Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR KELAPA SAWIT (CPO) INDONESIA DAN MALAYSIA DI INDIA
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis daya saing ekspor Minyak Kelapa Sawit (CPO) Indonesia dan Malaysia terhadap negara tujuan India. Data yang digunakan dalam penelitian ini tahun 2014-2018 dan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Revealed Comparative Advantage (RCA). Hasil Penelitian menunjukan daya saing ekspor yang dinamis dari minyak sawit Indonesia serta peningkatan pasar ekspor minyak kelapa sawit di India. Daya Saing Kelapa Sawit (CPO) negara tujuan India bahwa Kelapa Sawit (CPO) Indonesia lebih unggul dibandingkan Malaysia, hal ini disebabkan rata-rata yang dihasilkan oleh Indonesia periode tahun 2014-2018 menunjukan angka yang lebih besar dibandingkan rata-rata yang dihasilkan oleh Malaysia. Beberapa faktor kebutuhan negara India terhadap komoditas impor kelapa sawit perlu ditinjau kembali agar menjadi manfaat terhadap negara eksportir minyak kelapa sawit agar menghasilkan kebermanfaatan bagi negara tersebut
JARINGAN KOMUNIKASI PEMASARAN CABAI RAWIT DI DESA CIBEUREUM KECAMATAN SUKAMANTRI KABUPATEN CIAMIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Saluran pemasaran cabai rawit (2) Jaringan komunikasi pemasaran cabai rawit yang terbentuk (3) Proses komunikasi pemasaran cabai rawit yang dilakukan.Penelitian ini dilaksanakan pada para petani cabai rawit di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri KabupatenCiamis dengan menggunakan metode studi kasus. Sampel data ditentukan secara purposive sampling denganpertimbangan sebagai sentra usahatani cabai rawit yang dijalankan secara intens (continue). Adapun untuk proses pengambilan sampel pelaku pemasaran ditentukandengan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Terdapat hanya satusaluran pemasaran yaitu saluran pemasaran tiga tingkatyang melibatkan produsen, pedagang pengepul, pedagangbesar, pedagang pengecer dan konsumen 2) Jaringankomuniksi Pemasaran Cabai Rawit menggunakan Model Rantai (Chain). 3) Pola komunikasi tatap mukamerupakan pola komunikasi yang paling banyak atausering dilakukan dengan tingkat kepuasan yang tinggijika dibandingkan dengan pola komunikasi audio visual. Kata kunci : cabai rawit, jaringan komunikasi pemasaran
RESPON PETANI TERHADAP PROGRAM PEKARANGAN PANG AN LESTARI (P2L) DI KELOMPOK WANITA TANI MELATI DESA BENGBULANG KECAMATAN KARANGPUCUNG KABUPATEN CILACAP
Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sudah digulirkan selama 3 tahun, namun program ini relatif masih dianggap baru oleh masyarakat. Sebagai program baru, Pekarangan Pangan Lestari (P2L) pasti mendapatkan tanggapan (respon) yang beragam dari masyarakat, sehingga diperlukan kajian mengenai respon petani terhadap program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kelompok Wanita Tani Melati. Tujuan penelitian ini untuk menegtahui 1) Respon petani terhadap program P2L. 2) Kendala yang dihadapi petani pada program P2L. Jenis penelitian yag digunakan menggunakan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus di Desa Bengbulang Kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kelas interval. Data yang diperoleh berasal dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukan respon petani terhadap aspek pengetahun memperoleh nilai 25, 01 dengan kategori tinggi, untuk respon petani terhadap aspek sikap tinggi dengan nila 13,00 sedangkan pada aspek keterampilan respon petani dalam kategori tinggi dengan nilai 12,0
PERSEPSI GENERASI MUDA TERHADAP KEGIATAN PERTANIAN DI DESA KARANGLAYUNG KECAMATAN KARANGJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi generasi muda terhadap kegiatan pertanian di Desa Karanglayung Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksakan dari bulan Maret sampai bulan Agustus 2021 Jenis penelitian ini di desain secara kualitatif dengan menggunakan metode survei dengan mengambil kasus para generasi muda yang berusia 15-30 tahun di Desa Karanglayung Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. Populasi Generasi muda yang berusia 15-30 tahun di Desa Karanglayung sebanyak 670 orang, penentuan sampel dilakukan dengan teknik acak sederhana (Simple Random Sampling) dengan mengambil 10% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 87 generasi muda sebagai responden penelitian. Data primer di diperoleh dari hasil pengisian kuisioner dengan jumlah 87 orang responden, sedangkan data sekunder di dapatakan dari kantor Desa Karanglayung Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. Persepsi generasi muda terhadap kegiatan pertanian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skoring. Hasil penelitian menunjukan secara keseluruhan, tingkat persepsi generasi muda di Desa Karanglayung Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya berada pada kategori tinggi, dengan rata-rata skor 35. Hal ini terjadi karena dilihat dari faktor Tingkat Persepsi Generasi Muda Terhadap Kegiatan Pertanian semuanya berada pada kategori tinggi, dari hasil analisis menunjukan bahwa tingkat pendapatan, minat generasi muda, latar belakang keluarga pengalaman, dan informasi yang diperoleh sangat berperan dalam pembentukan generasi muda untuk berkarir dibidang pertanian
KOMPARASI PENDAPATAN USAHA TANAMAN HIAS DENGAN SISTEM PEMASARAN KONVENSIONAL DAN E-COMMERCE (Studi Kasus Pada Usaha Rumah Tangga Pak Slamet di Desa Pangkalan Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran)
Perkembangan usaha tanaman hias saat ini sudah menjadi salah satu induk kemajuan ekonomi yang cukup penting diberbagai wilayah nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan pada sistem pemasaran konvensional dan e-commerce pada usaha tanaman hias Pak Slamet serta komparasi pendapatan antara sistem pemasaran konvensional dan e-commerce pada usaha tanaman hias Pak Slamet. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif sedangkan untuk metode yang digunakan adalah studi kasus dan untuk penarikan sampel menggunakan purposive sampling (judgement). Berdasarkan hasil penelitian, besarnya biaya pada usaha tanaman hias Pak Slamet pada sistem pemasaran konvensional adalah sebesar Rp 3.318.938/ bulan dan e-commerce sebesar Rp 4.651.217/ bulan. Sedangkan untuk penerimaan konvensional adalah sebesar Rp 8.599.500/ bulan dan penerimaan e-commerce sebesar Rp 12.023.000/bulan. Kemudian untuk pendapatan dari pemasaran konvensional adalah Rp 5.280.562/ bulan dan untuk pendapatan pemasaran e-commerce sebesar Rp 7.371.783/ bulan. Meskipun begitu dua sitem pemasaran ini sangat membantu dalam meningkatkan hasil penjualan pada usaha tanaman hias Pak Slamet
STRATEGI PEMASARAN KERAJINAN ANYAMAN MENDONG DI KECAMATAN RAJAPOLAH KABUPATEN TASIKMALAYA
Kabupaten Tasikmalaya khususnya Kecamatan Rajapolah terkenal dengan kerajinan anyaman mendong sebagai identitas wilayahnya. Namun secara rill pemasarannya masih terbatas yang disebabkan oleh kondisi SDM, penguasaan teknologi dan informasi serta inovasi pemasaran anyaman mendong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman), merumuskan rekomendasi strategi pemasaran anyaman mendong di Kecamatan Rajapolah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif pada usaha anyaman mendong. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 7 orang para pemilik usaha anyaman mendong dan konsumen anyaman mendong sebanyak 7 orang diambil secara purposive. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Strength, Weakneses, Opportunity, Threats (SWOT) Analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor kekuatannya adalah lokasi strategis, parkiran luas, tenaga kerja tersedia, bahan baku atau produk mudah didapatkan, desain produk menarik, pelanggan tetap, pelayanan baik. Kelemahannya yaitu teknologi masih sederhana, modal terbatas, jaringan pasar masih lemah, kegiatan promosi dan iklan belum maksimal. Faktor eksternal peluangnya adalah peluang kemitraan atau kerjasama, adanya bantuan dari pemerintah, perkembangan teknologi informasi, bahan baku kontinyu. Ancamannya yaitu harga bahan baku meningkat, tidak memeiliki label atau merk dagang, persaingan dengan produk serupa, permintaan fluktuatif. Rekomendasi strategi yang dapat dilakukan oleh para pemilik usaha dalam memasarkan anyaman mendongnya ada 12 rekomendasi strategi yang dapat dijalankan sesuai kondisi perusahaan
E-LKPD Matematika Berbasis React: Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
ABSTRAKKurangnya perangkat pembelajaran yang mampu memikat serta mempermudah peserta didik mengakses pendidikan pada masa perkembangan teknologi ini mengakibatkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah pada peserta didik. Sehingga perlu dikembangkannya lembar kerja peserta didik yang berwujud elektronik atau E-LKPD berbasis Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) untuk menghadapi hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengembangakan serta menguji keefektifan E-LKPD berorientasi REACT sehingga bisa menumbuhkan kemampuan peserta didik menyelesaikan masalah matematis. Penelitian dan pengembangan ini mempergunakan acuan pengembangan ADDIE dengan langkah analysis (menganalisis), design (mendesain), development (mengembangkan), implementation (mengimplementasikan), evaluation (mengevaluasi). Penelian ini dilakukankan bulan Juli sampai dengan bulan Desember 2023 dengan melibatkan kelas VIII D di SMP Negeri 3 Mojosongo. Perangkat penelitian pengembangan ini meliputi lembar validasi ahli (ahli materi dan media), kuesioner tanggapan peserta didik juga guru, dan tes kemampuan pemecahan masalah siswa. Analisis data yang diperlukan peneliti menggunakan kombinasi angka dan uraian kalimat (statistics descriptive). Hasil yang didapat setelah analisis data adalah E-LKPD berorientasi REACT yang mengacu pada kurikulum, kebutuhan peserta didik, dan sumber bahan ajar sehingga E-LKPD berbasis REACT terbukti valid sesuai dengan tahapan pengembangan ADDIE. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, penerapan E-LKPD berbasis REACT meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik
Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP melalui Pendekatan Matematika Realistik dengan Model PBL dan CTL Berbasis Project-Based Learning pada Penyelesaian Soal AKM di Kabupaten Lebak Banten
Penelitian ini dilakukan karena rendahnya ketrampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS) pada aspek kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah matematis siswa SMP di Kabupaten Lebak Banten. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan keefektifan pendekatan matematika realistik dengan model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) berbasis Project-Based Learning (PMR-PBL dan PMR-CTL) serta membandingkan efektivitas keduanya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), terutama berfokus pada kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Quasi Experiment (eksperimen semu) dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2 3 secara Randomized Control Group Only Design dengan Top of Formmenggabungkan model penerapan pendekatan Matematika Realistik dengan model (PMR-PBL dan PMR-CTL) berbasis Project-Based Learning untuk mengukur pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada penyelesaian soal AKM siswa SMP di Kabupaten Lebak Banten ditinjau dari kemampuan berpikir kiritis, kreatif dan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent group design pada 104 siswa SMP di Kabupaten Lebak Banten. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling untuk menentukan sampel melalui uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan rataan. Instrumen penelitian berupa soal uji berbentuk esai dengan 5 item tes berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada soal AKM. Sebelumnya, instrumen tersebut telah melewati serangkaian analisis, termasuk uji validitas soal, uji tingkat kesulitan, uji daya pembeda, dan uji reliabilitas. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis multivariate analysis of variance (MANOVA) dan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMR-PBL efektif meningkatkan kemampuan HOTS siswa, khususnya dalam berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah matematis. Sementara PMR-CTL juga memberikan hasil yang serupa. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua pendekatan tersebut dalam efektivitasnya terhadap kemampuan HOTS siswa SMP di wilayah tersebut
SISTEM PEMILIHAN UMUM DI INDONESIA DALAM PERSFEKTIF FIQH SIYASAH
Pemilu di Indonesia yang dijadwalkan pada tahun 2024 sedang menjadi perbincangan hangat. Namun, perdebatan mengenai perspektif Islam terhadap pemilu masih kurang dibahas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur dan empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemilu di Indonesia memiliki relevansi dengan fiqh siyasah, yaitu sistem ahlul halli wal aqdi. Sejarah pemilu di Indonesia berkembang seiring dengan pemahaman demokrasi. Konsep pemilihan pemimpin pada zaman Nabi Muhammad dan Khulafaurrasyidin tidak sama dengan pemilu saat ini. Namun, konsep ahlul halli wal aqdi atau syura dalam Islam memiliki kesamaan dengan pemilihan umum di Indonesia. Dalam fiqh siyasah, metode pengisian jabatan kepala negara termasuk pemilihan langsung oleh rakyat dan ahlul halli wal aqdi. Di Indonesia, pemilu menggunakan sistem pemilihan langsung oleh rakyat, sesuai dengan prinsip fiqh siyasah. Penelitian ini juga menyoroti sengketa pemilu yang terjadi setelah pemilihan umum. Dalam Islam, ahlul halli wal aqdi memiliki peran dalam mengadili sengketa pemilihan kepala pemerintahan, di Indonesia sengketa pemilu diajukan di Mahkamah Konstitusi. Penelitian ini merekomendasikan pemerintah untuk berlaku adil dan sesuai dengan ajaran Islam dalam pemerintahan. Masyarakat juga diingatkan untuk mempelajari pemerintahan baik dalam berpolitik maupun bermasyarakat. Jika konsep negara Islam tercapai, masyarakat akan sejahtera dan pemerintahan akan bijak dan adil dalam semua aspek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru dan memotivasi masyarakat dalam menghadapi politik di Indonesia
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Miracle In Cell No.7 karya Hanung Bramantyo (Alternatif Media Pembelajaran Berdimensi Pendidikan Karakter)
Penelitian ini berjudul "Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Film Miracle In Cell No.7 karya Hanung Bramantyo (Alternatif Media Pembelajaran Berdimensi Pendidikan Karakter)." Latar belakang penelitian ini adalah karena pendidikan karakter saat ini belum efektif dalam membentuk karakter siswa, dengan hilangnya nilai-nilai positif sering disebabkan oleh segelintir siswa. Pendidikan karakter sangat penting dalam sistem pendidikan, dengan tujuan utama membentuk perilaku yang baik. Namun, dalam praktiknya, guru sering tidak optimal dalam pembelajaran, termasuk dalam penggunaan media pembelajaran. Penguasaan teknologi media pembelajaran, seperti media audio visual, sangat dibutuhkan. Film “Miracle In Cell No.7” karya Hanung Bramantyo adalah contoh media audio visual yang cocok untuk pembelajaran berbasis karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik studi pustaka, teknik dokumentasi, teknik analisis, dan teknik mencatat. Fokus penelitian ini yaitu berupa nilai-nilai pendidikan karakter menurut Profil Pelajar Pancasila dan kriteria media pembelajaran menurut Ramli. Hasil penelitian mencakup karakteristik bentuk nilai-nilai pendidikan karakter dalam film Miracle In Cell No.7 mencakup “bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia”, “berkebhinekaan global”, “bergotong royong”, “mandiri”, “bernalar kritis”, “kreatif” yang terbagi dalam 30 bentuk data nilai-nilai pendidikan karakter diantaranya 1) Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 14 data, 2) Berkebhinekaan Global 5 data, 3) Bergotong Royong 7 data, 4) Mandiri 1 data, 5) Bernalar Kritis 1 data, dan 6) Kreatif 2 data. Hasil penelitian ini dapat berimplikasi pada model pengembangan media pembelajaran berdimensi pendidikan karakter, karena sudah sesuai dengan kriteria media pembelajaran