Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA PERAJIN GULA AREN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA MASYARAKAT DI DESA KARANGKAMIRI KECAMATAN LANGKAPLANCAR KABUPATEN PANGANDARAN
ABSTRAKUsaha pembuatan gula merupakan salah satu jenis usaha yang dapat mendukung pola usahatani di pedesaan karena dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani aren. Selain membuat gula aren masyarakat Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar memiliki pekerjaan lainnya diantaranya yaitu usaha ternak, usaha tani tanaman pangan, usahatani tanaman perkebunan, dan usaha non pertanian. Keragaman dari usaha rumah tangga tersebut dikarenakan keinginan rumah tangga untuk menambah pendapatan rumah tangganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya tetap dan biaya variabel, penerimaan dan pendapatan. 2) Besarnya kontribusi perajin gula aren terhadap pendapatan rumah tangga petani. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simple Random Sampling) dengan 32 orang penyadap sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Besarnya biaya total pada perajin gula aren di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran Rp 65.219,50 per satu kali proses produksi. Sedangkan penerimaannya adalah Rp 120.000.00 per satu kali proses produksi, diperoleh dari hasil gula aren 6 kilogram per satu kali prosuksi dengan harga Rp 20.000/kg. Besarnya pendapatan pada perajin gula aren di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran adalah Rp 54.780,50 per satu kali proses produksi. 2) Pendapatan per bulan dari usaha gula aren sebesar Rp 1.643.415,00 yang tingkat kontribusi gula aren sebesar 47,98 persen terhadap pendapatan keluarga dan tergolong pada kategori sedang, karena usaha gula aren di Desa Karangkamiri banyak memiliki pohon aren. Kata kunci : Biaya Total, Pendapatan, Kontribusi, Gula Aren. ABSTRACTThe business of making sugar is one type of business that can support farming patterns in rural areas because it can be developed to increase the income of palm farmer families. In addition to making palm sugar, the people of Karangkamiri Village, Langkaplancar District, have other jobs including livestock business, food crop farming, plantation crop farming, and non-agricultural businesses. The diversity of household businesses is due to the desire of households to increase their household income. This study aims to determine: 1) The amount of fixed costs and variable costs, revenue and income. 2) The contribution of palm sugar producers to farmer household income. The type of research used in this research is descriptive quantitative. The sampling method was carried out using a simple random sampling method (Simple Random Sampling) with 32 tappers as research respondents. The results of the study showed that: 1) The total cost of the palm sugar artisans in Karangkamiri Village, Langkaplancar District, Pangandaran Regency was Rp. 65,219.50 per one production process. While the revenue is IDR 120,000.00 per one production process, obtained from the yield of 6 kilograms of palm sugar per one production at a price of IDR 20,000/kg. The amount of income for palm sugar artisans in Karangkamiri Village, Langkaplancar District, Pangandaran Regency is IDR 54,780.50 per one production process. 2) Income per month from the palm sugar business is IDR 1,643,415.00, which contributes 47.98 percent to family income and is classified as in the medium category, because the palm sugar business in Karangkamiri Village has many palm trees. Keywords: Total Cost, Income, Contribution, Palm Suga
RESPON PETANI TERHADAP PENYULUHAN PERTANIAN DAN DAMPAKNYA BAGI USAHATANI PADI DI DESA BABAKAN KECAMATAN PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon petani terhadap penyuluhan pertanian dan dampaknya bagi usahatani padi di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif yang kemudian ditarik kesimpulan secara deskriptif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 4 orang terdiri dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan), ketua gapoktan, dan dua orang anggota gapoktan. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk uji keabsahan data yang diperoleh menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon petani terhadap kegiatan penyuluhan di Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran positif namun dampaknya masih rendah. Artinya petani merespon dengan mencoba menerapkan teknologi yang disampaikan pada saat penyuluhan meskipun masih terdapat beberapa kendala dan kekurangan. Hal ini terjadi karena masih rendahnya intensitas penyuluhan sehingga petani belum mampu untuk mengantisipasi risiko dalam usahatani padi secara maksimal terutama dalam pengendalian hama pada penyakit padi. Kata kunci : Respon petani, Penyuluhan pertanian, Usahatani.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT BERAS ORGANIK DI CV. ALAM SUBUR CISAYONG
Permintaan beras organik diperkirakan akan terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat. Namun, seringkali perusahaan tidak mengetahui preferensi konsumen terhadap beras organik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut beras organik; (2) mengetahui perbedaan preferensi konsumen terhadap atribut beras organik; (3) mengetahui atribut yang paling dipetimbangkan oleh konsumen dalam membeli beras organik. Untuk itu, digunakan analisis deskriptif, analisis chi-square, dan analisis multiatribut fishbein. Penelitian dilaksanakan di CV. Alam Subur Kecamatan Cisayong pada Desember 2022 – Mei 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen menyukai beras yang pulen, warna yang tidak terlalu bening, manis, memiliki wangi khas pandan, memiliki butir utuh, bersih, ukuran butir menengah, memiliki daya simpan kurang dari dua tahun, mengandung kadar gula rendah, harga Rp. 33.750 – 35.000, dan beras kemasan 5 Kg. Preferensi konsumen terhadap atribut kepulenan, aroma, keutuhan butir, kebersihan, ukuran butir, kandungan gizi, dan kemasan berbeda nyata. Sedangkan preferensi konsumen terhadap warna, rasa, keseragaman, daya tahan, dan harga tidak berbeda nyata. Atribut beras organik yang paling dipertimbangkan oleh konsumen adalah kebersihan
EFISIENSI PEMASARAN JAMUR TIRAM PUTIH DI DESA PETIRHILIR KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Jamur tiram putih merupakan jamur yang banyak dibudidayakan di Desa Petirhilir produksi per harinya dapat mencapai 15 kilogram. Tetapi, masih terdapat permasalahan dalam proses pemasarannya seperti belum jelasnya saluran pemasaran yang paling efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, marjin pemasaran, biaya pemasaran, keuntungan, farmer’s share dan efisiensi pemasaran jamur tiram putih. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu bapak Dani Ramdani yang menjadi satu- satunya petani jamur tiram putih, sedangkan sampel pedagang dilakukan dengan cara snowball sampling terdiri dari pedagang besar 1 orang dan pengecer 5 orang. Lokasi penelitian di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan: (1) Pemasaran jamur tiram putih organik di Desa Petirhilir terdiri dari 2 saluran pemasaran; (2)Saluran I memiliki total biaya pemasaran Rp 500/kg, margin pemasaran Rp 4.000/kg, dan keuntungan pemasaran Rp 3.500/kg. Sedangkan, Saluran II total biaya pemasaran Rp 1.700/kg, margin pemasaran Rp 7.000/kg, dan keuntungan pemasaran Rp 5.300/kg. (3) Saluran I memiliki nilai Farmer’s share .78,9% lebih tinggi dari saluran II yakni 68,18% (4) Efisiensi pemasaran jamur tiram putih pada setiap saluran pemasaran di Desa Petirhilir sudah efisien (EP 3% - 33% = Efisien), dimana saluran I merupakan yang palung efisien dengan nilai 2,27% lebih rendah dibandingkan saluran II dengan nilai 7,73%
PERSONIFIKASI DALAM PUISI PADA AKUN INSTAGRAM @TUKANGPUISIKATAPILAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa personifikasi beserta maknanya yang terdapat pada postingan puisi di akun Instagram @tukangpuisikatapilar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Sumber data yang penulis peroleh adalah dari puisi pada postingan akun Instagram @tukangpuisikatapilar. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan cara membaca, memilah, menganalisis, dan menyimpulkan gaya bahasa personifikasi dalam puisi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan sebanyak 20 data gaya bahasa personifikasi pada akun Instagram @tukangpuisikatapilar
Nilai Pendidikan Dalam pertunjukan Kesenian Kuda Lumping Di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap
Kesenian merupakan bagian dari budaya yang dikagumi karena keunikan dan keindahannya. Seni adalah hasil karya manusia mengungkapkan keindahan dan merupakan ekspresi jiwa dan budaya penciptanya. Seni dan kebudayaan memiliki hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain, kebudayaan mempengaruhi pandangan terhadap suatu karya seni. Penelitian ini berjudul Nilai Pendidikan dalam Pertunjukan Kesenian Kuda Lumping di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap yang di latar belakangi oleh nilai Pendidikan dalam pertunjukan kesenian Kuda Lumping, serta bahan ajar yang kurang baik pada pembelajaran teks ulasan. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mendeskripsikan nilai pendidikan dalam pertunjukan keseninan kuda Lumping di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah informan antara lain ketua grup kesenian Kuda Lumping Langen Sekar Budoyo, sesepuh grup kesenian Kuda Lumping Langen Sekar Budoyo, penari Kuda Lumping Langen Sekar Budoyo. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa terdapat nilai Pendidikan dalam pertunjukan kesenian Kuda Lumping yaitu nilai religius, nilai moral, nilai sosial, dan nilai budaya
An Analysis Of 21st Century EFL Teachers’ Pedagogical Competence Regarding The Digital Era
Teachers and students in the 21st century must be able to communicate, to adapt, and to keep up with the digital technology which characterized by the development of technology. It is inevitable that a teacher must be able to have a continual improvement in learning methods. This study aimed to analyze the 21st-century EFL teachers’ pedagogical competence regarding digital era. In particular, the study is aimed to find out 1) EFL Teachers’ perspective toward 21st-century teaching competence; and 2) the way the EFL teachers develop their 21st-century teachers’ pedagogical competence regarding the digital era. This research uses a qualitative case study design which was conducted in a school at Malangbong. The participants of this study were EFL Teachers 10 at a school in Malangbong who were chosen by using the convenience sampling technique. To collect the data, the researcher combined the data obtained using an open-ended questionnaire and interview. The result of this study showed that the pedagogic competence of 21st-century teachers is very much needed because 21stcentury pedagogic competence is very beneficial for teachers and students. Teachers can be more creative in facilitating learning in this era because the 21st century is certainly related to technology and of course with the increasing pedagogic competence in the 21st century. Therefore, teachers must become facilitators and an inspiring teacher for students to maintain a positive classroom atmosphere
Teacher Experience of Using Podcast As Media In Teaching EFL Students' Listening Skills: A Narrative Inquiry In A Private Islamic Senior High School In Ciamis
This study discusses teacher’s experience of using podcasts to teach listening. A qualitative method with the type of narrative inquiry approach has been used in this research. Researchers used interviews to answer research objectives. An interview was conducted with a teacher using a semi-structured interview technique. The results of this study show that podcasts are comfortable media that are used anywhere in class or outside of class. Podcasts have the potential to be a good media for listening teaching strategy because it is easy to use. Also, it helps teachers to get available teaching material resources and transcripts while listening to native speakers which makes teaching more fun, and thereby it supports the listening and teaching-learning process. Podcasts are used effectively for teaching so that they have a positive impact on EFL students after teaching using podcasts is implemented. Students become confident and more sensitive to what is heard, and students' abilities improve, develop, and are stimulated when listening to native speakers. Podcasts are digital recording media that are distributed by the internet supply which is part of MALL language learning that allows users to study independently anywhere without time and place restrictions. MALL is a mobile-assisted language learning practiced by developing the use of technology to guide students and to benefit from the use of technology. Researchers also found the challenges of teaching students at the first time they used a podcast as well as the difficulties in teaching during the pandemic era. This study also provides suggestions for future researchers who have the same topic in more broadened insight
Responding To Drama: The Efl Students’ Reader-Response Literary Analysis
This article presents the EFL students' reader-response literary analysis of an English drama. The study aims to investigate the EFL students' engagement in reading drama as one of the literary genres and the way they make a Reader-Response literary analysis of the drama. The writer carried out the present research by analyzing the students' reflective essays in which they respond to an English drama entitled "The Other Player" written by Owen G. Arno. The study consists of 9 student participants enrolling in the Introduction to Literature subject at an English Education Program of one private university in West Java. Introduction to Literature subject was taught to English as a Foreign Language students in the university and is a subject that introduced the students to literature and literary works and led the students to evaluate, describe, and analyze literary works. In responding the given drama, the students were asked several questions. Then, the students answered the questions based on their interpretation and understanding. The study revealed several findings. The findings of the first part revealed that the students showed active engagement in the reading of drama because they were able to tell their enjoyment of the story, make a relation between the story and the other's life experiences, and make judgments and arguments about the things happened in the story. The finding of the second part revealed that the student participants were able to actualize themselves upon the drama they were reading and put it into the reflective essays or reflections
OPTIMALISASI STRATEGI SEGMENTING, TARGETING DAN POSITIONING DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN
Penyusunan segmenting, targeting, positioning yang tepat tentu saja akan memudahkan perusahaan dalam menyusun program kegiatan pemasaran guna meningkatkan volume penjualan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimalisasi strategi segmenting, targeting dan positioning dalam meningkatkan penjualan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif dan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh atau sering disebut juga sensus, yakni yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan, yaitu 37 karyawan PT. Jaya Bakti Raharja Cabang Sukabumi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linear berganda, termasuk uji koefisien determinasi, koefisien kolerasi berganda, uji secara parsial (uji T), dan uji secara simultan (uji F). Hasil penelitian, menggunakan uji koefisien determinasi dilihat dari nilai (Adjusted R2 ) sebesar 0,575 hal ini diartikan bahwa pengaruh segmenting, targeting, positioning terhadap volume penjualan sebesar 57,5%, sisanya 42,5% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Dari hasil uji secara simultan (uji F) menunjukan bahwa segmenting, targeting, positioning berpengaruh terhadap volume penjualan