Jurnal STMIK Asia Malang (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer)
Not a member yet
    333 research outputs found

    Analisis Sentimen Tiktok Shop Menggunakan Metode Multinomial Naïve Bayes Dan BM25

    Full text link
    In the current digital era, TikTok has emerged as a popular application among internet users. One prominent feature is the TikTok Shop, which allows users to shop directly through the platform. However, on October 4, 2023, TikTok Shop was temporarily suspended by the government due to online trade regulation policies. After reopening on December 12, 2023, various responses from the public emerged in reaction to this phenomenon. This research conducted sentiment analysis on TikTok Shop by observing public responses on Twitter using the Multinomial Naïve Bayes classification method with word weighting using the BM25 and TF-IDF methods. The analysis results showed a majority of positive sentiment regarding TikTok Shop, indicating disapproval of the previous closure policy. In testing with a 10% test sample size, BM25 showed slightly better performance than TF-IDF.Dalam era digital saat ini, TikTok merupakan aplikasi populer di kalangan pengguna internet. Salah satu fitur yang menonjol adalah TikTok Shop yang memungkinkan pengguna untuk berbelanja langsung melalui platform tersebut. Namun, pada 4 Oktober 2023 TikTok Shop dihentikan sementara oleh pemerintah karena kebijakan regulasi perdagangan online. Setelah dibuka kembali pada 12 Desember 2023, beragam tanggapan masyarakat muncul sebagai respons terhadap fenomena ini. Penelitian ini melakukan analisis sentimen terhadap TikTok Shop dengan mengamati tanggapan masyarakat di Twitter menggunakan metode klasifikasi Multinomial Naïve Bayes dengan pembobotan kata menggunakan metode BM25 dan TF-IDF. Hasil analisis menunjukkan mayoritas sentimen positif terkait TikTok Shop yang menunjukkan ketidaksetujuan terhadap kebijakan penutupan sebelumnya. Pada pengujian dengan ukuran sampel uji sebesar 10% BM25 menunjukkan kinerja sedikit lebih baik daripada TF-IDF

    Ekstraksi Ulasan Pelanggan Restoran dalam Menggali Aspek Layanan pada Google Review dan Tripadvisor sebagai Faktor Peningkatan Kualitas

    Full text link
    Customer reviews are views and comments given by customers after they experience a product or service. Customer reviews can be a valuable source of information for owners, but there are certain problems related to reviews piling up and not having time to read the meaning of the contents of the reviews, as well as paying attention to what aspects are highlighted by customers. The research was conducted using deep learning, data collection using web scrapping techniques with the Python-based Selenium tool, data obtained for 2065 reviews consisting of 1955 Google review data and 110 TripAdvisor data. The aspects discussed are service quality, food quality, environment and price using the Artificial Neural Network (ANN) algorithm with word weighting using TF-IDF. Implementation of dataset imbalance, random undersampling technique applied. Hyperparameter tuning was done via the GridsearchCV function from the scikit-learn library. The model testing results were evaluated using a confusion matrix, producing an accuracy value of 89%. Next, a negative review ranking process was carried out to identify the negative reviews most frequently given by customers and the aspects that accompany them.Ulasan pelanggan merupakan pandangan dan komentar yang diberikan oleh para pelanggan setelah mereka mengalami produk atau layanan. Ulasan pelanggan dapat menjadi sumber informasi berharga bagi pemilik, tetapi ada permasalahan tersendiri terkait ulasan yang menumpuk dan tidak sempatnya dalam membaca maksud isi ulasan, serta mencermati aspek apa yang mendapat sorotan pelanggan. Penelitian dilakukan menggunakan deep learning, pengumpulan data menggunakan teknik web scrapping dengan selenium tool berbasis python, diperoleh data sebanyak 2065 ulasan terdiri dari 1955 data google review dan 110 data tripadvisor. Aspek yang dibahas aspek kualitas pelayanan, kualitas makanan, lingkungan, dan harga dengan menggunakan algoritma Artificial Neural Network (ANN) dengan pembobotan kata menggunakan TF-IDF. Implementasi ketidakseimbangan dataset, diterapkan teknik random undersampling. Penyetelan hyperparameter dilakukan melalui fungsi GridsearchCV dari pustaka scikit-learn. Hasil pengujian model dievaluasi menggunakan confusion matrix, menghasilkan nilai akurasi 89%. Selanjutnya, dilakukan proses perankingan ulasan negatif untuk mengidentifikasi ulasan negatif yang paling sering diberikan pelanggan dan aspek yang menyertainya

    Grafis Lingkungan: Inovasi Desain Tempat Pembuangan Sampah Sebagai Identitas Visual Taman Kunang-Kunang

    No full text
    Surabaya as the 2nd largest city in Indonesia besides having great job mobility, there are tourism destinations that are no less abundant and developed. It is an attraction for tourists to visit. One of the tourist destinations in Surabaya is Taman Kunang-Kunang, located on Jalan Penjaringan Timur, Kec. Rungkut, Surabaya. Taman Kunang-Kunang has aesthetics and complete facilities. However, one of the facilities has an ordinary impression and does not represent the beauty of Taman Kunang-Kunang, namely the garbage dump. Therefore, it is necessary to strengthen the form and visual graphics of an attractive landfill environment that can reflect and improve the visual identity of Taman-Kunang-Kunang. This strengthening uses qualitative descriptive data analysis techniques with observation and literature study methods. It was found from the data analysis that the uniqueness of Taman-Kunang-Kunang, namely the firefly installation, became a reference for strengthening the shape and visual graphics of the landfill environment to improve the visual identity of the park. Maintaining the graphics of the garbage dump environment derived from the deformation of the shape of fireflies can increase the visual identity of the Fireflies Park which attracts visitors' interest and desire to dispose of garbage in its place.ABSTRAK Surabaya sebagai kota terbesar ke-2 di Indonesia selain mempunyai mobilitas pekerjaan yang melimpah, terdapat destinasi pariwisata yang tidak kalah melimpah dan berkembang. Hal itu menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Salah satu destinasi wisata di Surabaya ialah Taman Kunang-Kunang yang terletak di Jalan Penjaringan Timur, Kec. Rungkut, Surabaya. Taman Kunang-Kunang memiliki estetika dan fasilitas yang lengkap. Namun salah satu fasilitas mempunyai kesan biasa saja dan belum mewakili keindahan dari Taman Kunang-Kunang, yaitu tempat pembungan sampah. Maka dari itu perlu adanya penguatan bentuk dan visual grafis lingkungan tempat pembuangan sampah yang menarik dan dapat mencerminkan serta meningkatkan identitas visual Taman-Kunang-Kunang. Penguatan ini menggunakan teknik analisa data deskriptif kualitatif dengan metode observasi dan studi literatur. Didapatkan dari data hasil analisa bahwa keunikan dari Taman-Kunang-Kunang yaitu instalasi kunang-kunang yang menjadi acuan penguatan bentuk dan visual grafis lingkungan tempat pembuangan sampah untuk meningkatkan identitas visual dari taman tersebut. Dengan penguatan grafis lingkungan tempat pembungan sampah yang berasal dari deformasi bentuk kunang-kunang dapat meningkatkan identitas visual Taman Kunang-Kunang yang menarik minat pengunjung serta hasrat dalam membuang sampah pada tempatnya. Kata Kunci: identitas visual, grafis lingkungan, taman kunang-kunang, penguata

    Perancangan Feed Instagram Wisata Sawah Sumber Gempong Mojokerto sebagai Media Promosi

    No full text
    Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan dampak pemanfaatan Instagram sebagai media promosi digital bagi bisnis Wisata Sawah Sumber Gempong. Bentuk desainan berupa desain feed instagram Wisata Sawah Sumber Gempong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif meliputi pengamatan penulis melalui observasi online melalui media sosial Instagram Wisata Sawah Sumber Gempong. Sedangkan metode deskriptif kuantitatif meliputi penyebaran kuesioner pada rentan usia 18-40 tahun yang ditujukan kepada responden yang suka bepergian. Peranan desain feed instagram ini memiliki pendekatan konsep melalui fotografi dan tipografi. Fotografi yang dibuat berkonsep keluarga. Jadi yang menjadi talent foto adalah keluarga yang diatur dengan pose bahagia, tersenyum, dan tertawa saat menikmati wisata. Alasan penulis mengambil bakat keluarga karena mayoritas yang berkunjung ke wisata sawah sumber gempong adalah keluarga.   Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan dampak penggunaan Instagram sebagai media promosi digital pada usaha Wisata Sawah Sumber Gempong. Bentuk perancangan berupa desain feed Instagram Wisata Sawah Sumber Gempong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif meliputi observasi penulis melalui observasi online melalui media sosial Instagram Wisata Sawah Sumber Gempong. Sedangkan metode deskriptif kuantitatif meliputi penyebaran kuesioner pada rentang usia 18-40 tahun yang ditujukan kepada responden yang gemar berwisata. Perancangan desain feed Instagram ini memiliki pendekatan konsep melalui fotografi dan tipografi. Fotografi yang dibuat dengan konsep kekeluargaan. Jadi talent fotonya adalah sebuah keluarga yang dirangkai dalam pose bahagia, tersenyum, dan tertawa sambil menikmati wisata. Alasan penulis mengambil talent keluarga karena mayoritas yang mengunjungi wisata sawah Sumber Gempong adalah keluarga.  &nbsp

    Rebranding Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede Sebagai Kampung Wisata Edukasi

    No full text
    Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede adalah objek wisata edukasi yang mengusung tema cinta lingkungan. Pembaruan identitas pada Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede bertujuan untuk membantu membentuk citra yang kuat dan meningkatkan kesadaran merek setelah berdirinya kampung selama 5 tahun terakhir. Dari riset studi eksisting ditemukan bahwa kampung beroperasi dengan sebuah logo dan media promosi melalui Instagram, dan dari mulut ke mulut. Kampung masih belum memiliki media promosi cetak dan elemen-elemen identitas visual yang konsisten, memicu adanya mispersepsi citra Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede. Dalam perancangan ini menggunakan prosedur perancangan desain yang sistematis meliputi identifikasi masalah, riset perancangan, konsep desain, dan evaluasi desain. Hasil dari riset data dianalisa melalui tabel S.W.O.T.. Hasil dari perancangan ini adalah identitas visual yang konsisten dan implementasinya pada media promosi yang mendukung, seperti katalog, brosur, dan merchandise.Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede adalah objek wisata edukasi yang mengusung tema cinta lingkungan. Pembaruan identitas pada Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede bertujuan untuk membantu membentuk citra yang kuat dan meningkatkan kesadaran merek setelah berdirinya kampung selama 5 tahun terakhir. Dari riset studi eksisting ditemukan bahwa kampung beroperasi dengan sebuah logo dan media promosi melalui Instagram, dan dari mulut ke mulut. Kampung masih belum memiliki media promosi cetak dan elemen-elemen identitas visual yang konsisten, memicu adanya mispersepsi citra Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede. Dalam perancangan ini menggunakan prosedur perancangan desain yang sistematis meliputi identifikasi masalah, riset perancangan, konsep desain, dan evaluasi desain. Hasil dari riset data dianalisa melalui tabel S.W.O.T.. Hasil dari perancangan ini adalah identitas visual yang konsisten dan implementasinya pada media promosi yang mendukung, seperti katalog, brosur, dan merchandise

    Desain Sign System "Wisata Petik Apel Kebun 8" Sebagai Media Informasi

    No full text
    Wisata petik apel kebun 8 sudah cukup lama dioperasikan sebagai salah satu destinasi wisata petik apel di kota batu, yang memiliki peraturan dan informasi terkait area, fasilitas, serta manfaatnya. Adanya informasi yang tidak dimengerti oleh wisatawan menyebabkan kurangnya interaksi antara wisata dengan wisatawan yang berkunjung di wisata petik apel kebun 8. Oleh karena itu wisata petik apel kebun8 memerlukan media informasi untuk dapat berinteraksi dengan para wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi yaitu dengan mendatangi langsung ke lokasi wisata petik apel kebun 8 lalu melakukan wawancara terhadap pemilik serta didukung oleh studi Pustaka yang bersumber dari buku. Proses perancangan sign system di mulai dari pembuatan konsep, pembuatan thumbnail, pembuatan roughlayout dan kemudian dilanjutkan ketahap visualisasi, final desain dan kemudian proses produksi. Tahap selanjutnya yaitu pengujian efektifitas produk melalui kuisioner yang di sebar secara ofline dengan menempatkan sign system pada lokasi wisata, hasiljawaban yang di dapatkan adalah 30 orang yang sesuai dengan target audience, hasil responden yang didapatkan positif yaitu 95.56% dan dapat disimpulakan bahwa sign system ini efektif.Wisata petik apel kebun 8 sudah cukup lama dioperasikan sebagai salah satu destinasi wisata petik apel di kota batu, yang memiliki peraturan dan informasi terkait area, fasilitas, serta manfaatnya. Adanya informasi yang tidak dimengerti oleh wisatawan menyebabkan kurangnya interaksi antara wisata dengan wisatawan yang berkunjung di wisata petik apel kebun 8. Oleh karena itu wisata petik apel kebun8 memerlukan media informasi untuk dapat berinteraksi dengan para wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi yaitu dengan mendatangi langsung ke lokasi wisata petik apel kebun 8 lalu melakukan wawancara terhadap pemilik serta didukung oleh studi Pustaka yang bersumber dari buku. Proses perancangan sign system di mulai dari pembuatan konsep, pembuatan thumbnail, pembuatan roughlayout dan kemudian dilanjutkan ketahap visualisasi, final desain dan kemudian proses produksi. Tahap selanjutnya yaitu pengujian efektifitas produk melalui kuisioner yang di sebar secara ofline dengan menempatkan sign system pada lokasi wisata, hasiljawaban yang di dapatkan adalah 30 orang yang sesuai dengan target audience, hasil responden yang didapatkan positif yaitu 95.56% dan dapat disimpulakan bahwa sign system ini efektif

    Evaluasi Tata Kelola Sistem Informasi Akademik Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 2019 (Studi Kasus: Universitas Primakara)

    Full text link
    Tata kelola di sebuah instansi pendidikan perguruan tinggi begitu penting dilaksanakan karena sebagai panduan praktik yang mewadahi proses komunikasi antar divisi, pemanfaatan aset maupun sumber daya, pengendalian internal, menjamin mutu proses kerja, penilaian kerja, optimasi risiko, pemantauan, dan evaluasi. Penelitian ini terkait tata kelola bertujuan menghitung tingkat kematangan tata kelola manajemen internal divisi terkait dengan melibatkan objek penggunaan sistem informasi SEVIMA siAkad Cloud pada Universitas Primakara dengan melakukan analisis permasalahan dan melakukan evaluasi tata kelola. Penelitian ini menerapkan standar Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) 2019 sebagai kerangka kerja dalam melaksanakan tata kelola mencakup pengelolaan teknologi dan pemrosesan yang terjadi, SWOT, dan EFAS IFAS. Penelitian ini menghasilkan nilai tingkat kematangan, hasil analisis SWOT, EFAS IFAS, dan rekomendasi untuk pengoptimalan sistem informasi di Universitas Primakara untuk kedepannya. Kata Kunci: Sistem dan Teknologi Informasi; Universitas Primakara; Tata Kelola; COBIT 2019; SWOT; EFAS IFA

    Perancangan Buku Cerita Bergambar Tentang Pernikahan Adat Ponorogo Sebagai Referensi Budaya

    No full text
    Pernikahan atau perkawinan dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang pernikahan (Indonesia, 2018) adalah ikatan lahir bathin seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri membentuk sebuah keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pernikahan biasanya dirayakan dengan menggelar upacara resepsi pernikahan dengan mengikuti tata cara  upacara adat yang ada sesuai dengan daerah pengantin. Masyarakat harus menjunjung tinggi nilai – nilai dan makna setiap prosesi pernikahan yang dituangkan dalam bentuk benda, perbuatan, hingga ke sajian, seperti dalam upacara pernikahan adat Ponorogo. Namun masyarakat datang ke acara resepsi pernikahan  karena undangan tanpa memerhatikan dan mengetahui sakralnya makna setiap prosesi pernikahan. Masyarakat kurang mengetahui informasi karena minimnya sumber literatur tentang pernikahan adat Ponorogo. Metode perancangan milik Bruce Archer meliputi programming, Data Collection, Analysis, Syntesis, Development, dan Communication digunakan untuk merancang buku cerita bergambar memuat informasi tentang pernikahan adat Jawa Kabupaten Ponorogo. Buku ini dapat menjadi salah satu referensi budaya untuk masyarakat Kabupaten Ponorogo.Pernikahan atau perkawinan dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang pernikahan (Indonesia, 2018) adalah ikatan lahir bathin seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri membentuk sebuah keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Pernikahan biasanya dirayakan dengan menggelar upacara resepsi pernikahan dengan mengikuti tata cara  upacara adat yang ada sesuai dengan daerah pengantin. Masyarakat harus menjunjung tinggi nilai – nilai dan makna setiap prosesi pernikahan yang dituangkan dalam bentuk benda, perbuatan, hingga ke sajian, seperti dalam upacara pernikahan adat Ponorogo. Namun masyarakat datang ke acara resepsi pernikahan  karena undangan tanpa memerhatikan dan mengetahui sakralnya makna setiap prosesi pernikahan. Masyarakat kurang mengetahui informasi karena minimnya sumber literatur tentang pernikahan adat Ponorogo. Metode perancangan milik Bruce Archer meliputi programming, Data Collection, Analysis, Syntesis, Development, dan Communication digunakan untuk merancang buku cerita bergambar memuat informasi tentang pernikahan adat Jawa Kabupaten Ponorogo. Buku ini dapat menjadi salah satu referensi budaya untuk masyarakat Kabupaten Ponorogo

    Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Calon Guru Honorer Di SMP Negeri 3 Kota Tambolaka Dengan Metode TOPSIS

    Full text link
    To update the quality of schools, the importance of selecting honorary teacher candidates can be done by the school principal. Organizing the selection process for prospective honorary teachers is the main step for educational institutions to find more competent prospective honorary teachers. The teacher is a key element in the educational structure. However, due to the lack of an approach or system in the assessment process, the recruitment of prospective honorary teachers has not been successful. Therefore, it is considered important to build a decision support system that uses the TOPSIS method. This method makes it possible to choose the best option from the existing ones. By using this technique, the results will show prospective teachers who are more suitable to work in schools according to the standards set by educational institutions. Of the seven candidates who submitted their applications, 3 prospective honorary teachers were selected who met the requirements and matched the needs of educational institutions.Untuk memperbarui mutu sekolah, pentingnya mengadakan penjaringan calon guru honorer dapat dikerjakan oleh kepala sekolah. Penyelenggaraan proses pemilihan calon guru honorer langkah utama bagi institusi pendidikan untuk menemukan calon guru honorer yang lebih kompeten. Guru menjadi elemen kunci dalam struktur pendidikan. Meskipun demikian, karena kurangnya pendekatan atau sistem dalam proses penilaian, rekrutmen calon guru honorer belum berhasil. Oleh karena itu, dianggap penting untuk membangun sistem pendukung keputusan yang menggunakan metode TOPSIS. Metode ini memungkinkan untuk memilih opsi terbaik dari yang ada. Dengan menggunakan teknik ini, hasilnya akan menunjukkan calon guru yang lebih cocok untuk bekerja di sekolah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh institusi pendidikan. Dari tujuh kandidat yang mengajukan surat lamaran, terpilihlah 3 calon guru honoer yang memenuhi persyaratan dan cocok dengan kebutuhan institusi pendidikan

    Analisis Klasterisasi Penyakit Malaria Menggunakan Metode K-Means di Indonesia

    Full text link
    Malaria is a dangerous and potentially deadly disease in Indonesia. The spread and transmission of malaria occurs very rapidly. The aim of this study was to identify clusters within the state based on the intensity of malaria cases. In this study, K-means was applied to the clustering process using the values ​​of K=2, K=3, and K=5. This means that the Davis-Boldan index value for K=2 is 0.033, the Davis-Boldan index value for K=3 is 0.034, and the Davis-Boldan index value for K=5 is 0.262. The research results show that using K-Means with K=2 yields the best cluster with the lowest Davies-Bouldin index value (0.033). This will help the government plan more effective preventive measures in different provinces of Indonesia in the coming years. Therefore, this study makes an important contribution to malaria control efforts to reduce malaria incidence and public health impact in Indonesia.Malaria merupakan  penyakit berbahaya dan berpotensi fatal di Indonesia. Penyebaran dan penularan penyakit malaria terjadi dengan sangat cepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cluster di negara bagian berdasarkan intensitas kasus malaria. Pada penelitian ini diterapkan metode K-Means pada proses clustering dengan menggunakan nilai K=2, K=3, dan K=5. Artinya, mengikuti K=2 dengan nilai indeks Davies-Bouldin sebesar 0,033, K=3 memiliki nilai indeks Davies-Bouldin sebesar 0,034, dan K=5 memiliki nilai indeks Davies-Bouldin sebesar 0,262. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan K-Means dengan K=2 menghasilkan cluster terbaik dengan nilai indeks Davies-Bouldin terendah (0,033). Hal ini dapat membantu pemerintah  merencanakan tindakan pencegahan yang lebih efektif  di berbagai provinsi di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap upaya pengendalian  malaria  untuk mengurangi  kejadian malaria dan dampak kesehatan masyarakat di Indonesia

    305

    full texts

    333

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STMIK Asia Malang (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇