Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
Integrating Group Dynamics Into Technopark Rice-Fish Farming Management: Strategies And Outcomes
This study explores group dynamics in the management of Technopark Rice-Fish Farming, focusing on role distribution, effective communication, conflict resolution, and inclusive decision-making. Employing a qualitative method with an interpretivist approach, the research delves into the personal and social experiences of stakeholders in Dusun Samberembe, Sleman—an iconic Rice-Fish Farming site in Indonesia utilizing the jajar legowo method. Data were collected through field observations and interviews with management teams, youth organizations, and the local community, then analyzed to produce findings of significant relevance. The findings reveal that group dynamics play a pivotal role in promoting sustainability and productivity at Technopark Rice-Fish Farming. Collaboration across takeholders has facilitated the integration of technology and local resources, overcoming challenges such as differing visions, missions, and climate change impacts. Notably, the integration of technological and social approaches has boosted productivity by up to 30% compared to conventional methods. This study highlights that the strength of group dynamics extends beyond productivity gains to the human connections forged among individuals. The study also emphasizes that the strength of group dynamics extends beyond productivity, fostering solidarity and human connections that serve as a foundation for addressing challenges and driving sustainable innovation. These insights offer valuable implications for the management of other integrated agricultural systems
Campur Kode Pada Konten Acap Cincau
AbstrakPeneitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena campur kode pada konten Tiktok Acap Cincau. Campur kode pada konten tersebut cenderung menganggap sebagai bentuk komunikasi yang lebih modern atau keren, tetapi di sisi lain, itu dapat mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia dan dapat membuat kesenjangan bahasa. Penonton yang tidak terbiasa dengan bahasa inggris atau bahasa daerah akan merasa kebingungan dan sulit untuk memahami konten secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis difokuskan pada pola penggunaan campur kode dengan menonton video berulang untuk mengenali momen penggunaan campur kode dan mentranskripsi manual setiap dialog yang diucapkan oleh Acap Cincau dalam setiap videonya, serta memisahkan kalimat yang mengandung campur kode. Hasil penelitian ini bahwa bentuk campur kode yang paling dominan ditemukan adalah campur kode kedalam sebanyak 79,54% menunjukkan bahwa pengaruh bahasa daerah, khususnya di platform media sosial. Berdasarkan hasil analisis, campur kode pada konten Tiktok Acap Cincau memilki potensi untuk dimanfaatkan sebagai strategi komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan kepada khalayak yang multibasa, dapat pula meningkatkan daya tarik konten karena memberikan warna tersendiri yang menceriminkan identitas budaya pembuat konten dengan autentisitasnya semakin diapresiasi. Oleh karena itu, campur kode tidak hanya sebatas fenomena linguistik, tetapi juga dapat dilihat sebagai bentuk strategi branding personal maupun kultural dalam ranah digital.Kata Kunci: Campur kode, Tikto
Pembelajaran Menulis Teks Berita Berbasis Media Interaktif Pada Siswa Kelas XI MAN 3 Cijantung Ciamis
Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Menulis Teks Berita Berbasis Media Interaktif Pada Siswa Kelas XI MAN 3 Cijantung Ciamis”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) perencanaan pembelajaran menulis teks berita berbasis media interaktif, 2) pelaksanaan pembelajaran menulis teks berita berbasis media interaktif, dan 3) peningkatan kemampuan menulis teks berita siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis teks berita menggunakan media interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas XI yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui test awal (pre-test), dan test akhir (post-test), dan observasi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan pembelajaran menulis teks berita telah disusun sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, dengan memanfaatkan media interaktif untuk menunjang proses pembelajaran, 2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui enam tahap utama, yaitu: merumuskan pertanyaan mendasar, merancang produk, menyusun jadwal kegiatan, memantau aktivitas dan perkembangan siswa, mengevaluasi hasil, serta merefleksikan proses belajar, 3) terdapat peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa menulis teks berita setelah pembelajaran menggunakan media interaktif. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang menunjukkan Thitung (3,240) lebih besar daripada Ttabel (2,048), serta nilai signifikansi 0,076 > 0,05, yang mengindikasikan H0 ditolak. Dengan demikian, penggunaan media interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita siswa di kelas XI.
Hubungan Keterampilan Menulis Tegak Bersambung dengan Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN Ngaliyan 2
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan menulis tegak bersambung dengan prestasi akademik siswa kelas III di SDN Ngaliyan 2. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya keterampilan menulis, khususnya menulis huruf tegak bersambung, sebagai indikator perkembangan kognitif, motorik halus, dan kedisiplinan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional deskriptif. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas III yang berjumlah 21 orang, dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Data diperoleh melalui tes menulis tegak bersambung dan dokumentasi nilai rapor akademik semester ganjil. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment yang dibantu dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keterampilan menulis tegak bersambung dan prestasi akademik siswa. Semakin tinggi keterampilan menulis tegak bersambung siswa, semakin tinggi pula rata-rata nilai akademik yang dicapai. Temuan ini menegaskan bahwa menulis tegak bersambung bukan sekadar aktivitas teknis, tetapi juga memiliki kontribusi penting terhadap keberhasilan belajar siswa secara menyeluruh. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya strategi pembelajaran yang mendukung keterampilan motorik dan kognitif secara terpadu untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa di sekolah dasar.Kata Kunci: Menulis tegak bersambung; Keterampilan menulis; Prestasi akademik This study aims to examine the relationship between cursive handwriting skills and academic achievement of third-grade students at SDN Ngaliyan 2. The research is based on the premise that writing skills, particularly in cursive, are indicators of cognitive development, fine motor coordination, and learning discipline. The study employed a quantitative approach with a descriptive correlational method. The sample consisted of all 21 third-grade students, selected through total sampling. Data were collected through cursive writing tests and documentation of students' average academic grades from the odd semester. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation, assisted by Microsoft Excel. The findings revealed a significant positive correlation between cursive handwriting skills and academic achievement. Students with higher proficiency in cursive writing tended to achieve higher academic performance. These results highlight that cursive writing is not merely a technical activity but plays a substantial role in overall student learning success. The study recommends the implementation of integrated instructional strategies that simultaneously support both motor and cognitive development to enhance primary school learning outcomes.Keywords: Cursive handwriting; Writing skills; Academic achievemen
The use of ice-breaking to overcome students’ speaking anxiety
Speaking anxiety is the fear felt by students when speaking English. There are several ways that teachers can deal with student speaking anxiety. One of them is by using ice-breaking which can be done at the beginning, middle, or end of the lesson. This study was conducted to find out how teacher use ice breaking and students’ perceptions about ice breaking in overcoming speaking anxiety. The aim of this study is to find out whether ice breaking can really reduce speaking anxiety felt by students. This study used qualitative method and case study as research design. The participants in this study are one English teacher and 29 students at vocational high school in Ciamis. The data collection used interview and closed-ended questionnaire. The findings of this study are that ice breaking can reduce speaking anxiety experienced by students in the learning process, but has not been able to improve students' public speaking and self-confidence. It can be concluded that ice breaking has a positive impact on the teaching and learning process
An Analysis of Teachers' Questioning Strategies During Classroom Interaction in Senior High School (A Case Study at One of Senior High School in Pangandaran)
Questioning is known as the most influential teaching skill and frequently used as efficient strategy for teachers in classroom teaching. A question proposed by the teachers can stimulate the students’ learning, gain knowledge, help students build understanding to think critically and creatively, and know the output of the students before or after teaching. Unfortunately, asking questions to the students does not always work well. Sometimes, the teacher fails to engage the students to answer the questions. Therefore, teachers should consider the use of questioning strategies to improve students’ engagement in learning. This study aimed to find out the English teachers’ questioning strategies used by the teachers to improve students’ engagement in classrooms, and to explore the students’ responses toward of the teachers’ questioning strategies. In this study, the method of this study is qualitative research involving one English teachers at on of Senior High School in Padaherang and the students. To collect the data, the researcher used observation and interview. The result of the study showed that the teacher used some questioning strategies,that were: yes/no questions, type short answer/retrieval-style question and display questions. The teacher used their question it’s also related with the condition and material using native language and giving students wait time to think the answers. students' responses to the teacher's questioning strategy, that is has a good effect and can influence class interaction. That students like to answer questions posed by the teacher. When they have difficulty answering these questions in English, they will use Indonesian language. Therefore, the researcher suggested that teachers should be more aware of their questioning skills and use them to improve the students’ engagement in classroom
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis pada Siswa Kelas XI dengan Menggunakan Media Flipbook di SMA Muhammadiyah Langsa
Flipbook adalah suatu media pembelajaran yang diakses secara digital yang terbarukan dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media flipbook terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran biologi kelas XI di SMA Muhammadiyah Langsa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design dengan menggunakan dua kelas sampel, yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA – 1 dan kelas XI – IPA 2 SMA Muhammadiyah Langsa dengan jumlah 42 siswa. Hasil penelitian menggunakan instrumen pilihan berganda hasil instrumen menunjukkan bahwa adanya nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 42.30 (rendah) dan kelas kontrol sebesar 43.9 (rendah) sehingga selisih antara kedua kelas tersebut sebesar 1,6 Sedangkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 84,86 (tinggi) dan kontrol sebesar 70,05 (sedang) sehingga selisih antara kedua kelas tersebut sebesar 14.81. Dengan nilai uji N-gain kelas eksperimen sebesar 0,45 (kategori sedang) lebih tinggi dari pada kelas kontrol sebesar 0,24 (kategori rendah). Sedangkan hasil uji hipotesis thitung>ttabel atau 5,24 >1,684. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, artinya dengan menggunakan media flipbook dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran biologi kelas XI di SMA Muhammadiyah Langsa.Kata Kunci: Media Flipbook, Kemampuan Berpikir Kritis, Sistem Imunitas Tubu
Fauna Asosiasi Kerang Lampu (Lingula spp.) di Perairan Kalimantan Timur
Kerang lampu merupakan salah satu fauna penyusun ekosistem perairan intertidal. Kerang lampu merupakan anggota filum Brachiopoda, yang juga dikenal sebagai tauge laut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fauna intertidal yang berasosiasi langsung dengan kerang lampu di perairan Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling di perairan Pantai Pendopo, Kelurahan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggali substrat pada area plot sedalam 5-10 cm menggunakan garpu pancing. Spesimen yang diperoleh kemudian diawetkan menggunakan alkohol 70%. Identifikasi, analisis, dan deskripsi spesimen dilakukan di Laboratorium Biosistematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Analisis jenis substrat (komponen substrat) dilakukan di Laboratorium Ekologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan delapan spesies fauna intertidal yang berasosiasi langsung dengan kerang lampu. Kedelapan spesies ini berasal dari enam famili yang berbeda, yaitu famili Arcidae, Veneridae, Oxudercidae, Muricidae, Balanidae, dan Holothuriidae
Mobilisasi Dini Sebagai Intervensi Keperawatan Terhadap Proses Penyembuhan Luka Pasca Seksio Sesarea
A cesarean section is a surgical procedure performed to deliver a baby through an incision in the abdomen and uterine wall. The prevalence of cesarean sections continues to rise both in Indonesia and worldwide. However, postoperative incisional wounds after cesarean delivery lead to various risks that can hinder the healing process. One nursing intervention that can help speed up wound healing is early mobilization. This study aimed to analyze the relationship between early mobilization and wound healing in post-cesarean section patients. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was used in this study. Respondents were selected through purposive sampling, with a total of 178 participants. Statistical analysis was conducted using the chi-square test. The results showed a significant association between early mobilization and wound healing (p = 0.025), indicating that patients with inadequate early mobilization had a 2.17 times greater risk of poor wound healing (OR = 2.17). Early mobilization was proven to speed up wound healing after cesarean section. Therefore, nurses should ensure and support early mobilization in post-cesarean section patients
Breaking the Grammar Barriers: A Descriptive Study of Indonesian EFL Learners’ Voices
Grammar plays a fundamental role in language learning, yet many students encounter challenges that hinder their mastery. These challenges can be categorized into cognitive, emotional, and instructional barriers, which impact learners' ability to engage with grammar effectively. This study investigates the dominant elements within these barriers and explores Indonesian university students' perceptions of grammar learning. Employing a quantitative descriptive design, this study used a five-point Likert-scale questionnaire of 28 items divided into four sections. The participants were 300 randomly selected university students majoring in English Education in Indonesia. The data were analyzed statistically using descriptive statistics, particularly mean scores, to determine trends and dominant elements. The findings revealed that in the cognitive barrier, the most dominant difficulties were applying grammar rules under pressure and needing more time to understand concepts. In the emotional barrier, the highest scores were related to anxiety when speaking and the belief that emotions affected learning. Regarding instructional barriers, students felt they needed more real-life practice and interactive, contextual lessons. Furthermore, the perception data indicated a generally positive attitude toward grammar learning, highlighting its importance and relevance. The study implies that teachers should address all dimensions to enhance grammar instruction and student success, aligning with the language and pedagogical innovation thrust and contributing to Sustainable Development Goal 4 (Quality Education)