Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
EFISIENSI PEMASARAN KOPI ARABIKA BUNAR DESA SUKAPADA KECAMATAN PAGERAGEUNG KABUPATEN TASIKMALAYA
Efisiensi pemasaran kopi Arabika Bunar di Desa Sukapada, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, diharapkan mampu menciptakan rantai distribusi yang cepat, biaya pemasaran yang rendah, serta peningkatan pendapatan petani secara signifikan. Namun, dalam kenyataannya, pemasaran kopi Arabika di daerah ini masih menghadapi kendala biaya distribusi yang tinggi, panjangnya saluran pemasaran, dan rendahnya daya tawar petani, yang berdampak pada efisiensi pemasaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis efisiensi pemasaran kopi Arabika Bunar di Desa Sukapada Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya.Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data dianalisis dengan menggunakan analisisefisiensi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, sedangkan teknik pengambilan sampelnya dilakukan menggunakan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi Kopi Arabika Bunar terdiri dari 2 saluranyaitu saluran distribusi I: Produsen → Pedagang Besar → Konsumen Akhir dan saluran distribusi II: Produsen → Pedagang Besar → Pedagang Pengecer → Konsumen Akhir. Saluran distribusi yang paling efisien untuk pemasaran Kopi Arabika Bunar adalah saluran distribusi I dengan tingkat efisiensi sebesar 12,8%, diikuti oleh saluran distribusi II yang memiliki tingkat efisiensi sebesar 13,6%
Psikoedukasi Kekerasan dalam Berpacaran bagi Remaja di Panti Asuhan Salib Putih Psychoeducation on Dating Violence for Teenagers at Salib Putih Orphanage
Kekerasan dalam berpacaran merupakan masalah serius yang sering terjadi dalam hubungan remaja dan memiliki dampak yang luas, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya pemahaman tentang hubungan sehat sehingga upaya pencegahan menjadi penting, terutama melalui pendekatan edukatif seperti psikoedukasi. Dalam konteks Panti Asuhan Salib Putih, ditemui permasalahan terkait gaya pacaran yang melampaui batas etika, sehingga anak-anak di panti asuhan rentan menjadi korban maupun pelaku kekerasan dalam pacaran. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan psikoedukasi pada 15 November 2024 di Panti Asuhan Salib Putih, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja di Panti tentang kekerasan dalam pacaran. Metode yang digunakan adalah ceramah dan role-play. Partisipan dalam kegiatan ini berjumlah 19 orang remaja yang terdiri atas 9 laki-laki dan 10 perempuan. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor rata-rata naik dari 7,84 pada pre-test menjadi 8,32 pada post-test. Namun, uji statistik paired t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,120 > 0,05, yang menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan partisipan tidak signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu metode ceramah yang kurang efektif, kondisi partisipan yang kelelahan, pelaksanaan psikoedukasi yang hanya berlangsung satu kali dan pre-test dan post-test yang tidak melalui uji validitas. Meskipun secara statistik kegiatan ini tidak signifikan, namun berdasarkan data kualitatif terdapat kebermanfaatan kegiatan psikoedukasi dalam meningkatkan pemahaman partisipan di Panti Asuhan Salib Putih
Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Hasil Pertanian: Pelatihan dan Pendampingan di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan kelompok tani di Kelurahan Lempake, Kota Samarinda, dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah. Kelurahan Lempake memiliki potensi besar dalam produksi hasil pertanian, yang selama ini sebagian besar hanya dimanfaatkan sebagai bahan mentah. Pengolahan hasil pertanian menjadi produk seperti olahan Singkong Thailand, klapertat singkong dan saus sambal pepaya dipilih sebagai solusi untuk mengatasi tantangan nilai jual yang rendah dan memperluas peluang pasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi, penyampaian materi, dan pelatihan teknis dan pendampingan. Pada tahap awal, dilakukan survei untuk mengetahui persepsi dan kebutuhan kelompok tani terkait pengolahan hasil pertanian. Sesi materi mencakup penjelasan mengenai pentingnya pengolahan hasil pertanian, tantangan yang dihadapi, strategi memulai usaha, legalitas, dan pemasaran. Pelatihan teknis dan pendampingan dilakukan secara partisipatif, dan peserta dilibatkan secara aktif dalam proses pembuatan produk olahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 100% peserta tertarik mengikuti pelatihan dan menyatakan pentingnya pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai jual. Setelah pelatihan dan pendampingan, peserta mampu memahami proses pengolahan, pengemasan, dan strategi pemasaran yang relevan untuk pengembangan usaha. Kegiatan ini berhasil memberikan keterampilan praktis kepada kelompok tani, sekaligus membuka peluang usaha berbasis komoditas lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Masyarakat Melalui Pengolahan Minyak Jelantah
Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan. Hal ini karena banyaknya jumlah sampah yang dihasilkan dalam skala nasional. Limbah minyak jelantah masih menjadi salah satu sampah yang diabaikan pengelolaannya. Padahal limbah ini dapat menyebabkan pencemaran air maupun tanah yang berakibat pada penurunan kualitas air maupun kesuburan tanah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kelurahan Bangunharjo dalam mengelola dan mengolah limbah minyak jelantah, sehingga dapat menjadi barang yang lebih bermanfaat atau bahkan bernilai jual seperti lilin aroma terapi. Pengabdian dilaksanakan di keluarahan Bangunharjo dengan mengundang beberapa warga masyarakat, terutama ibu-ibu yang merupakan pengguna minyak goreng. Pengabdian dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada warga mitra pengabdian. Sosialisasi berfokus untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak negatif limbah minyak jelantah terhadap lingkungan sekitar, serta mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan. Pelatihan pengolahan minyak jelantah berfokus pada produksi lilin aroma terapi, untuk membekali masyarakat mitra tentang potensi usaha melalui pengolahan minyak jelantah. Melalui pengabdian ini masyarakat mitra dapat lebih memahami tentang manfaat minyak jelantah, serta berkomitmen untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengolah limbah minyak menjadi barang yang lebih bermanfaat dan bernilai jual
Pengembangan Sistem Informasi Inspeksi Kesehatan Lingkungan Kota Depok dengan Metode Waterfall
Dinas Kesehatan Kota Depok menghadapi tantangan dalam mengelola data kesehatan lingkungan, terutama dalam pengawasan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) dan Tempat Fasilitas Umum (TFU). Meskipun ada kerangka kerja perizinan berbasis risiko dan inspeksi oleh sanitarian puskesmas, cakupan dan kualitas inspeksi di wilayah ini masih kurang optimal. Data menunjukkan hanya sebagian kecil TPP dan TFU yang diinspeksi dan memenuhi syarat kesehatan, yang mencerminkan rendahnya cakupan inspeksi. Kurangnya sumber daya dan sistem informasi terintegrasi juga menghambat efektivitas pengawasan. Proses pencatatan dan pelaporan data inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) yang masih tradisional menyebabkan keterlambatan dan ketidakakuratan, menghambat analisis dan pengambilan keputusan. Untuk mengatasi ini, diperlukan sistem informasi IKL yang terintegrasi untuk pencatatan, pelaporan, analisis, evaluasi, dan pengambilan keputusan. Sistem Informasi Inspeksi Kesehatan Lingkungan yang diberi nama Dsimfoniku dikembangkan menggunakan metode waterfall. Metode ini mencakup tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi yang dihasilkan disampaikan melalui sosialisasi dan uji coba kepada pengguna. Hasil uji coba menunjukkan bahwa aplikasi ini sudah sesuai dengan kebutuhan dan dapat diimplementasikan
Strategi Peningkatan Penjualan Produk pada UMKM Kerupuk Bawang As-Syauqi di Desa Daliwangun Kab. Lamongan
UMKM mempunyai peranan penting untuk membantu perekonomian Indonesia, namun kenyataan masih banyak kendala salah satunya di Desa Daliwangun, Kec. Sugio, Kab, Lamongan. Berdasar dari kasus tersebut maka tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah merancang strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan Kerupuk Bawang As-Syauqi. Metode yang yaitu Participatory Learning and Action (PLA), yang dimulai dari obsevasi, focus group discussion, wawancara dan implementasi. Hasil pengabdian masyarakat di Desa Daliwangun berhasil meningkatkan pendapatan penjualan dan ekspasi pasar melalui bertambahnya pasar baru baik secara offline maupun online dengan melalui sosial media facebook
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Pakan Silase Pelepah Sawit Sebagai Upaya Menyediakan Pakan Sapi Unggul pada Kelompok Ternak di Provinsi Riau
Berkurangnya hijauan rumput lapang dipengaruhi besar karena banyak perubahan fungsi lahan menjadi areal perkebunan dan industri. Selanjutnya usaha peternakan sapi konvensional selalu menyediakan pakan hijauan dengan sistem potong angkut (cut and carry) yang hijauannya juga berasal dari rumput lapang sehingga ketersediannya juga tidak berkelanjutan. Kondisi ini tentunnya sangat berpengaruh negatif terhadap pemenuhan kebutuhan pakan sapi. Kondisi di atas tentu harus diberikan solusi yang tepat dan terukur, salah satunya dengan memanfaatkan pakan hijauan sapi yang berasal dari limbah perkebunan sawit, salah satunya pelepah sawit. Pengabdian ini bertujuan sebagai pendampingan masyarakat dalam bentuk pembuatan pakan silase berbahan pelepah sawit serta mengujicobakan sebagai pakan sapi. Metode pengabdian adalah penyuluhan dan pendampingan mengenai pembuatan pakan silase berbahan pelepah sawit pada kelompok SMD (Sarjana Membangun Desa) Tani Bukik Batang Potai Desa Penyasawan Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar yang merupakan kelompok ternak non produktif dengan jumlah populasi sapi bali sebanyak 15 ekor. Paramater pengabdian yang diamati adalah kandungan nutrisi fraksi serat silase pelepah daun sawit dan palatabilitas sapi terhadap pakan. Hasil pengabdian bahwa kelompok peternak memiliki kemampuan mengembangkan pengolahan limbah pelepah sawit yang tersedia dalam jumlah besar menjadi pakan silase bagi sapi, serta kelompok memahami produk pakan silase dapat dijual sehingga keuntungan yang diperoleh bukan hanya berasal dari penjualan ternak tetapi berasal dari penjualan pakan silase
Peningkatan Produksi Lombok Poktan Sinar Baru Desa Toobaun Melaui Pemanfaatan Irigasi Tetes Berbasis IoT
Implementasi alat irigasi tetes berbasis IoT dilakukan bagi kelompok tani Sinar Baru Desa Toobaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang untuk meningkatkan produksi tanaman lombok. Dalam kegiatan pertanian holtikultura, kelompok tani Sinar Baru terbantu dengan sistem irigasi melalui pipa PVC bantuan pemerintah. Permasalahannya, instalasi pipa terbatas pada 1 sisi bedeng yang dialiri pada pagi dan sore hari secara manual. Di siang hari tanaman mengalami kekeringan yang berakibat gagal panen karena pertumbuhan tanaman kurang optimal. Implementasi dilakukan pada 30 tanaman lombok merah. Kegiatan dilakukan melalui 3 tahap, yaitu persiapan, implementasi, monitoring, dan evaluasi. Hasil implementasi menunjukkan bahwa alat irigasi tetes berbasis IoT menghemat waktu, tenaga dan air untuk penyiraman. Kontrol terhadap tanaman dilakukan 2 kali sehari. Tanam lombok lebih cepat dipanen dalam waktu 2 minggu dengan jumlah panen meningkat menjadi ± 1000 kg. Alat irigasi tetes berbasis IoT sangat berguna dan 90 % peserta mudah menggunakan
PKM Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing, Financial Management dan Customer Relationship Management pada Phadma Laundry and Dry Cleaning Bali
Program Kemitraan Masyarakat dilaksanakan di Phadma Laundry And Dry Cleaning Bali. Phadma Laundry And Dry Cleaning Bali merupakan usaha laundry yang memiliki beberapa cabang di Bali. Beberapa permasalahan yang diungkapkan oleh pihak mitra antara lain ketidakpahaman mengenai teknik pemasaran dengan media digital, pengelolaan hubungan dengan customer dalam waktu jangka panjang dan pengelolaan keuangan. Solusi yang diberikan tim pengabdian yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan pemasaran digital untuk mengembangkan Digital Marketing pada Phadma Laundry and Dry Cleaning Bali, pelatihan dan pendampingan Financial Management untuk pengelolaan keuangan pada Phadma Laundry and Dry Cleaning Bali, serta pelatihan dan pendampingan Customer Relationship Management guna memberikan pemahaman mengenai pengelolaan hubungan dengan customer. Metode yang digunakan yaitu community development dan educative technique. Dampak dan capaian dari pengabdian ini yaitu mitra dalam hal ini pihak Phadma Laundry dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan pelayanan kepada customer. Berdasarkan kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) yang telah dilakukan, didapatkan hasil pengabdian telah mencapai target yang telah ditetapkan, perangkat yang diberikan dapat digunakan dengan baik oleh Mitra serta terdapat peningkatan pemahaman mengenai Digital Marketing, Financial Management dan Customer Relationship Management pada pihak mitra hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner pretest dan post test
Sosialisasi dan Pendampingan Terkait Bahaya Pernikahan Dini Bagi Generasi Millenial dan Generasi Z di Kabupaten Malang
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi Millenial dan Z tentang bahaya pernikahan dini. Metode observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dan mendokumentasikan interaksi dengan masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas dari kedua generasi ini memiliki pemahaman yang terbatas tentang risiko dan konsekuensi dari pernikahan dini, seperti risiko kesehatan, sosial, dan ekonomi. Melalui kegiatan sosialisasi seperti seminar, diskusi kelompok, dan pelatihan, dapat diamati peningkatan pemahaman mereka terhadap pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang. Pendekatan pendampingan juga membantu dalam memberikan dukungan dan informasi yang lebih personal kepada individu yang berpotensi menghadapi tekanan untuk menikah di usia muda. Secara keseluruhan, pengabdian masyarakat ini berhasil dalam meningkatkan kesadaran dan mengurangi tingkat kejadian pernikahan dini di kalangan generasi Millenial dan Z dalam skala yang terbatas di lingkungan lokal yang diteliti. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa: Pertama, mayoritas peserta kegiatan belum memahami dengan baik bahaya pernikahan dini. Kedua, beberapa faktor bahaya pernikahan dini adalah: faktor kesehatan, ekonomi dan psikis. Ketiga, terdapat beberapa dampak pernikahan dini, yaitu: ketidakharmonisan dalam rumah tangga, ketidaksiapan mental dalam menjalani kehidupan berumah tangga, tekanan ekonomi, dan tumbuh kembang anak yang tidak optimal