Journal Online Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri

Journal Online Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri
Not a member yet
    1098 research outputs found

    PENGEMBANGAN MODEL KURIKULUM MADRASAH DINIYYAH TAKMILIYAH LP. MA’ARIF KAB. JEPARA DI ERA 4.0

    Get PDF
    AbstractThe aim of this research is to develop the content / material of the Madin Takmiliyah curriculum managed by LP. Ma'arif Kab. Jepara. This research aims to: a) develop the structure of the content of the Madin Takmiliyah curriculum material on the Tajweed Science Subject and Arabic, b) increase the role of LP. Ma'arif in the Islamic education system, especially Madin Takmiliyah in Kab. Jepara, c) developing the content of the Madin Takmiliyah curriculum on the Tajweed Science Map and Arabic.This research is a development research and RD using the ADDIE model, namely development with stages; analysis, design, development, implementation and evaluation. Data collection techniques using the Dhelphi technique, FGD, product practicality testing, small-scale product trials and large-scale product trials. Quantitative data were analyzed using simple statistical formulas to measure the practical and effective aspects of the products produced and qualitative data were analyzed using an interactive model suggested by Mile and Huberman; data collection, reduction, presentation and data conclusionThe research results show that; a) development of curriculum content / materials should ideally be reviewed and then developed according to the demands of the education system. b) developing and enhancing the role of educational institutions through monitoring and evaluating the institutional management system and reviewing the curriculum structure, then the curriculum is developed according to the needs and demands of the community., c) developing a curriculum is an important and dynamic need as a follow-up form of monitoring and evaluation results curriculum and learning. The curriculum development pursued is focused on the development of content / subject matter in Arabic and al-Qur'an hadith which includes all content and elements of the curriculum.Keywords; Development, Curriculum, Madrasah Diniyah, era 4.0  Abstrak             Tujuan penelitian ini mengembangkan isi/materi kurikulum Madin Takmiliyah yang dikelola LP. Ma’arif Kab. Jepara. Penelitan ini bertujuan untuk: a) mengembangkan struktur isi materi kurikulum Madin Takmiliyah pada Mapel Ilmu Tajwid dan bahasa Arab, b) meningkatkan peran LP. Ma’arif dalam sistem pendidikan Islam khususnya Madin Takmiliyah di Kab. Jepara, c) mengembangkan isi materi kurikulum Madin Takmiliyah pada Mapel Ilmu Tajwid dan bahasa Arab.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dan R D dengan menggunakan model ADDIE, yaitu Pengembangan dengan tahapan; analisis, desain, development, implementation dan evaluation. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik Dhelphi, FGD, uji kepraktisan produk, uji coba produk skala kecil dan uji coba produk skala besar. Data kuantitatif dianalisa dengan menggunakan rumus statistik sederhana untuk mengukur aspek praktis dan efektif dari produk yang dihasilkan dan data kualitatif dianalisa dengan model interaktif yang disarankan oleh Mile dan Huberman; pengumpulan data, reduksi, penyajian dan penyimpulan dataHasil penelitian memaparkan bahwa; a) pengembangan isi/materi kurikulum idealnya direview dan kemudian dikembangkan sesuai tuntuan sistem pendidikan,. b) mengembangkan dan meningkatkan peran lembaga pendidikan dapat ditempuh melalui monitoring dan evaluasi sistem manajemen kelembagan dan mereview struktur kurikulum, selanjutnya kurikulum dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat., c) mengembangkan kurikulum merupakan kebutuhan penting dan dinamis sebagai bentuk tindaklanjut dari hasil monitorig dan evaluasi kurikulum dan pembelajaran. Pengembangan kurikulum yang ditempuh fokus pada pengembangan isi/materi mata pelajaran bahasa Arab dan al-Qur’an hadits yang mencakup keseluruhan isi dan unsur kurikulum.   Kata kunci; Pengembangan, Kurikulum, Madrasah Diniyah, era 4.

    PENERAPAN NILAI-NILAI MODERASI MELALUI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MATA KULIAH AGAMA ISLAM (STUDI KASUS UNIVERSITAS TANJUNGPURA)

    Get PDF
    Radikalisme dunia pendidikan sering menjadi sorotan yang cukup tajam, pendidikan yang seharusnya mencetak manusia-manusia cerdas dan berkarakter berubah menjadi pabrik yang memproduksi benih-benih sikap terorisme. Kenyataan sebagian hasil survei yang menggambarkan simpati kalangan mahasiswa di perguruan tinggi atas tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama adalah realita yang harus menjadi bahan evaluasi diri. Nilai-nilai moderasi yang menjadi watak dasar setiap agama adalah sarana yang efektif, efesien untuk menangkal fenomena ini. Penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan observasi partisipatif, dokumentasi dan wawancara dalam pengumpulan datanya, untuk melihat rool model penerapan pendidikan karakter (pendikar) yang terintegrasi dalam mata kuliah pendidikan agama di Universitas Tanjungpura melalui SK Rektor UNTAN No 1540/UN22/DT/2012. Penelitian ini telah menemukan bahwa integrasi pendikar dalam mata kuliah agama melalui pendekatan moral knowing, moral feeling, dan moral action dalam pembelajarannya cukup efektif memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung (Experiential Learning) dalam penerapan nilai-nilai moderasi yang meliputi sikap toleransi, eksklusif, kooperatif dan demokratis

    PERAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) DALAM PEMBERDAYAAN POTENSI LOKAL DI KAMPUNG JAMBU DESA KARANGSONO KECAMATAN KANIGORO KABUPATEN BLITAR

    Get PDF
    This study aims to describe the role of Community Information Groups (KIM) in forming agricultural business networks in order to improve the community's economy through empowering local potentials in Karangsono Village, Kanigoro District, Blitar Regency. The approach used is to use the theory of diffusion of innovation which has 4 elements of the innovation diffusion process, namely innovation, communication channels, time and social system. However, researchers are more focused on the process of diffusion of innovations in forming a network using communication channels. This study will explain the innovations of KIM members which will be disseminated to the public using qualitative descriptive methods. This research data collection through interviews and field observations. The results of this study are the diffusion of innovation in forming business networks through communication channels that have been created by KIM members. So that the innovation process that has been disseminated can be accepted by the community and can change the community to be more prosperous

    QIWAMA DALAM RUMAH TANGGA PERSPEKTIF TEORI MUBADALAH DAN RELEVANSINYA DI INDONESIA

    No full text
    In classical jurisprudence, the issue of Qiwāma -leadership and family protection is under the control of husbands and wives who are obliged to obey their husbands with the consequences that if there is disobedience from the wife- the husband has the right to educate her by advising, separating her (separating the bed), and beating her in a way that doesn't hurt. This understanding is based on the interpretation of the scholars of Surah an-Nisa 'verse 34. The rules in Indonesia, it is Law No.1 of 1974 concerning Marriage also state that the husband is the head of the family and wife is the housewife as a legalization of this interpretation. However, this Qiwāma does not always run according to the existing rules. In practice, many wives should had be a leader on their family while her husband lives. It caused Muslim feminist figures in Indonesia, Faqihuddin Abdul Kodir, spoken about the mubadalah theory, as a reinterpretation of classical fiqh constructions on gender equality. This article explain how the concept of qiwāma in the perspective of mubadalah and relevance in Indonesia. This is a report from literature research which is based on primary and secondary data sources in the form of documentary studies. The conclution in a husband and wife relationship should have understanding that they are on mutually relation. Whether, about matter of living or sexual services, both of them as partners, they have the same rights and obligations. The dominant relationship will be lost because of this reciprocality. They are responsible for mu'asyaroh bil ma'ruf to their partner and must maintain the dignity of each other's humanity. Therefor, the relevance of this theory, it should be our tradition for a long time, the mutual relation between husbands and wives in life has long been practiced by our agrarian culture

    BAD CREDIT AND THEIR IMPLICATIONS IN A REVIEW OF SHARIA BANK

    Get PDF
    Dalam lembaga keuangan perbankan syariah, pembiayaan merupakan aset yang sangat besar sehingga pembiayaan tersebut harus dijaga kualitasnya dengan mendasarkan pada prinsip kehati-hatian. Prinsip kehati-hatian adalah pedoman pengelolaan Bank yang wajib dianut guna mewujudkan perbankan yang sehat, kuat dan efisien sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penerapan prinsip kehati-hatian oleh Bank syariah salah satunya diwujudkan dalam melakukan analisa pembiayaan yaitu menganalisa keyakinan atas kemauan dan kemampuan calon nasabah untuk melunasi seluruh kewajibannya pada waktunya, sebelum Bank Syariah menyalurkan dana kepada nasabah Penerima Fasilitas”. Keyakinan tersebut diperoleh dari penilaian dengan seksama terhadap watak, kemampuan, modal, agunan, dan prospek usaha dari calon nasabah penerima fasilitas (character, capacity, capital, collateral, condition). Bank syariah dalam memberikan pembiayaan berharap bahwa pembiayaan tersebut berjalan dengan lancar, nasabah mematuhi apa yang telah disepakati dalam perjanjian dan membayar lunas bilamana jatuh tempo. Akan tetapi bisa terjadi dalam jangka waktu pembiayaan timbul pembiayaan bermasalah. Upaya yang dilakukan oleh Bank Syariah untuk menangani pembiayaan bermasalah dengan melakukan penyelamatan pembiayaan bermasalah dengan upaya restrukturisasi apabila nasabah masih mempunyai itikad baik dalam arti masih mau diajak kerjasama dalam upaya penyelamatan pembiayaan bermasalah, akan tetapi jika nasabah sudah tidak beritikad baik dalam arti tidak dapat diajak kerjasama dalam upaya penyelamatan pembiayaan bermasalah maka bank syariah akan melakukan upaya penyelesaian pembiayaan bermasalah.In Islamic banking financial institutions, financing is a very big asset that the funding should be maintained based on the quality of the precautionary principle. The precautionary principle is Bank management guidelines that must be adhered to, in order to create a sound, robust and efficient in accordance with the provisions of the legislation. Application of the precautionary principle by Islamic banks one of which is manifested in the analysis is to analyze the financing of confidence in the willingness and ability of prospective clients to settle all its obligations in time, before the Islamic Bank disburses funds to customers Recipient Facility". The confidence gained from assessment against characteristic carefully, capability, capital, collateral, and business prospects of the receiving facility prospective customers (character, capacity, capital, collateral, condition). Islamic banks provide financing hope that funding is running smoothly, customers comply with what was agreed in the agreement and paid when due. But it can happen in the financing period financing problems arise. The efforts made by the Islamic Bank to deal with the problem of financing the rescue financing problems with restructuring efforts if the customer still has a good faith within the meaning want to be invited to cooperate in the effort to rescue financing problems , but if the customer has not acted in good faith in the sense of cooperative in an effort to rescue the troubled financing Islamic bank will make the financing problems solving

    PARATE EKSEKUSI: IMPLEMENTASI EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 42 TAHUN 1999 TENTANG JAMINAN FIDUSIA (EXECUTION PARATE: IMPLEMENTATION OF THE EXECUTION OF FIDUCIARY GUARANTEE BASED ON LAW NO. 42 YEAR 1999 ABOUT FIDUCIARY GUARANTEE)

    Get PDF
    Salah satu lembaga yang memberikan Kredit Fidusia Penjaminan melalui Program KREASI adalah PT. Pegadaian (Persero). Penelitian ini menjelaskan bagaimana Pelaksanaan Pelaksanaan Jaminan Fidusia dan sasaran dari Jaminan Fidusia serta Eksekusi dan upaya yang dilakukan PT.Pegadaian (Persero) dalam solusi pemenangan dalam pelaksanaan jaminan fidusia di Cabang PT.Pegadaian (Persero) Cabang Kota Malang menurut Pasal 30 Undang-Undang Nomor. 42 Tahun 1999 Tentang Fidusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, sumber data primer dari hasil dan data sekunder dari dokumentasi dan perundang-undangan. Teknik dalam penelitian ini menggunakan observasi dan wawancara. Hasil Penelitian ini implementasi yang digunakan adalah teori efektifitas hukum menurut Soerjono Soekanto yang dianalisis melalui 4 faktor. Kendalanya program pencairan dana KREASI agak terlambat dikarenakan masih banyak pelanggan yang terlambat membayar cicilan, nasabh menolak untuk dilaksanakan, hal-hal yang tidak terpenuhi dari faktor hukum, badan hukum, masyarakat dan budaya faktor-faktor yang menjadi kendala adalah terjaminnya barang bergerak serta terjamin barangnya di waktu akan dieksekusi tidak ada tempat. upaya yang dilakukan oleh PT.Pegadaian (Persero) Cabang Kota Malang meningkatkan kinerja dari segi pengawasan barang menjadi lebih tegas agar nasabah lebih rajin mengaggsur kredit. Saran, peningkatan kualitas tenaga kerja lapangan, dan evaluasi kerja di bidang retribusi bulanan untuk memahami masalah apa yang muncul dalam biaya.One of the institutions that provide Fiduciary Guarantee Credit through the KREASI Program is PT. Pegadaian (Persero). This study explains how the Implementation of the Fiduciary Guarantee and the objectives of the Fiduciary Guarantee as well as the execution and efforts made by PT. Pegadaian (Persero) in winning solutions in the implementation of fiduciary guarantees at the Branch of PT. Pegadaian (Persero) Malang City Branch according to Article 30 of Law Number . 42 of 1999 concerning Fiduciary. This study uses a sociological juridical approach, primary data sources from results and secondary data from documentation and legislation. The technique in this study uses observation and interviews. The results of this study are the implementation of the theory of legal effectiveness according to Soerjono Soekanto which is analyzed through 4 factors. The problem with the KREASI fund disbursement program is that it is a bit late because there are still many customers who are late in paying their installments, customers refuse to implement it, things that are not fulfilled from legal factors, legal entities, society and culture. at time will be executed no place. efforts made by PT. Pegadaian (Persero) Malang City Branch to improve performance in terms of supervision of goods to be more assertive so that customers are more diligent in repaying loans. Suggestions, improving the quality of field workers, and evaluating work in the field of monthly retribution to understand what problems arise in costs

    DANA PIHAK KETIGA (DPK) DAN PEMBIAYAAN AKAD MURABAHAH (Studi Pada PT. Bank Syariah Mandiri Periode 2014-2018) (The Third Party Fund (DPK) and Murabahah Akad Financing (Study at PT. Bank Syariah Mandiri Period 2014-2018))

    Get PDF
    Dana pihak ketiga dalam perbankan Syariah sanggatlah penting. Begitu pentingnya dana pihak ketiga bagi bank, maka untuk menghasilkan keuntungan akan direalisasikan dalam pemberian pembiayaan. Pembiayaan yang paling diminati dalam perbankan syariah adalah pembiayaan akad murabahah. Dengan pendekatan kuantitatif dari data sekunder, pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan periode 2014-2018. Teknik analisis data yang digunakan  dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif variabel, uji normalitas, uji hipotesis, uji korelasi dan uji regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS 21.0. Hasil penelitian Dana pihak ketiga pada Bank Syariah Mandiri memiliki kenaikan rata-rata sebesar 10%, dimana pada setiap tahun dalam periode tersebut jumlah akan dana pihak ketiga yang dihimpun dari masyarakat meningkat senantiasa tumbuh positif. Dengan rasio kecukupan modal pada kisaran 9%-12%. Berbanding lurus dengan Dana pihak ketiga, pembiayaan yang ada pada Bank Syariah Mandiri juga mengalami peningkatan dimana rata-rata akan peningkatan dalam periode tersebut 7-8% dengan proporsi terbesar pada pembiayaan dengan menggunakan skema murabahah. Dengan kondisi rasio FDR pada kisaran 75%-85%, maka Bank Syariah Mandiri memiliki rasio yang sehat. Pengaruh dana pihak ketiga terhadap pembiayaan murabahah memiliki hubungan yang kuat antar kedua variabel dengan nilai korelasi pearson = 0,870 dengan persamaan  regresi sederhana, Y = 3,912+0,870X, dimana variabel pembiayaan murabahah (Y) tidak terdapat intervensi variabel lain kan bernilai 3,912. Apabila terdapat intervensi variabel dana pihak Ketiga, variabel Pembiayaan Murabahah akan mengalami 0,870 basis poin. Dengan nilai R2 = 0,756 yang mana variabel dana pihak ketiga mampu menjelaskan variabel pembiayaan murabahah dengan persentase sebesar 75,6%, sisanya sebesar 24,4% berasal dari variabel lain yang tidak teridentifikasi pada penelitian ini.Third party funds in Islamic banking are very important. Once the importance of third party funds for banks, to generate profits will be realized in the provision of financing. The financing that is most in demand in Islamic banking is the financing of the Murabahah contract. With a quantitative approach from secondary data, the sample selection uses a purposive sampling method, the sample used in this study is the financial statements for the 2014-2018 period. The data analysis technique used in this research is descriptive statistical analysis of variables, normality test, hypothesis test, correlation test and simple linear regression with the help of the SPSS 21.0 program. Research results Third party funds at Bank Syariah Mandiri have an average increase of 10%, where in each year in that period the amount of third party funds collected from the public increases and continues to grow positively. With a capital adequacy ratio in the range of 9% -12%. Directly proportional to third party funds, existing financing at Bank Syariah Mandiri has also increased where on average there will be an increase in the period 7-8% with the largest proportion of financing using the Murabahah scheme. With the FDR ratio in the range of 75% -85%, Bank Syariah Mandiri has a healthy ratio. The effect of third party funds on Murabahah financing has a strong relationship between the two variables with a Pearson correlation value = 0.870 with a simple regression equation, Y = 3,912 + 0.870X, where the Murabahah financing variable (Y) has no other variable intervention, it is worth 3,912. If there is a third party fund variable intervention, the Murabahah Financing variable will experience 0.870 basis points. With a value of R2 = 0.756 where the third party fund variable is able to explain the Murabahah financing variable with a percentage of 75.6%, the remaining 24.4% comes from other variables not identified in this study

    KAJIAN HUKUM PADA PENGARUH INFLASI TERHADAP KEABSAHAN OBYEK WAKAF TUNAI AKIBAT BERKURANGNYA NILAI RIIL HARTA WAKAF (Legal Study On the Effect of Inflation On the Legitimacy of the Cash Wakf Objects Due to The Reduction of the Real Value of Wakf Assets)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan nilai riil uang sebagai obyek wakaf tunai dalam kategori harta atau benda yang tidak kekal. Peneliti mengkaji tentang cara yang sebaiknya dilakukan agar harta wakaf tidak berkurang nilai riilnya. Penelitian ini adalah penelitian normatifdengan menggunakan data sekunder yang meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder serta tersier. Sifat penelitian adalah preskriptif dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan nilai riil uang kertas mengakibatkan uang  sebagai obyek wakaf termasuk dalam kategori sebagai tidak kekalnya obyek wakaf, tetapi masih dalam kategori tidak habis sekali pakai selama nilai nominal wakaf tunai tidak berubah. Perubahan nilai riil uang akibat inflasi yang masih dalam kategori tidak habis sekali pakai tidak menjadikan uang tersebut tidak sah sebagai obyek wakaf. Cara untuk menjaga keseimbangan nilai nominal dan nilai riil uang adalah dengan menambahkan nominal wakaf uang sebesar penurunan nilai akibat inflasi yang diambilkan dari hasil penggunaan uang wakaf.  This study aims to analyze the real value of money as an object of cash waqf in the category of property or objects that are not eternal. Researchers examine the ways that must be done so that the waqf property does not decrease in value. This research is a normativeresearch using secondary data which includes primary legal materials and secondary and tertiary legal materials. The nature of the research is prescriptive with qualitative analysis. The results showed that changes in the value of real money to produce money as waqf objects are included in the category of impermanent waqf objects, but are still in the non-consumable category as long as the nominal value of cash waqf does not change. Changes in the real value of money due to inflation which is still in the category of not being used up does not make the money invalid as an object of waqf. The way to maintain a balance between the nominal value and the real value of money is to add a nominal cash waqf that increases due to inflation taken from the use of waqf money

    Self-control Mahasiswa yang Memiliki Kebiasaan Menonton Film Porno

    Get PDF
    Abstracts. This study uses a qualitative approach to the type of phenomenological research. The subjects are 6 active students in Kediri Regency who have a habit of watching porn films and have had sexual behavior with the opposite sex. Data were taken using indepth interviews and direct observation and analyzed using qualitative descriptive data. The results of the study revealed that the six subjects had the habit of watching porn because of various factors, which are: peer environment, curiosity, and lack of sex education. Self-control that is done is thinking about self-esteem (future consequences), thinking about the feelings of parents, and getting closer to God. Keywords: Self-control Abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek merupakan 6 mahasiswa aktif di Kabupaten Kediri yang memiliki kebiasaan menonton film porno dan pernah melakukan perilaku seksual dengan lawan jenis. Data diambil dengan teknik dengan indepth interview dan observasi langsung serta dianalisis dengan menggunakan data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan keenam subjek memiliki kebiasaan menonton film porno karena berbagai faktor yaitu: lingkungan teman sebaya, rasa ingin tahu, dan minimnya edukasi sex. Self-control yang dilakukan yaitu memikirkan harga diri (konsekuensi dimasa depan), memikirkan perasaan orang tua, dan mendekatkan diri pada Tuhan. Kata kunci: Self-contro

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇