Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
Perbedaan Motivasi Belajar Peserta Didik Menggunakan Media Augmented Reality Dengan Media Powerpoint Pada pembelajaran Ekonomi
Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan motivasi belajar antara peserta didik yang menggunakan media Augmented Reality dengan media Powerpoint pada pembelajaran ekonomi khususnya pada materi kegiatan ekonomi di kelas X di SMAN Umbulsari Kabupaten Jember tahun ajaran 2024/2025. Populasi penelitian ini melibatkan seluruh siswa kelas X SMAN Umbulsari dengan mengambil 2 kelas sebagai sampel penelitian, dimana masing-masing kelas terdapat 35 sisiwa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Perolehan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Observasi dilakukan dengan berbantuan lembar observasi, yang selanjutnya data dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t (Independent Sample T-test). Dalam pengujian hipotesis, uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam motivasi belajar antara peserta didik yang diberikan treatment menggunakan media Augmented Reality dengan peserta didik yang menggunakan media PowerPoint dalam pembelajaran. Dengan menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar peserta didik mencapai 73,09 untuk kelas eksperimen yang yang diberikan treatment menggunakan media Augmented Reality dan 64,06 untuk kelas kontrol yang menggunakan media PowerPoint. Dapat disimpulkan, bahwa pemanfaatan media Augmented Reality menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik dibandingkan dengan penggunaan media PowerPoint
IMPLEMENTASI CASHLESS GOVERNMENT UNTUK PENINGKATAN AKUNTABILITAS BELANJA NEGARA STUDI KASUS PADA KPPN TIPE A1 JAKARTA III
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan cashless government dalam meningkatkan akuntabilitas belanja negara dengan studi kasus pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Jakarta III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap proses transaksi non-tunai. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada model implementasi kebijakan Edward III yang meliputi aspek komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pembayaran non-tunai di KPPN Tipe A1 Jakarta III telah berjalan cukup efektif, didukung oleh regulasi yang jelas, kesiapan infrastruktur teknologi, serta komitmen pimpinan dan pegawai. Namun demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan literasi digital di sebagian satuan kerja, resistensi terhadap perubahan budaya kerja, serta permasalahan teknis sistem yang bersifat insidental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan cashless government mampu mempercepat proses transaksi, meningkatkan keterlacakan keuangan, serta mengurangi potensi kecurangan sehingga berkontribusi terhadap penguatan transparansi dan akuntabilitas belanja negara. Temuan penelitian ini terletak pada pengungkapan dinamika implementasi kebijakan cashless government di tingkat operasional KPPN melalui pendekatan kualitatif berbasis teori implementasi Edward III, yang masih jarang dikaji dalam penelitian sebelumnya.Kata Kunci : Cashless Government, Implementasi Kebijakan, Akuntabilitas, Birokrasi, Belanja Negara
STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI DI BAGIAN SUMBER DAYA ALAM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN GARUT
PPermasalahan yang terjadi dalam penyusunan data dan perumusan kebijakan di bidang sumber daya alam sering terjadi keterlambatan dalam perumusan kebijakan dan penyajian data kurang maksimal, hal ini disebabkan karena terbatasnya sharing informasi dan kurangnya koordinasi antara atasan dan bawahan dan begitu sebaliknya, sehingga banyak pekerjaan yang di kerjakan sesuai dengan pemahamannya sendiri. Juga belum bisa beradaptasinya para pegawai dengan berbagai perubahan terutama dalam bidang atau kemampuan pegawai masih belum optimal dalam melakukan bidang pekerjaan terutama mengahadapi era 4.0, yang mana peran dan tugas membantu pemerintah daerah dalam penyusunan data dan bahan perumusan kebijakan di bidang sumber daya alam yang ada di Kabupaten Garut masih kurang dalam penyerapan teknologi dan seringnya pekerjaan yang tidak sesuai, sehingga dikembalikan lagi dan harus di kerjakan ulang hal ini karena ketidak sesuaian pendidikan dengan pekerjaan menjadikan dalam hasil pekerjaan kurang tepat sehingga menjadikan kulitas kerja kurang optimal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi organisasi dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Garut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggali penerapan strategi komunikasi yang mencakup komunikasi antar pribadi, efektivitas pesan, keterampilan komunikasi pegawai, dan struktur komunikasi internal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan study dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan strategi komunikasi dipengaruhi oleh kejelasan pesan, efektivitas media, dan koordinasi lintas bagian, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas, kepuasan kerja, dan partisipasi pegawai. Penelitian ini memberikan wawasan komprehensif tentang peran komunikasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan mendukung pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutanKata Kunci : Strategi komunikasi organisasi, kinerja pegawai, koordinasi internal, manajemen organisasi, kolaborasi
Desain Pengembangan Smart Governance Tourism dalam Mendukung Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Pangandaran
Penelitian ini bertujuan merumuskan desain pengembangan smart governance tourism dalam mendukung pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangandaran. Smart governance tourism dipahami sebagai tata kelola pariwisata yang memanfaatkan teknologi digital, keterbukaan informasi, serta partisipasi multi-aktor untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan daya saing destinasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen kebijakan terkait pariwisata dan KEK. Temuan menunjukkan bahwa tata kelola pariwisata di Pangandaran masih berada pada tahap awal dan belum terintegrasi secara digital, infrastruktur teknologi belum merata, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan belum berjalan optimal. Selain itu, budaya organisasi pemerintah daerah masih cenderung birokratis dan kurang adaptif terhadap inovasi digital, sehingga menghambat implementasi smart governance. Penelitian ini merumuskan kebutuhan integrasi sistem digital lintas sektor, penguatan budaya organisasi adaptif, peningkatan kolaborasi pemerintah–swasta–masyarakat, dan penyusunan roadmap strategis sebagai elemen utama dalam desain smart governance tourism. Hasil penelitian berkontribusi pada pengembangan model tata kelola pariwisata cerdas yang kontekstual untuk mendukung percepatan KEK Pangandaran. Kata kunci: smart governance tourism, budaya organisasi, KEK Pangandaran, digitalisasi pariwisata, tata kelola publik
FACTORS THAT INFLUENCE THE DECISION ON THE PLACE OF SALE OF COFFEE IN NEGERI SINDANG VILLAGE, SOSOH BUAY RAYAP DISTRICT, OGAN KOMERING ULU REGENCY
limitations in determining the most profitable marketing channels. This study aims to analyze the factors that influence farmers' decisions in choosing a place to sell coffee, especially to middlemen, in Sindang State Village, Sosoh Buay Terap District, Ogan Komering Ulu Regency. The method used was a survey with a quantitative approach, involving 30 coffee farmers selected through stratified random sampling techniques. The analysis was performed using binary logistics regression with the help of SPSS software. The results of the study show that six variables have a significant effect on the decision of coffee sales places, namely: selling price, mileage, availability of capital, quality of coffee beans, access to price information, and buyer service. Among these variables, economic factors such as selling price (p = 0.025) and capital (p = 0.038), as well as access to price information (p = 0.044) are the main determinants in farmers' decision-making. Meanwhile, the variables of service and distance also strengthened the decision, especially due to the factor of convenience and social relations with middlemen. These findings reflect that although farmers are aware of other sales alternatives, the preference for middlemen remains strong due to practical and relational economic considerations. Keywords: coffee farmers, place of sale, middlemen, logistical regression, economic decision
ANALISIS STRATEGI BRANDING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK PEMPEK IKAN DI DESA GUMAWANG KECAMATAN BELITANG KABUPATEN OKU TIMUR
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. UMKM juga dapat berfungsi sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi peningkatan branding produk pempek dan mengidentifikasi fakto-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian produk pempek ikan di Desa Gumawang, Kecamatan Belitang, OKU Timur. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Dan Threats) untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Dan model analisis regresi logistik. Hasil penelitian analisis SWOT bahwa hasil IFAS menunjukan kekuatan internal lebih dominan dibandingkan kelemahan, yang mengindikasikan bahwa pempek ikan memliki potensi besar untuk dikembangkan berdasarkan kekuatan utama berupa kualitas produk yang baik, rasa yang khas, dan harga yang terjangkau. Hasil EFAS juga menunjukan bahwa peluang eksternal lebih tinggi dari ancaman dengan peluang terbesar berasal dari pemanfaatan media sosial, inovasi produk, dan meningkatkan tren konsumsi produk berbahan ikan. Berdasarkan perbandingan skor IFAS dan EFAS, strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan (growth strategy), yaitu strategi yang berorientasi pada pemanfaatan kekuatan untuk menangkap peluang secara maksimal. Dan hasil analisis regresi menunjukan bahwa variabel harga, promosi, citra merek, dan kualitas produk berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian produk pempek. Dengan nilai R2 sebesar 44,2%, model ini mampu menjelaskan pengaruh variabel-variabel tersebut secara cukup baik terhadap keputusan pembelian konsumen
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI PEPAYA TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI DESA SINARTANJUNG KECAMATAN PATARUMAN KOTA BANJAR
Penyuluh pertanian memiliki peranan yang krusial dalam memberikan pendampingan teknis, penyampaian informasi, serta solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh petani. Oleh karena itu, efektivitas kinerja penyuluh sangat menentukan terhadap hasil produksi dan tingkat kesejahteraan petani. Namun, masih ditemukan beberapa keluhan dari petani mengenai kualitas pelayanan yang diberikan oleh penyuluh. Penelitian ini mempunyai tujuan guna menganalisis Tingkat kinerja dan tingkat kepuasan petani pepaya terhadap kinerja penyuluh pertanian di Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Studi ini menerapkan metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei dan kuesioner yang dibagikan kepada 20 petani pepaya. Metode Skoring digunakan untuk mengukur Tingkat Kinerja Penyuluh Pertanian dan Tingkat Kepuasan Petani Pepaya. Variabel yang dianalisis mencakup lima dimensi: reliabilitas, responsivitas, empati, jaminan, dan bukti langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pertanian di Desa Sinartanjung tergolong dalam kategori baik, berdasarkan persepsi petani pepaya. Hal ini ditunjukkan oleh delapan responden atau 40% dari total partisipan yang menilai kinerja penyuluh berada pada kategori tersebut. Adapun tingkat kepuasan petani pepaya terhadap pelayanan penyuluhan pertanian termasuk dalam kategori cukup puas, hal tersebut menunjukkan bahwa penyuluh pertanian belum memberikan pelayanan yang maksimal kepada para petani pepaya sehingga petani pepaya belum merasa puas terhadap kinerja penyuluh pertanian. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah responden yang mayoritas berada pada kategori cukup puas dengan responden sebanyak 13 orang atau 65%.
Strategi Adaptasi Sistem Pengetahuan Adat Komunitas Kampung Kuta dalam Menghadapi Tekanan Globalisasi: Studi Kritis Terhadap Ketahanan Budaya dan Konservasi Alam
This study examines the impact of globalization on the indigenous knowledge system of the Kuta Village community in Ciamis and the adaptation strategies they employ to maintain cultural resilience and environmental sustainability. Using a qualitative approach through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, the research finds that the community integrates traditional rules (pamali), sacred forest preservation rituals, cultural education, and selective use of environmentally friendly technologies. Traditional institutions act as key mediators between tradition and modernization, ensuring sustainable use of natural resources. These strategies not only preserve cultural identity but also strengthen the ecological functions of the customary territory. The findings highlight that local wisdom-based adaptation can effectively respond to globalization pressures without sacrificing core values. The study recommends formal recognition and policy support for indigenous knowledge systems as vital social capital for sustainable development
Pengaruh Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Tasikmalaya
Revenue from the restaurant tax sector in Tasikmalaya Regency remains suboptimal due to non-compliance by several taxpayers. This study aims to analyze the contribution of restaurant tax to the Local Own-Source Revenue (PAD) of Tasikmalaya City from 2018 to 2022. A descriptive quantitative method was employed using secondary data over a five-year period. The findings indicate that both restaurant tax revenue and PAD fluctuated annually. Regression analysis revealed that restaurant tax had no significant effect on the PAD of Tasikmalaya City during the observed period. It is concluded that efforts to optimize restaurant tax collection must be strengthened to enhance its contribution to regional revenue
Analisis Perbandingan Tingkat Pengungkapan Laporan Terintegrasi pada Perusahaan Konstruksi
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi pelaporan terintegrasi pada perusahaan konstruksi. Metode analisis data menggunakan analisis konten dengan pemberian skor pada laporan tahunan 2023 berdasarkan standar elemen konten IR dari Internasional Integrated Reporting Councill, interpretasi dilakukan dalam beberapa level tingkat pengungkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapatkan skor lebih unggul dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, masing-masing mendapatkan skor 4,88 dan 4,75. Pengungkapan elemen konten IR kedua perusahaan dapat dikatakan tinggi. Keterbaruan temuan dalam penelitian ini yaitu kedua perusahaan sama-sama mendapatkan skor rendah pada elemen outlook yaitu masing-masing mendapatkan skor 4 dan 3. PT Waskita Karya (Persero) Tbk lebih luas mengungkapkan upaya-upaya strategis dalam menghadapi tantangan internal maupun eksternal