Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TERNAK KELINCI DI KELURAHAN KERSANAGRA KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mengetahui besar biaya, penerimaan dan pendapatan pada usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, (2) mengetahui break even point (BEP) penerimaan, produksi dan harga pada usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya dan (3) mengetahui kelayakan usaha melalui RC ratio usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dan survei. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Penentuan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling). Pemilihan responden menggunakan metode sensus sampling. Hasil analisi data menunjukkan: (1) besar biaya usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya adalah Rp.11.700.526,27 dengan besar penerimaan Rp.23.808.333,33 dan besar pendapatan Rp.12.113.973,74 (2) Break even point (BEP) penerimaan di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya adalah Rp.7.503.024,00 dengan break even point (BEP) unit 12/ekor dan break even point (BEP) harga dan (3) Nilai RC ratio usaha ternak kelinci di Kelurahan Kersanagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya adalah 1.79. Nilai RC ratio 1.79 dapat diartikan bahwa setiap penggunaan biaya produksi sebesar Rp.1 akan memperoleh penerimaan sebesar Rp.1.79
ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA (Studi Kasus di Desa Sukasari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis)
ABSTRAKPepaya California adalah tanaman yang memiliki nama latin carica papaya L. Buah pepaya merupakan buah yang berasal dari Amerika Serikat dan Meksiko selatan. Permasalahan yang terjadi pada petani pepaya California adalah petani belum mengetahui risiko produksi usahatani pepaya California yang akan menyebabkan para petani mengalami kegagalan dalam usahataninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber risiko produksi usahatani pepaya California, mengetahui seberapa besar tingkat risiko produksi usahatani pepaya California, dan merumuskan cara untuk mengatasinya. Metode yang di gunakan adalah studi kasus pada petani pepaya California di Desa Sukasari Kecamatan Banjarsari. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang petani pepaya yang di tentukan secara sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan skunder. Rancangan analisis data menggunakan variance, standard deviation, Coefficient Variation. Hasil penelitian menunjukan bahawa nilai variance sebesar 212.742,18 buah, nilai standard deviation sebesar 461,23 buah dan nilai Coefficient Variation sebesar 0,11. Nilai ini lebih kecil dari nilai 0,50 yang artinya usaha tani pepaya ini memiliki risiko yang kecil pada masa yang akan datang. Berdasarkan nilai tersebut dapat kita lihat bahwa nilai ini menunjukan risiko yang di tanggung oleh petani pepaya sebesar 11% dari nilai rata-rata 4.136,25 buah. sehingga kemungkinan hasil produksi yang akan di hadapi oleh petani menjadi sebesar 3681,27 buah. Meskipun risiko hasil produksi pepaya ini termasuk risiko yang kecil dari rata-rata hasil produksi, hal ini memungkinkan akan berpengaruh terhadap pengeluaran, pendapatan, dan hasil produksi petani pepaya di masa yang akan datang
ANALISIS KELAYAKAN DAN PENGEMBANGAN USAHATANI TEMBAKAU DI DESA MARGAJAYA KECAMATAN PAMARICAN KABUPATEN CIAMIS
Dari tahun ke tahun produksi tembakau di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis mengalami penurunan baik karena faktor internal maupun faktor eksternal. Harga tembakau tergantung kualitas tembakau itu sendiri, sehingga tembakau yang bagus menjadi salah satu alternatif buat harga tembakau stabil. Tujuan dari penelitian: 1. Menganalisis kelayakan usahatani tembakau yang ada di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. 2. Mengetahui faktor eksternal dan faktor internal dalam usahatani tembakau di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. 3. Menentukan strategi pengembangan usahatani tembakau di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah rata-rata penerimaan sebesar Rp. 13.420.040 per hektar. Biaya yang di keluarkan petani tembakau sebesar Rp. 11.319.176 per hektar. Sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp. 2.100.864 per hektar per satu kali tanam. Rata-rata R/C 1,2 artinya setiap 1,00 maka dapat penerimaann sebesar Rp. 0,2. Strategi dalam usahatani tembakau di Desa Margajaya Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis diantaranya Sarana produksi mudah didapat akan meningkat pengembangan usahatani tembakau yang akan petani jalankan. Ciri khas rasa tembakau akan menciptakan peluang dalam mendapatkan konsumen, menjalin kerjasama dengan pabrik-pabrik lokal maupun di luar daerah, untuk mengatasi sulitnya pemasaran tembakau yang akan kita jual
Kajian Preferensi Petani dalam Penggunaan Benih Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Bersertifikat di Kabupaten Bandung
Cabai merah tercatat sebagai satu dari lima komoditas hortikultura terpenting menurut BPS. Cabai merah juga memegang peran sebagai penyumbang inflasi yang berdampak baik bagi konsumen maupun produsen. Namun, fluktuasi produksi cabai merah tercatat dalam beberapa tahun terakhir. Ketidaktepatan penggunaan benih dapat menjadi salah satu penyebab fluktuasi produksi karena produktivitas benih bersertifikat lebih tinggi dan minimnya risiko kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi melalui karakteristik responden. Responden penelitian berjumlah 100 orang petani cabai merah Kecamatan Pangalengan dan Cimaung. Analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini ialah petani cenderung mempetimbangkan benih bersertifikat dibanding dengan benih yang tidak bersertifikat diperoleh berdasarkan hasil dimana setiap variabel didominasi oleh penggunaan benih bersertifikat.Kata kunci: benih, cabai merah, benih bersertifikat, prefrensi, petan
KARAKTERISTIK DAN PERAN PELAKU AGRIBISNIS JAGUNG HIBRIDA DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Jagung merupakan komoditas pangan strategis yang ketersediaannya sangat berimplikasi pada kebutuhan pangan dan pakan, namun kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya sangat dipengaruhi oleh karakteristik dan peran pelaku agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat peran pelaku agribisnis jagung di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode survei kepada 42 orang pelaku agribisnis jagung yang dipilih secara sengaja. Data primer yang diperoleh melalui wawancara terstruktur dan observasi kemudian ditabulasi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Sebagian besar (69,05%) umur pelaku agribisnis terkategori produktif, dengan rata-rata pengalaman usaha 7,1 tahun. Sebagian besar (61,91%) pelaku agribisnis hanya berpendidikan SD, mayoritas (83,33%) status kepemilikan usahanya sewa dan separuhnya memiliki dua tanggungan keluarga. Sebagian besar (76,22) pelaku agribisnis telah berperan sesuai posisinya dan berdasarkan hasil analisis memiliki nilai indeks indikator dengan skor 67,14 yang menegaskan bahwa peran pelaku agribisnis jagung mulai dari subsistem hulu, usahatani, hilir, dan penunjang tergolong tinggi. Artinya, perannya sangat berpengaruh sistem agribisnis jagung hibrida di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis
Strategi Pengembangan Agroindustri Tahu Bulat Di Dusun Buniasih Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis
Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor internal, eksternal dan pilihan strategi dalam pengembangan agroindustri tahu bulat. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan matrik SWOT. Faktor Internal : Faktor kekuatan (Strength) pada agroindustri tahu bulat Putra Mandiri yaitu diatur seorang manager, kemampuan mesin olah, kualitas produk. Faktor kelemahan (Weakness) yaitu peningkatan kapasitas karyawan masih situasional, mesin olah belum auto pilot. Faktor Ekternal : Faktor Peluang (Opportunity) pada agroindustri tahu bulat Putra Mandiri yaitu permintaan produk dari luar pulau, tersedia kacang kedelai sebagai bahan dasar, ruang lingkup pesaing mayoritas di Kecamatan Cipaku. Faktor Ancaman (Threat) yaitu produk tidak tahan lama, harga bahan fluktuasi, persaingan harga. Alternatif strategi yang baik untuk diterapkan yaitu Strategi S-O (Kekuatan-Peluang) memaksimalkan kualitas tahu bulat, memenuhi permintaan pasar, jalin kerjasama dengan pabrik lain, jalin kerjasama dengan pasar modern
ANALISIS USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN (Studi Kasus Pada Agroindustri Dua Putri Rancage di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran)
Ikan asin merupakan bahan pangan yang terbuat dari ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Bahan baku ikan asin adalah ikan segar yang dipilih dari Tempat Pelelangan Ikan Desa Batukaras tentunya ikan yang memiliki kualitas baik yaitu ikan teri, ikan jambal roti, ikan gabus laut, ikan selar dan ikan emprit, proses ikan asin dari mulai pembersihan sisik, pencucucian, penggaraman , penjemuran belangsung selama 3- 4 hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) pengadaan bahan baku di Agroindustri Ikan Asin Dua Putri Rancage di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang. 2) Besarnya pendapatan dan kelayakan usaha Agroindustri Ikan Asin Dua Putri Rancage di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu pada Agroindustri Ikan Asin Dua Putri Rancage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pengadaan bahan baku yaitu ikan segar, pengrajin membeli bahan baku dari tempat peletangan ikan (TPI) Desa Batukaras Bahan baku yang digunakan adalah sebagai berikut dari mulai harga ikan teri Rp. 15.000 per kg, ikan jambal roti Rp. 25.000 per kg, ikan gabut laut Rp. 15.000 per kg, ikan selar Rp. 5.000 per kg dan ikan emprit Rp. 5.000 per kg dalam satu kali proses produksi satu minggu 2 kali produksi, pengelolaan ikan asin dua rancage membutuhkan bahan baku ikan sebanyak 111 kg.2) Pendapatan yang diperoleh pengrajin ikan asin dua putri rancage dalam satu kali proses produksi yaitu sebesar Rp. 1.814.222 dengan nilai R/C sebesar 1,68 (layak yang diusahakan)
ANALISIS PENDAPATAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PENGRAJIN GULA KELAPA DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MANGUNJAYA KABUPATEN PANGANDARAN
Gula kelapa merupakan salah satu komoditi pangan yang cocok dikembangkan untuk menghasilkan keuntungan, dan kesejahteraan di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besar pendapatan pengrajin gula kelapa di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran, (2) Tingkat kesejahteraan pengrajin gula kelapa di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran. Jenis penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Jumlah pengrajin yang dijadikan responden diambil sebanyak 30 pengrajin. Hasil penelitian ini menunjukan : (1) Besarnya rata-rata pendapatan pengrajin gula kelapa di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran dari usaha gula kelapa dan dari pendapatan lainya sebesar Rp 20.913.320,12 per tahun. (2) Berdasarkan kriteria Badan Pusat Statistik (2014) tentang tingkat kesejahteraan maka tingkat kesejahteraan pengrajin gula kelapa di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran cukup tinggi, sebanyak 21 orang pengrajin termasuk dalam kategori sejahtera dengan persentase 70 persen, dan 9 orang pengrajin masuk dalam kategori belum sejahtera dengan persentase 30 persen dari 30 responden yang ada di Desa Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran.Kata Kunci : Pendapatan pengrajin gula kelapa, Tingkat kesejahteraan
Berpikir Specializing-Generalizing Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Barisan dan Deret Aritmetika
Berpikir specializing-generalizing merupakan pasangan proses berpikir matematis yang sangat penting dalam proses pembelajaran matematika. Berpikir specializing adalah berpikir dengan cara memulai dari hal-hal khusus, sedangkan berpikir generalizing adalah berpikir yang mengarah ke bentuk umum yang didasarkan pada specializing. Penerapan berpikir specializing-generalizing dapat menjadi strategi efektif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa dalam menangani berbagai masalah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk berpikir specializing-generalizing siswa dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa kelas X sekolah menengah atas yang berhasil menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara. Data dalam penelitian ini adalah hasil pekerjaan subjek dan hasil transkrip wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan dua bentuk berpikir specializing-generalizing dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret aritmetika, yaitu representasi skematis eksplisit-implisit dan representasi skematis implisit-eksplisit. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berharga bagi guru matematika dalam merancang pembelajaran yang lebih bermakna. Kata kunci: Berpikir matematis, specializing-generalizing, masalah barisan dan deret aritmetik
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Pada Pembelajaran Project Based Learning Berbasis Aplikasi MathCityMap Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa
Kemampuan berpikir kritis diperlukan siswa dalam pembelajaran matematika untuk memecahkan permasalahan yang diberikan. Dengan kemampuan berpikir kritis, siswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-harinya. Indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan terdiri dari interpretasi (interpretation), analisis (analysis), evaluasi (evaluation), dan kesimpulan (inference). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari gaya belajarnya pada pembelajaran dengan model Project Based Learning berbasis aplikasi MathCityMap. Penelitian ini merupakan penelitian deskripstif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual memiliki kemampuan berpikir kritis matematis pada kategori cukup, siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki kemampuan berpikir kritis matematis pada kategori tinggi, dan siswa dengan gaya belajar kinestetik memiliki kemampuan berpikir kritis matematis pada kategori sangat tinggi. Siswa dengan gaya belajar kinestetik memperoleh hasil yang paling tinggi karena pembelajaran dengan model Project Based Learning berbasis aplikasi MathCityMap memfasilitasi siswa kinestetik untuk memahami konsep melalui pembelajaran secara langsung