Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
Variasi Bahasa Dalam Konten Channel Youtube Jurnalrisa (Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Teks Narasi KD 4.4 Kelas VII)
Penelitian ini berjudul “Variasi Bahasa Dalam Konten Channel Youtube Jurnalrisa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa pada konten channel youtube Jurnalrisa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Proses pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : 1) Teknik telaah pustaka, 2) Teknik Simak, 3) Teknik dokumentasi, dan 4) Teknik Analisis. Variasi bahasa pada konten channel youtube Jurnalrisa menunjukaan adanya variasi bahasa dari segi penutur yakni idiolek, dialek, kronolek, dan sosiolek berupa akrolek dan slang. Data variasi sosiolek berupa akrolek menempati posisi yang paling unggul terdapat 22 tuturan dengan presentase 69%. Variasi bahasa kronolek berjumlah 4 tuturan dengan presentase 13%. Variasi sosiolek berupa slang berjumlah 3 tuturan dengan jumlah presentase 9%. Variasi dialek terdapat 2 tuturan dengan presentase 6%. Sedangkan posisi paling rendah ada pada variasi bahasa idiolek yaitu terdapat 1 tuturan dengan jumlah presentase 3%. Hasil analisis penelitian ini membuktikan bahwa variasi bahasa dalam konten channel youtube Jurnalrisa dapat dijadikan sebagai bentuk pengembangan bahan ajar karena kurangnya bahan ajar yang bervariatif
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI AKUN INSTAGRAM PANJI RAMDAN
Untuk memahami topik yang diteliti, dengan menggunakan metode observasi,wawancara, analisis, dan pengumpulan data. Hasil penelitian penggunaan gaya bahasa yang ditemukan pada Kumpulan Puisi di Instagram @panjiramdanaofficial adalah sebanyak 6 Gaya Bahasa. Penggunaan bahasa kiasan ditemukan dalam 20 puisi. Berikutdetail Datanya: 5 Hiperbola, 5 Sarkasme, 6 Simile, 3 Metafora, 5 Personifikasi dan 6 Klimaks. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Panji Ramdana, Instagra
Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Keberhasilan Penanganan Kegawatdaruratan: Literature Review
Latar Belakang: Gaya kepemimpinan ialah suatu ciri khas yang melekat pada seorang pemimpin dalam menjalankan kehidupan dan mencapai tujuan organisasi. Tujuan: Peneliti ingin mengetahui apakah terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan dengan keberhasilan penanganan kegawatdaruratan. Metode: Melakukan literature review dengan 11 jurnal yang dikumpulkan dari mesin pencari Google scholar. Hasil: Gaya kepemimpinan sangat mempengaruhi bagaimana perawat pelaksana melakukan tugas dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien, termasuk pasien kegawatdaruratan. Kesimpulan: Gaya kepemimpinan demokratis lebih efektif digunakan dalam penangan kegawatdaruratan dibandingkan dengan gaya kepemimpinan yang lain.
PENGALAMAN KADER KESEHATAN DALAM MENDUKUNG PROSES RECOVERY ODGJ DI WILAYAH PUSKESMAS BABAKAN SARI
Penanganan masalah kesehatan jiwa saat ini telah bergeser dari hospital based menjadi community based psychiatric services. Tugas dalam memantau kondisi kesehatan jiwa di masyarakat terutama dalam proses recovery orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi tugas dari kader kesehatan umum yang baru mendapatkan sekilas penyuluhan tentang kesehatan jiwa sehingga penanganan odgj menjadi suatu pengalaman yang lebih dalam melaksanakan tugasnya sebagai kader kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pengalaman kader kesehatan dalam mendukung proses recovery pada ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Sari. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Populasi dalam penelitian yaitu kader kesehatan. Jumlah partisipan ditentukan melalui purposive sampling sehingga didapatkan 5 pastisipan yakni kader kesehatan pendidikan minimal SMA, berpengalaman minimal 2 tahun dan kooperatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan metode Colaizzi digunakan untuk analisa data. Hasil penelitian diperoleh 4 tema yaitu perasaan takut dalam menghadapi ODGJ, peran kader dalam mengingatkan keluarga tentang obat-obatan ODGJ, merasa puas dan senang mendukung proses recovery dan tulus ikhlas penting dalam mendukung proses pemulihan ODGJ. Disimpulkan bahwa pengalaman yang dirasakan kader kesehatan dalam mendukung proses recovery ODGJ merupakan gambaran perasaan, hambatan, dan harapan yang muncul dalam menjalankan perannya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di komunitas.Penanganan masalah kesehatan jiwa saat ini telah bergeser dari hospital based menjadi community based psychiatric services. Tugas dalam memantau kondisi kesehatan jiwa di masyarakat terutama dalam proses recovery orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi tugas dari kader kesehatan umum yang baru mendapatkan sekilas penyuluhan tentang kesehatan jiwa sehingga penanganan odgj menjadi suatu pengalaman yang lebih dalam melaksanakan tugasnya sebagai kader kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pengalaman kader kesehatan dalam mendukung proses recovery pada ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Sari. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Populasi dalam penelitian yaitu kader kesehatan. Jumlah partisipan ditentukan melalui purposive sampling sehingga didapatkan 5 pastisipan yakni kader kesehatan pendidikan minimal SMA, berpengalaman minimal 2 tahun dan kooperatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan metode Colaizzi digunakan untuk analisa data. Hasil penelitian diperoleh 4 tema yaitu perasaan takut dalam menghadapi ODGJ, peran kader dalam mengingatkan keluarga tentang obat-obatan ODGJ, merasa puas dan senang mendukung proses recovery dan tulus ikhlas penting dalam mendukung proses pemulihan ODGJ. Disimpulkan bahwa pengalaman yang dirasakan kader kesehatan dalam mendukung proses recovery ODGJ merupakan gambaran perasaan, hambatan, dan harapan yang muncul dalam menjalankan perannya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di komunitas
Group Investigation Berbantuan Media Visual Kartun Terhadap Keterampilan Investigasi Dan Penguasaan Konsep
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, model group investigation dengan media visual kartun terhadap keterampilan investigasi dan penguasaan konsep. Metode yang digunakan eksperimen. Desain quasy eksperimen dengan pre-post test control group. Instrumen adalah task dan rubrics. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling dengan jumlah sampel 34 orang masing-masing kelas. Lalu digunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis observasi atau pengamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model group investigation berbantuan media visual kartun, terdapat perbedaan pengaruh antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol yaitu nilai rata-rata 2,89 untuk kelas eksperimen dan 2,09 untuk kelas kontrol. Kemampuan memberikan alasan (justification) di kelas eksperimen 2,72 kelas kontrol nilai rata-rata 2,14. kelas eksperimen dengan model group investigation berbantuan media visual kartun memperoleh nilai rata-rata 2,17, kelas kontrol 2,0. hasil pengujian t hit (8,32) > t daf (1,67). Kesimpulan bahwa Implementasi model group investigation berbantuan media visual kartun terlibat aktif dalam melakukan penyelidikan dan pengamatan, mengumpulkan dan menganalisis, mendiskusikan dan menyelesaikan tugas belajar, dapat meningkatkan keterampilan mengivestigasi dengan nilai 2,35. Modell group investigation berbantuan media visual kartun dapat mempengaruhi penguasaan konsep, kelas eksperimen memperoleh nilai 83,15. Respon siswa terhadap implementasi model group investigation berbantuan media visual kartun sebesar 72%
Perbedaan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Dengan Problem Based Learning
Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan dalam proses belajar, karena berpikir kritis dapat merangsang penalaran kognitif siswa dalam memperoleh pengetahuan serta mengembangkan ide pemikiran terhadap permasalahan yang terdapat di dalam pembelajaran. Dengan kemampuan berpikir kritis siswa akan mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi baik dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Rendahnya kemampuan berpikir kritis di SMK Negeri Manonjaya dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya pemilihan model pembelajaran yang kurang tepat. Adapun tujuan dari penelitian untuk mengetahui: 1) Perbedaan kemampuan Berpikir kritis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 2) Perbedaan kemampuan Berpikir kritis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 3) Perbedaan kemampuan Berpikir kritis peserta didik yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada pengukuran akhir (posttest). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian ini menghasilkan 1) Nilai thitung sebesar 5,43 dan ttabel sebesar 1,67 maka thitung > ttabel (5,43 > 1,67). Artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran discovery learning pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 2) Diperoleh nilai thitung sebesar 3,74 dan ttabel sebesar 1,67 maka thitung > ttabel (3,74 > 1,67). Artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran problem based learning pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest); 3) Diperoleh nilai thitung sebesar 2,01 dan ttabel sebesar 1,67 maka thitung > ttabel (2,01 > 1,67). Artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan problem based learning pada pengukuran akhir (posttest)
PERAN PRODUCT KNOWLEDGE CASHIER PADA PELAYANAN P.O.S DELICA TERHADAP CUSTOMER SATISFACTION PT AEON INDONESIA SENTUL
Currently, modern retail business continues to grow, and all modern retail businesses must do their best in their services and services. Customer satisfaction is a valuable asset for retail companies. The quality of human resources must also be considered, especially cashiers. The cashier is the part of retail that deals directly with customers. Employee knowledge, and of course the cashier is needed to meet and answer customer questions and make customers feel satisfied. If customer satisfaction has been achieved, then the company will be easy to survive in the business competition that occurs in this era. The purpose of the observation was to determine how important product knowledge is for the cashier and all obstacles encountered in the application of product knowledge in area P.O.S cashier delica PT AEON Indonesia. The method used is, observation method that is down directly to the area P.O.S cashier PT Aeon Indonesia, Sentul City to observe the application of product knowledge at the cashier. The next method is the study of literature, which is assisted by reading journals, literature, books, and articles. Product knowledge is a soft skill that must be owned by all staff, if it is not trained will cause customer complaints. In overcoming this, PT Aeon Indonesia, especially the cashier section, can conduct training for its employees in the aspect of product knowledge, and training must be carried out regularly so that the results are maximized.Keywords: Product Knowledge, Delica, Customer Satisfaction, Cashie
PENGARUH SERVICE QUALITY, PERCEIVED VALUE, TRUST, TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PT KERETA API INDONESIA DAERAH OPERASI TASIKMALAYA
Penelitian ini difokuskan pada pengaruh service quality, perceived value, trust, terhadap loyalitas pelanggan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya.Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini meliputi : 1) Bagaimana pengaruh service quality terhadap loyalitas pelanggan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya ?; 2) Bagaimana pengaruh perceived value terhadap loyalitas pelanggan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya ?; 3) Bagaimana pengaruh trust terhadap loyalitas pelanggan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya?; 4) Bagaimana pengaruh service quality, perceived value, trust terhadap loyalitas pelanggan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya ?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan untuk menganalisis data dilakukan melalui analisis product moment, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis dengan menggunakan uji signifikansi (Uji t).Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukkan bahwa : 1)Terdapat pengaruh service quality terhadap loyalitas pelanggan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya sehingga hal ini menunjukkan bahwa semakin baik service quality maka loyalitas pelanggan pada PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya akan semakin meningkat. 2) Terdapat pengaruh perceived value terhadap loyalitas pelanggan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya sehingga hal ini menunjukkan bahwa semakin baik perceived value maka loyalitas pelanggan pada PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya akan semakin meningkat. 3) Terdapat pengaruh trust terhadap loyalitas pelanggan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya sehingga hal ini menunjukkan bahwa semakin baik Trust maka loyalitas pelanggan pada PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya akan semakin meningkat. 4) Terdapat pengaruh service quality, perceived value, trust terhadap loyalitas pelanggan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya sehingga hal ini menunjukkan bahwa semakin baik service quality, perceived value, trust maka loyalitas pelanggan pada PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya akan semakin meningkat.Dengan demikian maka sebaiknya PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi Tasikmalaya meningkatkan loyalitas pelanggan melalui peningkatan service quality, perceived value, trust
PENGARUH SALES PROMOTION TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Suatu Studi pada PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis)
ABSTRAKPenelitian ini difokuskan pada Pengaruh Sales Promotion terhadap Keputusan Pembelian (Suatu Studi pada PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis). Permasalahan yang dihadapi dalam dalam penelitian ini meliputi : 1) Bagaimana Sales Promotion pada PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis ? 2) Bagaimana Keputusan Pembelian pada PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis ? 3) Bagaimana Pengaruh Sales Promotion terhadap Keputusan Pembelan PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis ? Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis 1) Sales Promotion pada PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis 2) Keputusan Pembelian pada PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis 3) Pengaruh Sales Promotion terhadap Keputusan Pembelian pada PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode metode survey explanatory dengan pendekatan data kuantitatif deskriftif verifikatif. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan Analisis Koefisien Korelasi Rank Spearman, Analisis Regresi Linear Sederhana, Uji Koefisien Determinasi dan Uji Hipotesis (Uji t). Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukkan bahwa sales promotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis dengan besarnya pengaruh 50,41% dan sisanya 49,59% dipengaruhi oleh faktor lain. Diharapkan PT. Bahana Cahaya Sejati Ciamis mempertahankan sales promotion atau promosi penjualan sehingga akan meningkatkan keputusan pembelian dimasyarakat sehingga memberikan kesan baik untuk konsumen yang melakukan pembelian ke dealer tersebut. Kata kunci : Sales Promotion dan Keputusan Pembelian
Motivation-Building to Continue Studies for Junior High School Students through Training and Campus Visit Facilitating a First-Hand Experience
This community service programme was conducted to raise awareness of the students of SMP Negeri 2 Purwosari Gunungkidul, the school partner, on the importance of pursuing higher education for their future. This programme was designed and conducted in response to the needs analysis suggesting that the students at the school had a low learning motivation and many of them did not have any plan to pursue education even to high school. The programme was conducted in the form of two consecutive motivation-building activities. The first was conducted in the form of a session with the school partner. The session aimed to provide a venue for the students to share their actual dreams and to make them realise that achieving those dreams was not an impossibility. The second activity was a campus visit where the students of SMPN 2 Purwosari visited Universitas Kristen Duta Wacana and joined fun learning sessions. It was aimed to give them a first-hand experience of the learning atmosphere at university so that they could be motivated to pursue their study even at the university level. They were also facilitated to realise the many scholarship opportunities available allowing them to study at university even if they came from financially struggling families. More such community service programmes should be conducted in other contexts bearing similar characteristics of students to allow for the younger generation to dream high and fight for i