Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Not a member yet
5673 research outputs found
Sort by
Comparison Of Variations Of Low Dosage Spinal Anesthesia On Mobilization Speed After Caesarea Sectio Eracs Method At Hermina General Hospital Purwokerto
Enhanced Recovery After Caesarian Surgery (ERACS) is the development of sectio caesarean delivery techniques that offer preoperative, intraoperative, and postoperative care to hasten patient recovery. The ERACS technique is related to using low-dose spinal anesthesia, which is using a bupivacaine dose of 3.75–12 mg. The use of low doses in sectio caesarean can help the speed of patient mobilization, which can be measured by achieving a Bromage score. The study aims to compare the effectiveness of giving low-dose spinal anesthesia type bupivacaine 6 mg compared to bupivacaine 7.5 mg on the post-sectio caesarea mobilization speed of the ERACS (Enhanced Recovery After Caesarian Surgery) method at Hermina General Hospital Purwokerto. This type of research is observational and analytical with a cross-sectional study approach. The sampling technique used was consecutive sampling, so a study sample of 58 respondents was obtained, which was divided into two groups, namely the bupivacaine dose group of 6 mg and the bupivacaine dose group of 7.5 mg. Results were analyzed using the Mann-Whitney test. The results of statistical tests showed that the bupivacaine group at a dose of 6 mg and the bupivacaine group at a dose of 7.5 mg (p = 0.534) did not have a significant difference in effectiveness against the onset of post-sectio caesarean mobilization speed of the ERACS method (P > 0.05). This study concludes that there is no difference between the comparison of the effectiveness of administering low-dose spinal anesthesia type bupivacaine 6 mg compared to bupivacaine 7.5 mg on the speed of mobilization after caesarean section using the ERACS (Enhanced Recovery After Caesarian Surgery) method at Hermina General Hospital Purwokerto. The maximum time achieved for the onset of mobilization after ERACS to achieve a bromage score is in the range of 1 – 2 hours (60 – 120 minutes) with the level of mobilization after caesarean section being a score of 1 and a score of 0.
Analisis Hukum Pembelaan Terpaksa Secara Berlebihan Pada Kasus Penembakan Laskar Front Pembela Islam Oleh Anggota Kepolisian
AbstractThis study discusses the elements of the forced defense associated with the shooting of Laskar Front Defenders of Islam by police officers that occurred at KM 50 Cikampek. The purpose of this study is to determine whether the forced defense actions carried out by members of the police are in accordance with the elements of forced defense and whether members of the police are free from criminal responsibility as seen from the Criminal Code Article 49 paragraphs (1) and (2) . Based on this research, it is concluded that the first problem formulation is the elements of forced defense according to the Criminal Code and the second is whether the application of this forced defense case is in accordance with criminal responsibility. This research method is a normative juridical method using the Statue Approach and the Conceptual Approach. keywords: Forced Defense, Shooting, Lascar FPI AbstrakPenelitian ini membahas mengenai unsur-unsur pembelaan terpaksa yang dikatikan oelh kasus penembakan Laskar Front Pembela Islam oleh anggota kepolisian yang terjadi di KM 50 Cikampek. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan bawasannya tindakan pembelaan terpaksa yang dilakukan oleh anggota kepolisian apakah sudah sesuai dengan unsur-unsur pembelaan terpaksa dan apakah anggota kepolisian bebas dari pertanggungjawaban pidana dilihat dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 49 ayat (1) dan (2). Berdasarkan pada peneltiain ini disimpulkan rumusan masalah yang pertama yaitu unsur-unsur pembelaan terpaksa menurut KUHP dan yang kedua penerapan kasus pembelaan terpaksa ini apakah sudah sesuai dengan pertanggungjawaban pidana. Metode penelitian ini merupakan metode yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan Statue Approach dan Conseptual Approach. Kata kunci: Pembelaan Terpaksa, Penembakan, Laskar FP
Penyesuaian Diri Dalam Pernikahan Perempuan Etnis Arab Yang Dijodohkan Oleh Orang Tua
Penyesuaian diri dalam pernikahan merupakan proses modifikasi, adaptasi, mengubah individu dan pola pasangan dalam berperilaku dan berinteraksi untuk mencapai kepuasan maksimal dalam hubungan pernikahan. Dalam pernikahan perjodohan etnis Arab orangtua sangat berperan besar dalam pemilihan pasangan anaknya, oleh karena itu partisipan tidak memiliki banyak waktu dalam melakukan perkenalan serta penyesuaian sebelum menikah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyesuaian diri perempuan etnis Arab yang dijodohkan oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan analisis data interpretative phenomenological analysis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur pada tiga partisipan berjenis kelamin perempuan. Sedangkan kredibilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan metode teknik purposive sampling dengan kriteria informan adalah seorang perempuan etnis Arab di Indonesia yang melakukan pernikahan perjodohan.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa partisipan memaknai penyesuaian pernikahan sebagai proses yang dapat berjalan dengan baik ketika adanya kemampuan dalam menyelesaikan konflik pernikahan dan adanya peran yang seimbang dalam rumah tangga. Partisipan terkendala dalam menyesuaikan diri dengan pernikahannya karena perekonomian dalam rumah tangga yang tidak stabil, buruknya komunikasi dan suami yang memiliki sifat yang keras, kasar, angkuh, serta kurang perhatian. Partisipan memiliki strategi dalam melakukan penyesuaian pernikahan yaitu dengan cara bersabar, mengalah, berkomunikasi dengan suami, menerima bujukan suami untuk menghindari konflik.
Efektivitas Art Therapy Menggambar untuk Menurunkan Kecemasan pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan
Adolescent who live in orphanages face many problems, especially the most dominant ones, namely the transition to residence, how to socialize and behave. Teenager who live in orphanages have different backgrounds, from poor economic conditions to parents who have died. The aim of this research is to determine the effectiveness of art therapy in reducing anxiety in adolescent living in orphanages. This research uses a quasi experimental method with a pre - post test approach with control group design. The number of samples in this study were 16 teenagers who lived in an orphanage. Analysis using dependent t test data and independent t test. Paired sample t-test DASS in the intervention group, the results obtained with a P value of 0.000. Paired sample t-test DASS in the control group, the result obtained with a P value 0.017. Independent t-test of pre anxiety based on DASS in the intervention and control groups, the results obtained with a P value of 0.091. Independent t-test of post anxiety based on DASS in the intervention and control groups, the results obtained with P value 0.000. This indicates that there was a very significant change before and after the intervention in terms of anxiety
Peningkatan Perpindahan Panas pada Pipa Radiator menggunakan SiO2/Water Nanofluida
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik perpindahan panas pada radiator dengan penggunaan nanofluida silikon dioksida (SiO2). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, skema penelitian terdiri dari sebuah tangki reservoir penampung air/nanofluida, heater sebagai pemanas air, pompa untuk mensirkulasikan air/nanofluida menuju radiator dan sebuah kipas pendingin untuk membuang panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rata-rata koefisien perpindahan panas sebesar 15% pada temperatur 60 oC. Peningkatan perpindahan panas maksimal terjadi pada konsentrasi 0.2 % sebesar 21 % pada bilangan reynolds sebesar 3200 pada temperatur 60 oC
Analisis Perbandingan Thomas Aquinas dan Al-Farabi dalam Konsep Kebahagiaan untuk Membentuk Negara Ideal
Penulisan artikel ini bermula bedasarkan kesalahpahaman manusia modern dalam mengartikan konsep kebahagiaan yang sesungguhnya. Masyarakat modern menganggap bahwa kebahagiaan bersifat materil. Penulisan artikel ini akan membahas perbandingan konsep kebahagiaan Thomas Aquinas dan konsep kebahagiaan Al-Farabi yang dapat menjadi asumsi dasar dalam membentuk negara Ideal. Untuk itu penulisan artikel ini merekontruksi pemahaman kebahagiaan yang sesungguhnya, Yaitu sebuah kebahagiaan yang menjadi tujuan akhir dalam kehidupan. Sebuah kebahagiaan yang berorientasi dengan Tuhan. Sebuah kebahagiaan yang tidak bersifat sementara melainkan sebuah kebahagiaan yang bersifat abadi. Selain itu Konsep kebahagiaan antara kedua tokoh tersebut mampu mengantarkan masyarakat dalam membentuk negara ideal. Negara menurut Thomas Aquinas dan Al-Farabi menjadi wadah manusia dalam mengorientaskan jalan menuju kebahagiaan. Untuk itu, makalah ini akan membahas konsep kebahagiaan menurut Thomas Aquinas, dan Al-Farabi yang mampu menjadi relevansi untuk membentuk sebuah negara ideal. Negara ideal yang didukung dengan tujuan Bersama yanitu menuju kebahagiaan yang hakiki. Dimana kebahagiaan yang hakiki ini didukung dengan moralitas yang sesuai dengan ajaran Tuhan. Untuk menyelesaikan artikel ini penulis mengugunakan metode deskriptif analisis guna mendeskripsikan dan menganalisa konsep kebahagiaan kedua tokoh dan mengimplementasikan untuk membentuk negara ideal.
Sistem Pendidikan Daulah Umayyah Andalusia dan Implikasinya terhadap Pendidikan Islam Masa Kini
Perkembangan pendidikan islam selalu berkaitan dengan periodesasi sejarah Islam itu sendiri, salah satunya pendidikan pada masa Daulah Umayyah Andalusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) sejarah Daulah Umayyah Andalusia, 2) sistem pendidikan Daulah Umayyah Andalusia dan 3) implikasinya terhadap pendidikan Islam masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research melalui pengumpulan data primer dan sekunder dari berbagai informasi yang berkaitan dengan sejarah Daulah Umayyah Andalusia, sistem pendidikannya. Penelitian ini menunjukkan, masuknya Islam ke Andalusia pada tahun 711 M di bawah pimpinan panglima Thariq bin Ziyad dengan gambaran Islam yang dinamis dan integral. Pendidikan Islam telah berhasil melahirkan pemikiran-pemikiran cemerlang hampir di semua disiplin ilmu. Selain itu, kemajuan budaya Andalusia terkait langsung dengan pengembangan pemerintahan yang lebih baik, peluang pendidikan, dan segala upaya dalam mengembangkan. Tanpa mengorbankan identitas Islam mereka, umat Islam masa kini harus beradaptasi dengan keadaan yang berubah dengan cepat, dengan memanfaatkan apa yang sudah diketahui untuk dikembangkan lebih baik tanpa meninggalkan identitas keislaman
Hermeneutika Feminisme dalam Tafsir Al-Qur'an: Kajian Metodologi Amina Wadud
Artikel ini mengeksplorasi pemikiran dan metodologi tafsir Amina Wadud, seorang cendekiawan Islam yang dikenal dengan pendekatan hermeneutika feminisme dalam interpretasi al-Qur'an. Melalui kajian mendalam terhadap karyanya, artikel ini membahas kontribusi Aminan Wadud terhadap pemberdayaan perspektif perempuan dalam konteks tafsir al-Qur'an. Fokus penelitian adalah pemahaman holistiknya terhadap teks suci Islam, serta bagaimana pendekatannya membuka jalan bagi inklusivitas gender dalam pemahaman keagamaan. Artikel ini juga menjelajahi potensi penerapan pendekatan hermeneutika feminisme dalam konteks keberagaman pemahaman agama dan peran perempuan dalam praktik keagamaan sehari-hari. Metode penelitian ini merupakan tipe kualitatif yang menggambarkan data melalui penyusunan kalimat. Metodologi yang diterapkan adalah metode deskriptif, dengan sumber data berasal dari kata-kata, gambar, dan informasi yang diperoleh dari buku, jurnal, serta karya ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Amina Wadud mengadopsi metode neomodernis Fazlur Rahman, menekankan bahwa pesan al-Qur'an tidak terbatas pada situasi historis saat wahyu diterima. Ia berpendapat bahwa tafsir terus-menerus diperlukan untuk menjaga relevansi al-Qur'an dengan kehidupan manusia. Dalam karyanya "Qur'an and Woman," Amina Wadud mengkritik tiga kategori penafsiran mengenai perempuan dalam Islam, yaitu tradisional, reaktif, dan holistik, dengan mengemukakan bahwa tafsir tradisional cenderung bersifat atomistik, ditulis secara eksklusif oleh kaum laki-laki, dan kurang memperhatikan pandangan perempuan.
EVALUASI PERFORMA STRUKTURAL GEDUNG FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TERHADAP GEMPA DENGAN METODE ANALISIS PUSHOVER
Indonesia salah satu wilayah yang berada di kawasan gempa aktif, terletak di area Cincin Api Asia Pasifik, serta berada di sentral beberapa lempeng bumi. Dikarenakan letak tersebut wilayah Indonesia sering terjadi gempa bumi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah struktur gedung Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman mampu menahan beban gempa dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SNI 1726-2019. Penelitian ini menggunakan metode analisis pushover dengan bantuan software ETABS V.20 dalam mengevaluasi kinerja seismik struktur gedung performance point dan nilai batas maksimum rasio drift yang disesuaikan dengan ATC-40 dan FEMA 356. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai gaya geser (base shear) arah x sebesar 9495,73 kN dan arah y sebesar 2076,4281 kN. Serta nilai displacement arah x sebesar 0,169842 m, dan arah y sebesar 0,02499 m. Level kinerja berdasarkan ATC-40 diperoleh nilai total drift maksimum pada arah x sebesar 0,00455 m, serta pada arah y sebesar 0,00438 m. sedangkan level kinerja berdasarkan FEMA 356 diperoleh nilai perpindahan pada arah x sebesar 0,270 m, serta pada arah y sebesar 0,258687 m. Oleh karena itu, level kinerja pada analisis pushover menurut ATC-40, Gedung Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman terhadap gempa berada pada level Immediate Occupancy (IO). Dan berada pada level Life Safety (LS) berdasarkan FEMA 356. Serta pasca terjadinya gempa, struktur gedung tersebut tidak mengalami daktilitas struktur
Sosialisasi Potensi Bencana Alam di Sekitar Desa Wisata Panembangan, Cilongok
ABSTRAKDesa Panembangan Kecamatan Cilongok tahun 2022 di tunjuk sebagai salah satunya di Indonesia yang merima Percontohan Program Smart Fisheries Village dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), maka menjadikan Desa Panembangan sebagai Desa wisata di Kecamatan Cilongok Banyumas dan juga suatu tarikan bagi masyarakan Banyumas maupun luar Banyumas. Disisi lain musim penghujan saat ini menjadikan kondisi tanah banyak mengandung air berlebih akibat air hujan sehingga tanah menjadi jenuh dan mudah terjadi longsor. Diperlukan pemahaman tentang penanggulangan bencana yang diharapkan masyarakat dapat ikut aktif berpartisipasi untuk mengurangi dampak bencana dengan melaksanakan mitigasi bencana seperti sosialisasi potensi bencana alam dan penaggulangan bencana. Dalam pemahaman tentang penaggulangan bencana alam perlu dilakukan suatu kegiatan sosialisasi pembekalan dan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat dilingkungan Kecamatan Cilongok maupun khususnya masyarakat sekitar wilayah wisata. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan komunikasi dua arah serta tanya jawab selama pelaksanaan kegiatan, dalam pelaksanaan diikuti oleh 19 peserta yang dihadiri juga perangkat Desa Panembangan. Mitra sangat puas dengan sosialisasi ini sehingga dapat meningkatkan pemahaman agar lebih bijak dalam menjaga alam serta memahami bagaimana mengurangi potensi terjadi bencana banjir, tanah longsor dan kebakaran. Selain itu masyarakat juga teredukasi tindakan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam dan banjir juga telah dipahami masyarakat, sehingga tercipta masyarakat yang siap dan tanggap terhadap bencana alam.ABSTRACT Panembangan Village in Cilongok Subdistrict in 2022 was appointed as one of the only villages in Indonesia to receive the Smart Fisheries Village Program Pilot from the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP), making Panembangan Village a tourist village in Cilongok Banyumas Subdistrict and also an attraction for the Banyumas community and outside Banyumas. On the other hand, the current rainy season makes the soil conditions contain a lot of excess water due to rainwater so that the soil becomes saturated and landslides easily occur. An understanding of disaster management is needed so that the community can actively participate in reducing the impact of disasters by carrying out disaster mitigation such as socializing the potential for natural disasters and disaster management. In understanding about natural disaster mitigation, it is necessary to conduct a socialization activity of provision and knowledge about disaster preparedness for the community in Cilongok Subdistrict and especially the community around the tourist area. Evaluation of the implementation of activities is carried out with two-way communication and questions and answers during the implementation of activities, in the implementation attended by 19 participants who were also attended by Panembangan Village apparatus. Partners are very satisfied with this socialization so that it can increase understanding to be wiser in protecting nature and understand how to reduce the potential for floods, landslides and fires. In addition, the community has also been educated on what actions to take when natural disasters and floods occur, so as to create a community that is ready and responsive to natural disasters