Jurnal Online Universitas Galuh
Not a member yet
8739 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAYA SAING USAHA KOMODITAS PAKCOY INDONESIA PADA PASAR INTERNASIONAL NEGARA TUJUAN EKSPOR
Pakcoy merupakan tanaman sayuran dan termasuk famili sawi (brassicaceae). Pakcoy memiliki peluang pasar yang cukup tinggi karena permintaan masyarakat terhadap sayuran kian meningkat seiring berjalannya waktu dan dengan pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif dan kompetitif dari usahatani komoditas pakcoy di Ciparanje, dampak kebijakan yang diterapkan pemerintah terhadap komoditas pakcoy dan menganalisis Policy Analysis Matrix (PAM) terhadap komoditas pakcoy di Ciparanje. Metode yang digunakan yaitu teknik analisis menggunakan PAM. Hasil analisis menunjukan bahwa usahatani pakcoy yang dibudidayakan di Ciparanje memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Hal ini terlihat dari nilai PCR dan DCR yang memiliki nilai < 1 serta secara keseluruhan dampak kebijakan pemerintah terhadap input-output pada pengusahaan sawi pakcoy pada lahan Ciparanje Jatinangor, Sumedang Jawa Barat sudah berjalan secara efektif
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI BIOFARMAKA TERHADAP TOTAL PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI (Studi Kasus pada Petani Mint dan Rosella di Desa Padakembang Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya)
Desa Padakembang adalah salah satu desa yang ada di Tasikmalaya yang memiliki potensi wilayah yang sangat kondusif untuk mengembangkan biofarmaka yang meliputi Mint dan Rosella. Dengan adanya usahatani biofarmaka, diharapkan dapat menambah pendapatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Besar pendapatan usahatani biofarmaka di Desa Padakembang, 2). Besar kontribusi pendapatan usahatani biofarmaka terhadap total pendapatan rumah tangga petani di Desa Padakembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Desa Padakembag dipilih secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan memiliki potensi dalam pengembangan usahatani biofarmaka. Hasil penelitian menunjukkan besarnya pendapatan usahatani biofarmaka di Desa Padakembang Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya perperiode satu kali tanam selama 4 bulan adalah sebesar Rp. 3.535.914,00. Besarnya kontribusi pendapatan usahatani biofarmaka terhadap total pendapatan keluarga di Desa Padakembang Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya adalah sebesar Rp.3.535.914,00 atau 27,12%. Hasil ini menunjukkan bahwa usahatani biofarmaka berkontribusi pada pendapatan rumah tangga, yang menunjukkan bahwa usaha ini memiliki potensi untuk dikembangkan di Desa Padakembang Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalay
PENGGUNAAN KALIMAT SARKASME BEM FISIP UNAIR MELALUI KARANGAN BUNGA DALAM KRITIK SOSIAL
Tujuan dari penelitian ini adalah membahas tentang makna penggunaan kalimat Sarkasme BEM FISIP Unair terkait karangan bunga yang ditunjukkan kepada Presiden dan Wakil Presiden melalui perspektif Bahasa Indonesia dan kewarganegaraan. Hal ini bahwasannya BEM FISIP Unair ingin menyampaikan aspirasi kepada Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih tetapi dalam penyampaian tersebut mereka tidak menggunakan bahasa yang baik dan benar tetapi menggunakan bahasa yang merujuk kepada pencemaran nama baik Presiden dan Wakil Presiden terpilih tersebut yang dimana terdapat bukti dalam akun Instagram @mood.jakarta. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah deskripsi kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa BEM FISIP Unair belum menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam menyampaikan sebuah kritik sosial dikarenakan dalam karangan bunga yang mereka buat menggunakan bahasa yang menjelekkan beberapa pihak seperti Presiden,Wakil Presiden daa mantan Presiden.Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai gaya bahasa Sarkasme dan juga kesadaran bagi mahasiswa maupun masyarakat Indonesia untuk lebih bijaksana dan berhati-hati dalam menyampaikan aspirasi. Kata Kunci:Aspirasi mahasiswa, kesadaran berbahasa,pencemaran nama baik, sarkasme.
Campur Kode dalam Interaksi Penjual dan Pembeli di Pasar Gamping Kabupaten Sleman
ABSTRAKCampur kode dalam Interaksi Penjual dan Pembeli di Pasar Gamping Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena campur kode yang terjadi dalam interaksi penjual dan pembeli di Pasar Gamping, Sleman, DI Yogyakarta. Latar belakang penelitian ini berfokus pada keberagaman bahasa yang digunakan dalam konteks sosial, di mana penjual dan pembeli sering mencampurkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui rekam, simak, dan catat. Data diperoleh dari interaksi langsung di lapangan, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi jenis-jenis campur kode. Hasil penelitian menunjukkan adanya campur kode ke dalam (inner code mixing) dan campur kode campuran (hybrid code mixing) yang melibatkan penggunaan bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Inggris dalam percakapan. Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat enam data yang dianalisis, di mana lima di antaranya merupakan jenis campur kode ke dalam (inner code mixing) dan satu data lainnya termasuk dalam jenis campur kode campuran (hybrid code mixing). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian sosiolinguistik, khususnya dalam memahami dinamika interaksi lintas budaya di masyarakat multibahasa, serta memperkaya pemahaman tentang penggunaan bahasa dalam konteks pasar tradisional. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menyoroti fenomena linguistik, tetapi juga mencerminkan keberagaman sosial dan budaya di Indonesia.Kata kunci: Campur kode, Pasar TradisionalABSTRACTCode Mixing in the Interaction Between Sellers and Buyers at Pasar Gamping, Sleman Regency. This study aims to identify the phenomenon of code mixing that occurs in the interactions between sellers and buyers at Pasar Gamping, Sleman, DI Yogyakarta. The background of this research focuses on the diversity of languages used in social contexts, where sellers and buyers often mix Indonesian and regional languages in their daily conversations. The method used is qualitative descriptive, with data collection techniques involving recording, listening, and noting. Data were obtained from direct interactions in the field, which were then analyzed to identify the types of code mixing. The results of the study indicate the presence of inner code mixing and hybrid code mixing, involving the use of Indonesian, Javanese, and English in conversations. Based on the findings, there are six data points analyzed, of which five are classified as inner code mixing and one as hybrid code mixing. This research is expected to contribute to the field of sociolinguistics, particularly in understanding the dynamics of cross-cultural interactions in multilingual societies, as well as enriching the understanding of language use in traditional market contexts. Thus, this study not only highlights linguistic phenomena but also reflects the social and cultural diversity in Indonesia. Keywords: Code Mixing, Traditional Marke
ANALISIS PUISI "TELAH SATU" KARYA W.S. RENDRA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PRAGMATIK
Pada penelitian ini dilandasi oleh makna yang terkandung dalam puisi "Telah Satu". Penelitian ini merumuskan masalah untuk menganalisis puisi "Telah Satu". Menggunakan pendekatan pragmatik, analisis ini berdasarkan sudut pandang dari peneliti dan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini merupakan metode yang membahas tentang bagaimana menganalisis berdasarkan pendekatan pragmatik
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NASKAH PIDATO MELALUI TEKNIK MODELING PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMA QUR’AN CIPANSOR KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Menulis bukanlah suatu keterampilan yang mudah untuk dipelajari, karena keterampilan menulis dapat diperoleh melalui proses belajar yang memerlukan ketekunan berlatih. Semakin rajin peserta didik berlatih keterampilan menulis yang dimiliki juga akan semakin meningkat. Peserta didik perlu dimotivasi supaya gemar menulis. Di era globalisasi seperti sekarang ini keterampilan menulis sangat dibutuhkan. Keterampilan menulis mempunyai arti yang sangat penting dalam Dunia pendidikan, peserta didik yang sering berlatih menulis dan mengungkapkan ide, akan terampil dan terarah kemampuan berekspresinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberhasilan penerapan teknik modeling pada pembelajaran menulis naskah pidato. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari empat komponen, yaitu, (1) perencanaan (planning) pelaksanaan (action), (3) pengamatan (observing), (4) refleksi (reflekting). PTK pada penelitian ini dilakukan dengan menerapkan dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya teknik modeling. Pada siklus I hasil belajar siswa menunjukkan persentase sebesar 44,44% dan mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus II yaitu sebesar 94,44%. Hasil pada siklus II menunjukkan keberhasilan implementasi teknik modeling pada pembelajaran menulis naskah pidato siswa kelas X di SMA Quran Cipansor Tasikmalaya
Perbedaan Model Pembelajaran Number Head Together (NHT) Dan Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Kemampuan matematika yang sangat penting di dalam pembelajaran salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah.Dengan memiliki kemampuan pemecahan masalah dapat membuat siswa menjadi lebih aktif, berpikir terbuka, serta berorientasi pada solusi.Salah satu upaya yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa merupakan dengan menggunakan model pembelajaran yang sesuai.Penelitian ini bertujuan agar mendeskripsikan perbedaan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dan model pembelajaran Jigsaw terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan jenis kuasi eksperimen.Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Babalan.Sampel dalam penelitian ini 2 kelas yaitu kelas VII-1 yang dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-2 dijadikan sebagai kelas kontrol.Jenis instrument penelitian yaitu tes yang berupa tes uraian pada materi persamaan linear.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan model pembelajaran Number Head Together (NHT) dan model pembelajaran Jigsaw terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.Dari hasil perhitungan menggunakan uji t pada taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk) = 58 diperoleh t hitung (2,437) > t tabel (2,0017) artinya Ho ditolak dan Ha diterima.Dimana kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Number Head Together (NHT) lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw
Eksplorasi Konstruksi Bukti Matematis Mahasiswa Menyelesaikan Soal Graf Euler: Perspektif Toulmin
Teori graf merupakan bagian dari mata kuliah matematika diskrit yang mencakup konsep teori graf. Tujuan mengajarkan teori graf di jenjang pendidikan tinggi untuk memahami konsep Graf melibatkan kemampuan memecahkan masalah yang kompleks dan mengajarkan berpikir kritis bagi mahasiswa. Salah satu topik yang sering menjadi fokus dalam pembelajaran ini yaitu Graf Euler. Pemahaman tentang Graf Euler melibatkan keterampilan kritis dalam pemikiran dan konstruksi bukti matematis. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perspektif Toulmin, yang merupakan teori tentang konstruksi bukti matematis. Teori ini menggambarkan bahwa konstruksi bukti matematis terdiri dari klaim, data, penjelasan, kualifikasi, dan rebuttal. Subjek dalam penelitian ini yaitu mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Adi Buana Surabaya angkatan 2022 yang aktif mengampu mata kuliah matematika diskrit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi konstruksi bukti matematis yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan soal Euler. Berdasarkan hasil analisis dalam penelitian ini subjek mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi perspektif Toulmin, kedua subjek sudah mampu menjelaskan dari apa yang sudah dikerjakan berdasarkan hasil wawancara, yang artinya subjek sudah mampu mengeksplor konstruksi bukti matematis soal Graf Euler berdasarkan kerangka perspektif Toulmin. Rekomendasi dari hasil penelitian ini, untuk perpekstif Toulmin bisa diterapkan pada penerapan soal Graf Hamilton
The Merdeka Curriculum and P5: A Review of Teachers' Understanding and Students' Experiences
This study aims to analyze teachers' understanding of the Merdeka Curriculum and P5 and to identify the challenges, strategies, and impacts of implementing Project Strengthening Pancasila Student Profile (P5) on the development of students' character and skills using a qualitative approach. The research was conducted at a public high school in North Aceh Regency. The research subjects consisted of 13 teachers, 17 students, and the curriculum coordinator. The instruments used included interview guidelines and questionnaires for both teachers and students. Data collection techniques involved in-depth interviews and distribution of questionnaires. The primary data sources for this study include data obtained through in-depth interviews with teachers, students, and the curriculum coordinator, as well as the completed questionnaires from teachers and students. The questionnaires were designed to explore their perspectives, understanding, and experiences regarding the Merdeka Curriculum and the implementation of P5. This data provides a comprehensive overview of curriculum implementation as well as the obstacles and strategies applied by the school. The analysis of teachers' understanding of the Merdeka Curriculum shows that teachers grasp the basic concepts of the curriculum, although many face challenges in designing project-based learning. Obstacles such as diverse student interests and limited resources hinder the curriculum's implementation. The implementation of P5 has a positive impact on students' skills; however, its integration with lessons needs to be improved
PENGARUH EMOTIONAL BRANDING DAN CUSTOMER SATISFACTION TERHADAP BRAND LOYALTY (Suatu Studi Pada Konsumen Produk Tas Merek Animo di UKM Animo Padaherang)
Teni Mulyani, NIM 302170258. “Pengaruh Emotional Branding dan Customer Satisfaction Terhadap Brand Loyalty (Suatu Studi Pada Konsumen Produk Tas Merek Animo di UKM Animo Padaherang)”. Dibawah bimbingan Bapak Dr. H. Oyon Saryono, Drs., M.M. (Pembimbing I) dan Faizal Haris Eko Prabowo, S.E., M.M. (Pembimbing II).Rendahnya Brand Loyalty (loyalitas merek) pada UKM Animo Padaheang disebabkan karena kurangnya dalam menjalin kedekatan dengan konsumen dan belum optimalnya dalam segi pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : Adanya pengaruh Emotional Branding terhadap Brand Loyalty konsumen yang menggunakan Tas Animo di UKM Animo (Aniez Mode) Padaherang; Adanya pengaruh Customer Satisfaction terhadap Brand Loyalty konsumen yang menggunakan Tas Animo di UKM Animo (Aniez Mode) Padaherang; Adanya pengaruh terhadap Emotional Branding dan Customer Satisfaction terhadap Brand Loyalty konsumen yang menggunakan Tas Animo di UKM Animo (Aniez Mode) Padaherang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif/verifikatif. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan analisis koefisien korelasi sederhana dan koefisien korelasi berganda, regresi linear sederhana dan regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t, sera uji f. Populasi dalam penelitian adalah seluruh konsumen UKM Animo (Aniez Mode) Padaherang yang berjumlah sebanyak 1.540 orang konsumen, sampel yang dipilih adalah sebanyak 94 orang. Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik, yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan (observasi, wawancara, penyebaran angket/kuesioner). Hasil dari penelitian dan pengolahan data menunjukkan bahwa: Emotional Branding dan Customer Satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Loyalty pada UKM Animo Padaherang dengan besarnya pengaruh 33,29% dan sisanya 66,70% dipengaruhi oleh faktor lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa apabila Emotional Branding dan Customer Satisfaction dilakukan dengan lebih optimal, maka Brand Loyalty akan semakin meningkat