Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
STRATEGI KETAHANAN PANGAN DAERAH DALAM MENGAHADAPI KRISIS GLOBAL (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS)
Krisis global yang ditandai oleh perubahan iklim, konflik geopolitik, serta fluktuasi ekonomi internasional berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi ketahanan pangan daerah Kabupaten Banyumas dalam menghadapi dinamika krisis global tersebut. Dalam artikel ini pendekatan literature review sebagai metode utama untuk menggali dan menganalisis berbagai teori, kebijakan, serta hasil studi terdahulu yang relevan dengan isu ketahanan pangan daerah dalam konteks krisis global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ketahanan pangan di Banyumas difokuskan pada tiga pilar utama: diversifikasi produksi pangan lokal, penguatan kelembagaan petani dan cadangan pangan masyarakat, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal. Kendati demikian, masih ditemukan tantangan seperti keterbatasan akses teknologi dan pendanaan yang menghambat efektivitas implementasi strategi tersebut. Studi ini merekomendasikan perlunya integrasi sistem informasi pangan, penguatan peran petani milenial, serta peningkatan kapasitas adaptasi terhadap risiko iklim dan pasar global sebagai langkah strategis ke depan.Kata Kunci : ketahanan pangan, strategi daerah, krisis global, kebijakan panga
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
ABSTRAKKemiskinan masih menjadi masalah krusial di Indonesia yang memerlukan penanganan serius.Salah satu kebijakan perlindungan sosial yaitu melalui program keluarga harapan (PKH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menkaji implementasi kebijakan yang meliputi aspek pelaksana kebijakan, kelembagaan dan lingkunan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif denan pendekatan studi kasus melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Keluara Harapan di Desa Sunyalangu telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, Prosedur pelaksanaan proram sudah terintegrasi dengan data kemiskinana secara nasional. Selain itu hasil penelitian ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, penyempurnaan sistem integrasi data penerima bantuan, dan peningkatan program pendampingan untuk mengubah pola pikir masyarakat dari ketergantungan terhadap bantuan menuju kemandirian ekonomi guna memaksimalkan penanggulangan kemiskinan yang lebih baik. Kata Kunci : Bantuan Sosial, Implementasi Kebijakan, Kemiskinan, Kesejahteraan Sosial, Program Keluarga Harapan. ABSTRACT Poverty remains a crucial issue in Indonesia that requires serious attention. One social protection policy is the Family Hope Program (PKH). This study aims to analyze the implementation of the Family Hope Program (PKH) policy in Sunyalangu Village, Karanglewas District. This research examines policy implementation which includes aspects of policy implementers, institutions and the social environment of the community. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach through interview, observation and documentation techniques. The results of the study show that the implementation of the Family Hope Program in Sunyalangu Village has been carried out in accordance with applicable provisions. The program implementation procedures have been integrated with national poverty data. In addition, the results of this study emphasize the importance of strengthening cross-sector coordination, improving the data integration system for aid recipients, and increasing mentoring programs to change the mindset of the community from dependence on aid to economic independence in order to maximize better poverty alleviation.Keywords : Family Hope Program, Social Assistance, Social Welfare, Policy Implementation, Povert
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU PISANG (Studi Kasus pada Agroindustri Sale Pisang Sahabat di Desa Margajaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis)
Pisang merupakan salah satu buah yang mudah rusak, sehingga pengolahan pasca panen diperlukan untuk memperpanjang umur simpan agar dapat menciptakan nilai tambah. Pengolahan pisang menjadi keripik cukup menguntungkan sebagai usaha, namun menentukan jumlah pasokan merupakan masalah penting untuk perusahaan, karena pasokan dapat memengaruhi keuntungan perusahaan dan masalah pasokan bahan baku dapat mengganggu kelancaran proses produksi. Studi ini tujuannya guna mengetahui: (1) jumlah pemesanan dalam persediaan bahan baku pada agroindustri sale pisang Sahabat; (2) titik jumlah persediaan dilakukannya reorder point pada agroindustri sale pisang Sahabat; dan (3) Total biaya persediaan bahan baku pisang di industri agro pisang Sahabat menggunakan Metode Kuantitas Pesanan Ekonomis. Jenis penelitian yang diterapkan ialah kuantitatif pada pendekatan studi kasus. Perolehan analisa dengan memakai Metode EOQ banyaknya pemesanan bahan baku pada agroindustri Sahabat adalah 48.708 Kg dalam satu tahun dengan frekuensi pembelian bahan baku sejumlah 4 kali pada 1 tahun. Stok aman yang dihasilkan menggunakan metode EOQ adalah 2.801 kg, dengan pemesanan ulang bahan baku pisang ketika tingkat stok mencapai 3.410 kg. Dengan menggunakan metode EOQ, biaya inventarisasi bahan baku pisang per tahun sebesar Rp 54.802.000. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa biaya pemesanan menggunakan EOQ lebih ekonomis karena frekuensi pemesanan berkurang, sehingga mengurangi biaya pemesanan. Namun, karena pisang tidak dapat disimpan lebih dari lima hari, industri agro tidak dapat menggunakan metode EOQ dalam perencanaan persediaan bahan baku. Jika metode EOQ diterapkan, industri agro harus menyimpan bahan baku pisang selama 60 hari hingga pembelian berikutnya
ANALISIS KEMAMPUAN PEMANFAATAN SUMBER MODAL PADA USAHATANI BROKOLI (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI SINTESA)
Modal merupakan faktor penting dalam menunjang kelangsungan usahatani, karena dibutuhkan untuk pengadaan sarana produksi, tenaga kerja, dan kebutuhan pendukung lainnya. Namun, pada kenyataannya kendala dalam akses dan pengelolaan modal masih menjadi hambatan yang dihadapi petani di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemanfaatan modal usahatani brokoli oleh anggota Kelompok Tani Sintesa di Desa Suntenjaya, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anggota Kelompok Tani Sintesa memperoleh modal usahatani dari sumber pinjaman, terutama dari tengkulak. Total biaya usahatani brokoli per musim tanam bervariasi, seiring perbedaan luas lahan antara 1.400 m² hingga 24.000 m², dengan biaya Rp3.689.375 hingga Rp61.375.817. Secara umum, pemanfaatan modal oleh anggota Kelompok Tani Sintesa tergolong baik. Hal ini tercermin dari nilai Net Profit Margin (NPM) yang berada pada kisaran 23% hingga 66%, serta nilai Return On Investment (ROI) yang berkisar antara 30% hingga 197%. Selain itu, nilai Break Even Point (BEP) penerimaan berkisar antara Rp82.084 hingga Rp1.058.340, BEP produksi antara 8,2 kg hingga 171,1 kg, dan BEP harga antara Rp3.358/kg hingga Rp7.686/kg. Penerimaan, produksi, dan harga jual petani melebihi nilai BEP, sehingga usahatani brokoli dinilai menguntungkan. Adapun nilai nilai RC Ratio usahatani brokoli berada pada kisaran 1,30 hingga 2,97. Seluruh petani memiliki nilai RC di atas 1, yang berarti kegiatan usahatani menguntungkan
KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI LADU KETAN (Studi Kasus pada Ladu Ketan Lestari di Desa Malangbong, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut)
Ladu Ketan Lestari adalah suatu usaha agroindustri dibidang kuliner yang memproduksi ladu. Ladu merupakan makanan tradisional dari daerah Malangbong, Garut. Dalam perkembangannya agroindustri Ladu Ketan Lestari tidak banyak perkembangan yang signifikan meskipun berdiri sudah cukup lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha dan mengetahui strategi pengembangan usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari. Metode studi kasus, yang merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memeriksa secara menyeluruh fenomena, kejadian, atau contoh tertentu, digunakan dalam penelitian ini. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel di mana peneliti memilih secara sengaja dan berdasarkan pertimbangan tertentu terhadap subjek atau objek yang dianggap paling relevan dan memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari ini layak untuk dijalankan. Karena Nilai R/C Ratio yang didapakan usaha tersebut lebih besar dari 1, yaitu 1,84 satuan rupiah. Menurut kriteria R/C Ratio nilai tersebut menunjukan bahwa usaha agroindustri Ladu Ketan Lestari mendapatkan keuntungan Rp.1,84 untuk setiap Rp.1 modal usaha yang dikeluarkan. Sedangkan pada strategi pengembangan yang dilakukan menggunakan analisis SWOT, dengan melalui tahapan IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary), EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary), diagram dan matriks SWOT. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi yang digunakan agroindustri Ladu Ketan Lestari yaitu strategi SO (Strenght-Opportunity)
THE IMPACT OF MARKETING MIX ON FARMERS’ PURCHASING DECISIONS FOR POTATO SEEDS AT PD. NUGRAHA PUTRA
PD. Nugraha Putra has a high level of potato seed production; however, its sales volume has not yet matched its production output, thus creating a gap between production and sales. Thus, product, price, place, and promotion aspects are marketing mix factors that influence farmers' decisions. The purpose of this study was to examine the impact of these factors on potato purchasing decisions from PD. Nugraha Putra. The method used for the assessment was quantitative, using survey techniques. Primary data were obtained from 50 user surveys conducted by PD. Nugraha Putra using a convenience sampling methodology. The data were analyzed descriptively and then followed by linear regression using SPSS software. This study showed that two variables—product, price, location, and promotion—had a significant influence on respondents' purchasing decisions, both simultaneously and partially
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN PENDAPATAN AGROINDUSTRI KERUPUK JENGKOL (Studi Kasus Pada Agroindustri Kerupuk Mawar Snack di Desa Panaragan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis)
Agroindustri kerupuk jengkol merek “Mawar Snack” merupakan satu-satunya di Desa Panaragan Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Agroindustri tersebut telah berjalan dan bertahan lebih dari empat belas tahun, namun tidak bertambah dan tidak berkurang. Maka, peneliti terdorong dalam mengetahui dan menganalisis kelayakan usahanya. Studi ini bertujuan untuk mengetahui berapa biaya dan penerimaan agroindustri kerupuk jengkol, pendapatan, kelayakan serta nilai tambah agroindustri kerupuk jengkol. Studi ini didesain melalui tahapan kualitatif melalui penerapan metode studi kasus pada Agroindustri “Mawar Snack” yang diambil dengan purposive. Data primer dihimpun melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara deskriptif. Temuan studi ini menjabarkan bahwa biaya produksi yang dibutuhhkan yakni sejumlah Rp 5.801.726,- per satu kali tahap produksi, dan penerimaannya yakni sejumlah Rp 9.300.000,- per satu kali tahap produksi. Pendapatan yang didapat yakni sejumlah Rp 3.498.274,- per satu kali tahap produksi dan dengan R/C yakni sejumlah 1,6 atau lebih dari satu, yang artinya usaha tersebut memperoleh keuntungan dan layak diusahakan. Nilai tambah yang didapat agroindustri kerupuk jengkol yakni sejumlah Rp 337.950,- per kilogram bahan baku dengan rasio nilai tambahnya 72,67 persen.
KARAKTERISTIK DAN POLA KEMITRAAN ANTARA PETANI DENGAN RUMAH SAYUR DI DESA CIBODAS KECAMATAN LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
Sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan permintaan akan sayuran membuka peluang besar bagi para petani dan pelaku usaha agribisnis untuk melakukan produksi sayuran dalam skala besar. Kemitraan sudah menjadi hal umum yang dilakukan antara perusahaan dan petani untuk mengatasi berbagai masalah dan memberikan manfaat bagi satu sama lain dalam usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik petani yang bermitra dengan Rumah Sayur, serta menjelaskan pola kemitraan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Lembang, Provinsi Jawa Barat terhadap 15 responden petani mitra yang ditentukan menggunakan metode survei dengan teknik analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik petani mitra seluruhnya berjenis kelamin laki-laki, berusia produktif (15 – 64 tahun), sebagian besar pendidikannya tingkat SD, mayoritas menggunakan lahan sewa, rata-rata luas lahan < 0,5 Ha, dan sebagian besar sudah berpengalaman dalam usahataninya selama 10 – 20 tahun; 2) Pola kemitraan yang dilaksanakan oleh Rumah Sayur dan petani mitra adalah pola dagang umum dimana pihak Rumah Sayur berperan dalam menerima pasokan dan memasarkan produk dari petani mitra. Sementara itu, pihak petani berperan dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh Rumah Sayur
PERAN GURU IPA SEBAGAI FASILITATOR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI UPTD SMP NEGERI 1 SIROMBU
Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 Sirombu, berdasarkan hasil observasi awal peneliti menemukan bahwa di lokasi penelitian kurikulum merdeka telah diterapkan. Di lokasi penelitian masih belum sepenuhnya guru melaksanakan perannya sebagai fasilitator dalam menerapkan kurikulum merdeka menghadapi kendala seperti kurangnya identifikasi potensi oleh guru, metode pengajaran yang kurang variatif, kurangnya motivasi siswa serta beban kurikulum yang berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru IPA sebagai fasilitator serta hambatan peran guru IPA sebagai fasilitator dalam implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui (1) Observasi, (2) Wawancara dan (3) Dokumentasi. Data diperoleh dengan observasi dan menggunakan metode wawancara terhadap satu orang guru IPA kelas VII. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran guru IPA sebagai fasilitator dalam implementasi kurikulum merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Sirombu, guru IPA kelas VII sudah menjalankan peran sebagai fasilitator walaupun belum sepenuhnya dikarenakan siswa kelas VII masih siswa baru dan perlu adaptasi
Penerapan Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) MenggunakanMetode Diferensiasi Sebagai Bentuk Pembelajaran yang Berpihak Kepada Peserta Didik di SDN 1 Kasturi Tahun Ajaran 2024/2025
Dalam penelitian ini, penerapan Pendekatan TaRL menggunakan metode pembelajaran berdiferensiasi sebagai bentuk pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik sudah diterapkan di SD Negeri 1 Kasturi tahun ajaran 2024/2025. Meskipun diketahui juga bahwa baru sebagian guru di SD Negeri 1 Kasturi yang telah menerapkan pendekatan pembelajaran TaRL menggunakan metode pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan di SD Negeri 1 Kasturi masih menemui beberapa tantangan dan hambatan, seperti manajemen waktu dan juga membutuhkan kerja lebih atau ekstra di tengah beban administrasi guru yang banyak. Selain itu, perpustakaan, bahan bacaan, proyektor, serta infrastruktur dan sumber daya lainnya tidak mencukupi untuk memungkinkan teknik pembelajaran yang bervariasi seefektif mungkin.Agar guru sebagai fasilitator pembelajaran dapat memberikan pengajaran dan pembelajaran yang terbaik bagi siswa, diharapkan pemerintah dan lembaga pendidikan dapat memberikan dukungan sarana dan prasarana yang memadai sebagai upaya untuk meningkatkan standar pendidikan di SD Negeri 1 Kasturi untuk tahun ajaran berikutnya.. Guru harus dapat memberikan pengajaran dan pembelajaran yang mendukung perkembangan optimal siswa terlepas dari kesulitan dan hambatan yang mereka hadapi, sehingga dengan menggabungkan teknik pembelajaran yang bervariasi dengan strategi pembelajaran Teaching at the Right Level (TaRL), kegiatan pembelajaran ini dapat menunjukkan keberpihakannya kepada siswa dan memberikan pengetahuan yang bermakna