e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
Not a member yet
    254 research outputs found

    Profil Fitokimia pada Jamu Kunci-Sirih (Boesenbergia pandurata dan Piper betle): Phytochemical Profiles in “Jamu Kunci-Sirih†(Boesenbergia pandurata-Piper betle)

    No full text
    “Kunci sirih†is one of a genre “jamu gendongâ€. “Jamu kunci sirih†made with the main composition consisting of Boesenbergia pandurata rhizome and Piper betle leaf. “Jamu kunci sirihâ€trusted contain active compounds that can be utilized in treatment of vaginal discharge, strengthen for the muscle of vaginal tube, eliminating body odor, shrink the uterus and stomach, and strengthen teeth. This research aims to know the content of the active compounds in aqueous condensation of “jamu kunci sirih†and know the relationship that emerged between compounds in test on the condensation “jamu kunci sirih†sirih (Boesenbergia pandurata and Piper betle). The research used the experiment with complete randomized design that was composed of three treatments and four replicates and measured by score of the color using newton's rings circles reverse scale i.e. from light colors to dark colors. The data were analyzed using Pearson correlation test aims to measure the strength and direction of correlation relationship between two variables confidence levels of P = 0.01 and P = 0.05. Results in detection of active compounds in solution of herbs can be concluded that aqueous herbal medicine contains compounds of alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The results of a correlation was negatife means the relationship is not unidirectional and positive meaning that direct relationship. Keywords: Rizhome of “temu kunciâ€, betel leaf, correlation. ABSTRAK Kunci sirih merupakan salah satu jenis jamu gendong. Jamu kunci sirih dibuat dengan komposisi utama yang terdiri dari rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata) dan daun sirih (Piper betle). Jamu kunci sirih diduga memiliki kandungan senyawa aktif yang bisa dimanfaatkan dalam mengobati keputihan, untuk organ intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, dan menguatkan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa aktif yang terdapat pada larutan jamu kunci sirih dan mengetahui hubungan yang muncul diantara senyawa yang di uji pada larutan jamu kunci sirih (Boesenbergia pandurata dan Piper betle). Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yaitu terdiri dari tiga perlakuan dan empat ulangan dan diukur dengan skor warna menggunakan lingkaran cincin newton skala terbalik yaitu dari warna terang ke warna gelap. Data dianalisis dengan uji korelasi pearson yang bertujuan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan linier antara dua variable pada taraf kepercayaan P=0,01 dan P=0,05. Hasil pada deteksi senyawa aktif pada larutan jamu kunci sirih dapat disimpulkan bahwa larutan jamu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pada hasil korelasi negatife yang artinya hubungan tidak searah dan positif yang artinya hubungan searah. Kata Kunci: Rimpang temu kunci, daun sirih, korelas

    Potensi Kadar Air terhadap Pembusukan Surimi Ikan Layang (Decapterus russelli) setelah dibekukan: Analysis of Water content of Surimi Indian Scad (Decapterus russelli) after Freezing and Potential of Decomposition

    No full text
    Surimi is a lump of meat that has undergone a process of washing, pressing, and freezing. Water content contained in fish is the main factor causing damage to food. The higher the water content of a food the greater the likelihood of damage. This study aims to analyze the water content found in surimi of Indian Scad before and after being frozen, and the potential of decomposition. This research uses experimental method with treatment that is, surimi (processed semi-finished) gliders before frozen and after frozen and each treatment using five replications. Water content analysis was used technical oven-gravimetry. The results showed that the average water content before freezing was 67.48% and after freezing was 71.9%. Surimi which was frozen for seven days increased water content by 4.42%, the value showed a significant difference, thus after frozen storage had significant effect on surimi water content of Indian Scad. High moisture levels in frozen fish surimi that have been frozen storage have the potential to accelerate the growth of bacteria so that surimi can not last longer. Keywords: water content, surimi, Indian scad, decomposition potential   ABSTRAK Surimi adalah lumatan daging yang telah mengalami proses pencucian, pengepresan, dan pembekuan. Kadar air yang terkandung di dalam ikan merupakan faktor utama penyebab kerusakan bahan pangan. Semakin tinggi kadar air suatu bahan pangan maka semakin besar kemungkinan kerusakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air yang terdapat pada surimi ikan layang sebelum dan sesudah dibekukan, serta potensi pembusukkannya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan perlakuan yaitu, surimi (olahan setengah jadi) ikan layang sebelum dibekukan dan sesudah dibekukan dan masing-masing perlakuan menggunakan lima kali ulangan. Analisis kadar air menggunakan cara oven-gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar air sebelum dibekukan yaitu 67,48% dan sesudah dibekukan yaitu 71,9%. Surimi yang dibekukan selama tujuh hari mengalami peningkatan kadar air sebesar 4,42 %, nilai tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan demikian setelah penyimpanan beku berpengaruh nyata terhadap kadar air surimi ikan layang. Kadar air yang tinggi pada surimi ikan layang yang telah mengalami penyimpanan beku berpotensi mempercepat tumbuhnya bakteri sehingga surimi tidak tahan lebih lama. Kata kunci : kadar air, surimi, ikan layang, potensi pembusuka

    Uji Anti Hiperglikemik Rebusan Kulit Batang Cananga odorata L. Terhadap Tikus Diabetes: (Anti-hyperglycemic Test of Stewed  Cananga odorata L. Wood Bark Against Rat Diabetes)

    Get PDF
    Based on public knowledge, drinking one glass of stewed cananga bark water (± 250 mL) can reduce the blood glucose level in diabetic patients. Preliminary test results to hyperglycemic (alocxan induction)male white mice (Rattus norvegicus) Strain Wistar with volume of 1 ml/Kg bw of stewed 200 grams of the Cananga odorataL. barkin 250 mlof distilled water found that it can significantly reduce their blood glucose level. The experimental Method was randomised block design (RBD) with five treatments and fourreplications. Treatment of I (K0) was a control group consisting of untreated mice; Treatment of II (K1) uses hyperglicemic mice treated with 0.5% CMC (volume 0.5 mL/Kg bw); Treatmentof III (K2) treats hiperglycemicmice with stewed cananga bark water at 100 % concentration level (volume 0.5 mL/Kg bw); Treatmentof IV (K3) treats the mice with 80% concentration level of stewed cananga bark water (volume 0.5 mL/Kg bw); Treatmentof V(K4) treats the mice with 60% concentration level of stewed cananga bark water (volume 0.5 mL/Kg bw). Three kinds of blood glucose levelwere recorded: fasting blood glucose, 30 minutes after treatment and the blood glucose post-Dextrose monohydrate using automatic blood test machine (Easy Touch GCU: NESCO multicheck).All of the measurements were analysed using analysis of variance (anova) followed by Duncan test using SPSS.The results show that the treatment using stewed cananga bark water can reduce the mice’s blood glucose level and can use a alternative of decreasing blood glucose level in diabetic patients. Keywords: Blood glucose level, stewed cananga bark water ABSTRAK Berdasarkan pengalaman empiris di masyarakat, minum rebusan kulit batang kenanga sebanyak satu gelas (± 250 mL) dapat menurunkan kadar gula darah para penderita diabetes militus (DM). Hasil uji pendahuluan dari merebusan 200 gram kulit batang Cananga odorata L. dengan aquades 250 ml kepada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) Strain Wistar hiperglikemik (induksi alocxan)dengan volume 1 ml/Kg bb dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan.Menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK), lima  perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan I (K0) adalah kelompok tikus kontrol tanpa perlakuan; Perlakuan II (K1) adalah kelompok tikus hiperglikemik diberi CMC 0,5 % (volume 0,5 mL/Kg bb); Perlakuan III (K2): adalah kelompok tikus hiperglikemik diberi rebusan kulit batang kenanga konsentrasi 100% (volume 0,5 mL/Kg bb); Perlakuan IV (K3) adalah kelompok tikus hiperglikemik diberi rebusan kulit batang kenanga konsentrasi 80% (volume 0,5 mL/Kg bb); Perlakuan V(K4) adalah kelompok tikus hiperglikemik diberi rebusan kulit batang kenanga konsentrasi 60% (volume 0,5 mL/Kg bb). Data diambil kadar gula darah puasa, 30 menit pasca perlakuan dan kadar gula darah pasca Dextrose monohydrate menggunakan cek darah otomatis (Easy Touch GCU : NESCO multicheck). Analisis data secara anava (analisis variansi) dan dilajutkan dengan uji Duncan menggunakan program statistical product and service solution (SPSS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian rebusan kulit batang  kenanga dapat menurunkan kadar gula darah tikus dan dapat digunakan sebagai alternative penurun kadar gula darah penderita diabetes.   Kata kunci : Kadar gula darah, Rebusan kulit batang kenanga. &nbsp

    Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang pada Depo Air Minum Di Sekitar Kampus UNISMA Malang: (Quality Test of Refill Drinking Water at the Depot in around UNISMA Campus of Malang)

    Get PDF
    The research aims is to examine the quality of refill drinking water around UNISMA campus, it is reviewed about the test of physical, chemical and microbiological quality, and to know whether the quality of drinking water is in compliance with quality standard of drinking water No.492/MENKES/PER/1V/2010. Using method of qualitative descriptive is the parameter of smell and taste. Quantitative descriptive parameters are temperature and turbidity, TDS, conductivity, pH, DO and coliform. Test and analysis of quantitative is done in laboratory toward the water sampling of refilled drinking water that is taken from three depots with purposive sampling. Sample is replicated three times from respective depot. Refill drinking water in around the UNISMA campus of Malang, the test of odor, taste, physical, chemical and microbiological quality; temperature, turbidity, TDS, Conductivity, pH, DO, and coliform, is qualify to be consumed by the people, because the value of each parameter has fulfilled the quality standard from the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.492/MENKE/PER/IV/2010. Keyword: quality; refill drinking water; physical, chemical and microbiological parameter ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa kualitas air minum isi ulang di sekitar kampus UNISMA ditinjau tentang uji kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi serta mengetahui apakah kualitas air minum isi ulang sudah sesuai standar baku mutu kualitas air minum No.492/MENKES/PER/1V/2010. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif  kualitatif untuk parameter : Bau dan Rasa, sedangkan deskripstif kuantitatif  untuk parameter: Suhu, Kekeruhan, TDS, Konduktivitas, pH, DO dan Coliform. Uji dan analisis kuantitatif dilaksanakan di laboratorium terhadap sampel air minum isi ulang yang di ambil dari tiga depo air minum secara purposive (sengaja). Sampel diulang 3 kali dari masing-masing depo. Air minum isi ulang di sekitar kampus UNISMA Malang ditinjau dari parameter bau, rasa, kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi; suhu, kekeruhan, TDS, konduktivitas, pH, DO, dan koliform, memenuhi syarat untuk dikonsumsi oleh masyarakat, karena nilai masing-masing parameter tersebut sudah memenuhi standar baku mutu dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010. Kata kunci: kualitas; air minum isi ulang; parameter fisik, kimia dan mikrobiolog

    Studi Sub-Kronik 90 Hari: Pengaruh Ekstrak Scurrula atropurpurea Terhadap Kadar Kolesterol Tikus (Rattus norvegicus) Betina Galur Wistar: (Study of Sub Chronic during 90 Days: Effect of Scurrula atropurpurea Extract toward Cholesterol Level in Rat (Rattus norvegicus))

    Get PDF
    The safety of compound for experiment and agent toxic effect in certain time period, need toxicity test. The research was aimed to investigate the effect of Methanolic Extract of Scurrula atropurpurea [Bl] Dans (MESA) to rats (Rattus norvegicus) during 90 days. Subject of the study were female white rats  Wistar strain, 1.5 – 2 months old and 100 gram minimum weight. Rats were divided into 4 groups; each group consists of 5 rats. The first group was control. Second, third and fourth groups were given MESA peroral with dosage 250, 500 and 1000 mg/KgBW. MESA were given 5 times in a week during 90 days (sub chronic toxicity test). The result of one-way ANOVA test revealed there was no significant difference of cholesterol level in serum among four treatment groups. Dosage treatments of MESA and control groups in female white Rats (Rattus norvegicus) are not toxic in experimental animals. Keywords: Mistletoe tea, Sub chronic, cholesterol ABSTRAK Keamanan sediaan uji untuk informasi adanya efek toksik setelah pemaparan sediaan uji secara berulang dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan uji toksikologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun benalu teh Scurrula atropurpurea Bl. terhadap kadar kolesterol pada hewan coba tikus putih betina (Rattus norvegicus) selama 90 hari (subkronik). Metode penelitian ini adalah Eksperimental dengan perlakuan dosis Estrak Metanolik Scurrula atropurpurea (EMSA) dosis 250 mg/KgBB., 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB dengan ulangan 5x tiap perlakuan. Subjek menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus) betina strain Wistar yang berumur 1,5 – 2 bulan dengan berat badan minimal 100 gram. Perlakuan dalam penelitian ini berupa Dosis tersebut diberikan 5 kali seminggu selama 90 hari (uji toksisitas subkronik) secara per oral. Kadar kolesterol dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol darah antara kontrol dengan perlakuan tidak berbeda nyata. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian EMSA (Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea) pada tikus putih (Rattus norvegicus) betina adalah tidak toksik pada hewan coba. Kata kunci : Benalu teh, sub kronik, kolestro

    Karakteristik Mikoriza Anggrek Dendrobium sp. dan Spathoglottis sp. pada Media PDA dengan perbedaan pH: (Identifying Characteristic of Mycorrhizal Orchid Dendrobium sp. and Spathoglottis sp. in pH Differences of PDA Media)

    Get PDF
    Mycorrhizal is relationship mutualism between root and fungi. Examination of fungi requires environment outside of the orchid body. Most fungi grow up at relatively low pH. The aim of research is to identify the variety of mycorrhizal orchid isolates which in the orchid root of Dendrobium sp. (epiphytic orchids) and Spathoglottis sp. (Terrestrial orchids) and that in two kinds of growth media pH.  The research method is descriptive experimental design with combination of treatments toward two orchid species, PDA media (Potato Dextrose Agar) by without and adding HCl 10% and types of cutting orchid root is cross and longitudinal. The technique of growth fungi consists of eight treatments those are code of SA1.1, SA2.1, SB1.1, SB2.1, DA1.1, DA2.1, DB1.1, and DB2. Root pieces had been isolated into Potato Dextrose Agar media and incubated for 2-5 days. Colonies of fungi that grow had been purified isolate and incubated for 2-3 days. Identification is based on the macroscopic morphology and microscopic characters and is used determination key. The media with low pH show more growth of isolate fungi variety.  The result of this research is growth of orchid’s mycorrizhal there was a genus, Mucor. Isolate from low pH of media, root of Spathoglottis sp. terrestrial orchids that longitudinal cut there were two genuses, Mucor and Rhizoctonia. Keywords: Mycorrizal, PDA Media, Orchid Root ABSTRAK Mikoriza adalah hubungan simbiosis mutualisme antara akar dan jamur. Pemeriksaan jamur membutuhkan lingkungan diluar tubuh tanaman anggrek. Jamur pada umumnya tumbuh pada pH relatif rendah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis isolat jamur mikoriza yang terdapat pada akar anggrek Dendrobium sp. (anggrek epifit) dan Spathoglottis sp. (anggrek terrestrial) pada dua macam pH media pertumbuhan. Metode penelitian ini menggunakan percobaan dengan rancangan deskriptif kepada kombinasi perlakuan yaitu dua spesies anggrek, media PDA (Potato Dextrose Agar) tanpa dan dengan penambahan HCl 10%, tipe potongan akar melintang dan membujur. Pertumbuhan jamur terdiri atas delapan perlakuan yaitu kode SA1.1, SA2.1, SB1.1, SB2.1, DA1.1, DA2.1, DB1.1 dan DB2.1. Potongan akar diisolasi ke dalam media PDA (Potato Dextrose Agar) dan diinkubasi selama 2-5 hari. Selanjutnya, koloni jamur yang tumbuh dilakukan biakan murni dan diinkubasi selama 2-3 hari. Identifikasi berdasarkan karakter morfologi makroskopis dan mikroskopis dan digunakan kunci determinasi. Media dengan pH rendah menunjukkan pertumbuhan jenis isolat jamur lebih banyak. Hasil dari penelitian ini yaitu pertumbuhan mikoriza anggrek pada isolat terdapat satu genus yaitu Mucor. Isolat dari media pH rendah berasal dari akar anggrek terrestrial Spathoglottis sp. dipotong membujur terdapat dua genus yaitu Mucor dan Rhizoctonia.. Kata kunci: Mikoriza, Media PDA, Akar Anggre

    Studi Kadar Lipid Trigliserida pada Tikus Wistar Setelah Pemberian Ekstrak Metanolik Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans Secara Subkronik Selama 90 Hari: (Study of Triglyceride Lipid Level in Rats after Sub-cronic Exposure within 90-Days of Methanolic Extract of Scurrula atropurpurea (BI.) Dans)

    Get PDF
    The Increasing of triglycerides  level caused ossified artery. Tea parasite consists such secondary metabolic namely Flavonoids, Querstin, Tannin, Glycoside, Alkaloid, Saponin, and Inuline. These plants are parasites to tea plant (Thea sinensis L.) and very potential to be a medical plants. The purpose of this research was to know the effect of MESA toward triglyseride. In order to see its safety and to gain information of toxic existence after repeated analysis for certain duration of time, an examination of toxicity is necessary by applying 2-3 experimental animals from different furrow whether it is done acutely for 24 hours, sub-chronically for 28 days and 90 days. This research was True Experimental Design and also using CRD (Complete Randomised Design). MESA was presented in mice for 90 days (sub-chronic) and 40 mice are used and divided into four groups. one group as control and three groups have different doses of MESA. Level of triglyceride in serum of mice examined. Significant differences between groups of treatment compared to group of control, and the result of triglyceride Degree measurement which has been done by experimenting each group of P1, P2, and P, shows that MESA with dose 250 mg/kg BW, 500 mg/kg BW, and 1000 mg/kg BW have almost the same value with control or so-called as insignificant value of (p>0.05) because suspected of high flavonoids substances cause the decrease of triglyseride levels. In which, the level of triglyceride of female mouse is normal means it not cause toxic. Key words: tea parasite, sub-chronic, triglyceride. ABSTRAK Kadar trigliserida yang meningkat dapat menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Benalu teh mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, quersetin tanin, glikosida, alkaloid, saponin, dan inulin. Benalu teh hidup menopang pada tanaman teh dan memiliki potensi untuk dijadikan bahan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kadar trigliserida setelah pemaparan EMSA selama 90 hari. Suatu sediaan uji perlu pemaparan secara berulang dalam jangka waktu tertentu untuk melihat adanya efek toksik serta keamanannya untuk dikonsumsi. Sehingga suatu sediaan perlu dilakukan uji toksisitas dengan menggunakan 2-3 hewan uji coba dari galur yang berbeda, baik secara akut tidak lebih dari 24 jam, subkronik 28 hari dan subkronik 90 hari. Penelitian ini merupakan True Experimental Design dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). EMSA dipaparkan selama 90 hari dengan hewan coba tikus digunakan berjumlah 40 ekor dan dibagi menjadi empat kelompok. Satu kelompok sebagai Kontrol, dan tiga kelompok sebagai dosis yang berbeda. Serum yang diperiksa adalah kadar trigliserida. Perbedaan signifikan antara rata-rata kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil pengukuran kadar trigliserida yang telah dilakukan dengan pengujian terhadap masing-masing kelompok P1, P2, serta P3 menunjukkan bahwa EMSA dengan dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB memiliki nilai yang tidak berbeda nyata dengan control atau disebut dengan tidak signifikan dengan nilai (p>0,05) karena diduga adanya zat aktif flavonoid yang tinggi menyebabkan kadar trigliserida menjadi menurun. Dalam hal ini kadar trigliserida tikus wistar betina bersifat normal sehingga tidak bersifat racun. Kata kunci: benalu teh, subkronik, trigliserida

    Protein Surimi Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) karena Pengaruh Penyimpanan Beku dan Kontribusinya di dalam Pemenuhan Kecukupan Protein: (Surimi Protein of Kurisi Fish (Nemipterus hexodon) Due to the effect of Frozen Storage and Its Contribution in Protein Sufficiency Fulfillment)

    Get PDF
      The surimi of Kurisi Fish is a meat curd fish meal that has undergone weeding, washing, and adding bioprotectant materials such as salt and cryoprotectant. Frozen storage is one of the efforts to preserve surimi of Kurisi fish (Nemipterus hexodon) in order not to decrease protein content. The objective of the study was to study the effect of frozen surimi Kurisi fish (Nemipterus hexodon) storage on total protein content and its contribution in the fulfillment of protein sufficiency. This study uses purposive sampling, experimental method, and statistical analysis technique with two-population average test (Independent t-Test). The treatment used was not frozen and frozen storage each with five replications. Quantitative data were analyzed using SPSS software version 17. Protein content before frozen storage was 20.33% and after frozen storage was 19.72%. The result of statistical test is obtained  t count 0.7966 <t (0.05) 1,859438, it mean that at the level of significance of 5% decrease in protein content in frozen storage surimi fish Kurisi no effect significantly. Keywords: Surimi, Kurisi fish, frozen storage, total protein, protein sufficiency ABSTRAK Surimi ikan Kurisi merupakan lumatan daging ikan Kurisi yang telah mengalami proses penyiangan, pencucian, dan penambahan bahan bioprotektan seperti garam dan cryoprotectant. Penyimpanan beku adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk mengawetkan surimi ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) agar tidak mengalami penurunan kandungan protein. Tujuan Penelitian adalah mempelajari pengaruh penyimpanan beku surimi ikan Kurisi terhadap kadar protein total serta kontribusinya di dalam pemenuhan kecukupan protein. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, metode eksperimen, dan teknik analisis statistika dengan uji rata-rata dua populasi (Independent t-Test). Perlakuan yang digunakan adalah tidak disimpan beku dan penyimpanan beku masing-masing dengan lima kali ulangan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan software SPSS versi 17. Kadar protein sebelum penyimpanan beku adalah  20.33% dan sesudah penyimpanan beku sebesar 19.72%. Hasil uji statistik didapatkan  thitung 0.7966 < t(0.05) 1,8594, artinya pada tingkat signifikansi 5% penurunan kadar protein pada penyimpanan beku surimi ikan Kurisi tidak berpengaruh secara nyata. Kata kunci: Surimi, ikan Kurisi, penyimpanan beku, kecukupan protei

    Distribusi Spasial Pohon Peneduh Jalan Raya Lowokwaru Kota Malang dengan Aplikasi GIS: (Spatial Distribution of Shade Trees on Lowokwaru of Malang City with GIS Application)

    Get PDF
    The phenomenon of global warming is one of the strategic issues that now this happens in all areas. The tree has significant role in the green line because the function in preventing air pollution and maintain the stability of the global climate change. The purpose of this research is to know the type of the tree includes the found on the roadside of the highway district) and Tlogomas Lowokwaru sub-Malang city and know the spatial distribution of the types of trees includes found on the roadside MT Haryono and Tlogomas streets Lowokwaru sub-city of Malang using Geographic Information System (GIS) application. This research uses the method of observation directly in the grounds related to the distribution of the types of includes the trees at the roadside. The result of this observation will get spatial data of coordinate shade tree, so that will produce spatial distribution map of shade tree. The results of this study obtained the number of species of shade trees found as many as 18 species with a total tree of 193 Individuals. The most shaded trees along the road are Angsana (Pterocarpus indicus) trees with 75 individuals, Mahogany (Swietinia macrophylla) with 48 individuals, Kersen tree (Muntingia calabura) and trembesi (Albizia saman). All of these trees are valuable for the environment in the reduction of air pollution, shading for road users and not disrupting road infrastructure. Distribution of shade trees in the area around the campus and the school has a high diversity than other areas. Keywords: Spatial distribution, Shade trees, road, GIS ABSTRAK Fenomena pemanasan global termasuk salah satu isu strategis yang sekarang ini terjadi semua kawasan. Pohon memiliki peranan yang sangat penting terkait jalur hijau karena berfungsi dalam mencegah pencemaran udara, dan menjaga keseimbangan iklim global. Penelitian terkait dengan diversitas tumbuhan penting dilakukan untuk menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui jenis-jenis pohon peneduh yang ditemukan di sepanjang pinggir jalan raya kelurahan Dinoyo dan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang dan mengetahui distribusi spasial jenis-jenis pohon peneduh yang ditemukan di sepanjang pinggir jalan raya kelurahan Dinoyo dan Tlogomas kecamatan Lowokwaru kota Malang dengan menggunakan aplikasi Geographic Information System (GIS). Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi secara langsung di lapangan terkait distribusi jenis-jenis pohon peneduh di sepanjang pinggir jalan raya. Hasil dari observasi tersebut akan didapatkan data spasial koordinat pohon peneduh, sehingga akan dihasilkan peta distribusi spasial pohon peneduh. Hasil dari penelitian ini didapatkan jumlah spesies pohon peneduh yang ditemukan sebanyak 18 spesies dengan total pohon sebanyak 193 Individu. Pohon Peneduh yang paling banyak tersebar di sepanjang  jalan adalah pohon Angsana (Pterocarpus indicus) dengan jumlah individu sebanyak 75 individu, pohon Mahoni (Swietinia macrophylla) dengan total 48 individu, pohon kersen (Muntingia calabura) dan  trembesi (Albizia saman). Semua pohon tersebut merupakan pohon yang memiliki nilai bagi lingkungan dalam pengurangan pencemaran udara, peneduh bagi pengguna jalan dan tidak mengganggu infrastruktur jalan. Distribusi pohon peneduh pada daerah disekitar kampus dan sekolah memiliki keanekaragaman yang tinggi dibanding daerah lainnya.    Kata kunci: Distribusi spasial, pohon peneduh, jalan raya, GI

    Uji Kandungan Albumin Ikan Gabus (Channa striata ) dalam Perbedaan Lingkungan Air: (Albumin level Test of Snakehead Fish (Channa striata) in different salinity Environment )

    Get PDF
    Snakehead or kuthuk fish needed to be cultivated through technological engineering methods so as to minimize the wild capture of the current rampant. Snakehead had more albumin protein than other fish. As a source of albumin, Snakehead could be an expensive alternative to albumin. This study aimed to determine the level of Snakehead albumin as well as compared between brackish water fish Maduran Lamongan District and fresh water Yosowilangun Lumajang District. The research method was an experimental research with purposive sampling and analysis technique of mean of two populations. This study used snakehead samples. Repeat 3x and two at each position of samples of meat samples near the heads and tails. Precipitation of albumin using 10% NaOH to increase pH up to 11.5; H2SO4 10% to decrease pH down to 5.5. Determination of albumin quantity was done by Biuret-spectrophotometer method at 540 nm wave length with duplo for each sample aliquot. The analysis used two average test techniques of two data populations with distribution. Based on the results of the study, the albumin level of snakehead that lived in brackish water was higher than in freshwater. Keywords: Snakehead (Channa striata), Albumin, Brackish Water, Fresh Water ABSTRAK Ikan gabus atau ikan kuthuk perlu dibudidayakan melalui metode rekayasa teknologi sehingga dapat meminimalisir penangkapan liar yang marak terjadi saat ini. Ikan gabus memiliki protein albumin yang lebih banyak dibandingkan dengan ikan lainnya. Sebagai sumber albumin, ikan gabus dapat dijadikan alternatif albumin yang mahal harganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar albumin ikan gabus serta membandingkan antara ikan gabus air payau Kecamatan Maduran Lamongan dan air tawar Kecamatan Yosowilangun Lumajang. Metode penelitian merupakan penelitian eksperimen dengan purposive sampling dan teknik analisis uji rerata dua populasi. Penelitian ini menggunakan sampel ikan gabus. Dilakukan ulangan 3x dan masing-masing pada dua posisi cuplikan sampel daging di dekat kepala dan ekor. Pengendapan albumin menggunakan NaOH 10 % untuk menaikkan pH hingga 11,5; H2SO4 10 % untuk menurunkan pH hingga 5,5. Penentuan kuantitas albumin dikerjakan dengan metode Biuret-spektrofotometer pada panjang gelombang 540nm dengan duplo untuk setiap cuplikan sampel. Analisis menggunakan teknik uji dua rerata dari dua populasi data dengan sebaran. Berdasarkan hasil penelitian, kadar albumin ikan gabus yang hidup di air payau lebih tinggi dibandingkan dengan hidup di air tawar. Kata kunci :Ikan gabus (Channa striata), Albumin, Air Payau, Air Tawa

    211

    full texts

    254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇