Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Not a member yet
    5673 research outputs found

    Efektivitas Pemberian Psikoedukasi Marriage Education Terhadap Marriage Attitude Pada Dewasa Awal

    Get PDF
    Pembentukan konsep pernikahan dapat terbentuk dari marriage attitude yang dimiliki individu Salah satu cara agar dapat membentuk sikap terhadap pernikahan adalah dengan memberikan edukasi pernikahan pada dewasa awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian psikoedukasi marriage education terhadap marriage attitude pada dewasa awal. Subjek penelitian ini berjumlah 88 orang dengan 44 orang pada kelompok eksperimen dan 44 orang merupakan kelompok kontrol. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini quasi eksperimen dengan menggunakan nonrandomized pretest-posttest control group design. Pengumpulan data menggunakan Marriage Attitude Scale (MAS). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Man U Whitney dengan bantuan SPSS 25. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa psikoedukasi marriage education berpengaruh secara efekrif terhadap  marriage education pada dewasa awal.

    Karakteristik Batuan Dasar Formasi Gabro Daerah Keramat Kabupaten Boalemo

    Get PDF
    Secara administratif wilayah penelitian terletak di Desa Keramat dan sekitarnya, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Daerah penelitian tersususun oleh batuan terobosan dari formasi Batuan Gabro (Teog), Formasi Batuan Granodiorit Bumbulan (Tpb) dan Formasi Aluvium (Qal). Kondisi geologi daerah penelitian sangat kompleks sehingga menarik diteliti karena belum pernah dilakukan penelitian secara detail. Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah mengetahui karakteristik mineralogi dan tekstur serta proses terbentuknya batuan dasar berdasarkan data pemetaan geologi dan data petrografi. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian tersebut terdiri dari survei geologi lapangan, penelitian laboratorium, dan pengolahan studio. Metode observasi lapangan adalah metode yang berfokus pada pengamatan kondisi geologi di daerah penelitian. Kemudian data-data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode penelitian laboratorium berupa analisis petrografi dengan sayatan tipis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Morfologi daerah penelitian terbagi menjadi 2 satuan yaitu satuan perbukitan rendah struktural dan dataran aluvial. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 2 satuan diurutkan dari tua ke muda yaitu satuan gabro, satuan granodiorite dan satuan endapan aluvial. Struktur geologi yang bekerja pada daerah penelitian berupa kekar gerus yang memiliki arah barat laut-tenggara hingga timur laut-barat daya. Berdasarkan hasil analisis petrografi yang telah dilakukan maka diperoleh hasil karateristik batuan gabro sebagai batuan dasar pada formasi gabro adalah berwarna putih kecokelatan (PPl), berwarna abu-abu hingga orange (XPL), hypokristalin, ukuran kristal (1-3 mm), bentuk dan hubungan antar kristal subhedral. Tekstur umum ekuigranular faneritik dengan komposisi mineral penyusun batuan yaitu plagioklas, K-feldspar, biotit, piroksen, mineral opak dan mineral alterasi penyusun batuan serisit. Batuan ini merupakan bagian dari jalur magmatisme pada zaman Eosen

    Karateristik Kecepatan dan Debit Aliran pada Sungai Alami menggunakan Six-Tenths Method (Studi Kasus Sungai Pondok Gong Km. 33, Kabupaten Samboja)

    Get PDF
    Sungai Pondok Gong merupakan salah satu sungai alami yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, tepatnya pada Kecamatan Samboja Barat Kilometer 33 yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan transportasi, irigasi pertanian dan sebagainya. Sungai memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga kecepatan aliran dan debit setiap sungai akan berbeda. Kecepatan aliran diperlukan dalam perencanaan bangunan dalam bidang keiaran. Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik aliran seperti kecepatan aliran dan debit aliran pada Sungai Pondok Gong dengan menggunakan metode six-tenths method. Hasil penelitian menunjukkan kecepatan aliran maksimal berada pada kedalaman maksimal, dengan kecepatan aliran maksimal per titik yakni 0,1234 m/s dengan kedalaman 1,34 m berada pada cross-section 4 berada pada tengah sungai. Kedalaman sungai berbanding lurus terhadap kecepatan aliran, dimana semakin dalam sungai, semakin cepat pula kecepatan alirannya, sedangkan kecepatan aliran dan debit aliran memili korelasi yang erat, dimana semakin besar kecepatan aliran semakin besar pula debit aliran, hal ini ditunjukan dengan nilai R-square 0,98

    Pelatihan Daur Ulang Limbah Organik Dapur Menjadi Eco Enzyme Bagi Ibu Rumah Tangga

    Get PDF
    Hasil capaian pembangunan Kabupaten Sleman terkait pengelolaan sampah sebagian besar 58,9% dilakukan dengan penanganan TPA. Pengelolaan sampah masih bergantung kepada kelompok yaitu TPS3R dan pengepul. Keluarga sebagai sumber awal sampah perlu melakukan usaha pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri. Salah satu metode pengolahan sampah organik yang mudah dilakukan di skala rumah tangga adalah pembuatan eco enzyme. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga kelompok BKR Padukuhan Tanjungsari untuk pengolahan sisa organik rumah tangga menjadi eco-enzyme. Intervensi dalam kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan, praktik, pre-test dan  post-test. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Desember 2021 bertempat di Balai Bina Keluarga Remaja (BKR) Tanjungsari. Peserta kegiatan pelatihan ini adalah ibu rumah tangga kader BKR Tanjungsari sejumlah 17 orang. Hasil analisis data didapatkan bahwa rerata nilai tes peserta sesudah penyuluhan lebih tinggi daripada sebelum penyuluhan.  Berdasarkan analisis data menggunakan uji-t tidak berpasangan (paired t-test) terdapat perbedaan yang signifikan skor rerata antara sebelum  dan sesudah penyuluhan (p<0,05). Berdasarkan hasil evaluasi peserta menunjukkan bahwa seluruh kegiatan pada pengabdian ini telah dilaksanakan seluruhnya dengan baik

    Penguatan Kompetensi Profesional Guru PAI Melalui Pelatihan Penulisan Buku Ajar di UIN Salatiga

    Get PDF
    Buku ajar merupakan hal yang semestinya disusun oleh masing-masing guru. Namun kenyataan di lapangan, banyak guru yang hanya mengandalkan bahan ajar dari buku ajar yang telah disediakan Artikel ini mendeskripsikan pengabdian yang bertujuan untuk memperkuat kompetensi profesional guru PAI melalui pelatihan penulisan buku ajar. Latar belakang dari kegiatan pelatihan ini adalah banyak guru yang hanya mengandalkan bahan ajar dari buku ajar yang telah disediakan, padahal semestinya guru menyusun buku ajarnnya sendiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah PAR (participatory action research), dimana penulis secara aktif ikut mendampingi kegiatan pelatihan buku ajar. Peserta dari kegiatan pelatihan penulisan buku ajar ini adalah 25 guru PAI di berbagai kota/kabupaten di sekitar kota Salatiga. Kegiatan pelatihan penulisan buku ajar ini dilaksanakan selama tiga hari, mendatangkan dua narasumber, menambah wawasan, pengetahuan, serta keterapmilan dalam menulis buku ajar, dengan outcome draft buku ajar yang diharapkan kedepannya bisa diterbitkan

    Penyelesaian Kasus Pembakaran Lahan Tanpa Izin Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Studi Kasus di Kota Prabumulih Provinsi Sumatra Selatan)

    Get PDF
    AbstractEvents that occur every year in parts of Indonesia, precisely when the dry season arrives, are forest and land fires (karhutla). In general, forest fires occur due to two factors, namely natural factors and human factors. Forest fires caused by natural factors usually occur through natural processes due to friction between dry tree organs, lightning strikes, and volcanic lava eruptions, thus triggering sparks which then gusts of wind in the forest to help forest and land fires occur. Forest fires caused by human factors occur due to unintentional and intentional processes. Humans can inadvertently do actions that cause forest and land fires such as throwing cigarette butts carelessly around the forest, leaving the rest of the fire in the forest without turning it off first. Furthermore, it is human actions that intentionally burn forests with the intention of changing the function of land from forest plants to plantations for oil palm and other types of plants.Keywords: fire, land clearing, fire factor AbstrakPeristiwa yang terjadi setiap tahun di sebagian wilayah Indonesia, tepatnya ketika tiba musim kemarau adalah peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Secara umum kebakaran hutan terjadi karena dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusiaa. Kebakaran hutan yang disebabkan faktor alam biasanya terjadi melalui proses alami karena gesekan antara bagian organ pohon yang sudah kering, sambaran petir, dann letusan lahar gunung berapi, sehingga memicu percikan api yang kemudian hembusann angin di hutan membantu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran hutan yang disebabkan faktor manusia terjadi karena proses tidak sengaja dan disengaja. Manusiaa secara tidak sengaja dapat melakukan perbuatan yang mengakibatkan kebakaran hutann dan lahan seperti membuang puntung rokok sembarangan di sekitar hutan, membiarkan sisa bakaran di hutan tanpa mematikannya terlebih dahulu. Selanjutnya adalalahh perbuatan manusia yang secara sengaja membakar hutan dengan maksud alih fungsi i lahan dari tanaman hutan menjadi tanaman perkebuanan kelapa sawit dan jenis tanaman lainnya. Kata kunci: kebakaran,pembukaan lahan,Faktor Kebakara

    Aspek Hukum Penyalahgunaan Fasilitas Negara Berupa Kendaraan Dinas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Banyumas

    Get PDF
    AbstractOfficial vehicles are goods belonging to the Regional Government that are used to support official activities and functions in carrying out their duties according to their position. This study determines the formulation of the problem of legal aspects of abuse of state facilities in the form of official vehicles within the Banyumas Regency Government and constraints in controlling the abuse of state facilities in the form of official vehicles within the Banyumas Regency Government. This study aims to identify and analyze the legal aspects and constraints in controlling the misuse of official vehicles in the Government of Banyumas Regency. This research uses a normative juridical method which is a method carried out through library research in the form of research results, scientific journals and examines the main data, namely secondary data, namely Minister of Home Affairs Regulation Number 19 of 2016 concerning Guidelines for the Management of Regional Property. The results of the study show that the legal aspect of the misuse of official vehicles in Banyumas district has not taken firm action against officials or civil servants who have violated the use of official vehicles. Obstacles in controlling the misuse of official vehicles in Banyumas district is the lack of awareness of discipline, work ethic and understanding in the use of official vehicles and the lack of human resources in the BKAD Assets Sector which results in not being optimal in the supervision and management of Regional Property. Suggestions from the results of this study it is necessary to make a Regent Regulation or Regional Regulation concerning the use of official vehicles which regulate specifically and separately along with sanctions that will deter and the Government of Banyumas Regency needs to pay attention to and reinforce the ranks under them in carrying out their duties with full discipline and responsibility in using local property and increasing the number of human resources to optimize supervision and monitoring of BMD.Keywords: service vehicle, misuse, Banyumas regency AbstrakKendaraan dinas merupakan barang milik Pemerintah Daerah yang digunakan untuk menunjang kegiatan dinas dan fungsi dalam menjalankan tugas sesuai dengan jabatannya. Penelitian ini menetapkan rumusan masalah aspek hukum penyalahgunaan fasilitas negara berupa kendaraan dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Banyumas dan kendala dalam penertiban penyalahgunaan fasilitas negara berupa kendaraan dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis aspek hukum dan kendala dalam penertiban penyalahgunaan kendaraan dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang merupakan metode dilakukan melalui studi pustaka (library research) berupa hasil penelitian, jurnal ilmiah dan menelaah data utama yakni data sekunder yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pegelolaan Barang Milik Daerah. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek hukum dalam penyalahgunaan terhadap kendaraan dinas di kabupaten Banyumas belum adanya tindakan tegas untuk menindak oknum pejabat atau ASN yang melakukan pelanggaran terhadap penggunaan kendaraan dinas. Hambatan dalam penertiban penyalahgunaan kendaraan dinas di kabupaten banyumas kurangnya kesadaran disiplin, etos kerja dan pemahaman dalam penggunaan kendaraan dinas serta kurangnya SDM di BKAD Bidang Aset yang mengakibatkan tidak optimal dalam pengawasan dan pengelolaan Barang Milik Daerah. Saran dari hasil penelitian ini perlu dibuatkanya Peraturan Bupati atau Peraturan Daerah tentang penggunaan kendaraan dinas yang mengatur secara khusus dan tersendiri berserta sanksi yang akan membuat jera dan Pemerintah Kabupaten Banyumas perlu memperhatikan dan mempertegas jajaran yang ada dibawahnya dalam menjalankan tugas dengan penuh kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menggunakan barang milik daerah serta meningkatkan jumlah SDM guna mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan BMD.Kata kunci: kendaraan dinas, penyalahgunaan, kabupaten Banyuma

    Workplace Spirituality terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan dan Tenaga Kesehatan

    Get PDF
    The success of an organization depends on its human resources. Human resources play a crucial role in achieving organizational goals. An organization must effectively manage its human resources. The success in achieving the organization's vision, mission, and goals can also be assessed by the positive behaviors of employees. Therefore, organizational citizenship behavior (OCB) can serve as a reference for improving and enhancing the quality of existing human resources. This research aims to determine the effects of workplace spirituality on organizational citizenship behavior (OCB) among employees and healthcare workers at JIH Hospital in Purwokerto. This study employed a quantitative approach. The population consisted of 210 employees and healthcare workers at JIH Hospital in Purwokerto. The sampling technique used simple random sampling, resulting in 136 samples of employees and healthcare workers from JIH Hospital in Purwokerto. The measurement tools used in this study were a modified scale of workplace spirituality and a scale of organizational citizenship behavior (OCB). The data analysis technique involved simple linear regression with the assistance of SPSS version 26.00. This research reveals a coefficient of determination (Rsquare) of 0.064, indicating that workplace spirituality contributes effectively by 6.4% to OCB.  Keywords: Employees and Healthcare Workers; Organizational Citizenship Behavior (OCB); Workplace Spirituality

    Hijab dan Kontestasi Citra Perempuan dalam Ruang Publik

    Get PDF
    Penelitian ini menyajikan sorotan mendalam terhadap peran hijab sebagai simbol identitas perempuan dalam perang gambar di panggung ruang publik. Melalui pertanyaan-pertanyaan tajam, penelitian ini menyelidiki bagaimana hijab mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap esensi identitas perempuan, serta mengupas lapisan kompleksitas dalam pertarungan citra perempuan di arena publik. Dalam perubahan dinamika sosial dan budaya yang cepat, penelitian ini tidak hanya relevan, tetapi juga esensial dalam pelestarian kisah-kisah yang tersembunyi di balik pakaian dan representasi perempuan. Keunggulan penelitian ini terletak pada dorongan mendalam untuk memahami dampak hijab terhadap perspektif masyarakat terhadap citra perempuan, sambil meneliti dengan cermat dinamika ketegangan citra perempuan di panggung ruang publik. Hasil penelitian diantisipasi untuk menghadirkan pandangan yang lebih tajam dan pemahaman yang lebih kaya terhadap peran hijab dalam membentuk identitas perempuan, dan bagaimana citra perempuan berkembang atau bertahan dalam sorotan publik. Dengan fokus pada analisis interaksi sosial dan dampak hijab terhadap representasi perempuan, penelitian ini menjelajahi wilayah baru dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis konten media massa. Harapannya, penelitian ini tidak hanya menjadi jendela pembuka terhadap kompleksitas hubungan antara hijab, identitas perempuan, dan pertarungan citra, tetapi juga memberikan kontribusi berharga untuk melangkah maju dalam pemikiran mengenai keberagaman dan kompleksitas identitas perempuan di masyarakat tengah-tengah kontemporer

    PERBANDINGAN ANALISIS QUANTITY TAKEOFF BERBASIS BIM DENGAN METODE KONVENSIONAL PADA PEKERJAAN STRUKTUR JEMBATAN UNDERPASS

    Get PDF
    Quantity Takeoff (QTO) merupakan tugas yang dilakukan oleh surveyor kuantitas untuk menghitung jumlah material yang dibutuhkan dalam proyek konstruksi. Menghitung volume pekerjaan ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu secara manual atau yang disebut dengan Metode Konvensional dimana surveyor menghitung kuantitas pekerjaan masih dengan berdasarkan gambar dua dimensi. Kemudian ada juga metode berbasis BIM (Building Information Modeling) dimana proses penghitungan kuantitas secara automatis dengan menggunakan aplikasi berbasis tiga dimensi. Dalam perhitungan QTO  metode konvensional sering terjadi human error yang beruba salah dalam mehitung volume pekerjaan dan tidak akurat. Dalam perhitungan QTO  metode konvensional sering terjadi human error yang beruba salah dalam mehitung volume pekerjaan dan tidak akurat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbandingan hasil perhitungan QTO Building Information Modeling (BIM) dengan perhitungan QTO metode konvensional pada pekerjaan struktur Jembatan Underpass proyek X dan mewawancarai pengguna BIM yang bertujuan mengetahui Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi deviasi output QTO berbasis BIM dengan metode konvensional. Dari hasil penelitian, bahwa item pekerjaan yang memiliki presentase deviasi yang cukup besar seperti pekerjaan pelat injak 5,95%, dimana QTO berbasis BIM memiliki nilai lebih besar dari hasil perhitungan dibandingkan dengan Metode. Faktor faktor yang mempengaruhi deviasi output QTO banyak disebabkan oleh faktor dari manusia atau human erro

    4,042

    full texts

    5,673

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇