,346 mg/l

    187

    full texts

    220

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik (FPIK UNIPA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇