Jurnal Online Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Not a member yet
5673 research outputs found
Sort by
MENGIDENTIFIKASI FAKTOR KENDALA PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT
Pelaksanaan proyek konstruksi merupakan suatu pekerjaan yang unik, karena merupakan suatu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan di mana ada awal dan akhir untuk mencapai tujuan tertentu dengan biaya, waktu, dan kualitas yang ditentukan. Pelaksanan proyek konstruksi tetap terdapat kendala yang bagaimanapun tidak dapat dihilangkan tetapi dapat diminimalkan dan dilakukan tindakan untuk menyelesaikan kendala yang terjadi. Dalam buku panduan PMBOK terdapat 6 (enam) kendala dalam manajemen proyek konstruksi, yaitu biaya, waktu, lingkup pekerjaan, resiko, kualitas, dan sumber daya. Kendala-kendala tersebut harus dapat di manajemen dengan baik untuk memperoleh hasil pelaksanaan proyek konstruksi sesuai perencanaan. Penelitian dilaksanakan pada salah satu proyek pembangunan gedung bertingkat di Purwokerto. Data penelitian didapat dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dari kontraktor pelaksana, pengawas, mandor dan subkontraktor. Sebelum dilakukan analisis, kuesioner diuji validitasnya dengan korelasi Pearson Product-Moment dan reliabilitasnya dengan metode Alpha Cronbach. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan Analisis Faktor menggunakan software SPSS. Hasil penelitian terbentuk 3 faktor, yaitu faktor I memiliki Precent of Variance 46,812%, faktor II 13,890%, faktor III 11,691%. Faktor I memiliki Precent of Variance terbesar 46,812% menjadikan faktor domina
e-Module Menggunakan Canva Guna Meningkatkan Proses Belajar Mengajar di MI Muhammadiyah Pasirmuncang
ABSTRAKMIM Pasirmuncang merupakan sekolah yang selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan pendidikan. Upaya peningkatan kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh MIM Pasirmuncang dapat dikatakan berhasil. Hal ini ditunjukkan pada data jumlah penerimaan siswa baru di MIM Pasirmuncang. Walaupun beberapa waktu yang lalu sempat diguncang pandemi Covid-19, MIM Pasirmuncang tetap menerima siswa baru. Dan jumlah siswa yang diterima 3 (tiga) tahun terakhir masih tergolong tinggi. Ini menunjukkan bahwa MIM Pasirmuncang masih mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai penyelenggara pendidikan dengan kualitas yang baik. Dan tentunya juga didukung dengan penggunaan media yang inovatif dan kekinian pula dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Media menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, yakni sebagai bagian dari proses komunikasi yang berlangsung dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, sumber informasi adalah dosen/guru, buku teks dan sumber lainnya. Adapun penerima informasi antara lain mahasiswa, siswa maupun pihak-pihak lainnya. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Kepala MIM Pasirmuncang, pelaksanaan KBM yang telah dilaksanakan oleh para guru selama ini baru menggunakan media buku cetak (modul cetak dan Lembar Kerja Siswa), Slide PowerPoint, dan video untuk memberikan materi. Hal ini dirasa kurang maksimal, karena media pembelajaran tersebut cenderung kurang interaktif. Dengan demikian, perlu adanya inovasi dalam penggunaan media ajar yang digunakan dalam proses KBM. Dengan kata lain, perlu adanya media alternatif yang dapat digunakan dalam proses KBM. Contoh media pembelajaran yang bersifat interaktif misalnya dalam bentuk e-Module. Namun, keterbatasan guru dalam penggunaan perangkat lunak untuk membuat e-Module menjadi penyebab mengapa materi pembelajaran hanya disampaikan menggunakan media buku, slide PowerPoint, dan video. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu diadakan kegiatan pelatihan pembuatan e-Module berbasis Canva. Kegiatan pelatihan tersebut telah berhasil dilaksanakan dengan peserta adalah seluruh guru di MIM Pasirmuncang. Dengan menggunakan media pembelajaran dalam bentuk e-Module, diharapkan interaksi dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan meningkat, dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.ABSTRACTMIM Pasirmuncang is a school that always strives to improve the quality of service in providing education. Efforts to improve the quality of service in providing education carried out by MIM Pasirmuncang can be said to be successful. This is shown in the data on the number of new student admissions at MIM Pasirmuncang. Even though it was shaken by the COVID-19 pandemic some time ago, MIM Pasirmuncang still accepts new students. And the number of students accepted in the last 3 (three) years is still relatively high. This shows that MIM Pasirmuncang still has the trust of the community as a provider of good quality education. And of course, it is also supported by the use of innovative and contemporary media in the Teaching and Learning Activities (KBM) process. Media is an important part of the learning process, namely as part of the communication process that takes place in learning. In the learning process, sources of information are lecturers/teachers, textbooks, and other sources. The recipients of the information include students, pupils, and other parties. Based on information obtained from the Head of MIM Pasirmuncang, the teaching and learning activities that have been carried out by teachers so far have only used printed books (printed modules and Student Worksheets), PowerPoint Slides, and videos to provide material. This is felt to be less than optimal because the learning media tends to be less interactive. Thus, there needs to be innovation in the use of teaching media in the teaching and learning process. In other words, there needs to be alternative media that can be used in the teaching and learning process. Examples of interactive learning media are in the form of e-Modules. However, teachers' limitations in using software to create e-Modules are the reason why learning material is only delivered using books, PowerPoint slides, and videos. Based on these problems, it is necessary to hold training activities for creating Canva-based e-Modules. This training activity was successfully carried out with the participants being all teachers at MIM Pasirmuncang. By using learning media in the form of e-Modules, it is hoped that student interaction and activeness in the learning process will increase, and learning objectives can be achieved optimally
Pendampingan Digital Marketing Produk Perikanan untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
ABSTRAKUMKM di Indonesia sebagai tulang punggung perekonomian perlu ditingkatkan kualitas produknya untuk tetap eksis di pasar. Desa Panembangan yang sedang dikembangkan sebagai “smart fisheries village” mempunyai banyak potensi salah satunya pengembangan hasil olahan ikan yang dihasilkan warga masyarakat. Terdapat permasalahan mitra pada kelompok pengolahan dan pemasaran (Poklahsar) produk perikanan di desa Panembangan yaitu 1) Pemasaran masih menggunakan metode konvensional dengan cara menitipkan produk ke pedagang dan warung sekitar lokasi sehingga kurang maksimal dalam pemasaran produk, 2) Kurangnya pemahaman pengelola mengenai pentingnya promosi menggunakan digital marketing. Solusi mengatasi permasalahan mitra tersebut yaitu 1) memberikan pengetahuan dan pemahaman pentingnya digital marketing melalui pelatihan, 2) Memberikan peningkatan pengetahuan kelompok pengolah dan pemasaran produk perikanan melalui demonstrasi dan pendampingan. Target capaian IbM UMKM adalah 1) Peningkatan pengetahuan dan pemahaman digital marketing produk perikanan pada kelompok pengolah dan pemasaran, 2) Peningkatan kemampuan peserta pada strategi pemasaran produk berbasis teknologi IT, 3) Memberikan alternative strategi pemasaran sesuai dengan perkembangan dan tuntutan era digital. Hasil pendampingan dan pelatihan diperoleh peningkatan pemahaman digital marketing produk melalui media sosial youtube dan google map. Khususnya kemasan perlu perbaikan pada desain dan pengolahan khususnya produk abon untuk keawetan produk yang dihasilkan.ABSTRACTMSMEs in Indonesia, as the backbone of the economy need to improve the quality of their products to remain in the market. Panembangan Village, developed as a "smart fisheries village", has potential that is the development of processed fish products produced by community members. There are partner problems in the processing and marketing group (Poklahsar) of fishery products in Panembangan village, namely 1) Marketing still uses conventional methods by leaving products to traders and stalls around the location so that it is not optimal in marketing products, 2) Lack of understanding of the manager about the importance of promotion using digital marketing. Solutions to overcome these partner problems are 1) providing knowledge and understanding of the importance of digital marketing through training, and 2) Providing increased knowledge of fishery product processing and marketing groups through demonstrations and mentoring. The achievement targets of IbM are 1) increased knowledge and understanding of digital marketing of fishery products in processing and marketing groups, 2) increasing the ability of participants in IT based product marketing strategies, 3) Providing alternative marketing strategies by the development and demands of the digital era. The results of mentoring and training obtained an increased understanding of the digital marketing of products through social media YouTube and google Maps. Packaging needs improvement in design and processing, especially shredded products for the durability of the products produced.
ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN DAN KONTRIBUSI RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA TEGAL
The aim of this research was to assess the rate of growth and contribution level of local property usage fees to local revenue in Tegal City. The data collection methods employed in this study consist of observation, interview, literature study and documentation. The research in this study utilizes descriptive quantitative analysis to examine the acceptance of retribution on the use of regional assets for Local Revenue in Tegal City, the analysis includes the use of growth rate ratio and contribution ratio analysis to assess the target data. Based on the results showed that the growth rate of the levy on the use of local assets in 2020 with a percentage of -16.27% in the category of unsuccessful, in 2021 with a percentage of 5.36% in the category of unsuccessful and in 2022 with a percentage of 77.49% in the successful category. Meanwhile, the contribution of retribution for the use of regional assets to Regional Original Revenue for the period 2019 - 2022 is in the category of very less. In 2019 with a percentage of 0.46%, in 2020 with a percentage of 0.31%, in 2021 with a percentage of 0.29%, and in 2022 with a percentage of 0,46%
Perlindungan Konsumen Terhadap Hak Keamanan Pangan di Lingkungan Sekolah Kabupaten Banyumas
AbstractThere is some news that discusses consumer rights issues, including the right regarding food safety. Food safety is one of the rights that can be obtained by consumers, so it must be implemented by a business performer so that the food they sell is safe for consumption and does not cause health problems for those who consume it. It has been regulated in Article 4 letter (a) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection which is supported by Article 111 paragraph (1) of Law Number 36 of 2009 conerning Health, Article 71 paragraph (1) of Law Number 18 of 2012 concerning Food, Article 1 paragraph (2) Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 1096/Menkes/Per/VI/2011 concerning Jasaboga Sanitation Hygiene, and Article 1 paragraph (16) Government Regulation Number 86 of 2019 concerning Food Safety. This research aimed to identify and analyze the application of consumer rights regarding food safety in the Banyumas Regency school environment based on Article 4 letter (a) of the Consumer Protection Act and legal remidies that consumers can take if there is a violation of rights by business actors involving consumer health in the District of Banyumas. The research method used is normative juridical using secondary data sources. The results of this paper regarding the implementation of food safety right in the school environment in Banyumas Regency have not been fully implemented because it is still rare for food sellers who base themselves around schools to apply hygiene and health standards in the process of making the food they sell. Protection measures that consumers can take in the event of rights violations by business actors involving consumer health in the District Banyumas, namely by submitting complaints to some like the local public health center. Regarding dispute resolution, consumers can sue if there is a violation of rights by business actors that concerns consumer health, namely dispute resulation throught non-litigation channels and dispute resolution throught litigation channels.Keywords: consumer protection, food safety, school environment AbstrakPada saat ini, sering terdengar adanya berita yang membahas tentang permasalahan hak konsumen, termasuk hak keamanan pangan. Keamanan pangan adalah salah satu hak yang dapat diperoleh konsumen, sehingga harus dilaksanakan oleh pelaku usaha agar pangan yang dijualnya aman untuk dikonsumsi serta tidak menimbulkan masalah kesehatan bagi yang mengonsumsinya. Keamanan ini telah diatur dalam Pasal 4 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang didukung dengan Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Pasal 1 ayat (2) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga, serta Pasal 1 ayat (16) Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalis penerapan hak konsumen atas keamanan pangan di lingkungan sekolah Kabupaten Banyumas berdasarkan Pasal 4 huruf (a) Undang-Undang Perlindungan Konsumen serta upaya hukum yang dapat konsumen lakukan apabila terjadi pelanggaran hak oleh pelaku usaha yang menyangkut kesehatan konsumen di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan menggunakan sumber data sekunder. Hasil dari penulisan ini mengenai penerapan hak keamanan pangan di lingkungan sekolah Kabupaten Banyumas dalam kenyataannya masih belum dapat terlaksana sepenuhnya karena masih jarang penjual pangan yang memangkal di sekitar sekolah menerapkan standar kebersihan dan kesehatan dalam proses pembuatan pangan yang dijualnya. Upaya perlindungan yang dapat konsumen lakukan apabila terjadi pelanggaran hak oleh pelaku usaha yang menyangkut kesehatan konsumen di Kabupaten Banyumas yaitu dengan melakukan pengaduan ke beberapa pihak seperti puskesmas setempat, selain itu jalur non litigasi dan jalur litigasi dapat ditempuh apabila terjadi sengketa mengenai hal tersebut. Kata kunci: perlindungan konsumen, keamanan pangan, lingkungan sekola
ANALISIS PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM MENGGUNAKAN PROGRAM ProSHAKE BERDASARKAN DATA CPT DI PURWOKERTO
Pengukuran percepatan maksimum tanah (Peak Ground Acceleration, PGA) dapat dilakukan dengan Accelerograph, dengan pendekatan empiris atau dengan perangkat lunak. Dalam penelitian ini untuk menghitung percepatan tanah maksimum permukaan di Purwokerto menggunakan perangkat lunak ProShake dengan data tanah hasil uji CPT. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran besarnya percepatan tanah maksimum di Purwokerto serta dapat membantu dalam perencanaan struktur bangunan sarana dan prasarana. Analisis dilakukan dengan menginput data parameter dinamik tanah : modulus geser maksimum (Gmax), kecepatan rambat gelombang geser (Vs), dan damping (ξ). Data gempa menggunakan akselerogram gempa El Centro N-S yang telah direkam pada tanggal 15 Mei 1940. Hasil analisis didapat percepatan tanah maksimum mencapai 0,344 g atau sama dengan 344 cm/det2, jauh lebih besar dari percepatan puncak tanah di lokasi penelitian menurut pembagian wilayah gempa Indonesia, yaitu sebesar 0,15 g atau 150 cm/det
EFEKTIFITAS KOLAM RETENSI SEBAGAI PENGENDALI BANJIR DI PURWOKERTO BARAT
Banjir merupakan bencana alam yang terjadi ketika suatu sistem saluran air ataupun daratan yang sudah tidak cukup untuk menampung air. Banjir sering terjadi di wilayah pedesaan maupun perkotaan. Beberapa wilayah di Indonesia memiliki masalah curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan banjir salah satu solusi adalah dengan Pembangunan kolam retensi. Konsep dari kolam retensi sendiri adalah menampung volume air ketika debit maksimum di sungai datang, kemudian secara perlahan di resapkan kedalam tanah sampai debit disungai sudah kembali normal. Diperlukan kajian efektivitas untuk mengetahui kemampuan kolam retensi yang dibangun pada di sekitar jalan Bung Karno Purwokerto untuk mengendalikan banjir.Penelitian ini bertujuan menghitung volume banjir dan efektivitas kolam retensi. Kemudian dalam menentukan jumlah volume banjir, dilakukan analisis hidrologi berdasarkan hujan yang terjadi didaerah kolam retensi. Analisis yang dilakukan menggunakan Metode Modifikasi Rasional pada periode ulang 100 tahun, 50 tahun, 25 tahun, 10 tahun, 5 tahun dan 2 tahun. Hasil perhitungan debit banjir sebesar 0,2981 m3/detik, 0,2675 m3/detik, 0,2372 m3/detik, 0,1968 m3/detik, 0,1651 m3/detik, 0,1181 m3/detik. Nilai efektivitas yang didapat pada kolam retensi di purwokerto barat pada kala ulang 100 tahun sebesar 14,67%, 50 tahun sebesar 16,35%, 25 tahun sebesar 18,44%, 10 tahun sebesar 22,23%, 5 tahun sebesar 26,49%, 2 tahun sebesar 37,03
Physical Interaction between Curcumin and Paracetamol in the Binary Mixture and Its Impact on the Solubility of Curcumin
Curcumin, found in turmeric (Curcuma longa L.), is a pharmacologically active component with hepatoprotective properties. In addition to alleviating pain, the synergistic effects of paracetamol protect the liver from harm. Oral solid dose formulations of curcumin have low bioavailability due to its low solubility. This study aims to characterize the physical interactions that occur in the binary mixture of curcumin and paracetamol and to determine its impact on the solubility of curcumin. The curcumin-paracetamol binary mixture with a 1:1 stoichiometric ratio was prepared by a wet grinding method with the addition of a small amount of ethanol. The characterization of the physical interactions in the wet milling result was carried out using a powder X-ray diffractometer (PXRD) and a differential scanning calorimeter (DSC). Evaluation of physicochemical properties was carried out by testing its solubility in water and its dissolution rate in 40% v/v ethanol. The PXRD pattern of the curcumin-paracetamol milling result did not show any new peaks that were different from the typical peaks of the two components (curcumin form I and paracetamol form 1). The thermogram DSC of the binary mixture curcumin-paracetamol (1:1) only showed one wide endothermic transition at 151.2°C which is below the melting point of curcumin and paracetamol which is thought to be the melting point of the eutectic mixture of curcumin-paracetamol (1:1). The solubility of curcumin from the curcumin-paracetamol (1:1) milled binary mixture was 8.3-folds higher than that of pure curcumin. The dissolution rate of curcumin from the wet milling of the curcumin-paracetamol binary mixture (1:1) was also faster than that of pure curcumin. The research results can be concluded that wet milling of the binary mixture of curcumin-paracetamol (1:1) with a little ethanol shows a physical interaction with the formation of a simple eutectic mixture between the two substances which has an impact on increasing the solubility and dissolution rate of curcumin
Using Antibiotic Game In Improving Antibiotics Knowledge: A Pilot Study In Banyumas District Women
Background: The lack of antibiotic knowledge is identified as one of major problems in combating antimicrobial resistance (AMR) in Indonesia. More interactive ways added to educational tools may be more effective. Objective: This study aims to determine the impact of Focus Group Discussion (FGD) and Antibiotic Game (AG) as educational interventions in improving antibiotics knowledge among women in Banyumas District, Central Java Province, Indonesia. Methods: A quasi-experimental study with pre-/post-test design method was conducted between June–July 2023. Results: There was statistically significant difference between FGD and AG groups in improving knowledge of antibiotics in Indonesian women (p value = 0.034). Conclusion: The findings of our study will be useful for Indonesian policymakers to develop future educational interventions in improving knowledge and promoting rational antibiotic use, especially in Indonesian housewives
Characterization of Ethanolic Extract of Saluang belum (Luvunga sarmentosa Kurz) Root
Saluang belum (Luvunga sarmentosa Kurz) is a member of the endemic plants of Central Kalimantan, which the local community has traditionally used as a traditional medicine to cure several kinds of diseases. Characterization of the ethanolic extract of Saluang belum root is needed to facilitate the consistency of safety and quality. Therefore, this research needs to be carried out to complete the data on the characterization of the ethanolic extract of Saluang belum root. The material used is Saluang belum root collected from Palangkaraya, Central Kalimantan, Indonesia. There is no standard for Saluang belum extract. The results showed that name of the extract was Sarmentosa radix extractum; Indonesian name was Saluang belum; Latin name was Luvunga sarmentosa Kurz; part that used was root; reddish dark brown colour; typical smell; bitter flavour; contains carbohydrate, allylic alcohol and terpenoid compounds; density 0,82 g/ml; water content 4,865%; total ash content 1,74%; acid insoluble ash content 0,31%, negative residual solvent; Pb contamination 3,206 mg/kg; Cd contamination <0,001 mg/kg; total plate count 1,0 x 102 colonies/g; mold contamination 1,0 x 102 colonies/g; yeast contamination < 1,0 x 100 colonies/g