e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
Not a member yet
    254 research outputs found

    Respon Pertumbuhan Anggrek Dendrobium sp. terhadap Pemberian Ekoenzim dan Nanobubbles (NBs) CO2

    Full text link
    Genus Dendrobium merupakan salah satu anggrek yang banyak diminati karena mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan tumbuh. Faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan anggrek adalah pemupukan. Pemupukan dengan pupuk organik ekoenzim dan Nanobubbles (NBs) merupakan inovasi untuk meningkatkan pertumbuhan anggrek. Ekoenzim merupakan hasil fermentasi sampah dapur. Sedangkan NBs merupakan salah satu contoh teknologi nano yang memiliki diameter 1-100 nm. NBs telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, berpeluang untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental rancanan acak kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan yaitu 0 mL/L (kontrol), 1 mL/L Ekoenzim, 2 mL/L Ekoenzim, 3 mL/L Ekoenzim, 4 mL/L Ekoenzim, 5 ml NBsCO2 dan 4 kombinasi NBsCO2 dan Ekoenzim. Parameter pengamatan meliputi jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, panjang akar, tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkanpemberian Ekoenzim 1 mL/L memberikan respon terhadap pertumbuhan jumlah daun (9,67), panjang daun (8,30 cm), tinggi tanaman (9,63 cm), berat kering (0,40 g) dan berat basah (1,05 g) tanaman. Pemberian Ekoenzim 2 mL/L memberikan respon terhadap panjang akar (6,97 cm), sedangkan pemberian 1 mL/L Ekoenzim + 5 ml NBsCO2 memberikan respon terhadap pertumbuhan jumlah akar (14,67). Kata kunci: Pertumbuhan, Dendrobium, Ekoenzim, NBsCO2Genus Dendrobium merupakan salah satu anggrek yang banyak diminati karena mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan tumbuh. Faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan anggrek adalah pemupukan. Pemupukan dengan pupuk organik ekoenzim dan Nanobubbles (NBs) merupakan inovasi untuk meningkatkan pertumbuhan anggrek. Ekoenzim merupakan hasil fermentasi sampah dapur. Sedangkan NBs merupakan salah satu contoh teknologi nano yang memiliki diameter 1-100 nm. NBs telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, berpeluang untuk pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental rancanan acak kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan yaitu 0 mL/L (kontrol), 1 mL/L Ekoenzim, 2 mL/L Ekoenzim, 3 mL/L Ekoenzim, 4 mL/L Ekoenzim, 5 ml NBsCO2 dan 4 kombinasi NBsCO2 dan Ekoenzim. Parameter pengamatan meliputi jumlah daun, panjang daun, jumlah akar, panjang akar, tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkanpemberian Ekoenzim 1 mL/L memberikan respon terhadap pertumbuhan jumlah daun (9,67), panjang daun (8,30 cm), tinggi tanaman (9,63 cm), berat kering (0,40 g) dan berat basah (1,05 g) tanaman. Pemberian Ekoenzim 2 mL/L memberikan respon terhadap panjang akar (6,97 cm), sedangkan pemberian 1 mL/L Ekoenzim + 5 ml NBsCO2 memberikan respon terhadap pertumbuhan jumlah akar (14,67). Kata kunci: Pertumbuhan, Dendrobium, Ekoenzim, NBsCO

    Identifikasi Mikroorganisme Rendaman Cairan Pembersih Lensa Kontak

    Full text link
    Satu diantara aspek risiko utama adanya kontaminasi mikroba pada lensa kontak yakni rendahnya kebersihan dan kepatuhan terhadap perawatan lensa yang apabila terkontaminasi akan menyebabkan infeksi pada mata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi mikroorganisme pada cairan rendaman pembersih lensa kontak. Jenis penelitian berikut ialah studi deskriptif dengan analitik, menggunakan random sampling. Sampel berupa rendaman cairan lensa kontak setelah pakai sebanyak 10 sampel. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel rendaman cairan pembersih lensa kontak, pembuatan isolasi koloni bakteri dengan media MSA dan MCA, pembuatan biakan murni pada media supaya miring dan observasi mikroskopis koloni bakteri pada media MCA dan MSA, di lanjutkan uji biokimia serta uji enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan koloni bakteri adalah bentuk batang, gram-negatif, berwarna merah, menyebar dan bakteri gram positif, bentuk bulat atau coccus, berkelompok, berwarna ungu. Pengujian biokimia memaparkan laktosa (-), glukosa (+),maltosa (-), mannitol (-), H2S (+), sukrosa (-), Mr (+), indol (+),citrate (+), Vp (-), mengarah pada spesies Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji enzimatik meliputi katalase didapatkan hasil positif dengan adanya gelembung udara yang menunjukkan bakteri tersebut adalah Staphylococcus aureus. Saran selanjutnya mengidentifikasi bakteri gram positif dengan uji koagulase agar lebih spesifik menentukan diferensiasi bakteri Staphylococcus aureus dari spesies Staphylococcus lainnya.Satu diantara aspek risiko utama adanya kontaminasi mikroba pada lensa kontak yakni rendahnya kebersihan dan kepatuhan terhadap perawatan lensa yang apabila terkontaminasi akan menyebabkan infeksi pada mata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi mikroorganisme pada cairan rendaman pembersih lensa kontak. Jenis penelitian berikut ialah studi deskriptif dengan analitik, menggunakan random sampling. Sampel berupa rendaman cairan lensa kontak setelah pakai sebanyak 10 sampel. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel rendaman cairan pembersih lensa kontak, pembuatan isolasi koloni bakteri dengan media MSA dan MCA, pembuatan biakan murni pada media supaya miring dan observasi mikroskopis koloni bakteri pada media MCA dan MSA, di lanjutkan uji biokimia serta uji enzimatik. Hasil penelitian menunjukkan koloni bakteri adalah bentuk batang, gram-negatif, berwarna merah, menyebar dan bakteri gram positif, bentuk bulat atau coccus, berkelompok, berwarna ungu. Pengujian biokimia memaparkan laktosa (-), glukosa (+),maltosa (-), mannitol (-), H2S (+), sukrosa (-), Mr (+), indol (+),citrate (+), Vp (-), mengarah pada spesies Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji enzimatik meliputi katalase didapatkan hasil positif dengan adanya gelembung udara yang menunjukkan bakteri tersebut adalah Staphylococcus aureus. Saran selanjutnya mengidentifikasi bakteri gram positif dengan uji koagulase agar lebih spesifik menentukan diferensiasi bakteri Staphylococcus aureus dari spesies Staphylococcus lainnya

    Edukasi Audio Visual Terhadap Pengetahuan Pengendara Ojek Online Tentang Panic Button Di Kabupaten Lamongan

    Full text link
    Panic button merupakan aplikasi pengganti call center gawat darurat seperti penanganan korban kecelakaan lalu lintas sehingga meminimalisir korban jiwa. Salah satu pekerjaan yang sering menemui kecelakaan lalu lintas adalah pengendara ojek online yang setiap hari berada dijalan raya. Tetapi pengetahuan mereka tentang panic button masihlah rendah.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh edukasi audio visual terhadap pengetahuan pengendara ojek online tentang panic button. Desain penelitian menggunakan Pre-Eksperimental One Group Pretest-Posttest yang dilakukan kepada 61 pengendara ojek online yang diambil menggunakan teknik Consecutive Sampling pada bulan Maret 2023. Intervensi yang diberikan berupa pemutaran video edukasi tentang panic button. Data penelitian diambil dengan kuesioner pengetahuan panic button, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada pengetahuan pengendara ojek online tentang panic button sesudah diberikan metode edukasi audio visual (p=0,000). Edukasi audio visual dapat meningkatkan pengetahuan seseorang karena materi yang disampaikan dapat diterima melalui indra penglihatan dan pendengaran. Disarankan masyarakat mulai beralih dari call center berubah ke aplikasi panic button, dan untuk peneliti selanjutnya dapat memberikan intervensi berupa simulasi pelaporan panic button dan menambahkan kelompok pembanding.Panic button merupakan aplikasi pengganti call center gawat darurat seperti penanganan korban kecelakaan lalu lintas sehingga meminimalisir korban jiwa. Salah satu pekerjaan yang sering menemui kecelakaan lalu lintas adalah pengendara ojek online yang setiap hari berada dijalan raya. Tetapi pengetahuan mereka tentang panic button masihlah rendah.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh edukasi audio visual terhadap pengetahuan pengendara ojek online tentang panic button. Desain penelitian menggunakan Pre-Eksperimental One Group Pretest-Posttest yang dilakukan kepada 61 pengendara ojek online yang diambil menggunakan teknik Consecutive Sampling pada bulan Maret 2023. Intervensi yang diberikan berupa pemutaran video edukasi tentang panic button. Data penelitian diambil dengan kuesioner pengetahuan panic button, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired t-test.Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada pengetahuan pengendara ojek online tentang panic button sesudah diberikan metode edukasi audio visual (p=0,000). Edukasi audio visual dapat meningkatkan pengetahuan seseorang karena materi yang disampaikan dapat diterima melalui indra penglihatan dan pendengaran. Disarankan masyarakat mulai beralih dari call center berubah ke aplikasi panic button, dan untuk peneliti selanjutnya dapat memberikan intervensi berupa simulasi pelaporan panic button dan menambahkan kelompok pembanding

    Limbah Fermentasi Kombucha Bunga Telang Sebagai Produk Bioteknologi Berupa Pupuk Cair Organik Dalam Menunjang Pertumbuhan Seledri

    Full text link
    Fertilizers produced from a mixture of materials that are easily decomposed, easily improve the physical, chemical and biological properties of the soil because they contain nutrients as an effort to increase plant growth are known as organic liquid fertilizers. The purpose of this study was to determine the potential of organic liquid fertilizer derived from the waste of butterfly pea kombucha fermentation combined with EM4 on the growth of celery plants. The research design includes T1, namely without treatment. T2 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 1 mL/L of EM4. T3 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 3 mL/L of EM4. T4 is the waste of butterfly pea flower kombucha fermentation added with 5 mL/L of EM4. The parameters of this study include plant height and number of leaves. The results of this study proved that kombucha fermented telang flower waste combined with EM4 correlated positively in supporting the growth parameters of celery plants, both plant height and number of celery plant leaves. The conclusion from this research is that the 5 mL/L treatment of 5 mL/L kombucha fermentation waste is the best treatment to support the research parameters, namely growth data on the average plant height and the number of leaves of celery plants.Pupuk yang dihasilkan dari campuran bahan-bahan yang mudah terurai, mudah memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah karena mengandung unsur hara sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan tanaman dikenal dengan pupuk cair organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pupuk cair organik yang berasal dari limbah fermentasi kombucha telang dikombinasikan dengan EM4 terhadap pertumbuhan tanaman seledri. Desain penelitiannya meliputi T1 yaitu tanpa perlakuan. T2 merupakan limbah fermentasi kombucha bunga telang yang ditambah 1 mL/L EM4. T3 merupakan limbah fermentasi kombucha bunga telang yang ditambah 3 mL/L EM4. T4 merupakan limbah fermentasi kombucha bunga telang yang ditambah 5 mL/L EM4. Parameter penelitian ini meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil penelitian ini membuktikan limbah bunga telang fermentasi kombucha yang dikombinasikan dengan EM4 berkorelasi positif dalam mendukung parameter pertumbuhan tanaman seledri, baik tinggi tanaman maupun jumlah daun tanaman seledri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan 5 mL/L limbah fermentasi kombucha 5 mL/L merupakan perlakuan terbaik untuk mendukung parameter penelitian yaitu data pertumbuhan rata-rata tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman seledri

    Keanekaragaman dan Kelimpahan Vegetasi Riparian di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep

    Full text link
    Riparian vegetation is a plant community of several types of habitus such as trees, saplings and seedlings that live on river banks. The characteristics of riparian vegetation which have specifically adapted to environmental conditions make it have many strategic functions in maintaining the ecosystem. Some of the positive impacts of riparian vegetation depend on the varying structure and composition of the vegetation. The destruction of riparian vegetation will result in a decrease in the function of riparian vegetation in maintaining the ecosystem. The aim of this research is to study the diversity and abundance of riparian vegetation and to study environmental factors that influence the diversity and abundance of riparian vegetation. The method used is the belt transect method. The method is to make 4 belt transects, each measuring 10m x 80m. Each belt transect is made into a quadrant measuring 10m x 10m which is installed perpendicular to the river bank. Each quadrant is placed with a sampling plot measuring 2m x 2m for seedlings, 5m x 5m for saplings, and 10m x 10m for trees. Vegetation analysis includes: importance value index, diversity index (H'), uniformity index (E), and dominance index (C). The research was conducted on the Saroka River, Saronggi District, Sumenep Regency. The results of this research were the discovery of 37 types of riparian vegetation from 20 families whose habit was trees, saplings and seedlings. The highest INP for tree habitus is dominated by banana species, sapling habitus is dominated by cassava, while INP for seedling habitus is puzzle. The diversity index at all research stations is moderate (H'= 2.12), the uniformity index is high (E= 0.75) with a dominance index of 0.17 (almost no individuals dominate). Environmental factors that influence the diversity and abundance of riparian vegetation are air humidity, soil pH and environmental temperature.Vegetasi riparian merupakan suatu komunitas tumbuhan dari beberapa jenis habitus seperti pohon, pancang dan semai yang hidup di tepian sungai. Karakteristik vegetasi riparian yang secara spesifik telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan menjadikannya memiliki banyak fungsi strategis dalam menjaga ekosistem. Beberapa dampak positif dari adanya vegetasi riparian sangat bergantung kepada struktur dan komposisi penyusun vegetasi secara bervariasi. Musnahnya vegetasi riparian akan mengakibatkan penurunan fungsi vegetasi riparian dalam menjaga ekosistem. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari keanekaragaman dan kelimpahan vegetasi riparian serta mempelajari faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keanekaragaman dan keklimpahan vegetasi riparian. Metode yang digunakan metode belt transect. Caranya dengan membuat 4 belt transect masing-masing berukuran 10m x 80m. Tiap belt transect  dibuat kuadran berukuran 10m x 10m yang dipasang secara tegak lurus dengan tepi sungai. Tiap kuadran diletakkan plot pengambilan sampel berukuran 2m x 2m untuk semai, 5m x 5m untuk pancang, dan 10m x 10m untuk pohon. Analisis vegetasi, meliputi: indeks nilai penting, indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C). Penelitian dilakukan di Sungai Saroka Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian ini berupa ditemukan 37 jenis vegetasi riparian dari 20 famili yang berhabitus pohon, pancang dan semai. INP tertinggi pada habitus pohon didominasi oleh jenis Pisang, habitus pancang didominasi oleh Singkong, sedangkan INP habitus semai berupa teki-tekian.  Indeks  keanekaragaman di seluruh stasiun penelitian tergolong sedang (H’= 2,12), indeks keseragaman tergolong tinggi (E= 0,75) dengan indeks dominansi 0,17 (hampir tidak ada individu yang mendominasi). Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan vegetasi riparian adalah kelembaban udara, pH tanah dan suhu lingkungan

    Perbandingan Efektivitas Slow Deep Breathing Dan Brisk Walking Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi

    Full text link
    Hipertensi banyak dijumpai pada usia pertengahan. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan kematian. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan untuk menurunkan tekanan darah adalah relaksasi slow deep breathing dan brisk walking exercise. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas slow deep breathing dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Rancana penelitian menggunakan Pre eksperimen design dengan pendekatan Two Group and Post test Design. Sampel penelitian 56 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrument dalam penelitian ini yaitu SOP, stopwatch, lembar observasi dan sphygmomanometer. Data dianalisis menggunakan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah setelah diberikan slow deep breathing 5 mmHg sedangkan rerata setelah diberikan brisk walking exercise 9,14 mmHg. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-Test menunjukkan bahwa nilai p= 0,000 (<0,05), dapat disimpulkan bahwa slow deep breathing dan brisk walking exercise ada perbedaan efektivitas keduanya, dari kedua intervensi tersebut lebih efektif brisk walking exercise untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, karena brisk walking exercise dapat merangsang kontraksi otot, pemecahan glikogen & peningkatan oksigen jaringan, resistensi berkurang, mengurangi resiko terbentuknya arterosklerosis dan menurunkan tekanan darah. Slow deep breathing dan brisk walking exercise dapat digunakan sebagai intervensi dalam upaya menurunkan tekanan darah.Hipertensi banyak dijumpai pada usia pertengahan. Hipertensi pada lansia meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan kematian. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan untuk menurunkan tekanan darah adalah relaksasi slow deep breathing dan brisk walking exercise. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas slow deep breathing dan brisk walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Rancana penelitian menggunakan Pre eksperimen design dengan pendekatan Two Group and Post test Design. Sampel penelitian 56 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrument dalam penelitian ini yaitu SOP, stopwatch, lembar observasi dan sphygmomanometer. Data dianalisis menggunakan uji Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata tekanan darah setelah diberikan slow deep breathing 5 mmHg sedangkan rerata setelah diberikan brisk walking exercise 9,14 mmHg. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-Test menunjukkan bahwa nilai p= 0,000 (<0,05), dapat disimpulkan bahwa slow deep breathing dan brisk walking exercise ada perbedaan efektivitas keduanya, dari kedua intervensi tersebut lebih efektif brisk walking exercise untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, karena brisk walking exercise dapat merangsang kontraksi otot, pemecahan glikogen & peningkatan oksigen jaringan, resistensi berkurang, mengurangi resiko terbentuknya arterosklerosis dan menurunkan tekanan darah. Slow deep breathing dan brisk walking exercise dapat digunakan sebagai intervensi dalam upaya menurunkan tekanan darah

    Analisis Konsentrasi Pestisida Klorpirifos pada Letal Ikan Mas (Cyprinus carpio)

    Full text link
    One type of orghanophosphate pesticide used by farmers is chlorpyrifos. Uncontrolled use of pesticides has an impact on environmental pollution, especially aquatic biota. The purpose of this study was to analyze the acute concentration of chlorpyrifos pesticide against goldfish (Cyprinus carpio). The research method was experimental with preliminary research, acute toxicity test (LC50), real test (sub lethal). The concentration of treatment in experimental animals includes the sublethal test K0 (control) 0 ppm, K1 0.25 ppm, K2 0.30 ppm, K3 0.35 ppm, K4 0.40 ppm, K5 0.45 ppm. The preliminary test results obtained an upper lethal threshold value of 0.5 ppm and a lower lethal threshold value of 0.25 ppm. Acute toxicity tests ranged from K1 0.25 ppm to K5 0.45 ppm. The results of the acute toxicity test (LC50) at K1 0.25 ppm and K2 0.30 ppm showed experimental goldfish exposed to chlorpyrifos experienced abnormal behavior, namely increased operculum movement (opening and closing) with an average of K1 = 72.405; K2 = 43.130 causes goldfish to die quickly, swim on the surface, tend to approach the aerator, and move quickly without direction. The conclusion is that there is a significant relationship between the amount of pesticide concentration given to the survival of goldfish. Keywords:Goldfish (Cyprinus carpio), Chlorpyrifos pesticideSalah satu jenis pestisida orghanoposfat yang digunakan para petani yaitu klorpirifos. Penggunaan pestisida yang kurang terkontrol berdampak terhadap pencemaran lingkungan, khususnya biota perairan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis konsentrasi akut pestisida klorpirifos terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio). Metode penelitian adalah eksperimen dengan penelitian pendahuluan, uji toksisitas akut (LC50), uji sesungguhnya (sub lethal). Konsentrasi perlakuan pada hewan coba meliputi uji sublethal K0 (kontrol) 0 ppm, K1 0,25 ppm, K2 0,30 ppm, K3 0,35 ppm, K4 0,40 ppm, K5 0,45 ppm. Hasil uji pendahuluan diperoleh nilai ambang lethal atas sebesar 0,5 ppm dan nilai ambang lethal bawah adalah 0,25 ppm. Uji toksisitas akut kisaran K1 0,25 ppm sampai dengan K5 0,45 ppm. Hasil uji toksisitas akut (LC50) pada K1 0,25 ppm dan K2 0,30 ppm  menunjukkan hewan coba ikan mas terpapar klorpirifos mengalami tingkah laku abnormal yaitu meningkatnya gerakan operculum (membuka menutup) dengan rata-rata K1 = 72.405; K2 = 43.130 menyebabkan ikan mas cepat mati, berenang di permukaan, cenderung mendekati aerator, dan gerakan cepat tak terarah. Kesimpulan terdapat hubungan nyata antara besarnya konsentrasi pestisida yang diberikan dengan kelangsungan hidup ikan mas.   Kata kunci: Ikan Mas (Cyprinus carpio), Pestisida Klorpirifo

    Uji Perlakuan Irisan Daun Mimba (Azadirachta indica) Terhadap Penyusutan Luka Ikan Zebra (Danio rerio) (Kajian Eksperimen Biologi)

    Full text link
    Mimba adalah tanaman yang sangat berpotensial untuk dikembangkan pada saat ini, disebabkan mimba memiliki potensi besar untuk pengendalian hama, perlindungan terhadap lingkungan dan dalam bidang pengobatan. Azadirachta indica merupakan tanaman yang bernilai ekonomis tinggi karena dapat digunakan sebagai obat – obatan. Dalam beberapa tahun yang lalu ikan zebra sering digunakan sebagai organisme model percobaan dalam ilmu bidang biomedis, hal ini karena ikan zebra memiliki anatomi dan proses fisiologis yang sama dengan vertebrata yang lainnya. Berdasarkan penelitian sebelumnya mimba mengandung senyawa yaitu flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, alkaloid, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui pemberian daun mimba (Azadirachta indica) terhadap penyembuhan luka zebrafish (Danio rerio). Jumlah hewan uji adalah 28 ekor ikan zebra dibagi menjadi 4 kelompok.. Kelompok 1 sebagai kontrol, kelompok 2, 3 dan 4 sebagai perlakuan. Daun mimba di iris kemudian di taburkan ke dalam aquarium yang telah berisi ikan zebra yang terluka. Dilihat perubahan luka selama 7 hari. Dihitung dan di analisis rata – rata perubahan luka ikan zebra, kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA menggunakan JAMOVI. Hasil dari penelitian ini penyusutan luka ikan zebra (Danio rerio) dengan rata – rata penyusutan luka sebanyak 0,0486 cm pada perlakuan kontrol, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P1 sebanyak 0,1429 cm, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P2 sebanyak 0,1571 cm, rata – rata penyusutan ukuran luka pada  perlakuan P3 sebanayak 0,1714 cm, memiliki nilai yang beda nyata. Sehingga IDM dapat memberikan pengaruh terhadap penyusutan luka ikan zebra.Mimba adalah tanaman yang sangat berpotensial untuk dikembangkan pada saat ini, disebabkan mimba memiliki potensi besar untuk pengendalian hama, perlindungan terhadap lingkungan dan dalam bidang pengobatan. Azadirachta indica merupakan tanaman yang bernilai ekonomis tinggi karena dapat digunakan sebagai obat – obatan. Dalam beberapa tahun yang lalu ikan zebra sering digunakan sebagai organisme model percobaan dalam ilmu bidang biomedis, hal ini karena ikan zebra memiliki anatomi dan proses fisiologis yang sama dengan vertebrata yang lainnya. Berdasarkan penelitian sebelumnya mimba mengandung senyawa yaitu flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, alkaloid, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui pemberian daun mimba (Azadirachta indica) terhadap penyembuhan luka zebrafish (Danio rerio). Jumlah hewan uji adalah 28 ekor ikan zebra dibagi menjadi 4 kelompok.. Kelompok 1 sebagai kontrol, kelompok 2, 3 dan 4 sebagai perlakuan. Daun mimba di iris kemudian di taburkan ke dalam aquarium yang telah berisi ikan zebra yang terluka. Dilihat perubahan luka selama 7 hari. Dihitung dan di analisis rata – rata perubahan luka ikan zebra, kemudian dianalisis menggunakan uji ANOVA menggunakan JAMOVI. Hasil dari penelitian ini penyusutan luka ikan zebra (Danio rerio) dengan rata – rata penyusutan luka sebanyak 0,0486 cm pada perlakuan kontrol, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P1 sebanyak 0,1429 cm, rata – rata penyusutan ukuran luka pada perlakuan P2 sebanyak 0,1571 cm, rata – rata penyusutan ukuran luka pada  perlakuan P3 sebanayak 0,1714 cm, memiliki nilai yang beda nyata. Sehingga IDM dapat memberikan pengaruh terhadap penyusutan luka ikan zebra

    Composition of Types and Abundance of Perifitons in Coban Talun Hulu River Brantas, Batu City -East Java

    No full text
    This research was conducted at Coban Talun Hulu Sungai Brantas, Batu City, East Java in August 2020, this study aims to inventory, analyze the abundance of periphyton, analyze water parameters in the Brantas Coban Talun Hulu River. Determination of the location for sampling purposive. Physical and chemical parameters measured include temperature, pH, DO, turbidity and salinity. This study found 17 periphytic families, consisting of Naviculaceae, Melosiraceae, Bacillariaceae, Skeletonemaceae, Rhizosoleniaceae, Coscinodiscaceae, Peridiniaceae, Gonyaulacaceae, Triceratiaceae, Protoperidiniaceae, Striatellaceae, Dinophysaceae, Lithodesmiaceae, Leptocylindraceae, and Striatellaceae. The results of the abundance of periphyton showed that Coban Talun was at a good level. Periphyton community which is dominated by Bacillariophyceae group shows good water quality. Based on the analysis of water quality parameters, Coban Talun is in the good category. Although high anthropogenic and tourism activities are presented at Coban Talun, some riparian vegetation can reduce water pollution and stabilize dissolved and suspended soils caused by human activities. It can be concluded that Coban Talun is capable of supporting periphytonic life as well asPenelitian ini dilaksanakan di Coban Talun Hulu Sungai Brantas Kota Batu-Jawa Timur pada bulan Agustus 2020, penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi, menganalisis kelimpahan perifiton, menganalisis parameter air di Sungai Brantas Coban Talun Hulu. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara purposive. Parameter fisika dan kimia yang diukur meliputi suhu, pH, DO, kekeruhan dan salinitas. Penelitian ini menemukan 17 famili perifit, yang terdiri dari Naviculaceae, Melosiraceae, Bacillariaceae, Skeletonemaceae, Rhizosoleniaceae, Coscinodiscaceae, Peridiniaceae, Gonyaulacaceae, Triceratiaceae, Protoperidiniaceae, Striatellaceae, Dinophysaceae, Lithodesmiaceae, Leptocylindraceae, dan Striatellaceae. Hasil kelimpahan perifiton menunjukkan bahwa Coban Talun termasuk pada tingkat yang baik. Komunitas perifiton yang didominasi oleh kelompok Bacillariophyceae menunjukkan kualitas air yang baik. Berdasarkan analisis parameter kualitas air, Coban Talun berada pada kategori baik. Meskipun aktivitas antropogenik dan pariwisata yang tinggi disajikan di Coban Talun, beberapa vegetasi riparian dapat mengurangi pencemaran air dan menstabilkan tanah yang terlarut dan tersuspensi yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Dapat disimpulkan bahwa Coban Talun mampu mendukung kehidupan perifiton dan juga organisme akuatik lainnya

    Analisis Dinamika Atmosfer Pada Kejadian Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Kencang Di Semarang dan Demak Tanggal 13 Maret 2024

    Full text link
    Pada tanggal 13 Maret 2024 terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Semarang dan Demak. Bencana ini disebabkan oleh cuaca ekstrim berupa hujan ekstrim disertai badai guntur dan angin kencang. Beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji analisis cuaca ekstrim masih belum detail menjelaskan seluruh faktor yang dapat menjadi penyebab cuaca ektrim tersebut. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis seluruh faktor global, regional, hingga lokal, serta analisis fisis awan, sehingga dapat bermanfaat untuk operasional peringatan dini cuaca, terutama saat terjadi gangguan cuaca yang sejenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif kuantitatif, terhadap analisis ENSO, DM, MJO, CENS, SST, MSLP, streamline angin gradien, LLMT serta divergensinya, labilitas udara atas, fisis awan, curah hujan dan pasang surut air laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MJO dan gelombang Rossby Ekuator meningkatkan moisture di wilayah Indonesia. Selain itu, adanya bibit siklon tropis 91S di perairan selatan Jawa memicu penguatan aliran monsun Asia dan menyebabkan cross-equatorial flow dan meningkatkan transpor kelembapan dari LCS ke wilayah pesisir Utara Jawa. SST yang hangat, udara atas yang labil, serta konvergensi LLMT di wilayah Semarang dan sekitarnya semakin memicu terbentuknya MCS yang menjadi penyebab hujan ekstrim yang disertai badai guntur dan angin kencang, sehingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di Semarang dan Demak pada tanggal 13 Maret 2024.Pada tanggal 13 Maret 2024 terjadi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Semarang dan Demak. Bencana ini disebabkan oleh cuaca ekstrim berupa hujan ekstrim disertai badai guntur dan angin kencang. Beberapa penelitian sebelumnya yang mengkaji analisis cuaca ekstrim masih belum detail menjelaskan seluruh faktor yang dapat menjadi penyebab cuaca ektrim tersebut. Oleh karena itu, kajian ini menganalisis seluruh faktor global, regional, hingga lokal, serta analisis fisis awan, sehingga dapat bermanfaat untuk operasional peringatan dini cuaca, terutama saat terjadi gangguan cuaca yang sejenis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif kuantitatif, terhadap analisis ENSO, DM, MJO, CENS, SST, MSLP, streamline angin gradien, LLMT serta divergensinya, labilitas udara atas, fisis awan, curah hujan dan pasang surut air laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya MJO dan gelombang Rossby Ekuator meningkatkan moisture di wilayah Indonesia. Selain itu, adanya bibit siklon tropis 91S di perairan selatan Jawa memicu penguatan aliran monsun Asia dan menyebabkan cross-equatorial flow dan meningkatkan transpor kelembapan dari LCS ke wilayah pesisir Utara Jawa. SST yang hangat, udara atas yang labil, serta konvergensi LLMT di wilayah Semarang dan sekitarnya semakin memicu terbentuknya MCS yang menjadi penyebab hujan ekstrim yang disertai badai guntur dan angin kencang, sehingga memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di Semarang dan Demak pada tanggal 13 Maret 2024

    211

    full texts

    254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇