Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
Edukasi Remaja Tentang Pencegahan HIV/AIDS Melalui Penerapan Sikap Budaya Kagaluhan di Desa Sukamulya Baregbeg Ciamis
Di Indonesia, HIV AIDS pertama kali ditemukan di Provinsi Bali. Hingga saat ini HIV AIDS sudah menyebar di 407 dari 507 kabupaten/kota (80%) di seluruh provinsi di Indonesia. Berbagai upaya penanggulangan sudah dilakuakan oleh pemerintah bekerjasama dengan berbagai lembaga di dalam maupun di luar negeri. Fenomena remaja yang terungkap belakanggan ini adalah banyaknya remaja yang hamil diluar nikah, aborsi, prostitusi dan penyebaran vidio porno. sarana informasi tentang kesehatan dan penyakit menular seksual (PMS) khususnya HIV/AIDS dibeberapa Sekolah Menengah Atas sangat masih kurang baik berupa bacaan yang mendidik maupun penyuluhan dari pihak-pihak yang terkait. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahannya di Desa Sukamulya Ciamis. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah desain pre dan post implementasi penyuluhan. Pengabdian dilaksanakan di Desa Sukamulya Ciamis, jumlah Responden 15 – 20 remaja yang bersedia menjadi responden. hasil dari penfabdian ini nilai koefisien korelasi sebesar 1,00. Kriteria signifikasi korelasi dapat dikatakan ada hubungan yang signifikan, dibuktikan dengan nilai Sig. (2-talled) hasil perhitungan lebih kecil dari nilai 0,05 atau 0,01. Hasil pengabdian menunjukan adanya keeratan hubungan antara dua variabel yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pengetahuan tentang HIV/AIDS dan sikap pencegahan HIV/AIDS melalui Sikap Budaya Kegaluhan. Dapat ditentukan tingkat kekuatan hubungan antar variabel memiliki hubungan sempurna dengan nilai koefisien korelasi dengan hasil perhitungan lebih kecil dari nilai 0,05 atau 0,01. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pengetahuan memiliki pengaruh terhadap perubahan sikap pencegahan HIV/AIDS melalui Penerapan Sikap Budaya Kagaluhan
Optimalisasi Potensi Siswa SMK Islamic Centre Baiturrahman Semarang melalui Asesmen Psikologi Minat Bakat, Pelatihan Soft Skill dan Karier
Tujuan kegiatan pengabdian ini guna membantu siswa SMK mengenali minat, bakat, serta jalur karier yang sesuai melalui asesmen psikologi, pelatihan soft skill dan karier. Kegiatan dilaksanakan di SMK Islamic Centre Baiturrahman Semarang dengan melibatkan 63 siswa dari kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Metode yang digunakan meliputi tahap koordinasi, analisis kebutuhan, asesmen psikologis (menggunakan alat tes RMIB untuk minat dan CFIT untuk intelegensi), serta pelatihan soft skill dan karier. Pelatihan soft skill difokuskan pada kemampuan adaptasi dan komunikasi efektif yang dikemas dalam bentuk ceramah, diskusi, permainan, serta simulasi peran (roleplay) berdasarkan konteks kerja nyata. Selain itu, pelatihan karier terdiri dari sesi career awareness yang juga melibatkan alumni, serta informasi career path dan praktik simulasi kerja di Teaching Factory Center Tech dan Islamic Center Bank. Evaluasi kegiatan melalui pre-test dan post-test, serta dokumentasi visual dan testimoni siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang jalur karier dan pentingnya mengenali potensi diri sejak dini. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara sekolah dan dunia profesional untuk mendukung kesiapan kerja siswa
Penguatan SDM Berkarakter Komunitas dan Literasi Pemasaran Digital melalui Pemanfaatan AI dan Sosial Media dalam Mendukung Upaya UMKM Jawa Barat Naik Kelas
UMKM memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan perekonomian suatu negara. Bahkan, seringkali pula UMKM dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian suatu negara karena perannya yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menyejahterakan kehidupan masyarakat secara luas. Meskipun begitu, pelaku UMKM seringkali dihadapkan pada berbagai permasalahan selama menjalani proses bisnisnya yang dapat menghambat perkembangan bisnisnya, serta ketidakmampuannya untuk dapat bersaing. Adapun salah satu kendala yang dapat menjadi penghambat pelaku UMKM sulit untuk mengembangkan bisnisnya adalah ketidaksiapan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap kemajuan teknologi, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), serta masih minimnya kapasitas untuk berinovasi dalam penggunaan digitalisasi. Padahal, pemanfaatan AI dapat mendukung keberlanjutan bisnis yang dijalankan oleh para pelaku UMKM tersebut, terutama dalam hal memasarkan produk/jasa yang ditawarkannya. Oleh sebab itu, dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu diadakannya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diberikan dalam bentuk program pelatihan dan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang terkait dengan literasi pemasaran digital melalui pemanfaatan AI dan sosial media dalam mendukung upaya UMKM Jawa Barat naik kelas. Kegiatan PkM ini diadakan pada hari Kamis, tgl. 22 Mei 2025 yang bertempat di Gedung F Lt. 2 Kampus Universitas Widyatama, Jl. Cikutra No. 204A, Bandung. Peserta yang mengikuti acara PkM ini merupakan para pelaku UMKM Jawa Barat yang berjumlah sebanyak 25 orang. Untuk materi yang disampaikan oleh para narasumber difokuskan pada pembahasan mengenai penguatan karakter SDM komunitas yang berdampak pada peningkatan keterampilan dan kreativitas inovasi digital, serta pemahaman terkait literasi pemasaran digital melalui pemanfaatan AI dan sosial media dalam mendukung upaya UMKM Jawa Barat naik kelas. Sementara itu, untuk materi yang disampaikan oleh pembicara mencakup penjelasan (pemaparan) materi dan simulasi singkat penggunaan teknologi digital AI, serta diskusi dan tanya jawab secara pribadi dengan peserta
Membangun Masa Depan Gemilang dengan Edukasi Kesadaran Menabung dan Investasi Syariah di RA Permata Tangerang Selatan
Kesadaran menabung dan berinvestasi syariah secara syariah merupakan fondasi penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan pendidikan anak. Namun literasi keuangan syariah di kalangan wali murid dan guru RA masih rendah, sehingga diperlukan edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai perencanaan keuangan yang halal dan sesuai nilai Islam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman guru serta wali murid RA Permata Tangerang Selatan tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai keuangan sejak dini. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyajian materi secara interaktif, diskusi, simulasi praktik, dan post-test. Edukasi dirancang dengan pendekatan partisipatif, menyenangkan, dan kontekstual agar mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar berlatar belakang non-keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap konsep menabung dan investasi syariah, yang tercermin dari peningkatan skor pada post-test dibandingkan pre-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang melibatkan partisipasi aktif dapat membentuk dasar literasi keuangan syariah di lingkungan pendidikan anak usia dini, sekaligus mendorong peran keluarga dalam mendampingi anak mengelola keuangan secara Islami. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran finansial yang halal dan berkelanjutan di masyarakat.Kesadaran menabung dan investasi syariah merupakan fondasi penting dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan pendidikan anak. Namun literasi keuangan syariah di kalangan wali dan guru RA masih rendah, sehingga diperlukan edukasi untuk meningkatkan pemahaman perencanaan keuangan yang halal dan sesuai nilai-nilai Islam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman guru dan wali murid RA Permata Tangerang Selatan tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai keuangan sejak dini. Metode yang digunakan meliputi pre-test, representasi materi interaktif, diskusi, simulasi praktik, dan post-test. Edukasi dirancang dengan pendekatan partisipatif, menyenangkan, dan kontekstual agar mudah dipahami oleh peserta yang sebagian besar berlatar belakang non-keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara signifikan terhadap konsep tabungan dan investasi syariah, yang tercermin dari peningkatan skor pada post-test dibandingkan dengan pre-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang melibatkan partisipasi aktif dapat menjadi dasar literasi keuangan Islam di lingkungan pendidikan anak usia dini, sekaligus mendorong peran keluarga dalam membantu anak mengelola keuangan secara Islami. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran keuangan halal dan berkelanjutan di masyarakat.
Sosialisasi Penyakit Tuberkulosis Paru Berbasis Edukasi Faktor Risiko Lingkungan di Wilayah Kerja Puskesmas Segiri Kota Samarinda
Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor yang memperburuk kondisi penderita TB dan meningkatkan risiko penularan adalah lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, seperti ventilasi buruk, kepadatan hunian, dan kebersihan yang rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian baik pada penderita TB yang sedang menjalani pengobatan maupun masyarakat sehat terhadap faktor risiko lingkungan yang berkontribusi pada perkembangan dan penularan penyakit TB paru. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Segiri Kota Samarinda dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas penderita TB dalam masa pengobatan serta warga sehat yang tinggal di lingkungan berisiko. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan melalui ceramah, kunjungan rumah (home visit), sesi tanya jawab, serta pembagian brosur edukatif tentang TB dan pengaruh lingkungan terhadap kesehatannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif, menyatakan memahami materi yang disampaikan, serta menyadari pentingnya menjaga lingkungan rumah untuk mendukung proses penyembuhan dan mencegah penularan. Selama kegiatan home visit, ditemukan beberapa kondisi lingkungan berisiko, seperti sirkulasi udara yang buruk dan kebersihan rumah yang kurang optimal. Kesimpulannya, sosialisasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, baik penderita maupun non-penderita TB, tentang pentingnya faktor lingkungan dalam mendukung penyembuhan dan pencegahan penularan. Diperlukan tindak lanjut berupa pemantauan berkala terhadap kondisi lingkungan rumah oleh tenaga kesehatan atau kader setempat guna mendukung upaya eliminasi TB
Pemberdayaan Ibu Postpartum dalam Pemberian ASI Eksklusif melalui Program Edukasi dan Konseling Laktasi
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan salah satu intervensi paling efektif untuk menurunkan angka kematian dan meningkatkan status gizi anak. Namun, masih banyak ibu postpartum yang belum memiliki pemahaman yang cukup tentang pentingnya ASI eksklusif, sehingga pelaksanaannya belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu postpartum dalam pemberian ASI eksklusif melalui program edukasi dan konseling laktasi. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Baregbeg dengan melibatkan 30 ibu postpartum. Metode pelaksanaan terdiri atas dua pertemuan edukatif yang membahas materi tentang manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta tantangan dan solusi dalam menyusui. Selain itu, dilakukan konseling laktasi untuk memberikan dukungan personal sesuai kebutuhan masing-masing ibu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman ibu postpartum terhadap ASI eksklusif yang ditunjukkan melalui peningkatan skor pretest dan posttest Ibu postpartum. Peserta juga menyatakan merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk memberikan ASI eksklusif setelah mendapatkan informasi dan dukungan melalui konseling. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan tenaga kesehatan di Puskesmas serta keluarga sebagai pendukung utama agar cakupan ASI eksklusif dapat meningkat secara signifikan di wilayah kerja Puskesmas Baregbeg
Optimalisasi Penyuluhan dan Pelatihan Kesehatan Gigi Mulut Pada Remaja: Tinjauan Efektivitas dan Tantangannya
Masalah gigi berlubang dan karang gigi merupakan masalah gigi mulut yang dapat ditemukan pada usia remaja. Akumulasi plak memicu proses demineralisasi dan menyebabkan terbentuknya gigi berlubang. Kandungan mineral dalam saliva memicu proses mineralisasi plak sehingga membentuk karang gigi. Menyikat gigi merupakan upaya pencegahan primer untuk mengurangi plak. Oleh karena itu, penyuluhan dan pelatihan kesehatan gigi mulut pada remaja berperan penting dalam meningkatkan kesadaran diri dalam memelihara kesehatan gigi mulut. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau efektivitas penyuluhan serta pelatihan kesehatan gigi mulut pada remaja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada 23 Mei 2025 di SMKS Islam Bahagia, Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, DKJ Jakarta melibatkan 76 peserta usia remaja. Kegiatan meliputi penyuluhan terkait anatomi gigi dan masalah kesehatan gigi mulut, serta pelatihan menyikat gigi dengan baik. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan, serta observasi visual menggunakan disclosing solution untuk mengukur kemampuan diri dalam memelihara kebersihan gigi mulut dari plak. Terdapat peningkatan signifikan skor pengetahuan peserta setelah penyuluhan (median pretest 72,54 menjadi posttest 86,39; p<0,001). Visualisasi disclosing solution menunjukkan penurunan signifikan plak pada peserta dengan susunan gigi normal. Namun, peserta dengan gigi berjejal masih menunjukkan sisa plak yang menandakan keterbatasan efektivitas teknik menyikat gigi pada kondisi anatomi tertentu. Penyuluhan dan pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan kemampuan menyikat gigi pada remaja. Namun, keberhasilan penyuluhan dan pelatihan kesehatan gigi mulut dipengaruhi oleh kondisi individual rongga mulut. Optimalisasi penyuluhan perlu mempertimbangkan pendekatan tambahan seperti edukasi penggunaan alat bantu kebersihan gigi dan evaluasi berkala menggunakan disclosing solution
Pendampingan Strategi Pemasaran dan Branding untuk Mewujudkan Keberlanjutan Usaha Sekolah Sepak Bola
Sekolah Sepak Bola (SSB) “K&R” di Jakarta mengalami permasalahan yaitu keterbatasan jumlah siswa, tingginya biaya operasional, serta lemahnya strategi pemasaran dan branding yang menghambat keberlanjutan usaha. Oleh karena itu tim dari Laboratorium Pengembangan Organisasi dan Bisnis (Pobis), Jurusan Teknik Industri, Universitas Trisakti mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juli 2025. Kegiatan ini meliputi penyuluhan dan pendampingan tentang analisis pasar, pengembangan unique value proposition (UVP), perumusan bauran pemasaran (4P), serta strategi branding dan kemitraan. Hasil PkM menunjukkan peningkatan kapasitas mitra, ditandai dengan kemampuan merumuskan segmentasi pasar, mengidentifikasi UVP, menyusun strategi 4P secara lebih terarah, serta memahami konsep pemasaran berkelanjutan dengan capaian evaluasi post-test sebesar 100%. Selain itu, PkM ini juga menghasilkan beberapa luaran berupa HKI, artikel media sosial, dan konten publikasi turut memperkuat eksposur SSB “K&R” di ranah digital. Dengan demikian, PkM ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengelola pemasaran dan branding, sekaligus memperkuat posisinya sebagai entitas pendidikan olahraga yang berdaya saing. Selanjutnya, diperlukan pendampingan berkelanjutan, workshop lanjutan, serta penguatan jejaring antar SSB agar tercipta ekosistem pembinaan olahraga yang lebih berkelanjutan
Peningkatan Kualitas Produk UMKM Pangan melalui Penerapan Praktik Produksi yang Baik di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di wilayah pedesaan memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung ketahanan pangan masyarakat. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM pangan adalah rendahnya kualitas produk akibat belum optimalnya penerapan prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), khususnya dalam aspek sanitasi, kebersihan lingkungan produksi, dan pengemasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM pangan yang dikelola oleh perempuan di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang melalui pelatihan dan pendampingan teknis berbasis CPPOB. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, yang mencakup tahapan identifikasi kebutuhan mitra, penyuluhan dan edukasi mengenai prinsip-prinsip CPPOB, praktik penerapan secara langsung di lokasi produksi, serta pendampingan dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap praktik produksi yang baik. Sebagian besar peserta telah memahami prinsip sanitasi, penggunaan alat pelindung diri, dan pengemasan yang lebih baik. Selain itu, tingkat partisipasi peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan juga tergolong sangat tinggi, hal ini menunjukkan antusiasme dan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya peningkatan mutu produk. Secara keseluruhan kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam menghasilkan produk pangan yang higienis, aman, dan layak pasar
PERAN TPA DALAM MENGEMBANGKAN LINGKUNGAN YANG BERSIH DI KABUPATEN CIAMIS
Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di tingkat kabupaten. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) berperan penting dalam menampung dan mengolah sampah, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh aspek teknis, kebijakan pemerintah, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran TPA dalam mengembangkan lingkungan yang bersih di Kabupaten Ciamis, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengevaluasi upaya yang telah dilakukan oleh pengelola dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen terkait pengelolaan TPA. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPA di Kabupaten Ciamis telah menerapkan sistem controlled landfill yang mampu mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, tetapi masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan anggaran. Partisipasi masyarakat melalui Bank Sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos atau eco-enzyme, serta kegiatan edukasi lingkungan terbukti membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan TPA dalam menciptakan lingkungan bersih sangat bergantung pada sinergi antara pengelolaan teknis, kebijakan pemerintah, dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas TPA, peningkatan infrastruktur pendukung, serta edukasi masyarakat secara berkelanjutan menjadi strategi penting untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis