e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
Not a member yet
    254 research outputs found

    Uji Aktivitas Antidiabetes Kulit Batang Pulai (Alstonia scholaris) melalui Studi In Silico dan Prediksi Profil Farmakokinetika

    Full text link
    Alstonia scholaris is a medicinal plant from the Apocynaceae family. Alstonia scholaris stem bark have some medicinal properties, but their effect on antidiabetics mechanisms is still unclear. Alstonia scholaris stem bark have some active compounds such as Echitamine, Beta Sitosterol, Lupeol, Alpha Amyrin Acetate, and Betulinic Acid. Present study was designed to find out the best active compounds of A. scholaris as a potential therapeutics agent against diabetes mellitus. This study involved the molecular docking of 3D structures of those active compounds into GLUT-1 receptor protein, visualized their result using Biovia Discovery Studio and pharmacokinetics profile prediction analysis using pkCSM web page. The molecular docking result show that Echitamine (-8,7 kcal/mol) have the lower energy compared to glibenclamide (-9,6 kcal/mol). Based on pkCSM web page, Echitamine were have a good pharmacokinetics profile.Alstonia scholaris adalah tanaman obat yang berasal dari famili Apocynaceae. Kulit batang Alstonia scholaris memiliki beberapa khasiat obat, tetapi efeknya terhadap mekanisme antidiabetes masih belum dapat dijelaskan. Kulit batang Alstonia scholaris memiliki beberapa zat aktif seperti Echitamine, Beta Sitosterol, Lupeol, Alpha Amyrin Acetate, dan Betulinic Acid. Penelitian ini didesain untuk mencari zat aktif yang terbaik dari A. scholaris sebagai agen terapetik potensial terhadap diabetes melitus. Penelitian ini melibatkan molecular docking dari struktur 3D dari zat aktif A. scholaris dengan protein reseptor GLUT-1, kemudian divisualisasikan menggunakan Biovia Discovery Studio dan dianalisis prediksi profil farmakokinetika menggunakan pkCSM. Hasil molecular docking menunjukkan bahwa Echitamine (-8,7 kcal/mol) memiliki energi ikatan lebih rendah dibanding dengan glibenklamide (-9,6 kcal/mol). Berdasarkan website pkCSM, Echitamine memiliki profil farmakokinetika yang baik

    Pengaruh Ekstrak Benalu Mangga Terhadap Kadar Malondealdehid (MDA) pada Tikus Hipertensi yang Dipapar DOCA- Garam

    No full text
    Hypertension is a chronic disease that is most often found in society. Hypertension is associated with increased production of superoxide radicals and endothelial dysfunction, which causes oxidative stress characterized by increased levels of MDA. Mango mistletoe contains secondary metabolic compounds such as flavonoids which act as natural antioxidants. The use of antioxidants from manga parasites is an alternative to neutralize the increase in MDA in the body and neutralize free radicals. This study aims to determine the levels of MDA in hypertensive rats (DOCA-Salt) exposed to Mango mistletoe Methanolic Extract (EMBM) for 14 days. This study used the true experimental design method with completely randomized design on 50 male Wistar rats, differentiated into 5 treatments, namely control (-), control (+), treatment 1 dose 50 mg / KgBB, treatment 2 doses of 100 mg / KgBB and treatment 3 doses 200 mg / KgBW. Each treatment had 5 replications. Data analysis used oneway ANOVA and post hoc tests, namely JAMOVI version 1.1.9.0 which was used to determine differences in pulmonary MDA levels between groups and pulmonarymalondialdehyde (MDA) were analyzed by spectrophotometry. The results of this study indicated that pulmonary MDA levels in hypertensive rats (Doca salt) exposed to EMBM showed very significant differences between all groups. This is evidenced by the p value analysis that is <0.05, namely <0.001 so that it can be concluded that EMBM can reduce MDA levels in rats Hypertension. This effect is controlled by EMBM at a dose of 50 mg / KgBB which is the optimum dose in reducing pulmonarymalondialdehyd. Keywords : Hypertension, Mango mistletoe, MDA ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit kronik yang paling kerap ditemukan di masyarakat. Hipertensi berkaitan dengan peningkatan produksi radikal superoksida dan disfungsi endotel, yang menyebabkan stress oksidatif ditandai dengan meningkatnya kadar MDA. Benalu mangga mengandung senyawa metabolic sekunder seperti flavanoid yang berperan sebagai antioksidan alami. Penggunaan antioksidan dari benalu mangga menjadi salah satu alternatif untuk menetralisir terjadinya peningkatan MDA dalam tubuh dan menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar MDA pada tikus hipertensi (DOCA-Garam) yang dipapar Ekstrak Metanolik Benalu Mangga (EMBM) selama 14 hari. Penelitian ini menggunakan metode true eksperimental design dengan Rancangan Acak Lengkap pada 50 ekor tikus wistar jantan, dibedakan menjadi 5 perlakuan yaitru control (-), control (+), perlakuan 1 dosis 50 mg/KgBB, perlakuan 2 dosis 100 mg/KgBB dan perlakuan 3 dosis 200 mg/KgBB. Setiap perlakuan terdapat 5 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji ANOVA one way dan post hoc yaitu JAMOVI dengan versi 1.1.9.0 yang digunakan untuk mengetahui perbedaan kadar MDA paru antar kelompok dan pulmonarymalondialdehyde (MDA) dianalisis dengan spektrofotometri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar MDA paru pada tikus hipertensi (Doca- Garam) yang dipapar EMBM menunjukan perbedaan yang sangat nyata antara semua perkelompok. hal ini dibuktikan dengan analisis p value yaitu <0,05 yaitu <0,001 sehingga dapat disimpulkan bahwa EMBM dapat menurunkan kadar MDA pada tikus. Hipertensi. Efek ini dikendalikan oleh EMBM dosis 50 mg/KgBB yang merupakan dosis optimum dalam menurunkan kadar MDA Paru. Kata Kunci: Hipertensi, Benalu Mangga, MDAHipertensi merupakan penyakit kronik yang paling kerap ditemukan di masyarakat. Hipertensi berkaitan dengan peningkatan produksi radikal superoksida dan disfungsi endotel, yang menyebabkan stress oksidatif ditandai dengan meningkatnya kadar MDA (Malondealdehid). Benalu mangga mengandung senyawa metabolic sekunder seperti flavanoid yang berperan sebagai antioksidan alami. Penggunaan antioksidan dari benalu mangga menjadi salah satu alternatif untuk menetralisir terjadinya peningkatan MDA dalam tubuh dan menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar MDA paru tikus hipertensi yang dipapar Doca-Garam setelah diuji perlakuan dengan ekstrak metanolik benalu mangga.  Penelitian ini menggunakan metode true eksperimental design dengan Rancangan Acak Lengkap pada 25 ekor tikus wistar jantan, dibedakan menjadi 5 perlakuan yaitru control (-), control (+), perlakuan 1 dosis 50 mg/KgBB, perlakuan 2 dosis 100 mg/KgBB dan perlakuan 3 dosis 200 mg/KgBB. Setiap perlakuan terdapat 5 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji ANOVA one way dan Tukey Post Hoc Test yaitu JAMOVI 1.1.9.0 yang digunakan untuk mengetahui perbedaan kadar MDA paru antar kelompok. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar MDA paru tikus hipertensi (Doca-Garam) yang telah diuji perlakuan EMBM menunjukan perbedaan yang sangat nyata antara semua kelompok  p value yaitu <0,00.1. sehingga pemberian EMBM pada tikus wistar jantan kondisi hipertensi yang dipapar Doca- garam  selama 14 hari berpengaruh pada penurunan kadar MDA paru.berdasarkan data kelompok K+ (831) terhadap semua kelompok perlakuan EMBM. Kadar MDA ditunjukan pada dosis EMBM 50 mg/KgBB yang merupakan dosis optimum dalam menurunkan kadar MDA (531) mg/KgB

    Pengaruh Penambahan Arang Pelepah Sawit terhadap Sifat Mekanik Batu Bata Merah

    Full text link
    Brick is a building material that is often used for residential walls. The bricks in this study were bricks with the addition of palm frond charcoal in the manufacturing process. The aims of this study were (1) to determine the effect of adding palm stem charcoal on the manufacture of red bricks in terms of compressive strength, water absorption (Suction rate) and apparent density (apparent density). (2) Comparing the test results with the SNI 15-2094-2000 standard. The manufacture of experimental bricks begins with adding clay with pulverized palm frond charcoal in a ratio of 100:0, 95:5, 90:10, 85:15 and 80:20, then molded, dried, burned and tested for new mechanical properties. brick. In this study, the compressive strength of bricks that enter class 100 is a ratio of 100:0 and 95:5 namely 11.75 Mpa and 10.10 Mpa, then bricks grade 50 is a ratio of 90:10 and 85:15 which is 8.08 Mpa and 6.27 Mpa. The water absorption capacity of bricks that meet the requirements of SNI 15-2094-2000 is a ratio of 100:0 and 95:5, namely 18.65% and 19.74%. The apparent density of bricks that meet the requirements of SNI 15-2094-2000 are the ratios of 100:0, 95:5, 90:10 and 85:15, which are 1.63 g/cm3, 1.54 g/cm3, 1,37 g/cm3 and 1.24 g/cm3. Bricks that meet the standards and are recommended as masonry bricks are bricks with a ratio of 95:5.Batu bata merupakan bahan bangunan yang sering digunakan untuk dinding perumahan. Batu bata pada penelitian ini adalah batu bata dengan penambahan arang pelepah sawit dalam proses pembuatannya. Adapun tujuan pada penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh penambahan arang pelepah sawit pada pembuatan batu bata  merah ditinjau dari kuat tekan, daya serap air (Suction rate) dan kerapatan semu (Apparent density). (2) Membandingkan hasil pengujian dengan standar SNI 15-2094-2000. Pembuatan batu bata percobaan diawali dengan menambahkan tanah liat dengan arang pelepah sawit yang sudah dihaluskan dengan perbandingan rasio 100:0, 95:5, 90:10, 85:15 dan 80:20, kemudian dicetak, dikeringkan, dibakar dan diuji sifat mekanik baru bata. Pada penelitian ini diperoleh kuat tekan batu bata yang masuk kelas 100 adalah rasio 100:0 dan 95:5 yaitu 11,75 Mpa dan 10,10 Mpa, kemudian batu bata kelas 50 adalah rasio 90:10 dan 85:15 yaitu 8,08 Mpa dan 6,27 Mpa. Daya serap air batu bata yang memenuhi syarat SNI 15-2094-2000 adalah rasio 100:0 dan 95:5 yaitu 18,65% dan 19,74%. Kerapatan semu batu bata yang memenuhi syarat SNI 15-2094-2000 adalah rasio 100:0, 95:5, 90:10 dan 85:15 yaitu masing-masing 1,63 g/cm3, 1,54 g/cm3, 1,37 g/cm3 dan 1,24 g/cm3. Batu bata yang memenuhi standar dan direkomendasikan sebagai batu bata pasangan dinding adalah batu bata dengan rasio 95:5

    Peningkatan Kadar Protein Terlarut pada Larutan Tepung Jagung Menggunakan Saccharomyces cerevisiae

    Full text link
    Poultry livestock are generally given feed in the form of corn kernels where the corn kernels contain high carbohydrates but have deficiencies of several amino acids. Amino acid deficiency can be overcome by increasing the protein content in the corn kernels. One way to increase the protein content in corn kernels is to carry out a fermentation process in corn flour solution. Therefore, this study aims to determine the effect of corn starch solution to increase dissolved protein levels in Saccharomyces cerevisiae biomass through a fermentation process. This study used a completely randomized design consisting of 8 treatments and 3 replications. The treatment volumes of corn flour solution were 0 mL, 5 mL, 10 mL, 15 mL, 20 mL, 25 mL, 30 mL and 35 mL. Data analysis used the calculation of variance and the BJND test. The results showed that the highest average dissolved protein content and total cell biomass of S. cerevisiae in the 15 ml treatment were 13.52%/g and 15.63 x 107 CFU/mL, the lowest average was in the 35 ml corn flour solution treatment, namely 0. 90%/gr and 3.01 x 107 CFU/mL. Based on the research, it can be concluded that corn flour solution can increase the dissolved protein content in S. cerevisiae biomass up to volume 15 mL/2 mL fermenter through the fermentation process. Based on the results of this study, it can be used as a basis for considering the use of S. cerevisiae fermenters to increase the nutritional value of corn seed-based animal feed.Ternak unggas pada umumnya diberikan pakan berupa biji jagung di mana biji jagung tersebut mengandung karbohidrat yang tinggi namun memiliki defisiensi beberapa asam amino. Defisiensi asam amino dapat diatas dengan meningkatkan kadar protein pada biji jagung tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan kadar protein pada biji jagung adalah dengan melakukan proses fermentasi pada larutan tepung jagung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh larutan tepung jagung untuk meningkatkan kadar protein terlarut pada biomassa Saccharomyces cerevisiae melalui proses fermentasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan. Volume perlakuan larutan tepung jagung adalah 0 mL, 5 mL, 10 mL, 15 mL, 20 mL, 25 mL, 30 mL, dan 35 mL. Analisis data menggunakan perhitungan sidik ragam dan uji BJND. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tertinggi kadar protein terlarut dan jumlah biomassa sel S. cerevisiae pada perlakuan 15 ml yaitu 13,52 %/gr dan 15,63x107 CFU/mL, rata-rata terendah pada perlakuan 35 ml larutan tepung jagung yaitu 0,90 %/gr dan 3,01x107 CFU/mL. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa larutan tepung jagung dapat meningkatkan kadar protein terlarut pada biomassa S. cerevisiae sampai volume 15 mL/2 mL fermentor melalui proses fermentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat menjadi dasar pertimbangan penggunaan fermentor S. cerevisiae untuk meningkatkan nilai gizi pakan ternak yang berbahan dasar biji jagung

    Persepsi Mahasiswa MIPA Terhadap Pengelolaan Sampah Padat Berbasis 3R Di Kampus Universitas Islam Malang

    Full text link
    According to the republic of indonesia no undang-undang 18 years 2008, about waste management waste matter especially in kota-kota throughout the country right now this has been an issue that is always discussed the need to get the attention of all parties, no exception to the environment, poor islamic university campus how students perception about waste management 3r, based how about the model student perception of the trash can exist at community college islamic university, poor how are the awareness of student participation environmental quality to maintain a healthy and clean through waste management 3r, based this research use descriptive quantitative research methods and surveys in a field. directly A survey is data collection techniques specific techniques, than the other the percentage of perception student who answered a questionnaire in rata-rata show high marks, Student perception about waste management 3r based in college islamic university shows poor perception is very high obtained the results of ( 83-86 % ), a student knowing and perceiving a model that dumpster in the islamic university campus menunujuk very high percentage of poor showing the perception is very high obtained the results of ( 83-85 % ), the awareness of the students faculty mipa against participation menunujuk very high percentage of these things that indicated the result of ( 80-89 % )Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, masalah sampah khususnya di kota-kota di seluruh Indonesia saat sekarang ini telah menjadi suatu issue yang selalu mengemuka yang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak, tidak terkecuali pada lingkungan kampus Universitas Islam Malang, Bagaimana persepsi mahasiswa tentang pengelolaan sampah berbasis 3R, Bagaimana persepsi mahasiswa tentang model tempat sampah yang ada pada lingkungan kampus Universitas Islam Malang, Bagaimanakah kepedulian mahasiswa terhadap keikutsertaan menjaga kualitas lingkungan hidup yang sehat dan bersih melalui pengelolaan sampah berbasis 3R, Penelitian ini menggunkan metode penelitian deskriptif kuantitatif dan survey langsung di lapang. survey merupakan teknik pengumpulan data yang spesifik dibandingkan teknik yang lain, presentase persepsi mahasiswa yang menjawab kuesioner secara rata-rata menunjukan nilai tinggi, Persepsi Mahasiswa tentang pengelolaan sampah berbasis 3R di kampus Universitas Islam Malang menunjukkan persepsi sangat tinggi yang didapatkan hasil sebesar ( 83-86%), Mahasiswa mengetahui dan memahami model tempat sampah yang berada di lingkungan kampus Universitas Islam Malang menunujuk persentase yang sangat tinggi menunjukkan persepsi sangat tinggi yang didapatkan hasil sebesar ( 83-85%), Kepedulian Mahasiswa Fakultas MIPA terhadap keikutsertaan menunujuk persentase yang sangat tinggi hal ini yang ditunjukkan hasil sebesar ( 80-89%

    Uji Bakteri Total Coliform dan Escherichia coli Pada Sumber Mata Air Ubalan Desa Maguan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang

    Full text link
    Water is a very important human need and no life can exist without air. Human needs are generally obtained from various sources, both from groundwater, surface water and rainwater. Ubalan is a hamlet located in Ngajum District, Malang Regency. The location is under the foot of Mount Kawi - Malang which has a natural spring and is generally channeled by the surrounding community to fill artificial ponds and also used by the community to meet their daily needs. The use of spring sources is generally very diverse, including for drinking water, fisheries, conservation and as a tourist attraction. Water indicators such as total coliform bacteria and Escherichia coli. Regarding this statement, it is necessary to carry out a microbiological test to test for total coliform and Escherichia coli bacteria at the Ubalan spring, Maguan Village, Ngajum District, Malang Regency, which is a tourist attraction location that is never empty of visitors. The research method used is survey method and descriptive laboratory analysis. To take samples of air sources carried out randomly.                The test results for Total Coliform and Escherichia coli bacteria in West Sumatra Mata Air Ubalan, Maguan Village, Ngajum District, Malang Regency, showed that the MPN results index was at station 3 (0.273) station 2 (0.188) and the lowest was at station 1 (0.138). The analysis is related to the level of the presence of total coliform and E. coli bacteria with pollutant source factors that are thought to come from human activities around the source, community behavior and the distance factor between air sources and exhaust locations. Correlation of research results obtained by the presence of total coliform bacteria and Escherichia coli in the air source with the relationship of factors between the supporting bacteria showed (p value = 0.188) which means it did not have a significant effect.Air merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting dan tidak ada kehidupan yang dapat berlangsung tanpa air. Kebutuhan manusia pada air umumnya diperoleh dari berbagai sumber, baik dari air tanah, air permukaan dan air hujan. Ubalan merupakan sebuah dusun yang berada di Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Lokasinya berada dibawah kaki gunung Kawi - Malang yang memiliki sumber mata air alami dan pada  umumnya dialirkan masyarakat sekitar untuk mengisi kolam buatan dan juga digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemanfaatan sumber mata air umumnya sangat beragam, antara lain untuk keperluan air minum, perikanan, irigasi dan sebagai obyek wisata. Namun tak jarang apabila air yang digunakan masyarakat dalam aktifitas sehari-harinya terdapat keberadaan bakteri indicator seperti bakteri total coliform dan Escherichia coli. Terkait dengan adanya pernyataan tesebut, maka perlu dilakukan uji mikrobiologi yang dilakukan untuk menguji bakteri total coliform dan Escherichia coli pada sumber mata air Ubalan Desa Maguan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang yang merupakan lokasi obyek wisata yang tak pernah sepi akan pengunjung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dan analisa deskriptif laboratorium. Untuk pengambilan sampel air sumber dilakukan secara random sampling. Hasil Uji Bakteri Total Coliform dan Escherichia coli pada Sumbar Mata Air Ubalan Desa Maguan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang menunjukan bahwa hasil hasil indeks MPN tertinggi terdapat pada stasiun 3 (0,273) stasiun 2 (0,188) dan hasil terendah pada stasiun 1 (0,138). Analisa tersebut menghubungkan tingkat keberadaan bakteri total coliform dan E.coli dengan faktor sumber pencemar yang diduga berasal dari adanya aktivitas manusia yang berada disekitar sumber, perilaku masyarakat serta faktor jarak antara sumber air dan lokasi pembuangan. Korelasi hasil peneltian yang didapatkan antara adanya bakteri total coliform dan Escherichia coli pada sumber air dengan hubungan faktor-faktor pendukung munculnya bakteri menunjukan (p value = 0.188) yang artinya tidak memberikan pengaruh yang signifikan

    Potensi Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) dalam Menghambat Bakteri Patogen (E. sakazakii, S. typi, dan L. monocytogenes)

    Full text link
    Kirinyuh (Chromolaena odorata) is one of the wild plants found that is difficult to eradicate because it has a high defense, so this plants is considered a weed plant that is detrimental to farmers and planters. However, the kirinyuh plant has the potential to be developed as an antibacterial. One of the natural ingredients that show pharmacological effects is flavonoids. This study aims to determine the antibacterial activity, and the effective concentration of kirinyuh extract in inhibiting the growth of Enterobacter sakazakii, Salmonellla typi, and Listeria monocytogenes bacteria.  To get the extract used extraction method by maceration of immersion using 96% ethanol as solvent. The concentration of kirinyuh extract used was 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%. While the positive control was used Ampicillin and negative control was used ethanol 96%, and for testing the antibacterial activity was carried out using the well difsusion method. The results of the antibacterial activity test were analyzed using ANOVA with a 95% confidance level and continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the extract concentrations of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100% had given inhibitory activity to the growth of the test bacteria.  At a concentration of 100%, kirinyuh extract was more effective as an antibacterial against bacteria Enterobacter sakazakii, Salmonella typi, and Listeria monocytogenes bacteria compared to other concentrations. The increase in the concentration of kirinyuh extract showed the larger the diameter of the inhibition zone for bacterial growth. The results of the inhibitory power test of kirinyuh extract against bacteria Enterobacter sakazakii with an average value of the inhibition zone of 6,66 mm, and against Salmonella typi the average value of the inhibition xone was 4,83 mm, and Listeria moncytogenes with an average value of 5, 60 mm.Kirinyuh (Chromolaena odorata) merupakan salah satu jenis tanaman liar yang sulit untuk diberantas karena memiliki pertahanan tinggi, sehingga tanaman ini dianggap sebagai tanaman gulma yang merugikan para petani dan pekebun.  Akan tetapi tanaman kirinyuh memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai antibakteri. Salah satu kandungan alaminya yang menunjukkan efek farmakologi adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri, dan konsentrasi efektif ekstrak kirinyuh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Enterobacter sakazakii, Salmonella typi, dan Listeria moncytogenes. Untuk mendapatkan ekstrak digunakan metode ekstraksi dengan cara maserasi atau perendaman menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak kirinyuh yang digunakan adalah 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Sedangkan kontrol positif digunakan Ampisilin, dan kontrol negatif etanol 96% serta untuk pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumur. Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisis dengan menggunakan ANOVA tingkat kepercayaan sebesar 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan‘s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% telah memberikan aktivitas penghambatan pertumbuhan bakteri uji. Pada konsentrasi 100% ekstrak kirinyuh lebih efektif sebagai antibakteri terhadap bakteri Enterobacter sakazakii, Salmonella typi, dan Listeria moncytogenes dibandingkan dengan variasi konsentrasi lainnya. Peningkatan konsentrasi ekstrak kirinyuh menunjukkan semakin besar diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Hasil uji daya hambat dari ekstrak kirinyuh terhadap bakteri Enterobacter sakazakii dengan nilai rata - rata zona hambat sebesar 6,66 mm, dan terhadap bakteri Salmonella typi nilai rata - rata zona hambat sebesar 4,83 mm, serta bakteri Listeria moncytogenes dengan nilai rata - rata sebesar 5,60 mm.  &nbsp

    Serangga Entomofagus Sebagai Biological Control di Areal Persawahan Fafibola Kabupaten Timor Tengah Utara

    Full text link
    Kelurahan Tubuhue merupakan suatu Kelurahan yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara dengan areal persawahan yang luas. Kawasan persawahan yang luas ini, dijadikan sebagai lokasi penelitian untuk mengetahui tingkat persebaran dan peranan serangga entomofagus sebagai biological control di agroekosistem tersebut. Manfaat nilai serangga entomofagus sebagai biological control bagi kehidupan mendorong manusia untuk menjaga kelestarian dan keanekaragamannya, namun diduga keseimbangan ekosistem serangga entomofagus sebagai biological control di areal tersebut terganggu karena habitat yang ditempati rusak akibat pemanfaatan pestisida kimiawi.  Mengetahui keanekaragaman serangga entomophagous sebagai pengendali hayati di lahan persawahan menjadi tujuan penelitian. Fafibola Kabupaten TTU dan aspek-aspek lingkungan yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni  2022 diareal persawahan Fafibola  Kabupaten TTU. Teknik pengumpulan data pada studi ini ialah jaring serangga. Analisis data menggunakan Rumus Keanekaragaman Shannon Wiener, untuk mengukur jenis dan tingkat keanekaragaman dari serangga entomofagus. Indeks keanekaragaman semua jenis termasuk kategori sedang

    211

    full texts

    254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇