Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
ANALISIS SALURAN PEMASARAN SELADA HIDROPONIK (Studi Kasus pada Kelompok Tani Arurang Farm di Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis)
Saluran pemasaran memiliki peranan penting dalam keberhasilan pemasaran. Saluran pemasaran dan bagian harga (Farmer’s share) menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Saluran pemasaran yang ada pada Kelompok Tani Arurang Farm ; (2) Biaya pemasaran, keuntungan, dan margin pemasaran selada hidroponik ; (3) Farmer’s Share yang diterima Kelompok Tani Arurang Farm. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus yang penentuan lokasinya dilakukan secara sengaja (Purposive) pada Kelompok Tani Arurang Farm di Desa Sukasetia Kecamtan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis dengan pertimbangan bahwa Kelompok Tani Arurang Farm merupakan satu-satunya Kelompok Tani yang mengusahakan komoditas selada dengan sistem hidroponik. Sampel lembaga pemasaran diambil dengan cara Snowball sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukan bahwa:1. Terdapat dua saluran pemasaran selada hidroponik pada Kelompok Tani Arurang Farm yaitu: Kelompok Tani KonsumenKelompok Tani Pedagang Pengecer Konsumen2. Harga jual selada pada pola pemasaran I sebesar Rp 20.000 dengan marjin pemasran 0. pada pola pemasaran II untuk pedagang pengecer I harga beli Rp 15.000/Kg, marjin Rp 10.000/Kg, biaya pemasaran Rp 4.400/Kg dan harga jual Rp 25.000/Kg dengan keuntungan Rp 5.600/Kg.dan pada pedagang II harga beli Rp 16.000/Kg, biaya pemasaran Rp.1.300, marjin Rp 9.000/Kg dan harga jual Rp 25.000/Kg dengan keuntungan Rp 7.700/Kg.3. Farmer’s share yang diterima pada pola pemasaran I 100 persen dan pada pola pemasaran II yaitu pada pedang I 60% dan pedagang II 64%
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA SEMUT DI DESA MANDALASARI KECAMATAN PUSPAHIANG KABUPATEN TASIKMALAYA
Indonesia adalah salah satu produsen gula semut yang memiliki kaitan kuat dengan aspek sosial, ekonomi serta budaya masyarakat pedesaan di Indonesia, menawarkan peluang pasar yang semakin luas seiring dengan meningkatnya permintaan dari waktu ke waktu. Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengidentifikasi faktor-faktor internal serta eksternal guna memperoleh strategi alternatif dalam pengembangan agroindustri gula semut di Desa Mandalasari Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya. Adapun permasalahan yang ditemukan terkait dengan pemasaran dan penjualan gula semut adalah cakupan pasarnya yang masih terbatas serta rantai distribusi yang masih pendek. Jenis penelitian ini memanfaatkan metode studi kasus. Variabel yang diamati dan berhubungan dengan penelitian adalah strategi pengembangan, analisis SWOT, Data yang digunakan untuk penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder Teknik penarikan responden dilaksanakan dengan purvosive sampling rancangan analisis data menggunakan analisis SWOT dan Matriks SWOT. Hasil analisis dan identifikasi lingkungan internal diperoleh kekuatan dan kelemahan. Kekuatan agroindustri terletak pada ketersediaan bahan baku serta daya tahan produk. Sebaliknya, kelemahan terletak pada keterbatasan alat dalam proses produksi. Faktor External pada penelitian agroindustri gula semut yaitu harga gula semut aren yang menguntungkan. Ancamannya yang dihadapi meliputi produk sejenis yang bersaing dan peningkatan biaya produksi. Alternatif strategi dalam pengembangan agroindustri gula semut mencakup optimalisasi penggunaan teknologi, peningkatan promosi dan menjaga kualitas produksi
DAMPAK EKSTERNALITAS INDUSTRI TAHU BULAT DI DESA JELAT, KECAMATAN BAREGBEG, KABUPATEN CIAMIS
Salah satu lokasi industri pengolahan tahu bulat di Kabupaten Ciamis berada di Desa Jelat. Industri tahu di daerah tersebut banyak tersebar, ada yang di tengah pemukiman masyarakat dan ada yang jauh dari pemukiman masyarakat. Adanya industri tersebut tentu secara langsung maupun tidak langsung memungkinkan terjadinya dampak eksternalitas, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak eksternalitas positif dan negatif serta upaya penanganan dampak eksternalias oleh industri tahu bulat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) terhadap empat industri tahu bulat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Hasil penelitian menunjukkan: (1) dampak eksternalitas positif dari adanya industri tahu bulat di Desa Jelat, yaitu meningkatkan pendapatan tambahan bagi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan peluang usaha baru, sedangkan dampak eksternalitas negatif yaitu pencemaran lingkungan diantaranya yang berasal dari limbah padat dan cair serta pencemaran udara berupa bau tidak sedap yang menyebabkan ketidaknyamanan bertempat tinggal; (2) bentuk tanggung jawab industri terhadap masyarakat dapat dilihat dari keterlibatan aktif dan inisiatif pembangunan desa, seperti sumbangan bangunan sebesar Rp. 20.000.000 pertahun, sumbang operasional diniyah sebesar Rp. 4.000.000 per tahun, dan sumbangan acara keagamaan sebesar Rp. 8.000.000 per tahun; (3) upaya-upaya penanganan limbah yang telah dilakukan dan sedang direncanakan oleh industri tahu bulat di Desa Jelat diantaranya yaitu pakan ternak dari limbah padat ampas kedelai, instalasi pengolahan air limbah, bak penampungan limbah, dan pupuk organik cair
APAKAH ADA HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KONSUMEN MINUMAN FERMENTASI DENGAN PERILAKUNYA
Masyarakat telah semakin menyadari akan pentingnya pola hidup sehat dan manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh produk-produk alami, termasuk minuman fermentasi. Namun demikian, produk minuman fermentasi masih belum terlalu populer bagi masyarakat. Pengetahuan konsumen konsumen mengenai minuman fermentasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keputusan pembelian dan perilaku konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan konsumen dan perilaku konsumen dalam mengkonsumsi minuman fermentasi. Metode penelitian menggunakan metode survei kepada 58 responden dari hasil sampling acak sederhana. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki karakteristik berjenis kelamin perempuan yang berusia 19 tahun dengan uang saku sekitar 1 juta hingga 2 juta setiap bulannya dan pengeluaran untuk konsumsi minuman pada rentang 100 ribu hingga 300 ribu rupiah setiap bulannya. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai kekurangan dari minuman fermentasi dengan frekuensi konsumsi minuman fermentasi dan merk minuman fermentasi
KOMPARASI KARAKTERISTIK KONSUMEN YANG BERBELANJA MINYAK GORENG DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI KECAMATAN CIHIDEUNG KOTA TASIKMALAYA
Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia sehingga pasokan minyak goreng harus terus tersedia dengan kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen dan komparasi karakteristik konsumen yang berbelanja minyak goreng di pasar tradisional (Pasar Rel Tasikmalaya) dan pasar modern (Asia Toserba Tasikmalaya). Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang saat itu secara kebetulan ditemui di lokasi penelitian yaitu sebanyak 30 responden di Pasar tradisionaldan 30 responden di Asia Toserba Tasikmalaya. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis komparasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen di pasar tradisional rata-rata berusia 50 tahun, didominasi oleh konsumen jenis kelamin perempuan dengan jarak tempuh < 5 km, tingkat pendidikan SD, pekerjaan mayoritas ibu rumah tangga dengan pendapatan < Rp1.000.000, maka konsumen minyak goreng di pasar tradisional dari kalangan menengah ke bawah. Sedangkan untuk konsumen minyak goreng di pasar modern rata-rata berusia 40 tahun, didominasi oleh konsumen jenis kelamin perempuan dengan jarak tempuh < 5 km, tingkat pendidikan SLTA, pekerjaan mayoritas wiraswasta/wirausaha dengan pendapatan Rp3.000.000-Rp4.999.999, maka konsumen minyak goreng di pasar modern dari kalangan menengah ke atas
ANALISIS EFEK FLUKTUASI HARGA KOMODITAS PANGAN TERHADAP INFLASI DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Inflasi merupakan kondisi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus. Inflasi di luar wilayah pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan pulau Jawa karena terbatasnya infrastruktur yang menunjang distribusi. Tingkat inflasi yang paling berfluktuatif di pulau Kalimantan adalah Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis trend perkembangan harga komoditas pangan dan menganalisis pengaruh jangka panjang dan jangka pendek fluktuasi harga komoditas pangan yang terdiri atas beras, cabai merah, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras terhadap inflasi yang terjadi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode analisis trend Ordinary Least Squares dan analisis Vector Error Correction Model. Data yang digunakan adalah data sekunder time series bulanan dari tahun 2011 hingga 2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan harga komoditas pangan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki trend pertumbuhan positif adalah harga beras (584.5556), cabai merah (395.5415), cabai rawit (2,445.44), daging sapi (3,726.50), dan telur ayam ras (819.862). Perkembangan harga komoditas pangan di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki trend negatif adalah harga daging ayam ras (-125.535). Efek fluktuasi harga komoditas pangan terhadap inflasi yang terjadi di Provinsi Kalimantan Utara pada jangka panjang yang mempengaruhi secara positif dan signifikan adalah harga beras dengan t-statistic (2.37648) > t-tabel(1.97538), sedangkan pada jangka pendek tidak ada yang mempengaruhi inflasi
Strategi Pemasaran Cabai Merah Besar Di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri Kabupaten Ciamis
Pemasaran cabai merah besar di Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis menghadapi sejumlah kendala, seperti fluktuasi harga dan biaya pemasaran yang tinggi, yang berdampak pada pendapatan petani dan efektivitas pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran cabai merah besar, serta untuk menemukan strategi pemasaran alternatif yang relevan dan dapat diterapkan di Desa Cibeureum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengambilan data langsung dari responden, Teknik penarikan sampel diambil secara sensus atau sampling jenuh. Rancangan analisis data menggunakan analisis SWOT. Faktor internal adanya kekuatan berupa harga kompetitif, jaringan distribusi yang baik, lokasi strategis, kualitas produk yang baik, dan keberlanjutan produksi yang tinggi. Sedangkan kelemahannya permodalan terbatas, kurang pengetahuan strategi pemasaran, ketergantungan pada satu pasar, kualitas kurang konsisten, terbatasnya akses pasar, dan teknologi masih konvensional. Faktor eksternal meliputi peluang dan ancaman yang tersedia, peluang meliputi pemasaran digital, permintaan meningkat, segmentasi pasar, tersedianya infrastruktur komunikasi dan transportasi, dan adanya pembinaan dari dinas pertanian, sedangkan yang menjadi ancaman yaitu fluktuasi harga, perubahan iklim, produk cabai daerah lain, perkembangan teknologi digital. Penelitian menunjukkan bahwa strategi alternatif yang dapat digunakan oleh petani cabai merah besar di Desa Cibeureum dengan strategi yang agresif, yakni strategi S-O (Strength-Opportunity) antara lain berfokus pada penguatan posisi kekuatan dengan memanfaatkan peluang yang ad
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS PIDATO DENGAN MENERAPKAN MODEL THINK TALK WRITE (TTW) BERBANTUAN LIVEWORKSHEET
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis pidato siswa berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMP Negeri 5 Ciamis. Hal tersebut disebabkan karena pembelajaran masih belum menggunakan model pembelajaran yang menarik. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru diketahui bahwa keterampilan menulis teks pidato memiliki rata-rata nilai yang lebih kecil yaitu 48. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui perencanaan penerapan model Think Talk Write (TTW) berbatuan Liveworksheet terhadap keterampilan menulis teks pidato, mengetahui pelaksanaan penerapan model Think Talk Write (TTW) dan mengetahui perubahan keterampilan menulis model TTW berbantuan Liveworksheet. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII di SMP Negeri 5 Ciamis yang berjumlah 6 kelas dengan 192 siswa. Sampel penelitian ditentukan oleh teknik purposive sampling dengan kelas eksperimen dan kontrol keduanya homogen berdasarkan uji homogenitas dengan masing-masing 32 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu lembar penilaian keterampilan menulis dan lembar observasi pelaksanaan model TTW berbantuan Liveworksheet. Hasil uji normalitas dan homogenitas data diketahui bahwa data berdistribusi normal namun data pascates kedua kelas tidak homogen. Selanjutnya berdasarkan hasil uji t' dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata keterampilan menulis teks pidato siswa antara kelas kontrol dan eksperimen
Implementasi Gamifikasi sebagai Strategi Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Keterlibatan Sosial dan Pemahaman Siswa dalam Konteks Zone of Proximal Development
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman sejarah siswa kelas X melalui penerapan gamifikasi berbasis teori Zone of Proximal Development (ZPD) Vygotsky. Metode penelitian yang digunakan, yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X E 1 SMA Negeri 1 Ciamis. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi kelas, tes hasil belajar, dan wawancara dengan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi secara bertahap meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah pada setiap siklus. Peningkatan terlihat dari skor rata-rata kelas yang meningkat dari 55 pada awal penelitian menjadi 80 pada siklus kedua. Selain itu, gamifikasi juga meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kolaboratif, terutama bagi siswa dengan ZPD rendah hingga menengah. Siswa menunjukkan antusiasme lebih tinggi dalam diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan interaksi belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gamifikasi berbasis ZPD adalah strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar sejarah sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Strategi ini juga relevan untuk mendukung perkembangan kemampuan kolaborasi dan pemahaman materi secara mendalam
RELEVANSI ASAS KEADILAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA KEKAYAAN INTELEKTUAL (Putusan Nomor 465 K/Pdt.Sus-HKI/2024/PN.Jkt.Pst)
Putusan pengadilan dalam sengketa kekayaan intelektual tidak hanya berperan sebagai penyelesaian hukum, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai asas keadilan yang menjadi dasar sistem hukum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi asas keadilan dalam penyelesaian sengketa kekayaan intelektual, dengan fokus pada studi kasus Putusan Nomor 465K/Pdt.Sus-HKI/2024/PN.Jkt.Pst.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis putusan pengadilan sebagai objek utama. Data dikumpulkan melalui studi literatur, dokumen hukum, dan analisis yurisprudensi terkait kekayaan intelektual. Penelitian ini membahas bagaimana asas keadilan diimplementasikan dalam pertimbangan hukum hakim, serta dampaknya terhadap perlindungan hak-hak para pihak yang terlibat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas keadilan telah menjadi prinsip utama dalam putusan tersebut, terutama dalam penyeimbangan hak dan kewajiban para pihak. Namun, terdapat beberapa aspek yang memerlukan perhatian lebih dalam penguatan penerapan asas keadilan, seperti konsistensi argumentasi hukum dan perlindungan terhadap pihak yang lebih lemah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan hukum kekayaan intelektual yang lebih adil dan merata di Indonesia