Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGGUNAAN KALIMAT MAJEMUK PADA MEDIA DARING TEMPO.COM
Tingginya angka penggunaan media digital mempengaruhi akses masyarakat terhadap internet dan media sosial. Hal ini memicu munculnya banyak saluran media online, yang mengarah ke jurnalisme online. Setiap media online memiliki ciri khas tersendiri, dan peneliti ingin mengetahui gaya bahasa yang terdapat pada media online ditinjau dari aspek kalimat majemuk. Ada tiga tahap dalam penelitian ini, yaitu pertama tahap penyediaan data, penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik catat. Kedua tahap analisis data, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, agar bisa mengetahui kalimat majemuk yang terdapat pada media daring Tempo.co, sehingga bisa mengelompokkan nya ke dalam jenis-jenis kalimat majemuk. Dan ketiga tahap penyajian hasil analisis data, penelitian ini disajikan secara informal dan formal
PERPUSTAKAAN SEKOLAH DAN STRATEGI PENGUATAN LITERASI INFORMASI PARA SISWA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai pentingnya literasi informasi kaitannya dengan perpustakaan serta strategi yang dilakukan perpustakaan sekolah dalam penguatan literasi. Metode yang dipergunakan dalam penelitian menggutakan studi pustaka atau studi literatur yakni merupakan studi yang mempelajari berbagai buku referensi serta hasil penelitian sebelumnya yang sejenis dan berguna untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa literasi informasi merupakan bagian yang penting dan merupakan prasyarat mutlak yang harus dimiliki masyarakat milenial agar mampu bersaing dengan masyarakat dunia lainnya. Perpustakaan termasuk perpustakaan sekolah merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan literasi informasi. Ada berbagai upaya yang bisa dilakukan perpustakaan sekolah dalam penguatan literasi informasi para siswa diantaranya melalui pembentukan kelompok kegiatan membaca, pengayaan kurikulum, melakjukan kolaborasi dengan perpustakaan lainnya, serta melibatkan siswa dalam pengelolaan perpustakaan. Melalui strategi ini dapat menjadi upaya penguatan literasi informasi bagi para siswa sekolah dasar.Kata Kunci: literasi informasi, perpustakaan sekolah, strategi penguatan literasi, siswa. ABSTRACTThis research aims to understand the importance of information literacy in relation to libraries and the strategies implemented by school libraries in strengthening literacy. The method used in this study is a literature review, which involves examining various reference books and previous research studies that are relevant and useful for establishing a theoretical foundation for the issue under investigation. The findings indicate that information literacy is a crucial component and an absolute prerequisite that the millennial generation must possess to compete with other global communities. Libraries, including school libraries, are an integral part of information literacy activities. There are various efforts that school libraries can undertake to strengthen the information literacy of students, including forming reading groups, enriching the curriculum, collaborating with other libraries, and involving students in library management. Through these strategies, efforts can be made to enhance the information literacy of elementary school students.Keywords : information literacy, school libraries, literacy strengthening strategies, students
WISATA "BERLIBUR KE RUMAH NENEK" DI DESA CINTA KARYA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN
ABSTRAK Penelitian yang dilakukan pada Obyek Wisata Berlibur ke Rumah Nenek yang berada di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran ini berawal dari adanya masalah, bahwa kurangnya pemasaran dan promosi obyek wisata Berlibur ke Rumah Nenek sehingga obyek wisata ini masih sepi penyunjung dengan rata-rata pengunjung berkisar 30-45 orang saja dalam seminggu, sarana prasarana terbilang masih kurang yakni kondisi jalan masuk masih rusak dan belum mendapatkan perbaikan, fasilitas wisata masih kurang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi dan wawancara. Hasil observasi awal dapat diketahui bahwa; pembangunan obyek wisata Berlibur ke Rumah Nenek oleh Pemerintah Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran pada umumnya telah dilaksanakan, namun masih terdapat beberapa indikator belum sesuai dalam pelaksanaannya, hambatan-hambatan yang dihadapi pemerintah Desa dan BUMDes Karya Sejahtera mengenai pengembangan obyek wisata Berlibur ke Rumah Nenek diantaranya adalah terbatasnya anggaran yang ada, masih kurangnya sarana prasarana, kurangnya fasilitas wisata, dan kualitas kepariwisataan sumber daya manusia yang rendah dan upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan-hambatannya adalah dengan melakukan kerjasama antar mitra dengan memperbanyak sponsor, mengusahakan dana bantuan dari pemerintah Kabupaten, menyisihkan pendapatan yang diterima dari penyewaan fasilitas wisata, dan setiap tahun program pengembangan dimasukan kedalam APBDes, memanfaatkan fasilitas yang tersedia, bekerjasama dengan kompepar Green Canyon untuk melaksanakan pelatian kepemanduan, dan kegiatan study banding untuk meningkatkan kualitas layanan. KataKunci: wisata, Berlibur Ke Rumah Nenek, Desa Cintakarya
TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN PADA APLIKASI MOBILE JKN DI KOTA TOMOHON
The study aims to identify, describe and analyze the Service Satisfaction Rate of BPJS Health Participants on JKN Mobile Applications in Tomohon City. Data is collected through observation techniques, interviews and interviews as well as documentation. The results of this study, showed the level of satisfaction of the client received by the participants of BPJS Health in Kelurahan Talete Kota Tomohon through online media mobile application JKN related to human resources and applications used. Some officials are not aware of the existence of the Mobile JKN application, and do not receive socialization from any party including BPJS Health. And not all participants can use the mobile JKN app and not all the participants feel at ease with the presence of the mobile application JKN, because at the time of its use there are many obstacles, impediments and problems, such as server errors, features in the application do not work properly, as well as the application often happens updates of the application too often
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGEMBANGAN KELOMPOK TANI DI DESA ANCOL KECAMATAN CINEAM KABUPATEN TASIKMALAYA
Salah satu peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat adalah pengembangan kelompok tani, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah desa dalam pengembangan kelompok tani di Desa Ancol Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya. Penggunaan metode deskriptif kualitatif, dimaksudkan agar data dan fakta hasil penelitian dapat dideskripsikan dengan jelas dan objekstif, dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara dan observasi, didukung dengan studi dokumentasi serta teknik triangulasi.. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah desa belum berperan secara optimal dalam pengembangan kelompok tani. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya beberapa permasalahan yang dijumpai dalam pelaksanaan peran pemerintah desa, sebagai berikut : 1) Peran pemerintah desa sebagai regulator berkaitan dengan kebijakan yang mendukung pengembangan masyarakat melaui peraturan dan mekanisme yang terkait dengan pengembangan kelompok tani, belum dilakukan secara optimal. Demikian pula regulasi yang mengatur pengalokasian anggaran yang diberikan kepada kelompok tani secara rutin belum ditunjang dengan dukungan anggaran yang memadai dalam membantu permasalahan permodalan dan pengembangan sarana atau prasarana kelompok tani, 2) Peran pemerintah desa sebagai dinamisator masih rendah, terlihat dari upaya sosialisasi program pengembangan yang dilakukan secara sporadis, hanya dilaksanakan sewaktu-waktu tanpa disertai jadwal yang teratur sehingga berdampak terhadap intensitas pendampingan dan pelatihan yang kurang memadai kepada kelompok tani, mengakibatkan rendahnya pengetahuan petani dalam pengembangan kelompok tani. 3) Pemerintah desa belum secaras optimal berperan sebagai fasilitator, terutama dalam penyediaan bibit, pupuk, dan sarana produksi lainnya, dengan demikian sebagai penyedia layanan bagi masyarakat, pemerintah desa belum mampu memfasilitasi masyarakat petani secara efektif.Kata Kunci : Peran, Pemerintah Desa, Pengembangan Organisasi, Kelompok Tani
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DAERAH DALAM PEMELIHARAAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
Kerukunan umat beragama menjadi salah satu indikator kerukunan nasional. Penting bagi setiap kepala daerah untuk menjalankan kepemimpinan yang selalu mampu menghadirkan kerukunan hidup umat beragama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kepemimpinan kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan peran kepemimpinan kepala daerah dalam menjaga kerukunan umat beragama ditunjukan dengan peran sebagai fasilitator umat beragama dengan memberikan dukungan regulasi dan finansial, peran stabilisator dengan deteksi dini terhadap ancaman dan mengambil langkah strategis, peran sebagai mediator dalam perselisihan dan konflik umat beragama jika tidak terelakan, peran sebagai kolaborator dengan membangun koordinasi dan kerjasama umat beragama secara inklusif dan peran sebagai komunikator dengan rutin menarasikan pentingnya menjaga kerukunan dalam setiap kesempatan khususnya dalam forum lintas umat beragama
PERAN PEMERINTAH DESA MEMBALONG DALAM KEBERHASILAN IMPLEMENTASI PROGRAM STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI DESA MEMBALONG KECAMATAN MEMBALONG KABUPATEN BELITUNG
Meningkatnya angka kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh lingkungan merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, dengan perilaku buang air besar sembarangan menjadi faktor utama penyebabnya. Desa Membalong, di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, memiliki angka tertinggi terkait masalah buang air besar sembarangan, dengan 182 kepala keluarga tidak memiliki akses jamban, menurut data tahun 2022 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program kebijakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Open Defecation Free) dan faktor-faktor yang menghambat pelaksanaannya di Desa Membalong. Menggunakan metode studi kasus kualitatif dan konsep implementasi George C. Edwarde III, dengan mengidentifikasi empat aspek yang mempengaruhi program, yaitu: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Temuan menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dan kolaboratif untuk meningkatkan sanitasi di pedesaan, dengan komunikasi efektif dan partisipasi aktif masyarakat sebagai kunci keberhasilan. Aspek sumber daya, termasuk sumber daya manusia dan anggaran operasional yang belum optimal, serta kurangnya dedikasi dari pembuat kebijakan di semua tingkatan. Dukungan berkelanjutan dan pemantauan diperlukan untuk mencegah praktik sanitasi yang buruk. Saran yang disampaikan adalah perlunya dibentuk satuan tugas percepatan penyelesaian Stop BABS di tingkat Kabupaten dan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh faktor sosial budaya dan pola pikir dalam pencapaian program.Kata Kunci : Peran Pemerintah, Implementasi, Program BABS/OD
PELAKSANAAN REVITALISASI BUDAYA RARAKAAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DI DESA SUKAHARJA KECAMATAN RAJADESA KABUPATEN CIAMIS
Budaya Rarakaan merupakan kearifan lokal masyarakat Desa Sukaharja yang mengandung nilai-nilai pelestarian lingkungan. Namun, budaya ini mulai terkikis seiring perkembangan jaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal dalam budaya Rarakaan serta upaya revitalisasinya sebagai bagian dari pelestarian lingkungan, kelestarian hutan, menghargai alam, solidaritas sosial, dan spiritual religius di Desa Sukaharja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya revitalisasi budaya Rarakan telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya lokal. Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan, seperti lomba tumpeng, lomba membuat makanan tradisional, dan merangkai gunungan hasil pertanian masyarakat dalam upacara adat, berhasil menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan. Selain itu, revitalisasi budaya ini juga berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat melalui pengembangan wisata budaya. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi, seperti kurangnya sumber daya manusia yang kompeten dan minimnya dukungan finansial. Oleh karena itu, perlu adanya upaya berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan revitalisasi budaya Rarakan.Kata Kunci : Revitalisasi budaya; Kearifan local; Budaya Rarakan; Desa Sukaharja; Ciamis
INOVASI FUNGSI ATRIBUTIF KECAMATAN DALAM MENDORONG PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
Penelitian ini berusaha menganalisis lebih jauh tentang fungsi atributif kecamatan sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. Selain penyelenggaraan urusan pemerintahan umum, kecamatan mempunyai tugas melaksanakan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat desa di wilayah kecamatan. Kecamatan dalam menjalankan tugasnya diharapkan dapat memberikan usulan-usulan kepada pemerintah daerah dalam mencari alternatif-alternatif sumber pendanaan dan melakukan kerja sama dengan semua pihak. Penelitian ini diawali dengan literature review dengan mempertimbangkan dasar kebijakan yang dilaksanakan oleh kelembagaan kecamatan mengenai fungsi atributif kecamatan berdasarkan perundang-undangan dan peraturan tertentu di Kabupaten Aceh Barat. Pendekatan studi dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study) untuk memperoleh informasi-informasi dari lapangan. Temuan penelitian ini bisa menjadi inovasi sebagai alternatif pembiayaan pembangunan dalam rangka membangun hubungan komunikasi dengan semua pihak agar dapat mendorong pembiayaan pembangunan di daerah.
EVALUASI DAMPAK DESA WISATA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL DI DESA KURANJI DALANG
Parawisata memiliki potensi dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan taraf hidup, dan menstimulasi sektor lain yang memiliki keterkaitan dengan parawisata. Dampak dari kegiatan parawisata memiliki pengaruh yang besar bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan tujuan wisata. Metode penelitian ini adalah menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini bahwa Desa Wisata Kuranji Dalang memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, seperti peningkatan pendapatan dan pembukaan peluang usaha. Namun, terdapat pula dampak negatif seperti gentrifikasi dan pengabaian terhadap pelestarian lingkungan. Strategi pemerintah desa dalam mengembangkan ekonomi masyarakat lokal melalui desa wisata mencakup pengembangan infrastruktur yang mendukung, serta pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro dan kecil, promosi produk lokal, dan melibatkan mereka dalam pengelolaan dan pemasaran destinasi wisata. Strategi ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan dan dampak positif yang lebih besar terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa.Kata Kunci : Dampak Wisata, Pertumbuhan Ekonomi