Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
    8739 research outputs found

    PENGARUH VISUAL MERCHANDISING DAN PELAYANAN TERHADAP IMPULSE BUYING (Suatu Studi Pada Toko Gunasalma Kawali)

    Get PDF
    Penelitian ini difokuskan pada PENGARUH VISUAL MERCHANDISING DAN PELAYANAN TERHADAP IMPULSE BUYING (Suatu Studi Pada Toko Gunasalma Kawali) Adapun rumusan masalah penelitian : 1) Bagaimana pengaruh visual merchandising terhadap impulse buying di Toko Gunasalma Kawali; 2) Bagaimana pengaruh pelayanan terhadap impulse buying di Toko Gunasalma Kawali; 3) Bagaimana pengaruh visual merchandising dan pelayanan terhadap impulse buying di Toko Gunasalma Kawali. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui : 1) Pengaruh visual merchandising terhadap impulse buying di Toko Gunasalma Kawali.; 2) Pengaruh pelayanan terhadap impulse buying di Toko Gunasalma Kawali; 3) Pengaruh visual merchandising dan pelayanan terhadap impulse buying di Toko Gunasalma Kawali.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Adapun sumber data penelitian ini adalah konsumen Toko Gunasalma Kawali dengan jumlah sampel 86 orang. Sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan, analisis koefisien determinasi, analisis regresi linier sederhana, analisis regresi linier berganda, analisis korelasi berganda,  dan uji hipotesis dengan uji t dan uji F.Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukkan bahwa 1) Visual merchandising berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying  pada Pembeli di Toko Gunasalma Kawali. Hal ini ditunjukkan dengan hubungan yang sangat kuat, semakin baik Visual merchandising maka semakin baik pula Impulse Buying  pada Pembeli yang berbelanja di Toko Gunasalma Kawali. Sedangkan besarnya  pengaruh Visual merchandising terhadap Impulse Buying yaitu sebesar 76,38%. 2) Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying  pada Pembeli di Toko Gunasalma Kawali. Hal ini ditunjukkan dengan hubungan lemah, meskipun lemah tetapi tetap ada hubungan yang positif antara Pelayanan dengan  Impulse Buying, semakin baik Pelayanan  maka semakin baik pula Impulse Buying  pada Pembeli di Toko Gunasalma Kawali. Sedangkan besarnya pengaruh Pelayanan terhadap Impulse Buying yaitu sebesar 4,41%. 3) Visual merchandising dan Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulse Buying  pada Pembeli di Toko Gunasalma Kawali. Hal ini ditunjukkan dengan hubungan yang sangat kuat, semakin baik Visual merchandising dan Pelayanan maka semakin baik pula Impulse Buying  pada Pembeli di Toko Gunasalma Kawali. Sedangkan besarnya pengaruh Visual Merchandising dan Pelayanan terhadap Impulse Buying yaitu sebesar 76,39%

    PENGARUH VISUAL BRAND COMMUNICATION DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP BRAND EXPERIENCE

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya brand experience konsumen terhadap produk wardah yang dipasarkan oleh PT. Paragon, seperti masih adanya beberapa  pengalaman negatif setelah pemakaian produk Paragon. Hal tersebut diakibatkan oleh belum optimalnya visual brand communication dan electronic word of mouth yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1)Bagaimana pengaruh visual brand communication terhadap brand  experience pada Kosmetik PT. Paragon Kota Tasikmalaya?; 2) Bagaimana pengaruh electronic word of mouth terhadap brand experience pada Kosmetik PT. Paragon Kota Tasikmalaya?; 3) Bagaimana pengaruh visual brand communication dan electronic word of mouth terhadap brand experience pada Kosmetik PT. Paragon Kota Tasikmalaya?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode metode survey explanatory yakni metode penelitian kuantitatif, ukuran sampel yang dipilih adalah sebanyak 96 orang. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui beberapa teknik yaitu studi kepustakaan, studi lapangan dan penyebaran angket.Dari hasil penelitian, dapat ditarik suatu simpulan sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan visual brand communication terhadap brand experience pada PT. Paragon Kota Tasikmalaya. Artinya apabila visual brand communication sudah baik maka brand experience akan meningkat; 2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan electronic word of mouth terhadap brand experience pada PT. Paragon Kota Tasikmalaya. Artinya apabila electronic word of mouth sudah baik maka brand experience akan meningkat; 3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan visual brand communication dan electronic word of mouth terhadap brand experience pada PT. Paragon Kota Tasikmalaya. Artinya apabila visual brand communication dan electronic word of mouth sudah baik maka brand experience akan meningkat. Kata Kunci: Visual Brand Communication,  Electronic Word Of Mouth dan Brand Experience

    EKSISTENSI DAN RELEVANSI METODE 3MPH: INOVASI PEMBELAJARAN YANG MUDAH, MURAH, MERIAH, DAN PENUH HIKMAH

    Get PDF
    Metode ceramah dalam pembelajaran merupakan salah satu metode tradisional yang tetap relevan meskipun terdapat perkembangan teknologi dalam pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi relevansi metode ceramah dalam pembelajaran modern, dengan penyesuaian terhadap prinsip-prinsip tradisional seperti konsep "3MPH" (Mudah, Murah, Meriah, Penuh Hikmah). Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur untuk menggali manfaat metode ceramah dalam membangun hubungan emosional dan spiritual antara pengajar dan peserta didik, serta perannya dalam membentuk karakter melalui pengalaman praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah yang dipadukan dengan teknologi modern, seperti multimedia dan alat peraga, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital tanpa mengurangi nilai-nilai esensial dalam pendidikan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode ceramah tetap relevan dalam pembelajaran masa kini, dengan penyesuaian yang tepat terhadap konteks dan integrasi teknologi yang mendukung. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengembangan metode ceramah yang fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan zaman, dengan mempertahankan karakter dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya

    Back Matter

    No full text

    PEMANFAATAN POTENSI KEKAYAAN INDIKASI GEOGRAFIS SEBAGAI ALAT DIPLOMASI NEGARA: PERBANDINGAN PEMANFAATAN POTENSI KEKAYAAN INDIKASI GEOGRAFIS DI INDONESIA DAN KOREA SELATAN.

    Get PDF
    Pemanfaatan potensi kekayaan indikasi geografis telah menjadi strategi penting dalam diplomasi negara, bertujuan untuk memperkuat posisi dan citra negara di panggung internasional. Penelitian ini membandingkan pemanfaatan potensi kekayaan indikasi geografis di Indonesia dan Korea Selatan, dua negara yang kaya akan produk-produk unik yang diakui secara geografis. Indonesia memiliki indikasi geografis seperti kopi Gayo, teh Jawa, dan batik digunakan untuk promosi budaya, peningkatan ekonomi lokal, dan perlindungan hukum. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan komunitas lokal untuk memastikan produk indikasi geografis memenuhi standar internasional, serta mempromosikan produk ini melalui pameran internasional. Sementara itu, Korea Selatan memanfaatkan indikasi geografis seperti Ginseng Korea, Kimchi, dan Hanji dalam strategi Hallyu untuk meningkatkan pengaruh budaya global. Pemerintah Korea Selatan tidak hanya melindungi indikasi geografis melalui kebijakan yang ketat tetapi juga mengintegrasikannya dalam diplomasi ekonomi dan budaya global. Kedua negara menunjukkan bahwa indikasi geografis dapat menjadi alat diplomasi yang efektif, dengan Indonesia fokus pada pemberdayaan komunitas lokal dan promosi budaya, sementara Korea Selatan menggabungkan indikasi geografis dalam gelombang budaya global untuk memperkuat identitas nasional dan pengaruh internasional

    AMBANG BATAS SYARAT PENCALONAN KEPALA DAERAH DALAM PERSPEKTIF PUTUSAN NOMOR 60/PUU-XXII/2024

    Get PDF
    Adanya Ambang Batas 7,5 Persen dalam penentuan syarat pencalonan Kepala Daerah yang di putuskan oleh Mahkama Konstitusi melalui Putusan No.60/PUU-XXII/2024 idealnya melalui proses pertimbangan hukum, politik dan keamanan dengan memperhatikan keseimbangan antara stabilitas politik dan representasi yang adil , jika melihat dinamika yang berkembangan adanya berbagai partai berkoalisi untuk mengusung satu paslon, adanya paslon boneka serta adanya  kotak kosong membuat demokrasi tidak berjalan dengan sehat. Dalam penelitian ini mengunakan metode penelitian hukum normative. Penelitian ini membahas keberadaan ambang batas 7,5% dalam penentuan syarat pencalonan Kepala Daerah berdasarkan Putusan No. 60/PUU-XXII/2024 berimplikasi signifikan terhadap kualitas kandidat, stabilitas politik, dan proses koalisi di Indonesia. Tantangan dinamikan pengurangan fragmentasi politik dan peningkatan kualitas kandidat, yang di respon oleh Mahkamah Konstitusi dalam  Putusan No. 60/PUU-XXII/2024 ini merupakan jawaban kegelisahaan masyarakan mengenai problem keterbatasan bagi partai kecil dan calon independent yang ingin memberikan opsi pilihan terbaik kepada masyarakat.  Penerapan ambang batas pemilu di negara-negara maju yang sangat variative  tidak ada satu parameter yang menjadi tolak ukur untuk semua dalam sistem pemilihan di  negara maju.. Selain itu keberadaan ambang batas yang terlalu tinggi atau rendah dapat mempengaruhi representasi dan partisipasi politik serta pengurangan fragmentasi politik

    Strategi Pelestarian Prasasti Bukit Siguntang dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata Sejarah Kerajaan Sriwijaya

    Get PDF
    The research analyses the preservation strategy of Bukit Siguntang inscription as an effort to increase public awareness of cultural heritage and increase historical tourism attraction. Using a qualitative approach, the research aims to understand and analyse the various approaches applied in preserving the inscription, challenges and opportunities, as well as its impact on tourism. The results showed that communication strategies, participatory models, utilisation of digital technology, curative and preventive approaches as effective efforts in cultural heritage preservation that can increase public awareness of cultural heritage and attract more visitors. In addition, SWOT analysis is used in identifying factors that affect preservation. Through this holistic and collaborative approach, the Bukit Siguntang inscription is preserved, making it an educational tool to enrich historical-cultural understanding and a significant tourist attraction. The implications for the government and stakeholders are in the development of tourism and cultural preservation policies, as well as the need for infrastructure investment, educational programmes, active promotion and developing better strategies in the preservation and promotion of historical tourism

    Mengintegrasikan Teori Pembelajaran Bermakna dan Konstruktivisme dalam Pembelajaran Sejarah di Era Digital

    Get PDF
    This research aims to examine the integration of meaningful learning theory with constructivist approaches in 21st century history learning, as well as its implications for the development of students' critical thinking skills. Through a literature review approach, this research analyzes several primary sources that include educational theory, history learning practices, and recent studies on digital learning. The results show that TML and constructive learning have common ground in placing students at the center of active learning, with an emphasis on linking prior knowledge, authentic learning experiences, and critical reflection. In the context of digital history learning, strategies such as interactive advance organizers, collaborative discussions, and the use of digital media are proven to support meaningful learning and stimulate critical thinking. This study recommends the development of an integrative history learning model that combines the principles of TML and constructivism, of course, along with the utilization of digital learning technology

    Eksplorasi Potensi Kemaritiman Kabupaten Pangandaran: Perspektif Sosio-Budaya dan Ekonomi dalam Rentang Waktu 2012-2024

    Get PDF
    Pangandaran Regency is a New Autonomous Region (DOB) that was formed in 2012. The formation of this DOB was motivated by the desire of the community to advance and develop in various aspects. This region is considered capable of becoming a DOB because of its great potential, especially in the economic sector. The research aims to look at the beginning of Pangandaran becoming a DOB, its socio-cultural economic conditions and the exploration of maritime potential in it. By using the historical method, including heuristics, criticism, interpretation and historiography, the research tries to describe how maritime potential in the socio-cultural economic perspective. Through this perspective, it is concluded that this Regency has great potential in the maritime sector, especially in the socio-cultural economic aspect. However, its management has not been maximised, as seen from its economic income which is not large enough and still tends to fluctuate. As a DOB, this Regency has not been able to optimally utilise its potential. Therefore, it needs attention, utilisation, and good management. The research recommends the need to raise awareness regarding the utilisation of maritime potential and must be developed and managed appropriately, for the welfare of the community

    Analisis Penyebab Berkurangnya Penggunaan Bahasa Jawa di Kalangan Generasi Muda di Sumatera Utara

    Get PDF
    This study analyzes the causes of the declining use of the Javanese language among young generations in North Sumatra. This language shift is influenced by various factors, such as social environment, education, and technology. The study employs a literature review method by examining various relevant sources. The findings indicate that the lack of language transmission from the older to the younger generation is the primary factor contributing to this language shift. A social environment that prioritizes the Indonesian language, along with the lack of educational policies supporting regional languages, further accelerates this process. Additionally, the dominance of social media and technology, which primarily use Indonesian and English, reduces young people's exposure to the Javanese language. The preservation of the Javanese language can be achieved through its integration into formal education, the utilization of technology as a learning tool, and the strengthening of cultural communities. With the synergy of these three aspects, the Javanese language in North Sumatra can still be maintained

    7,981

    full texts

    8,739

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Galuh
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇