e-Jurnal STIE Pasaman (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi)
Not a member yet
389 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI UU NO 40 TAHUN 2007, TENTANG COORPORATE SOCIAL RESPONBILITY CSR DALAM UPAYA UPT PERPUSTAKANSTIE PASAMAN MEMPEROLEH MANFAATNYA PADA 8 PERUSAHAAN DI KABUPATENPASAMAN BARAT
This study was to observe how the implementation of Law Number 40 in 2007, on CSR as effort at UPT Library of STIE Pasaman, it was obtained benefit on 8 factories in West Pasaman. The populations in this study were 8 companies using survey technique as technique sampling. In this research found there were 3 companies that lees in implementing of CSR, 1 company was good, 2 companies were excellent and 2 companies were quite good in responding the implementation of CSR at UPT Library of STIE Pasaman.
Keywords: CSR, Library, Education
INFLUENCE OF EDUCATIONAL LEVELS AND SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES PERCEPTION TO USE SAK-ETAP ON SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES IN BATAM CITY
Small-medium enterprises have an important role in Indonesia economy, especially in Batam City. There are few problems in these enterprise, especially in the management of financial statements. This is due to the low level of education and the lack of perceptions of small-medium enterprises. In terms of management of financial statements, the government has issued SAK ETAP (Financial Accounting Standards Entity Without Public Accountanbility) to facilitate small-medium enterprises in managing financial statements. This research is done with the aim to know the influence of education level and perception of small- medium enterprises to the use of SAK ETAP SMEs in Batam City. Data collection techniques with questionnaires distributed to 300 respondent who are samples in this study. Respondent in this study are the small-medium enterprises located in Batam City. Data analysis using multiple linear regression analysis with SPSS version 21 software. The coefficient of determination value of this research is 3,6%. The result of t test is that the variable of education level have affect to the use of SAK ETAP equal to 0,003 less than 0,05 and t value 3,000 bigger than t value table 1,9679. While the perception variable does not affect the use of SAK ETAP because 0,219 is greater than 0,05 and the value of t arithmetic 1,231 is smaller than t value table 1,9679. The result of F-test show that the level of education and perception together have affect on the use of SAK ETAP of 0,004 is smaller than 0,05 and the value of F arithmetic 5,522 is greater than F table 3,0258. Key word: Small Medium Enterprises (SME), Education Level, Perception, use of SAK ETA
The Influence of Leadership and Motivation on Employee Performance at Dinas Pendidikan of Batam City
This research in did is to find out if there’s the influence of leadership of the performance of employes in the batam city to find out if there’s the influence of motivation against the performance of the official education in batam city to know wheter there is the influence of leadership and motivation together about performance of employer for official education. In this study author using sample as much as 55 people employes taken in proportional to the sample census method. While the kind of used data is the primary data and data secondary the primary data from the kuisioner with of employees who are competent and official batam city education. The source of data in gain from document education in batam service. The techniques collecting data do statistic with interview and kuisioner. Data analitic to do with descriotive statistic, which serves for using to descriptive for give the picture/ilustration to the object in conscientious through samples data or population in got in the field connected with theories nrelevant as well as quantitative that’s analitic for the data that has been given score in accordance with scale of measurement to used the likert scale. From on the results of research. Than can to know about leadership and motivation for emlpoyees performance to official education Batam city overall as much as 72,1%. Keywords: Leadership, Motivation, Performanc
ANALISIS KUALITAS LAYANAN TERHADAP TINGKAT PENJUALAN PRODUK TELKOMSEL DI OUTLET NDANX CELL
Karya ilmiah ini adalah penelitian kualitatif dimana dalam penelitian ini yang dijadikan fokus penelitian adalah masyarakat pengguna produk telkomsel, dalam penelitian ini penulis menggunakan rumusan masalah deskriptif, dimana peneliti menggali apa dasar dan penyebab serta situasi sosial yang terjadi dalam masyarakat terhadap kesetiaan nya menggunakan produk telkomsel.Masyarakat pengguna produk telkomsel, di ambil keterangan atau kesaksiannya pada salah satu outlet pulsa dikawasan pasar tempurung dan sekitar nya dengan merk NDANX CELL, dan sekaligus outlet mewakili menjadi sumber datanya atau nara sumber dalam penelitian ini termasuk peneliti sendiri.Dari hasil penelitian kualitatif yang dilakukan nanti diharapkan penulis mendapatkan titik terang dan kejelasan dari permasalahan yang nyata terjadi di lingkungan sosial masyarakat terhadap pengguna produk telkomsel yang setia terhadap merk telkomsel itu, dan diharapkan nantinya akan mendapatkan kejelasan apa sebab nya masyarakat cenderung menggunakan produk telkomsel khususnya dikawasan daerah tempurung dan sekitarnya lebih spesificnya lagi pelanggan yang berbelanja di outlet ndanx cell. Kata Kunci : Kualitas Layanan, Tingkat Penjuala
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. INKUD AGRITAMA
Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana kepemimpinan mempengaruhi kinerja karyawan dan melihat pula apakah motivasi kerja berperan sebagai variabel intervening.Dari hasil penelitian ini didapatkan variabel kepemimpinan (x) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (y) dimana koefisien regresinya adalah 0,718 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Namun, nilai koefisien regresi variabel kepemimpinan (X) tersebut mengalami penurunan dari 0,718menjadi 0,430. Variabel motivasikinerja (I) sebagai variabel intervening berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) dengan nilai koefisien regresi adalah 0,724 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Besarnya pengaruh kepemimpinan terhadapkinerja karyawan (Y) adalah 0,593 (R2= 5.93). Dengan kata lain terjadi peningkatan pengaruh variabel kepemimpinan terhadap kinerja karyawan (Y) dengan adanya variabel intervening (motivasi kerja) sebesar 4.3% atau dari 5.93% menjadi 6.36%.Berarti dapat diinterprestasikan bahwa variabel motivasi kerja (I) memediasi secara parsial (partial mediation) hubungan antara variabel kepemimpinan (X) terhadap kinerja karyawan (Y). Kata Kunci : Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Kinerja Karyawa
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP UNDERPRICING DALAM INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) PADA KELOMPOK PERUSAHAAN KEUANGAN DAN NON KEUANGAN DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)
Tujuan riset ini adalah untuk membuktikan; apakah Reputasi Penjamin Emisi mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO), apakah Offer Size (gross proceeds) mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO), apakah Stock Volatility mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO) dan untuk menguji apakah underpricing pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil dibanding dengan kelompok perusahaan non keuanga. Hasil riset ini menunjukkan; reputasi penjamin emisi tidak berpengaruh terhadap underpricing, offer size menunjukan tidak berpengaruh terhadap underpricing, terdapat pengaruh positif secara signifikan antara stock volatility dengan menggunakan proksi pengukuran standar deviasi LOGHL dan underpricing pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil apabila dibandingkan dengan kelompok perusahaan non keuangan. Faktor-faktor yang sangat mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO) di BEJ, Offer size ternyata tidak berpengaruh terhadap underpricing (tingkat pengaruh hanya 5%). Terdapat hubungan positif secara signifikan antara stock volatility dengan menggunakan proksi pengukuran standar deviasi LOGHL dan Underpricing pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil apabila dibandingkan dengan kelompok perusahaan non keuangan dengan menggunakan abnormal return. Kata kunci: Underpricing, IPO, Stock Volatility, Abnormal Return, Penjamin Emis
THE COMPARATION OF MANDIRI BANK AND BRI BANK PERFORMANCE
Bank Mandiri adalah hasil merger 4 buah Bank Milik Pemerintah pasca krisis moneter Indonesia diakhir tahun 1990-an yaitu Bank Bhumi Daya, Bank Export Import, Bank Dagang Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia. Tujuan merger ini sendiri adalah untuk memperbaiki kinerja bisnisnya setelah dilanda krisis keuangan yang dakhzat. Setelah 18 tahun berlalu, kinerja bank hasil merger ini tak juga bisa mengungguli Bank BRI yang berkembang sendirian tanpa mengalami merger meski juga mengalami masalah dilanda krisis moneter. Bank BRI justru melesat mendudukdi bank terbaik nasional pada beberapa tahun terakhir. Penelitian ini mencoba menganalisis sejumlah parameter kinerja keuangan kedua bank ini dan memperbandingkan satu sama lain. Hasil penelitian menunjukkan bawa sejumlah parameter keuangan yaitu CAR, ROA, ROE, NPL, NIM, BOPO dan LDR secara keseluruhan kondisi Bank BRI lebih baik dari Bank Mandiri. Meskipun demikian ratio-ratio keuangan Bank Mandiri masih lebih baik dari standar yang ditetapkan OJS. Uji beda Mann Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari ratio-ratio keuanga kedua bank ini dimana nilai Asymp.sig. (2-tiled) mennjukkan angka sebesar 0,327 (> 0,05). Perbedaan kinerja keuangan kedua bank ini hanya dapat diterlusuri dari tehnik analisa ratio. Implikasi dari penelitian ini adalah Bank Mandiri masih harus berusaha lebih baik lagi untuk meningkatkan kinerja keuangannya bila dibandingkan dengan bank BRI selaku bank terbaik nasional.
Keywords: CAR, ROA, ROE, NPL, NIM, BOPO dan LDR
PENGARUH PRODUK, PROSES DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMILIH PRODUK KREDIT BPR SWADAYA ANAK NAGARI DENGAN FAKTOR SOSIAL SEBAGAI VARIABEL MODERATOR
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memiliki peran yang penting dalam perekonomian Indonesia khususnya dalam meningkatkan sektor ekonomi menengah dan kecil. Namun perubahan-perubahan yang terjadi dewasa ini membuat posisi BPR berada dalam tingkat persaingan yang tinggi sehingga strategi pemasaran yang jitu diperlukan didalam memenangkan persaingan itu. Kepuasan dan loyalitas sebagai bentuk perilaku nasabah setelah keputusan memilih produk bank sangat penting untuk diperhatikan sehingga penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan memilih dari nasabah perlu diteliti lebih seksama. Artikel ini bermaksud untuk mengungkap bagaimana pengaruh variabel produk, proses dan kualitas pelayanan terhadap keputusan nasabah dalam memilih produk kredit pada BPR Swadaya Anak Nagari serta untuk melihat apakah variabel sosial berperan sebagai moderator pada pengaruh variabel-variabel independen diatas terhadap keputusan memilih nasabah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah kredit pada bank ini yang berjumlah 446 nasabah dan dengan menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sebanyak 211 nasabah. Penelitian ini berpentuk asosiatif dan pengukuran variabel dengan kuesioner melalui instrument yang dikuantifisir dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel produk, proses, kualitas pelayanan dan variabel sosial bila ditempatkan sebagai variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah dalam memilih produk kredit pada BPR Swadaya Anak Nagari. Variabel sosial juga memberikan efek moderating pada pengaruh produk dan kualitas pelayanan namun tidak pada variabel proses. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa variabel produk, proses, kualitas pelayanan dan faktor sosial merupakan variabel-variabel penting bagi BPR Swadaya Anak Nagari untuk terus ditingkatkan agar bobot keputusan memilih nasabah terhadap produk kredit yang ditawarkan meningkat sehingga pertumbuhan bisnis perusahaan ini akan menjadi semakin baik.
Kata kunci : Keputusan memilih, produk, proses, kualitas pelayanan dan faktor sosia
Kepuasan Kerja Merupakan Variabel Intervening Pengaruh Antara Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Empirik di Badan Penanggulanan Bencana)
Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana motivasi kerja mempengaruhi kinerja pegawai dan melihat pula apakah kepuasan kerja berperan sebagai variabel intervening. Dari hasil penelitian ini didapatkan variabel motivasi kerja (x) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (y) dimana koefisien regresinya adalah 0,372 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Namun, nilai koefisien regresi variabel motivasi kerja (X) tersebut mengalami penurunan dari 0,763 menjadi 0,372. Variabel kepuasan kinerja (I) sebagai variabel intervening berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dengan nilai koefisien regresi adalah 0,411 dan tingkat signifikannya sebesar 0,000. Besarnya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 0,543 (R2 = 5.43). Dengan kata lain terjadi peningkatan pengaruh variabel motivasi kerja terhadap kinerja pegawai (Y) sebesar 3.1% atau dari 2,33% menjadi 5,43%. Berarti dapat diinterprestasikan bahwa variabel kepuasan kerja (I) memediasi secara parsial (partial mediation) hubungan antara variabel motivasi kerja (X) terhadap kinerja pegawai (Y). Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja, Kinerja Pegawa
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMILIH SEKOLAH DASAR ISLAM AL-AZHAR 32 PADANG
The purpose of this research is to analyze the effect of: teaching quality, teacher quality, school location, religion, school facilities, school image, school fees, school environment, and school security towards decision making parents in choosing Islamic primary school Al-Azhar 32 Padang. The population of this study are parents of students of Islamic Elementary School Al-Azhar 32 Padang registered academic year 2017/2018. The sampling technique is purposive sampling. The primary data was collected by using questionnaires given to 260 parents of students who became respondents. Hypothesis testing is done by using Multiple Linear Regression and Partial Test (t-Test). The results showed that the factors that significantly influence the parents in decision making choose SDIA 32 Padang are the quality of teaching, religion, school image, and school fees. Other factors such as teacher quality, school location, school facilities, school environment, and school security have no significant effect.
Keywords: Decisions Making, The Factors that Influence The Decisio