e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
Not a member yet
    254 research outputs found

    Potensi Antibakteri Senyawa Aktif Bunga Cananga odorata Terhadap Mycobacterium tuberculosis

    Full text link
    Pengobatan tuberculosis (TB) yang efektif melibatkan penggunaan kombinasi antibiotik yang bersifat anti-TB untuk jangka waktu yang cukup lama. Pengobatan TB harus dilakukan dengan rutin dan tepat agar efektif dan mencegah resistensi obat. Resistensi antibiotik pada TB akan mempersulit pengobatan dan pengendalian dari penyakit TB. Bunga kenanga (Cananga odorata) memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri, sehingga dilakukan simulasi molecular docking dan analisis prediksi druglikeness sebagai kandidat obat anti-TB. Senyawa aktif bunga C.odorata dilakukan aktivitas anti-TB melalui simulasi molecular docking dengan PyRX 0.8 terhadap protein PknB Mycobacterium tuberculosis (PDB ID 2FUM) dan visualisasi dengan Biovia Discovery Studio Visualizer 2019. Senyawa aktif juga dilakukan analisis druglikeness menggunakan SwissADME dengan pengamatan Lipinski’s Rule of Five dan filter Ghose dan Veber. Hasil simulasi molecular docking senyawa aktif C. odorata memiliki senyawa aktif yang mampu menghambat protein PknB M. tuberculosis diantaranya geranyl acetate, geraniol dan linalyl acetate. Senyawa tersebut secara berturut turut memiliki nilai binding affinity -5.6; -5,3 dan -5,2 yang memiliki nilai binding affinity mendekati nilai senyawa pembanding (Mitoxantrone) yaitu -7.7. Hasil analisis druglikeness menunjukkan senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate berpotensi dikembangkan menjadi sediaan dalam bentuk oral. Senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate dalam bunga C. odorata memiliki potensi yang baik sebagai terapi anti-TB dalam bentuk sediaan oral.Pengobatan tuberculosis (TB) yang efektif melibatkan penggunaan kombinasi antibiotik yang bersifat anti-TB untuk jangka waktu yang cukup lama. Pengobatan TB harus dilakukan dengan rutin dan tepat agar efektif dan mencegah resistensi obat. Resistensi antibiotik pada TB akan mempersulit pengobatan dan pengendalian dari penyakit TB. Bunga kenanga (Cananga odorata) memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri, sehingga dilakukan simulasi molecular docking dan analisis prediksi druglikeness sebagai kandidat obat anti-TB. Senyawa aktif bunga C.odorata dilakukan aktivitas anti-TB melalui simulasi molecular docking dengan PyRX 0.8 terhadap protein PknB Mycobacterium tuberculosis (PDB ID 2FUM) dan visualisasi dengan Biovia Discovery Studio Visualizer 2019. Senyawa aktif juga dilakukan analisis druglikeness menggunakan SwissADME dengan pengamatan Lipinski’s Rule of Five dan filter Ghose dan Veber. Hasil simulasi molecular docking senyawa aktif C. odorata memiliki senyawa aktif yang mampu menghambat protein PknB M. tuberculosis diantaranya geranyl acetate, geraniol dan linalyl acetate. Senyawa tersebut secara berturut turut memiliki nilai binding affinity -5.6; -5,3 dan -5,2 yang memiliki nilai binding affinity mendekati nilai senyawa pembanding (Mitoxantrone) yaitu -7.7. Hasil analisis druglikeness menunjukkan senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate berpotensi dikembangkan menjadi sediaan dalam bentuk oral. Senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate dalam bunga C. odorata memiliki potensi yang baik sebagai terapi anti-TB dalam bentuk sediaan oral

    Pengaruh Variasi Konsentrasi Indole Butyruc Acid (IBA) Terhadap Pertumbuhan Anggrek (Dendrobium canaliculatum) Pada Media Tumbuh Moss Putih

    No full text
     Orchids are ornamental plants that are in demand by the public because of the beauty of their flowers and are very profitable prospects. However, orchids have a long growth phase, with one of the critical phases being acclimatization. The development of the acclimatization phase is a prerequisite for obtaining a high plantlet survival rate. Good plantlet survival is obtained with a good root system using a growth regulator auxin Indole Butyric Acid with white moss growing media. This study aimed to study the effect of variations in IBA concentration on faster root growth of Dendrobium canaliculatum orchids using white moss media. Plantlet Dendrodium canaliculatum seed culture from sub culture 3 and selected first, planted in white moss media, and treated twice a week for a month using 0.25, 0.50, 0.75, and 1.0 ml/L IBA and fertilizer NPK Mamigro 21-21-21 as much as 2 g/L. IBA concentration at 0.25 ml/L was the best concentration for the induction of new roots of Dendrobium canaliculatum orchids grown on white moss and had a high survival rate of 92%.Anggrek merupakan tanaman hias yang diminati masyarakat karena keindahan bunganya dan menjadi prospek yang sangat menguntungkan. Namun anggrek memiliki fase pertumbuhan yang panjang, dengan salah satu fase kritis yaitu aklimatisasi. Pengembangan fase aklimatisasi merupakan prasyarat untuk mendapatkan tingkat kelangsungan hidup planlet yang tinggi. Kelangsungan hidup planlet yang baik didapatkan dengan sistem perakaran yang baik dengan menggunakan zat pengatur tumbuh auksin Indole Butyric Acid dengan media tumbuh moss putih. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi konsentrasi IBA terhadap pertumbuhan akar yang lebih cepat dari anggrek Dendrobium canaliculatum menggunakan media moss putih. Plantlet Dendrodium canaliculatum kultur benih dari sub kultur 3 dan diseleksi terlebih dahulu, ditanam dalam media moss putih, dan dirawat dua kali seminggu selama sebulan menggunakan 0,25, 0,50, 0,75, dan 1,0 ml/L IBA serta pupuk NPK Mamigro 21-21-21 sebanyak 2 g/L. Konsentrasi IBA pada 0,25 ml/L merupakan konsentrasi terbaik untuk induksi akar baru anggrek Dendrobium canaliculatum yang ditanam pada moss putih dan mempunyai ketahanan hidup yang tinggi sebesar 92%

    Identifikasi Mikroplastik di Sungai Ngrowo, Tulungagung

    No full text
    Microplastics are synthetic organic polymers with size range 0.001-5 mm. The existance of microplastics disperse in the environment are harmful to human and natural ecosystems along with possess damage effects on aquatic organisms. The aim of the research was to determine types and abundance of microplastics in Ngrowo River Tulungagung. Sampling of microplastics was conducted at three locations, namely north city, center city and south city. The stages of the research were start from abiotic factors measurement of water continued with sampling, filtering and drying sample, purifying and separation of microplastics particle and observation using stereo microscope. The microplastics types found were fragment, fiber, filament, granule and foam with the highest average of abundance 13,450 particles.(m3)-1 at the center city. The colors of microplastics obtained were dark blue, transparent, chocolate, white, black, grey and red with the highest number was dark blue. Microplastics are known derived from run off road the plastic particle, plastic degradation of domestic waste, industry and others anthropogenic activities.    Mikroplastik merupakan polimer organik sintetik dengan rentang ukuran antara 0.001-5 mm. Keberadaan mikroplastik yang tersebar di lingkungan menjadi berbahaya terhadap ekosistem alami dan manusia serta memberikan dampak yang merugikan bagi organisme akuatik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui jenis dan kelimpahan mikroplastik di Sungai Ngrowo Tulungagung. Pengambilan sampel air sungai dilakukan di 3 lokasi antara lain utara kota, pusat kota dan selatan kota. Tahapan penelitian dimulai dari pengukuran faktor abiotik air sungai kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel, penyaringan dan pengeringan sampel, pemurnian dan pemisahan partikel mikroplastik dan pengamatan dengan menggunakan mikroskop stereo. Jenis mikroplastik yang ditemukan antara lain fragmen, fiber, filamen, granula dan foam dengan rerata total kelimpahan paling banyak terdapat di pusat kota sebesar 13,450 partikel.(m3)-1. Warna mikroplastik yang ditemukan antara lain biru gelap, transparan, coklat, putih, hitam, abu-abu dan merah dengan jumlah yang paling banyak adalah warna biru gelap. Mikroplastik diketahui berasal dari limpasan partikel plastik dari jalan, degradasi plastik dari limbah rumah tangga, industri dan aktivitas antropogenik lainnya

    Potensi Kulit Jagung (Zea mays L) Dan Sari Lidah Buaya (Aloe vera L) Sebagai Pelembab Dalam Sediaan Lotion

    Full text link
    Ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan sehingga dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas esktrak kulit jagung dan sari lidah buaya sebagai pelembab alami yang diaplikasikan dalam sediaan lotion dan mengetahui mutu fisik serta efek iritasinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan berbagai konsentrasi F0 (0 %), F1 (10 : 3%), F2 (8 : 5%) , dan F3 (6 : 7%). Adapun uji evaluasi lotion diantaranya uji pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan uji iritasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil lotion menunjukkan ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mampu berpotensi melebabkan kulit dan pada uji mutu fisik memenuhi syarat, serta hasil uji iritasi pada keempat formula tidak menimbulkan efek iritasi eritema maupun edema.  Ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mengandung senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan sehingga dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas esktrak kulit jagung dan sari lidah buaya sebagai pelembab alami yang diaplikasikan dalam sediaan lotion dan mengetahui mutu fisik serta efek iritasinya. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan berbagai konsentrasi F0 (0 %), F1 (10 : 3%), F2 (8 : 5%) , dan F3 (6 : 7%). Adapun uji evaluasi lotion diantaranya uji pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan uji iritasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 22. Hasil lotion menunjukkan ekstrak kulit jagung dan sari lidah buaya mampu berpotensi melebabkan kulit dan pada uji mutu fisik memenuhi syarat, serta hasil uji iritasi pada keempat formula tidak menimbulkan efek iritasi eritema maupun edema.

    Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus Sediaan Gel dengan Berbagai Jenis Gelling Agent

    Full text link
    Sediaan gel adalah jenis sediaan semipadat yang memiliki sifat bening, dingin, serta mudah diaplikasikan terutama untuk sediaan topikal. Bahan penyusun yang dibutuhkan untuk membuat sediaan tersebut adalah basis gel atau gelling agent. Berdasarkan asalnya gelling agent dibagi menjadi beberapa golongan yakni, sintetik, semisintetik, dan alami. Maisng-masing golongan terdapat contoh bahan yang kerap digunakan untuk membuat sediaan gel, yakni karbopol dari golongan sintetik, HPMC dari golongan semisintetaik, dan Xanthan gum dari golongan alami. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan pengaruh dari berbagai jenis gelling agent terhadap aktifitas antibekateri. Bahan aktif yang digunakan sebagai model penelitian ini adalah asam salisilat. Asam salisilat secara teori disebutkan bahwa memiliki aktifitas antibakteri Bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Diketahui bahwa bakteri tersebut merupakan flora normal yang apabila pada jumlah berlebih akan menyebabkan infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, selulits dan lain lain.Sediaan gel adalah jenis sediaan semipadat yang memiliki sifat bening, dingin, serta mudah diaplikasikan terutama untuk sediaan topikal. Bahan penyusun yang dibutuhkan untuk membuat sediaan tersebut adalah basis gel atau gelling agent. Berdasarkan asalnya gelling agent dibagi menjadi beberapa golongan yakni, sintetik, semisintetik, dan alami. Maisng-masing golongan terdapat contoh bahan yang kerap digunakan untuk membuat sediaan gel, yakni karbopol dari golongan sintetik, HPMC dari golongan semisintetaik, dan Xanthan gum dari golongan alami. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan pengaruh dari berbagai jenis gelling agent terhadap aktifitas antibekateri. Bahan aktif yang digunakan sebagai model penelitian ini adalah asam salisilat. Asam salisilat secara teori disebutkan bahwa memiliki aktifitas antibakteri Bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah Staphylococcus aureus. Diketahui bahwa bakteri tersebut merupakan flora normal yang apabila pada jumlah berlebih akan menyebabkan infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, selulits dan lain lain

    Perbandingan dan Efek Populasi Ikan di Pantai Bunder Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi

    Full text link
    Bangsring Beach has the potential of unique marine natural resources and beautiful beaches. Underwater sea. Bangsring Beach also has rides that are played by visitors, one of which is snorkeling, Bangsring beach itself has several snorkeling sports while there are sprots that are often visited and rarely come, so that visitors or snorkelers have not yet enjoyed the sport that is not often visited a visitor. The purpose of this study is to study fish among the sports that are frequently visited by visitors and which are not frequented by visitors and anthropogenic activities also make the fish needed in these two sports increasingly lost. The method I use uses a simple technique which determines the station that I pick is determined by myself because the stations that depend on it are rarely visited by visitors. The results of this study found 29 species between the two sports that have been determined. To reduce the fish in Bangsring Beach due to unexpected environmental changes and the activities of visitors who step on coral reefs and make dead coral make suitable fish on Bunder beach.Pantai Bangsring mempunyai potensi sumberdaya alam bahari yang unik dan pantai yang asri.Alam bawah laut. Pantai Bangsring juga mempunyai wahana-wahana yang dimainkan oleh pengunjung salah satunya snorkling, pantai Bangsring sendiri mempunyai beberapa sport snorkling dimana sprot tersebut juga ada yang sering di datangi dan jarang di datangi, jadi para pengunjung atau penikmat snorkling ada yang belom menikmati sport yang tidak sering di datangi pengunjung. Tujuan daripenelitian ini untuk mengetahui perbandingan ikan antara sport yang sering di datangi pengunjung dan yang tidak sering di datangi pengunjung serta apakah aktivitas antropogenik juga membuat ikan ikan yang berada di dua sport tersebut hilang. Metode yang saya lakukan menggunakan metode tehnik pourpose simple dimana penentuan stasiun yang saya ambil ditentukan oleh saya sendiri karna mengapa stasiun yang berada di situ ada yang jarang di datangi pengunjung. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan 29 spesies antara dua sport yang telah di tentukan tersebut. Untuk mengurangnya ikan yang berada di Pantai Bangsring karena perubahan iklim yang tidak terduga dan aktivitas para pengunjung yang menginjak terumbu karang dan membuat karang itu mati sehingga hilangnya ikan-ikan yang berada di pantai Bangsring

    Pengaruh Variasi Konsentrasi Indole Butyric Acid (IBA) Pada Anggrek (Dendrobium hybrid) Terhadap Survival dan Pertumbuhan Dalam Media Arang

    Full text link
    One of the most popular types of orchids by the public is the Dendrobium Orchid. One of the functions of adding growth regulators is Indole Butyric Acid (IBA) which functions to accelerate root growth. The content possessed by IBA can cause additional roots under certain conditions. This study aims to determine the optimal variation of the concentration of the hormone Indole Butyric Acid (IBA) on the growth of Dendrobium hybrid orchids. Acclimatized Dendrodium hybrid seedlings were selected first, planted on charcoal media, and treated twice a week for two months using an IBA concentration of 0.25; 0.50; 0.75; and 1 ml/L. In this study, the optimal concentration of IBA with root length parameters was at a concentration of 1 ml/L with an average of 2.33. For a concentration of 0.75 ml/L with the parameter of the number of new roots having an average of 1.94 and the parameter of the number of leaves having an average of 1.85. Plant length with a concentration of 0.50 ml/L had an average of 2.56. The concentration of 0.25 ml/L with leaf length parameter has an average of 1.94 while the wet weight parameter has an average of 1.04. For the effect of giving IBA hormone on survival, the most optimal concentration was 0.75 ml/L with 91% live and 9% dead.Salah satu jenis anggrek yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah Anggrek Dendrobium. Fungsidari penambahan zat pengatur tumbuh salah satunya yaitu Indole Butyric Acid (IBA) yang berfungsi untukmempercepat pertumbuhan akar. Kandungan yang dimiliki oleh IBA dapat menimbulkan pertambahanperakaran dalam kondisi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi hormonIndole Butyric Acid (IBA) yang optimal terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium hybrid. BibitDendrodium hybrid yang diaklimatisasi diseleksi terlebih dahulu, ditanam di atas media arang, dan dirawatdua kali seminggu selama dua bulan menggunakan konsentrasi IBA 0,25; 0,50; 0,75; dan 1 ml/L. Padapenelitian ini konsentrasi IBA yang optimal dengan parameter panjang akar yaitu pada konsentrasi 1 ml/Ldengan rata-rata 2,33. Untuk konsentrasi 0,75 ml/L dengan parameter jumlah akar baru memiliki rata-rata1,94 dan parameter jumlah daun memiliki rata-rata 1,85. Panjang tanaman dengan konsentrasi 0,50 ml/Lmemiliki rata-rata 2,56. Untuk konsentrasi 0,25 ml/L dengan parameter panjang daun memiliki rata-rata1,94 sedangkan untuk parameter berat basah memiliki rata-rata 1,04. Untuk pengaruh pemberian hormonIBA terhadap survival yang paling optimal adalah konsentrasi 0,75 ml/L dengan presentase hidup 91% danmati 9%

    Pengaruh Suhu Penyimpanan Terhadap Kualitas Organoleptik Minuman Probiotik Susu Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus)

    Full text link
    The seeds of the jackfruit (Artocarpus heterophyllus) have not been used more by the community to make various processed food products. Even though jackfruit seeds contain many nutrients, especially potassium. Jackfruit seeds are rich in nutrients, especially carbohydrates, potassium, phosphorus and fat. The jackfruit seed contains 165 kcal of energy and 36.7 kcal of carbohydrates, which is quite high compared to the content of young jackfruit and ripe jackfruit. Seeing the content of jackfruit seeds which are rich in nutrients, these jackfruit seeds can be an alternative as a raw material for processing vegetable milk. Vegetable milk can be used as a basic ingredient for making probiotic drinks to increase the value of the benefits of this vegetable milk. This study used the Lactobacillus casei bacteria which acts as a probiotic bacteria. The study was conducted with different treatments at 20°C, 25°C, 30°C, and 37°C. Each treatment was repeated 4 times and 24 experimental samples were obtained. Based on the results of the study, it was shown that storage temperature had a significant effect on the organoleptic quality of probiotic jackfruit seed milk in terms of color and taste, but had no significant effect on the aroma parameters of probiotic jackfruit seed milk.Bagian biji pada buah nangka (Artocarpus heterophyllus) masih belum dimanfaatkan lebih oleh masyarakat untuk menjadi berbagai produk olahan makanan. Padahal biji buah nangka mengandung banyak nutrisi, terutama kalium. Biji buah nangka kaya akan nutrisi, khususnya mengandung karbohidrat, kalium, fosfor, dan lemak. Kandungan energi sebanyak 165 kkal dan juga mengandung karbohidrat sebanyak 36.7 kkal pada biji buah nangka yang terbilang cukup tinggi daripada kandungan nangka muda dan nangka matang. Melihat kandungan biji buah nangka yang kaya akan nutrisi, maka biji buah nangka ini bisa menjadi alternatif sebagai bahan baku pengolahan susu nabati. Susu nabati dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan minuman probiotik untuk menambah nilai manfaat dari susu nabati tersebut. Penelitian ini menggunakan bakteri Lactobacillus casei yang berperan sebagai bakteri probiotik. Penelitian dilakukan dengan perbedaan perlakuan pada suhu 20°C, 25°C, 30°C, dan 37°C. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan diperoleh 24 sampel percobaan. Berdasar pada hasil penelitian, menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata dari suhu penyimpanan terhadap kualitas organoleptik susu biji nangka berprobiotik pada parameter warna dan rasa, akan tetapi tidak berpengaruh nyata untuk parameter aroma susu biji nangka berprobioti

    Uji In Vitro Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) Terhadap Isolat Klinis

    Full text link
    Dayak onion (Eleutherine bulbosa) is a medicinal plant that has been known and used by Dayak People from Central Kalimantan. It contains various chemical compounds such as alkaloids, glycosides, flavonoids, phenolics, steroids, and tannins which are known to have antibacterial effects.  This study aimed to determine the antibacterial activity of Dayak onion extract against two pathogenic bacteria namely Escherichia coli and Staphylococcus aureus in vitro and to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) value of the Dayak onion extract. Extraction was carried out by maceration method using ethanol 96 % and n-hexane. The antibacterial activity test was carried out using the disc diffusion method (Kirby-Bauer Test). The determination of MIC value was carried out by using disc diffusion with five different concentrations 500, 250, 100, 50, 25, and 10 mg/mL. The research result showed that Dayak onion had antibacterial activity. Ethanol 96% extract was only able to inhibit the growth of S. aureus with an inhibition zone of 15.02 mm. Meanwhile, the n-hexane extract was able to inhibit the growth of S. aureus and E. coli with an inhibition zone of 18.48 dan 14.94 mm, respectively. MIC value of ethanol 96% for S. aureus was 50 mg/mL. N-hexane extract has MIC value for E. coli and S. aureus was 10 mg/mL.Bawang dayak (Eleutherine bulbosa) merupakan salah satu tanaman obat yang telah dikenal di Kalimantan Tengah dan digunakan sebagai obat tradisional secara turun-temurun oleh masyarakat suku Dayak. Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada bawang dayak seperti alkaloid, glikosid, flavonoid, fenolik, steroid, dan tanin diketahui memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bawang dayak terhadap bakteri patogen Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro, serta untuk mengetahui nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak bawang dayak. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan n-heksana. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer Test). Penentuan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) dilakukan dengan metode difusi cakram dengan membuat variasi konsentrasi ekstrak 500, 250, 100, 50, 25 dan 10 mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki aktivitas antibakteri. Ekstrak etanol 96% mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dengan zona hambat sebesar 15,02 mm tetapi tidak dapat menghambat E. coli.  Sedangkan ekstrak n-heksana mampu menghambat S. aureus dan E. coli masing-masing dengan zona hambat 18,48 dan 14,94 mm. Nilai KHM yang diperoleh dari ekstrak etanol 96% terhadap S. aureus yaitu 50 mg/mL. Sedangkan nilai KHM ekstrak n-heksana terhadap E. coli dan S. aureus yaitu 10 mg/mL

    Pengaruh Proses Pertambangan Tradisional Wonocolo Terhadap Kandungan Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K) Di Tanah Sekitar Area Pertambangan

    Full text link
     The traditional mining process in Wonocolo Village can have a significant impact on the quality of the soil around the mining area. This study aims to determine the effect of traditional mining processes on nitrogen, phosphorus, and potassium content in soil. Because the content of Nitrogen (N), Phosphorus (P), Potassium (K) has an important role in soil fertility and plant growth, and can affect agricultural productivity and environmental sustainability in traditional mining areas. The method used in testing N, P, K in the soil is using a soil test tool. The results of testing soil quality in mining activities show that the parameters Nitrogen (N), Phosphorus (P), Potassium (K) have low values, this can be seen when testing using a solution of Nitrogen (N), Phosphorus (P), Potassium (K) discoloration of the soil cannot be seen. So that the results obtained are that soil pollution caused by traditional Wonocolo mining can be managed with bioremediation and phytoremediation techniques where these techniques are considered the most efficient and environmentally friendly in an effort to reduce soil pollution.Proses pertambangan tradisional di Desa Wonocolo dapat memiliki dampak yang signifikan pada kualitas tanah di sekitar area pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari proses pertambangan tradisional terhadap kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium di tanah. Karena kandungan Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K) memiliki peranan penting terhadap kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, serta dapat mempengaruhi produktivitas pertanian dan keberlanjutan lingkungan di wilayah pertambangan tradisional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode proposive random sampling. Hasil dari pengujian kualitas tanah pada kegiatan pertambangan diketahui tidak mengandung Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K) hal ini dapat dilihat pada saat pengujian menggunakan larutan Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K) tidak terjadi perubahan warna pada tanah. Sehingga didapatkan hasil bahwa pencemaran tanah yang diakibatkan oleh pertambangan tradisional Wonocolo dapat dilakukan pengelolaan dengan teknik bioremediasi dan fitoremediasi dimana teknik ini diangap yang paling efisien dan ramah lingkungan dalam upaya untuk mengurangi pencemaran tanah

    211

    full texts

    254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇