Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI MODEL BEYOND CENTER AND CIRCLE TIME (BCCT) MENINGKATKAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI
Perkembangan sosial emosional anak adalah bentuk interaksi yang mulai dibangun dari orang tua, teman sebaya, guru dan masyarakat yang ada di sekitar anak untuk beradaptasi dalam kehidupannya. Namun perkembangan tersebut membutuhkan perhatian khusus, karena tidak semua orang yang ada di sekitar anak memahami dan menyadari perkembangan anak. Sebab tingkat pendidikan orang yang ada di lingkungan sekitar anak tidak sama, sehingga anak-anak pada usia emas mengalami perkembangan yang sulit diatur karena kurangnya perhatian dari oang tua dan keluarga yang ada di sekitar anak. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak model Beyond Center and Circle Time (BCCT) untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak. Sebab anak adalah karunia Tuhan yang harus dijaga dan dirawat dengan baik oleh orang tua, keluarga, dan pendidik. Subjek penelitian sebanyak 12 anak TK B St. Mathilda. Model yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui pedoman observasi yang diisi oleh observer (guru) dan dianalisis secara deskriptif. Kriteria pencapaian pada penelitian ini berada pada kategori Perkembangan Sangat Baik (BSB). Hal ini terlihat hasil analisis data terdapat tujuh (7) anak yang berada pada kategoti berkembang sangat baik (BSB), empat (4) anak berada pada kategori Berkembang Sesuai harapan (BSH). Dan ada satu (1) anak yang berada pada kategori Belum Berkembangan (BB) anak yang belum berkembang tidak ikut dalam penelitian. Artinya implementasi model BCCT dapat meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia dini. Studi ini berimplikasi pada perkembangan anak seperti anak mengendalikan diri, mengenali perasaan, bertanggung jawab, mandiri, menaati aturan, bermain bersama, berbagi, peduli, empati, dan mengenali emosi diri dan orang lai
PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (STUDI KASUS PADA PT.UNILEVER INDONESIA TBK)
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : 1) Seberapa besar pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan pada PT.Unilever indonesia Tbk. 2) Seberapa besar pengaruh kebijakan dividen terhadap dengan nilai perushaan pada PT.Unilever Indonesia Tbk. 3) Seberapa besar pengaruh kebijakan hutang dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Tujuaan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui besarnya pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan pada PT.Unilever Indonesia Tbk. 2) Untuk mengetahuai besar pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada PT.Unilever Indonesia Tbk. 3).Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kebijakan hutang dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada PT.Unilever Indonesia Tbk. metode penelitian ini mengunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) kebijakan hutang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan artinya naik turunya kebijakan hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap naik turunya nilai perusahaan pada PT.Unilever Indonesia Tbk periode 2017-2022. 2) kebijakan dividen berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan artinya naik turunya kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap naik turunya nilai perusahaan pada PT.Unilever Indonesia Tbk periode 2017-2022. 3)kebijakan hutang dan kebijakan dividen berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap nilai perusahaan artinya naik turunya kebijakan hutang dan kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap naik turunya nilai perusahaan pada PT.Unilever Indonesia Tbk periode 2017-2022.
PENGARUH TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) TERHADAP TEACHER READINESS MAHASISWA PENDIDIKAN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Technological Knowledge (X1), Pedagogical Knowledge (X2), Content Knowledge (X3) secara parsial terhadap Teacher Readiness dan mengetahui pengaruh TK, PK, CK secara bersama-sama terhadap Teacher Readiness. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Fakultas Ekonomika dan Bisnis dengan metode sampling yakni proportional random sampling dengan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui google form diukur dengan skala likert menggunakan sofware SPSS versi IBM 22 dengan metode analisis regresi linier berganda. Hasil menunjukkan variabel Technological Knowledge, Pedagogical Knowledge dan Content Knowledge berpengaruh positif dan signifikan terhadap Teacher Readiness baik secara parsial maupun simultan
PERUBAHAN PERKEMBANGAN RITEL DI INDONESIA DI ERA “NEW NORMAL” STUDI KASUS JATINANGOR
Pandemi COVID-19 telah menyebabkan terjadinya perubahan perilaku konsumen, Hal ini mengganggu banyak sektor-sektor yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, terutamanya sektor pertanian. Sektor pertanian ini menjadi sorotan karena memiliki kaitan dengan ketahanan pangan nasional. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian survei. Penelitian survei merupakan penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Hasil survey yang telah kami lakukan di Jatinangor menyatakan gambaran ritel yang di inginkan konsumen saat COVID 19 ini yaitu Pembukaan Ritel sesuai Protokol Kesehatan, Ritel memiliki stock barang kebutuhan paling banyak diminati, Ritel menyediakan tempat cuci tangan di area toko , Waktu tutup ritel ditambahkan untuk menghilangkan keramaian Dan dalam menghadapi New Normal ini ritel di Indonesia khusus di jatinangor sendiri sudah mulai berbenah untuk mengikuti kebijakan-kebijakan prosedur kesehatan dalam memasuki new normal ini. Aturan umum yang berlaku ialah, sediakan fasilitas cuci tangan, desinfektan berkala setiap empat jam sekali, wajib gunakan masker,pastikan pekerja berperilaku hidup bersih dan sehat, cek suhu badan perkerja dan pengunjung, pasang informasi tentang pembatasan jaga fisik, cuci tangan dan memakai masker, bagi yang suhu badan ditas 37,3 derajat celcius setelah dua kalo dicek tidak diperkenankan masuk
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SANTRI TERHADAP KEGIATAN PERTANIAN DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUSTAFID KOTA TASIKMALAYA
Kegiatan pertanian di pondok pesantren merupakan salah satu upaya regenerasi di sektor pertanian dengan tujuan untuk meningkatkan pengembangan skill, pengetahuan serta minat santri. Penelitian ini bertujuan untuk: Menganalisis faktor-faktor yang mendominasi terhadap kegiatan pertanian, Menganalisis minat santri Pondok Pesantren Hidayatul Mustafid terhadap kegiatan pertanian, Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat santri terhadap kegiatan pertanian di Pondok Pesantren Hidayatul Mustafid. Penelitian ini dilaksanakan di pondok Pesantren Hidayatul Mustafid Kelurahan Awipari, Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survei pada 33 orang santri sebagai responden. Uji analisis yang digunakan yaitu uji Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) faktor – faktor yang mendominasi terhadap kegiatan pertanian dari faktor internal yaitu, intelegensi dan motivasi pribadi termasuk kategori tinggi. Sedangkan, faktor eksternal yaitu, pendidikan dan pelatihan serta sumber informasi termasuk kategori tinggi, kemudian lingkungan termasuk kategori sangat tinggi. 2) Minat santri pada kegiatan pertanian di Pondok Pesantren Hidayatul Mustafid termasuk ke dalam kategori tinggi. 3) Secara simultan dan parsial faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap minat santri dalam kegiatan pertanian
Peningkatan Pengetahuan Tentang Dampak Air Sungai Bagi Kesehatan dan Pengelolaan Air Sungai untuk Penggunaan Sehari-Hari
Latar Belakang : Kota Tasikmalaya merupakan kota dengan hampir sebagain pemukiman penduudk dilewati aliran sungai. Sebagian masyararat sekitar aliran suingai menggunakan airnya untu kegiatan seharai-hari. Tujuan Pengabdian: Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang dampak air suangai terhadap kesehatan dan pengolahan sampah Metode dan Sasaran : kegoatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada sekelompok masyarakat yang tinggal disekitar aliran sungai. Hasil: terdapat peningkatan mpengetahuan tentang damp[ak air sungai bagi kesehatan dan pengolahan sampah secara signifikan pada masyarakat sekitar aliran sungai. Kesimpulan : masyarakat sekitar aliran sungai perlu diberikan tambahan pengetahuan secara konsisten dan pelatihan untuk pengolahan sampah dengan metode Reuse, Recycle, dan Reduce agar sampah tidak menjadi sumber penyakit dan bahkan bisa bermanfaat dan bernilai ekonomi
Sosialisasi Tehnik Massage Efflurage Terhadap Penurunan Rasa Nyeri Desminore Pada Remaja Putri di SMAN 1 Cihaurbeuti
Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa yang berada pada masa yang potensial, baik dilihat dari segi kognitif, emosi, maupun fisik.Salah satu masalah yang sering dialami oleh remaja terkait dengan menstruasi adalaha dismenohea. Massage Effleurage adalah teknik pijatan yang menggunakan sentuhan tangan untuk menimbulkan efek relaksasi dan membantu mempercepat pemulihan nyeri.. Effleurage merupakan manipulasi gosokan yang halus dengan tekanan relative ringan sampai kuat, gosokan ini mempergunakan seluruh permukaan tangan satu atau permukaan kedua belah tangan, sentuhan yang sempurna dan arah gosokan selalu menuju ke jantung atau searah dengan jalannya aliran pembulu darah balik, maka mempunyai pengaruh terhadap peredaran darah atau membantu mengalirnya pembulu darah balik kembali ke jantung karena adanya tekanan dan dorongan gosokan tersebut. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri terhadap penurunan nyeri desminore pada remaja. Hasil yang didapat dari pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang tehnik masssage efflurage untuk penurunan nyeri desminore pada remaja. Diharapkan ketika remaja mengalami desminore tidak dulu mengkonsumsi obat-obatan ataupun jamu-jamuan tapi menggunakan tehnik non farmakologis yang tidak menyebabkan efek samping
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM LINEAR DUA VARIABEL
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Kemampuan komunikasi matematis yang diteliti meliputi kemampuan menggambar (drawing), menulis (written Text) dan mengekspresikan matematika (mathematical expression). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 siswa kelas VIII B MTs Al-Kautsar Kota Banjar. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek-1 mempunyai indikator (1) Kemampuan menggambar (drawing) yang kurang baik. (2) Kemampuan menulis (written Text) yang cukup baik. (3) Kemampuan mengekspresikan matematika (mathematical expression) yang baik. Subjek-2 mempunyai indikator (1) Kemampuan menggambar (drawing) yang tidak baik. (2) Kemampuan menulis (written Text) yang baik. (3) Kemampuan mengekspresikan matematika (mathematical expression) yang tidak baik. Sedangkan subjek-3 mempunyai indikator (1) Kemampuan menggambar (drawing) tidak baik. (2) Kemampuan menulis (written Text) kurang baik. (3) Kemampuan mengekspresikan matematika (mathematical expression) subjek masih kurang
ANALISIS KESALAHAN SISWA SMP BERDASARKAN TAHAPAN NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV)
Penyelesaian masalah pada materi SPLDV biasanya disajikan dalam bentuk soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, banyak siswa menghadapi kesulitan dalam menjawabnya selama proses menyelesaikannya, yang tercermin dalam banyaknya kesalahan yang mereka lakukan. Selanjutnya, kesalahan tersebut akan diteliti dan dianalisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan yang dilakukan siswa kelas VIII MTS Darul Amira saat mengerjakan soal cerita SPLDV menggunakan tahapan Newman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Instrument yang digunakan adalah tes tertulis yang memuat 3 soal uraian dan wawancara. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) subjek 1 melakukan kesalahan pada tahap penulisan jawan akhir; (2) subjek 2 melakukan kesalahan pada tahap transformasi dan keterampilan proses; (3) subjek 3 melakukan kesalahan pada tahap membaca, memahami dan keterampilan proses
Pendekatan Realistic Mathematics Education Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan peserta didik yang menggunakan pendekatan realistic mathematics education (RME) pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini akan melibatkan 30 siswa kelas VIII MTs Terpadu Riyadlul Hidayah Al-Munawwarah. Sampelnya terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII A yang berjumlah 15 siswa sebagai kelas eksperimen dengan pendekatan realistic mathematics education (RME), dan kelas VIII B yang berjumlah 15 siswa sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Metode sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yang telah dipastikan sebelumnya bahwa semua kelas homogen. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistic mathematics education (RME) menunjukkan kemampuan koneksi matematis yang jauh lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Temuannya menunjukkan bahwa pendekatan realistic mathematics education (RME) meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa. Studi ini menyoroti pentingnya memasukkan pendekatan realistic mathematics education (RME) ke dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa