Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
The Influence of the Implementation of the Farmer Card Program and Work Motivation on the Welfare of Rice Farmers in Cilamaya Kulon, Karawang
This study aims to evaluate the implementation of the Farmer Card program and its impact on the work motivation and welfare of rice farmers in Cilamaya Kulon District, Karawang Regency. The study used a descriptive qualitative method with a literature study, and data were obtained through in-depth interviews with four informants. The results showed that most informants considered the Farmer Card program ineffective. They complained about the difficulty of obtaining subsidized fertilizer, uneven distribution, and the existence of non-farmers who misused the Farmer Card to get fertilizer and then sell it at a high price. In addition, the existence of the Farmer Card reduced farmers' work motivation due to limited access to subsidized fertilizer. This program also did not have a significant impact on farmers' welfare; high fertilizer prices due to the inaccurate distribution process became an additional burden. The informants suggested improvements to the distribution system and program implementation so that it could truly improve farmers' welfare or proposed that this program be stopped if improvements were not possible. The results showed that farmers preferred the old system which was considered more flexible in meeting fertilizer needs
Measuring the Competitiveness of Ciamis Regency Using Location Quotient and Shift Share Analysis
Increased economic growth shows that economic activity in a region is running well. The economic capabilities of each region are different, so this research was conducted with the aim of analyzing the competitiveness of the economic sectors in Ciamis Regency. This research uses secondary data obtained from the Central Statistics Agency for West Java Province and Ciamis Regency in 2020-2023. The analysis used in this research is location quotient analysis and shift share analysis. The research results of statistic location quotient and dynamic location quotient combination shows that the sectors included in the basic and prospective sectors are the agriculture, forestry, and fisheries sectors, construction, education services, warehousing transportation, provision of accommodation and food and beverages, and the information and communication sector, while the results of the shift share analysis show that the sectors that are growing rapidly and have competitiveness are the real estate sector, corporate services, health services and social activities, and other services
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK ABON IKAN LELE (STUDI KASUS PADA KONSUMEN ABON IKAN LELE CAP RAJAWALI)
Kabupaten Ciamis dikenal sebagai salah satu wilayah dengan budidaya ikan lele yang signifikan, dan dalam beberapa tahun terakhir, produksi ikan lele di daerah ini telah mengalami peningkatan yang cukup pesat. Pengolahan abon ikan lele memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat, serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Ciamis. Berbagai atribut mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih abon ikan lele, termasuk harga, rasa, tekstur, dan kemasan. Konsumen cenderung mempertimbangkan atribut-atribut ini berdasarkan preferensi dan kebutuhan mereka. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami preferensi konsumen guna mengetahui apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1. Karakteristik konsumen abon ikan lele, 2. Preferensi konsumen terhadap atribut abon ikan lele, dan 3. Urutan atribut yang paling memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk abon ikan lele. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan melibatkan 37 responden sebagai sampel. Analisis data yang digunakan mencakup uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, serta analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen abon ikan lele Cap Rajawali didominasi oleh perempuan berusia 31-40 tahun, dengan mayoritas memiliki pendidikan sarjana (S1). Sebagian besar konsumen tersebut memiliki pekerjaan di luar kategori yang telah disebutkan, dengan pendapatan bulanan antara Rp 2.000.000 hingga Rp 3.000.000. Atribut yang menjadi preferensi utama konsumen adalah rasa, diikuti oleh urutan atribut lainnya, yaitu harga, tekstur, dan kemasan. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar Abon Ikan Lele Cap Rajawali memberikan perhatian khusus pada atribut rasa, yang merupakan faktor utama dalam keputusan pembelian konsumen. Namun, penting juga untuk tetap mempertahankan kualitas atribut lainnya yang telah sesuai dengan harapan konsumen
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RAMAN UTARA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
Mentimun adalah tanaman hortikultura yang sangat bermanfaat dan memiliki permintaan tinggi. Namun, kendala dalam pemasaran seperti tidak efisiennya sistem pemasaran, dikarenakan rantai pemasaran yang panjang dan tidak terorganisir menjadi tantangan yang perlu diatasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan saluran yang efisien untuk diterapkan oleh petani mentimun di Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur. Penentuan lokasi dipilih dengan menggunakan metode purposive atau secara sengaja. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode snowball sampling, jumlah sampel ada 30 petani, 8 pedagang pengumpul, dan 12 pedagang pengecer. Penelitian ini menggunakan dua metode analisis yaitu analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis saluran pemasaran, dan dekriptif kuantitatif untuk menganalisis margin, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Hasil dari penelitian ini terdapat 3 saluran pemasaran mentimun yang terbentuk, saluran 1 (Petani-Konsumen Akhir), saluran 2 (Petani-Pedagang Pengecer-Konsumen Akhir), dan saluran 3 (Petani-Pedagang Pengumpul-Pedagang Pengecer-Konsumen Akhir). Margin pada saluran pemasaran 1,2,dan 3 berurutan masing-masing sebesar Rp.0/Kg, Rp.1.500/Kg, dan Rp.2.500/Kg. Farmer’s share pada saluran pemasaran 1,2, dan 3 berurutan sebesar 100%, 70%, dan 50%, sedangkan nilai efisiensi pemasaran 1,2, dan 3 berurutan sebesar 14%, 15% dan 17%. Sehingga nilai efisiensi pemasaran pada ketiga saluran pemasaran mentimun tergolong efisien dikarenakan mempunyai nilai efisiensi pemasaran dibawah 50%. Dengan demikian, semua saluran pemasaran mentimun di Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur dapat diterapkan oleh petani secara efisien untuk memasarkan hasil panen mentimun mereka
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN PADA PEMBELIAN IKAN ASIN JAMBAL ROTI DI DESA PANGANDARAN
Desa Pangandaran merupakan daerah pariwisata yang terkenal dengan pantai dan hasil lautnya. Salah satu produk khasnya adalah ikan asin jambal roti, terbuat dari ikan manyung dengan tekstur unik dan aroma khas. Banyaknya wisatawan yang membeli ikan asin jambal roti menciptakan peluang usaha bagi penduduk lokal. Namun persaingan yang ketat dan pedagang ikan asin yang belum mementingkan perilaku konsumen membuat penjualan ikan asin jambal roti kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan perilaku konsumen pada pembelian ikan asin jambal roti di Desa Pangandaran yang dilakukan di Desa Pangandaran pada bulan Juni 2024. Penelitian ini didesain secara kualitatif dengan menggunakan metode survey. Data primer dikumpulkan dari 80 orang sampel konsumen yang dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling dan diwawancara secara terstruktur dengan alat bantu kuesioner serta menggunakan rancangan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas konsumen berdomisili di Bandung, berusia lebih dari 40 tahun, jenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir S1 dan bekerja sebagai PNS/Guru/ Dosen dengan penghasilan bulanan Rp.3.100.000 - Rp.5.500.000. Konsumen menunjukkan kecenderungan membeli lebih dari 1 kg, karena dilabel kuliner khas Pangandaran, harga produk masih dipandang wajar atau standar, informasi diperoleh dari teman atau keluarga (word of mouth), membeli langsung setelah mendapatkan informasi, membandingkan kualitas produk sebelum membeli, mengutamakan rasa, merasa puas dengan pengalaman membeli dan tetap membeli meskipun harga naik. Sarannya, jaga dan tingkatkan mutu produk, promosikan sebagai kuliner khas melalui media sosial, jaga harga jual agar tetap stabil, selalu ramah dalam pelayanan, lakukan inovasi produk terus menerus dan gunakan teknologi modern untuk pemasaran
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA NILA GESIT (Studi Kasus pada Pembudidaya Nila Gesit Di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran)
Penelitian ini bertujuan : 1) komponen internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha budidaya ikan nila gesit dipengaruhi oleh komponen internal dan eksternal di Desa Kertajaya Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. 2) rencana untuk menumbuhkan ikan nila gesit di Desa Kertajaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Perusahaan budidaya ikan nila gesit di Desa Kertajaya menjadi subjek studi kasus dalam penelitian ini. Pemilik ikan nila gesit adalah responden penelitian ini. Data primer dan sekunder digunakan. Analisis SWOT adalah analisis yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) lokasi dan kualitas air mendukung budidaya ikan nila gesit namun memiliki keterbatasaan dalam penyediaan produk. 2) Meskipun pembudidaya ikan nila gesit memiliki permintaan yang tinggi, penyakit dan hama menimbulkan ancaman
KELAYAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TAHU DI DESA BUNISEURI KECAMATAN CIPAKU
Agroindustri tahu Melya Rasa di Desa Buniseuri menghadapi permasalahan keterbatasan dalam peralatan, tenaga kerja, modal, bahan baku yang cenderung fluktuatif dan masih sempitnya daerah pemasaran produk tahu. Permasalahan dan kelemahan Agroindustri tahu di Desa Buniseuri Kecamatan Cipaku dapat mengalami resiko kegagalan. Kegagalan perencanaan, kesalahan dalam penaksiran pasar, kesalahan dalam memperkirakan kontinuitas bahan baku, dan sebagainya. Maka analisis kelayakan dilakukan guna mengeliminasi besarnya resiko yang akan ditanggung para pelaku Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri, selain perlu dikaji strategi pengembangan yang tepat untuk dapat meningkatkan usaha Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui untuk mengetahui kelayakan Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri, dan untuk mengetahui strategi pengembangan sektor Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Analisis kelayakan menggunakan analisis R/C, untuk mengetahui suatu usaha layak atau tidaknya. Matriks SWOT untuk menciptakan strategi pengembangan Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis Kelayakan R/C dari Agroindustri tahu Melya Rasa Di Desa Buniseuri layak dilakukan. Nilai R/C adalah sebesar 1,65 layak dilakukan. Analisis SWOT, strategi yang dapat diterapkan yakni dengan memanfaatkan strategi S-O (Strenght-Opportunity) menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu, Memanfaatkan lahan tempat produksi, menggunakan teknologi yang ada dan memanfaatkan lokasi yang strategis. Untuk meningkatkan kualitas produk yang baik serta meningkatkan jumlah produksi
DINAMIKA USAHATANI KENTANG: KONTRIBUSI TERHADAP PEMENUHAN KEBUTUHAN RUMAH TANGGA PETANI KENTANG
ABSTRAKPenelitian ini mengkaji kontribusi usahatani kentang terhadap pemenuhan kebutuhan rumah tangga petani di Kabupaten Garut, dengan fokus pada dua kecamatan utama, Cisurupan dan Cikajang. Data diperoleh dari 218 responden melalui metode survei menggunakan kuesioner, yang dianalisis melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil menunjukkan bahwa usahatani kentang di lahan rata-rata 0,54 hektar menghasilkan keuntungan sebesar Rp25.906.826 per musim tanam, yang hanya mampu memenuhi 80,1% kebutuhan rumah tangga petani. Faktor-faktor seperti luas lahan, tingkat pendidikan, dan diversifikasi pekerjaan sampingan berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Petani dengan lahan sempit cenderung mengalami kendala efisiensi, sementara diversifikasi pekerjaan menjadi strategi adaptasi ekonomi. Studi ini menyoroti perlunya intervensi kebijakan untuk meningkatkan skala ekonomi, adopsi teknologi modern, dan diversifikasi pendapatan guna mendukung kesejahteraan petani kentang secara berkelanjutan. Kata Kunci: pertanian kentang, diversifikasi pendapatan, efisiensi usaha, kesejahteraan petani.ABSTRACTThis study examines the contribution of potato farming to fulfilling the household needs of farmers in Garut Regency, focusing on two key sub-districts, Cisurupan and Cikajang. Data were collected from 218 respondents through surveys using questionnaires and analyzed using a financial feasibility approach. The results indicate that potato farming on an average land area of 0.54 hectares generates a profit of IDR 25,906,826 per planting season, which only covers 80.1% of the farmers' household needs. Factors such as land size, education level, and diversification of side jobs significantly influence the sustainability of farming activities. Farmers with smaller landholdings tend to face efficiency challenges, while income diversification serves as an economic adaptation strategy. This study highlights the need for policy interventions to enhance economies of scale, adoption of modern technology, and income diversification to support the sustainable welfare of potato farmers. Keywords: potato farming, income diversification, farm efficiency, farmers’ welfare
Interferensi Bahasa Sunda dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Oleh Siswa di MTs Babakan
Sebagian besar penduduk Indonesia memiliki kemampuan dalam menggunakan dua bahasa atau lebih. Bahasa pertama yang dikuasai biasanya adalah bahasa daerah, yang umumnya menjadi bahasa pertama yang dipelajari. Tumbuh dan berkembang di suatu daerah yang menggunakan bahasa tertentu sebagai sarana interaksi sehari-hari. Akibat interaksi sosial yang terjadi lingkungan tempat tinggal, terjadi kontak antara bahasa pertama dan bahasa kedua. Penelitian ini mendeskripsikan Interferensi bahasa Indonesia pada teks deskripsi terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia di MTs Babakan Ciamis Karang Ampel, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis dan mendeskripsikan pengembangan bahan ajar yang berkaitan dengan interferensi yaitu pengembangan bahan ajar teks deksripsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Siswa MTs sebagian besar merupakan penduduk asli dan keturunan masyarakat Sunda yang memiliki kemampuan berbahasa dua bahasa. Akibat dari kemampuan bilingual ini, terjadi interferensi, yaitu penyalahgunaan bahasa yang dipengaruhi oleh bahasa pertama. Interferensi adalah penyerapan unsur-unsur dari satu bahasa ke bahasa lain yang melanggar aturan gramatikal. Penelitian ini menggunakan metode phenomenological research. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis untuk melihat tingkat dan jenis interferensi bahasa yang ditemukan dalam teks deskriptif, serta menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya interferensi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam teks deskriptif siswa kelas VII MTs Babakan terdapat interferensi di bidang fonologi, morfologi, sintaksis
Nilai Moral Film Keluarg Cemara 2 karya Ismail Basbeth (Alternatif bahan Ajar Menganalisis Film Berbasis Pendidikan Moral
Berdasarkan analisis hasil penelitian terhadap Film Keluarga Cemara 2 Karya Ismail Basbeth terdapat beberapa nilai moral yang terkandung di dalamnya, yaitu hubungan antara manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan hubungan antara manusia dengan sosial dan lingkungannya. Film Keluarga Cemara 2, menghadirkan tema kehidupan keluarga yang berjuang menghadapi perubahan dan tantangan, serta hubungan manusia dengan Tuhan. Dalam film ini, Abah dan Emak menunjukkan rasa syukur terhadap Tuhan atas apa yang diberikan. Dialog di film tersebut menunjukkan pentingnya mensyukuri apa yang Tuhan berikan dan melihat kebaikan dalam situasi yang kurang baik. Ini menunjukkan bagaimana keluarga berusaha untuk mempererat hubungan dengan Tuhan melalui rasa syukur. Film "Keluarga Cemara 2" karya Ismail Basbeth menekankan beberapa nilai moral terkait hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Dialog film menunjukkan pentingnya tanggung jawab, kesabaran, dan kesadaran diri dalam kehidupan sehari-hari. Abah memberikan nasihat kepada Ara untuk bertanggung jawab atas kesalahan, Emak menasihati Ara untuk bersabar, dan Abah juga menekankan pentingnya memahami diri sendiri. Film juga menampilkan adegan-adegan yang menunjukkan pentingnya kesadaran diri dan kesabaran dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Hal ini mencerminkan nilai moral yang diusung dalam film, bahwa pentingnya tanggung jawab, kesabaran, dan kesadaran diri dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan sosial dan lingkungan alam sangat penting bagi manusia. Dalam Islam, ta'awun atau tolong-menolong adalah tindakan penting. Dialog film "Iya aku akan membantumu Ara" menunjukkan sikap tolong-menolong antara tokoh Ara dan Aril. Cinta kasih orang tua kepada anak mereka dianggap sebagai cinta yang murni. Dalam film "Sayangnya Emak," tokoh Emak dan Abah mencerminkan rasa kasih sayang orang tua. Mereka selalu memberikan perhatian penuh kepada anak-anak mereka, mendengarkan, memahami, dan memperhatikan. Dalam surah Al Maidah, Allah juga menyebutkan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan. Tokoh-tokoh ini membantu memperkuat hubungan sosial dan cinta kasih dalam lingkungan manusia.Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai moral film keluarga cemara 2 layak dijadikan sebagai model bahan ajar pada Kompetensi Dadar 3.9 untuk jenjang SMA, dengan kriteria relevansi, keterpaduan, keterjangkauan, keterbacaan, keanekaragaman, keberagaman media, dan keterukuran