e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
Not a member yet
    254 research outputs found

    Kajian Potensi Wisata dan Persepsi Wisatawan terhadap Pengembangan Wisata di Hutan Kera Nepa Desa Batioh, Banyuates Sampang: Study of Tourism Potential and Tourist Perception toward Tourism Development in Kera Nepa Forest in Batioh Village of Banyuates Sampang

    Get PDF
    The aim of research is to know the tourism potential and the perception of tourists toward Kera Nepa forest in Batioh village of Banyuates district of  Sampang Regency. This research use descriptive method, technical survey, and was conducted  to observe the potential of tourism and questionnaires to determine the perception of tourists and using strategy of SWOT analysis. The Kera Nepa forest there are potential of plants, unique animals and natural potential. The perception of tourists about the Kera Nepa forest has beautiful panorama, cool, still original and the monkey population is reduced due to the number of tourists visiting with the highest value of 2.93 (high category). The perception of tourism development with the principle of ecotourism is the lowest value of 2.43 (medium category). SWOT analysis on strategy result 13 formulation that is optimizing ODTWA, cooperation with stakeholders, community empowerment, intensive promotion, attractive tourism product, improvement of investment climate, cooperation in tourism area security, motivating society in making home industry, surveillance to visitor, memorial to visitors not to disturb the long-tailed monkey habitat, innovate in the packaging of tourism products, the development of eco-tourism potential, provide guidance of public to the importance of tourism area. Keywords: tourism potential, perception of tourist, SWOT ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui potensi wisata dan persepsi wisatawan tentang kawasan wisata Hutan Kera Nepa Desa Batioh Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif teknik survei yaitu observasi untuk mengetahui potensi wisata dan kuesioner persepsi wisatawan terhadap kawasan wisata serta menggunakan analisis strategi yaitu analisis SWOT. Pada kawasan Hutan Kera Nepa terdapat potensi tumbuhan, satwa unik dan potensi alam. Persepsi wisatawan tentang Hutan Kera Nepa mempunyai panorama indah, sejuk, masih asli dan populasi monyet berkurang akibat banyaknya wisatawan yang berkunjung mempunyai nilai tertinggi yaitu 2,93 (kategori tinggi). Persepsi tentang pengembangan wisata dengan prinsip ekowisata dengan nilai terendah yaitu 2,43 (kategori sedang). Analisis SWOT tentang strategi menghasilkan 13 rumusan yaitu mengoptimalkan ODTWA, kerjasama dengan stakeholders, pemberdayaan masyarakat, promosi secara intensif,  produk wisata menarik, peningkatan iklim investasi, bekerjasama dalam keamanan kawasan wisata, motivasi dalam pembuatan industri rumah tangga, pengawasan terhadap pengunjung, peringatan terhadap pengunjung untuk tidak mengganggu habitat monyet ekor panjang, berinovasi dalam pengemasan produk wisata, pengembangan potensi obyek wisata ramah lingkungan, pembinaan masyarakat pentingnya keberadan kawasan wisata. Kata kunci : Potensi Wisata, Persepsi Wisatawan, SWOT           &nbsp

    Diversitas Serangga Predator yang Datang pada Lahan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L) Berdasarkan Variasi Temporal di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan: Predatory Insects Diversity that Coming on Land of Pepper (Capsicum frutescens L) Based on Temporal Variation in Bumianyar Subdistrict of Tanjungbumi District of Bangkalan Residence

    Get PDF
    The cultivation of cayenne pepper is constrained by the changing weather, the cost of management and the price of pepticides, as well as attacks of various pests and diseases.This study aims to determine the types of predatory insects that come on the land of cayenne pepper, diversity, and the influence of abiotic factors on the amount of insects found. The research was conducted in the field of cayenne plants located in Bumianyar Subdistrict of Tanjungbumi District of Bangkalan Residence. This research uses quantitative descriptive method and  determination of observation plot using Purposive sampling method, observation of insects that come in observation plot using direct observation method. The data analysis calculated the ecological parameters and calculated the correlation between the abiotic factors and the insects found. The results obtained from this research that is found 7 species with 67 individuals. The index of diversity in the morning period is 1,219, noon 0,536 and in the afternoon 1,141. The morning equity index is 0.379, 0.209 and 0.339 in the afternoon. The highest species equality index in the morning-afternoon was 0.67. The result of correlation between temperature, humidity and light intensity with the amount of insects is negative, and between wind speed and the amount of insects is 0.226. Keywords: Predator insects, cayenne pepper, diversity ABSTRAK Budidaya cabai rawit terkendala dengan cuaca yang berubah-ubah, biaya pengelolaan dan harga peptisida, serta serangan berbagai hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis serangga predator yang datang pada lahan tanaman cabai rawit, diversitas, dan pengaruh faktor abiotik terhadap jumlah serangga yang ditemukan. Penelitian dilaksanakan di lahan tanaman cabai rawit yang berlokasi di Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penentuan plot pengamatan menggunakan metode Purposive sampling, pengamatan serangga yang datang pada plot pengamatan menggunakan metode pengamatan langsung. Analisis data menghitung parameter ekologi dan menghitung korelasi antar faktor abiotik dengan serangga yang ditemukan. Hasil yang didapat dari penelitian ini yakni ditemukan 7 spesies dengan jumlah individu 67 ekor. Indeks keanekaragaman pada periode pagi 1,219, siang 0,536 dan pada sore hari 1,141. Indeks kemerataan periode pagi 0,379, siang 0,209, dan sore 0,339. Indeks kesamaan spesies paling tinggi pada pagi-sore yakni 0,67. Hasil korelasi antara suhu, kelembaban dan instensitas cahaya dengan jumlah serangga bernilai negatif, dan antara kecepatan angin dengan jumlah serangga bernilai 0,226. Kata kunci: Serangga predator, cabai rawit, diversita

    Kajian Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menurut Masyarakat di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang: Study of Green Open Space Benefit according to Society in Singosari District of Malang Residence

    Get PDF
    Green Open Space is a grouped or elongated area that is open in terms of its use, as well as the planting and natural growth plants. Singosari is a district that was changing in sector of industry, stores and housing. This study aims is to study about useful of green space. This research was conducted in Singosari district in the Malang Residence covering three urban villages namely Candirenggo, Pagentan and Losari. Descriptive research method was used with survey. The sample of respondents was chosen by purposive sampling that is minimum senior high school and they close to public Green Open Space. Thirty sample of respondents in each urban villages. Data collection techniques were interviews and questionnaires. The results showed that society perception is very high (83%) to the presence of green space. However, people do not know that providing a garden or yard at home is part of the provision of determined green open space by the government. The highest public perception of the green open space is the aesthetic benefit. The village with the highest provision of green open space is Candirenggo village that 70% of the total area. Public perception and participation of society in the Singosari District need to be maintained. Keywords:RTH, perception, benefit ABSTRAK Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area yang mengelompok atau memanjang yang bersifat terbuka dari segi penggunaannya, serta tempat bertumbuhnya tanaman yang ditanam dan tumbuh secara alami. Singosari adalah kecamatan di yang mengalami perubahan pada sektor industri, pertokoan dan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemanfaatan RTH menurut masyarakat di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan meliputi tiga kelurahan yaitu Kelurahan Candirenggo, Pagentan dan Losari. Metode deskriptif  yaitu survey digunakan dalam penelitian ini. Sampel responden dipilih secara purposive sampling yaitu minimal sekolah menengah atas dan mereka yang dekat dengan RTH publik sebanyak 30 orang disetiap kelurahan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat sangat tinggi (83%) terhadap keberadaan RTH. Namun, masyarakat belum mengetahui bahwa menyediakan taman ataupun pekarangan dirumahnya adalah bagian dari penyediaan RTH yang di tentukan oleh pemerintah. Nilai persepsi masyarakat terhadap RTH yang paling tinggi yaitu manfaat estetika. Kelurahan dengan penyediaan RTH paling tinggi yaitu Kelurahan Candirenggo sebesar 70% dari luas wilayah. Persepsi masyarakat dan partisipasi masyarakat Kecamatan Singosari perlu dipertahankan. Kata kunci: RTH, persepsi, manfaa

    Kajian Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dalam Habitat Air Tawar dan Air Payau: Fish Morfology Study of Nila (Oreochromis niloticus) in the Habitat of Fresh and Brackish Water

    Get PDF
    The goal of this research is to compare the features of parrot fish morphology (Oreochromisniloticus) in freshwater and brackish water habitat. This research conducted on the April – Mei 2017. The method of this research is qualitative method. This research had been conducted for six weeks with six repetitions. The last result of morphology covered to eyes (Organumvisus) with black-dark retina, round prominent and large, white-green operculum, grey-black dorsal fin (Pinna  dorsalis), scale (Squama) black-grey lines and quite green, stomach (Abdomen) if getting pressure will be hard to the freshwater habitat, eyes (Organumvisus) with black-pale retina, round prominent and larger, white-grey operculum, black-grey dorsal fin (Pinna  dorsalis) quite pale, black-grey lines scale (Squama) quite pale and unshiny, stomach (Abdomen) if getting pressure will be hard and quite mushy in the brackish water. the colors (old-green), salinity (5,04 ppt), pH (8,0), BOD (2,04 mg/l), conductivity (365,4 µs/cm), CO2 dissolved (4,56 mg/l), ammonia (0,0175 mg/l). Keywords: parrot fish (Oreochromisniloticus), morphology, freshwater, brackish water, water quality ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Karakter atau sifat morfologi ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam habitat air tawar di Desa Sumbersekar Kec. Dau Kab. Malang dan air payau di Desa Bojoasri Kalitengah Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang menghsilkan data deskriptif dan mencari fakta interpretasi yang tepat. Penelitian dilakukan selama enam minggu dengan enam kali pengulangan. Hasil akhir morfologi meliputi mata (Organum visus) dengan retina hitam gelap, bulat menonjol dan besar, tepi matanya berwarna keabu-abuan. Operkulum (Operculum) putih kehijauan. Sirip punggung (Pinna  dorsalis) hitam keabua-abuan dan agak kehijauan. Sisik (Squama) garis-garis hitam keabua-abuan dan agak kehijauan. Perut (Abdomen) apabila ditekan akan terasa keras pada habitat air tawar. mata (Organum visus) dengan retina hitam pucat, bulat menonjol lebih besar. Operkulum (Operculum) putih keabuan. Sirip punggung (Pinna  dorsalis) hitam keabua-abuan agak pucat. Sisik (Squama) garis-garis hitam keabua-abuan agak pucat dan tidak mengkilat. Perut (Abdomen) apabila ditekan terasa agak lembek pada habitat air payau. Kata kunci: ikan nila (Oreochromis niloticus), morfologi, air tawar, air payau, Kualitas ai

    Uji Kombinasi Air Perasan Biji Mahoni (Swietenia sp) dan Kulit Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Hama Ulat Krop (Crocidolomia pavonana Fab.) pada Tanaman Kubis (Brassica oleraceae L): Combination Test of Juice of Mahogany Seeds (Swietenia sp) and Garlic Skin (Allium sativum)to Caterpillar Pets (Crocidolomia pavonana Fab.) on Cabbage Plants (Brassica oleraceae L)

    Get PDF
    Crocidolomia pavonana known as a very greedy group of pests and can damage the entire leaf in cabbage plants. Using the synthetic pesticides in Indonesia has destroyed various types of pets and also some of the biological control agents. The alternative is to use natural materials for pesticide of vegetable such as mahogany and garlic. The purpose of this research i, first, to know the influence of juice of mahogany seed (Swietenia sp), garlic skin (Allium sativum) and its combination at various concentration to control caterpillar pest (Crocidolomia pavonana). Second, it is to know the abiotic factor that can affect mortality of caterpillar (Crocidolomia pavonana). By using experimental method Randomized Block Design has four concentrations combination of juice of mahogany seed and garlic skin that is 0%, 6%, 8% and 10%. Each concentration was repeated three times and each replicate was ten caterpillars (Crocidolomia pavonana). Combination of juice of mahogany seed (Swietenia sp) and garlic skin (Allium sativum) have an effect on mortality of caterpillar (Crocidolomia pavonana). Temperature is an abiotic factor that can affect the mortality of caterpillar.  Keywords: Caterpillar, Mortality, Pesticide of vegetable ABSTRAK Crocidolomia pavonana dikenal sebagai hama secara berkelompok yang sangat rakus dan dapat merusak seluruh daun pada tanaman kubis. Penggunaan pestisida sintetis di Indonesia diketahui telah memusnahkan berbagai jenis hama dan juga sebagian agen pengendali hayati. Alternatif yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan alam sebagai pestisida nabati seperti biji mahoni dan bawang putih. Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui pengaruh kombinasi air perasan biji mahoni (Swietenia sp) dan kulit bawang putih  (Allium sativum) terhadap hama ulat krop (Crocidolomia pavonana). Kedua, mengetahui faktor abiotik yang dapat mempengaruhi mortalitas ulat krop (Crocidolomia pavonana). Penelitian menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yaitu kombinasi air perasan biji mahoni dan kulit bawang putih dengan empat konsentrasi, yaitu 0%, 6%, 8% dan 10%. Setiap konsentrasi diulang sebanyak tiga kali dan setiap ulangan tersebut terdapat sepuluh ekor ulat krop (Crocidolomia pavonana). Kombinasi dari air perasan biji mahoni (Swietenia sp) dan kulit bawang putih (Allium sativum) ternyata memiliki pengaruh secara nyata terhadap mortalitas ulat krop (Crocidolomia pavonana). Suhu adalah faktor abiotik yang dapat mempengaruhi mortalitas ulat krop. Kata kunci: Ulat Krop, Mortalitas, Pestisida Nabat

    Persepsi Masyarakat Terhadap Perilaku Yang Memicu Terjadinya Hipertensi Di Desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak Bawean Tahun 2016: Public Perception of The Behavior that Triggered The Occurence of Hypertension at Tanjung Ori Village Tambak Bawean Island in 2016

    Get PDF
    Hypertension is non-communicable disease (PTM), which become the main cause of dead in Indonesia. Uganda society shows that prevalence of hypertension in the urban area is higher than rural communities, those are 23% in urban area and 21% in the rural. The habituation of Bawean communities has unhealthy life-style which is seen from food consumption role and habit of daily life. The aimed of this research was to know perception of communities of the trigger of hypertension in Tambak Bawean, in the Tanjung Ori village Tambak, Bawean Island. The method used in this research is descriptive qualitative and quantitative and used survey techniques and cross sectional design. Determination of respondent used purposive sampling method, which is taken from Puskesmas of Tambak Bawean by 100 respondents. Then data is analysed using SPSS version 15. The result showed that the perception of communities in Tanjung Ori village to all respondents both of male and female 80% have unhealthy life-style, it can be known by consuming food and daily life-style. From knowledge aspects that relate to the health also have minimum knowledge. Most of them are uncared about their health.  Keywords: Perception, Behavior and Hypertension ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Masyarakat Uganda menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan masyarakat pedesaan, yaitu 23,6% di perkotaan dan 21% di pedesan. Kebiasaan masyarakat Bawean memiliki gaya hidup yang tidak sehat yang dilihat dari pola kunsumsi makanan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemicu terjadinya hipertensi di Tambak Bawean desa Tanjung Ori Kecamatan Tambak Pulau Bawean. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dan digunakan teknik survey dan rancangan potong lintang. Penentuan responden menggunakan metode purposive sampling yang diambil dari data Puskesmas Tambak Bawean dengan jumlah 100 responden. Kemudian data dianalisis menggunakan SPSS versi 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat di desa Tanjung Ori untuk semua responden baik perempuan dan laki-laki 80% masyarakat desa Tanjung Ori memiliki gaya hidup yang tidak sehat, hal tersebut diketahui dari konsumsi makanan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Aspek pengetahuan yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat juga memiliki pengetahuan yang sangat minim, kebanyakan dari mereka tidak terlalu perduli terhadap kesehatan. Kata kunci: Persepsi, Perilaku dan Hipertens

    Studi dan Strategi Pengembangan Produk Ekowisata Bunder (Bangsring Underwater) di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi: Study and Strategic Development Of Ecotourism Products of Bunder (Bangsring Underwater) at Bangsring Village of Wongsorejo district of Banyuwangi Regency

    Get PDF
    Management can be done by creating the ecotourism model with making products or tourism attraction in an integrated manner become alternative strategy which is environmentally friendly. The goal of this research is to know the tourism product and the strategy to develop the ecotourism based on advanced conservation in the BUNDER (Bangsring Underwater) at Wongsorejo Banyuwangi Regency. The method of this research is descriptive qualitative, fields observation, based on the the information relate to the ecotourism product and management, determination of respondents use purposive sampling both interview and questionnaire. The respondents consist of tourist management and the local government. Analysing the data use SWOT analysis. The result of the analysis shows that the ecotourism product of BUNDER (Bangsring Underwater):  snorkelling, diving, floating home, shark clinic, fish apartment, marine education, banana boat, jet ski, Cano/paddle, and reading park. The SWOT analysis based on the respondents from (developer, government, and tourists) produce some strategies which are recommended. There are steps of strategies to develop the ecotourism product to support the resource utilization  as advanced ecotourism area those are : enhance the promotion and publication intensively, adding facilities and infrastructure, warn the tourist not to destroy the nature, increasing the ecotourism potential management to be  interesting ecotourism product, division of tasks to employees in every ecotourism product, conducting the training programs to the increasing the human resources of fisherman and the effort to the processing waste to be more productive. Keywords: Ecotourism products, analysis SWOT, Conservation strategy ABSTRAK Pengelolaan menggunakan model ekowisata berupa produk atau atraksi ekowisata secara terpadu menjadi alternatif strategi yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui produk ekowisata dan strategi untuk pengembangan ekowisata berbasis konservasi berkelanjutan di  BUNDER (Bangsring Underwater) Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian deskriptif kualitatif, observasi lapangan, berdasarkan informasi mengenai produk ekowisata dan pengelolaan,penentuan responden menggunakan purposive sampling dengan teknik wawancara dan kuesioner, responden meliputi, pengelola, wisatawan dan pemerintah setempat. Datadianalisis  menggunakan  analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produk ekowisata BUNDER: snorkeling, diving, rumah apung, klinik hiu, fish apartement, marine education, banana boat, jet ski, kano/padle, dan taman baca. Analisis SWOT berdasarkan respon dari (pengelola, pemerintah dan wisatawan) menghasilkan beberapa strategi yang dapat direkomendasikan.  Adapun langkah-langkah strategi pengembangan produk ekowisata yang dilakukan untuk menunjang pemanfaatan sumberdaya sebagai area ekowisata berkelanjutan yaitu: Peningkatan promosi dan publikasi secara intensif, menambah fasilitas sarana maupun prasarana ekowisata, Menghimbau wisatawan supaya tidak merusak alam, Peningkatan pengelolaan potensi ekowisata menjadi produk ekowisata yang menarik, pembagian tugas pada karyawan disetiap produk ekowisata, mengadakan pelatihan-pelatihan kepada SDM nelayan dan upaya mengolah sampah dengan lebih produktif. Kata kunci: Produk ekowisata, Analisis SWOT, Strategi konservas

    Studi Etnobotani Sukun (Artocarpus communis) Pada Masyarakat Desa Sadengrejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan: The Ethnobotani Study of “Sukun†(Artocarpus communis) on The Sadengrejo Subdistrict Community of Rejoso District in Pasuruan Residence

    Get PDF
     Artocarpus communis has been alternative food in Indonesia since 1920. Artocarpus communis plants become necessary necessity because the carbohydrate and nutritional value is very high. This research aims to know the perception of community in the aspect of using and conservation towards breadfruit plants and describe the existing of Artocarpus communis plants in the Sadengrejo subdistrict. This research used qualitative descriptive method which includes: a study of the literature, observations in the field, interviews using questionnaires, data analysis, and documentation of plants distribution  . The results study showed community perception of Sadengrejo subdistrict  toward the  Artocarpus communis plants is very high.. The part “sukun†plant utilized for fruit 70%, leaf 12%, and stem 18%. The source of the knowledge Sadengrejo community comes from a ancestor for generation 62% and  the tradersman 38%. The number of the fruit plant in the Sadengrejo subdistrict was devided in the Ndara village  and there are 56% and the Ngebras village 44% with varied distribution. Keywords: Ethno-botany, Artocarpus communis (“Sukunâ€), community perception. ABSTRAK Sukun (Artocarpus communis)  merupakan tanaman pangan alternatif di Indonesia sejak tahun 1920. Tanaman sukun mempunyai arti penting dalam penopang kebutuhan sumber pangan karena kandungan karbohidrat dan nilai gizinya sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat dalam aspek pemanfaatan dan aspek konservasi terhadap tanaman sukun dan mendeskripsikan keberadaan individu tanaman sukun yang tumbuh di Desa Sadengrejo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang meliputi: studi pustaka, pengamatan di lapangan, wawancara menggunakan kuesioner, analisis data, dan dokumentasi persebaran tanaman sukun. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan persepsi masyarakat desa Sadengrejo tarhadap pemanfaatan tanaman sukun sangat tinggi. Bagian tanaman sukun dimanfaatkan untuk buah 70%, daun 12%, dan batang 18%. Sumber pengetahuan masyarakat desa Sadengrejo berasal dari nenek moyang secara turun-temurun 62% dan pedagang 38%. Jumlah dari tanaman sukun yang berada di desa Sadengrejo terbagi di wilayah dusun Ndara terdapat 56% dan dusun Ngebras 44% dengan persebaran yang bervariasi Kata Kunci : Etnobotani, Artocarpus communis (Sukun), Perspsi Masyaraka

    Analisis Faktor Determinan Vaginosis Bakterial secara Retrospektif di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Tahun 2012-2016: Determinant Analysis of Bacterial Vaginosis Retrospectively in “RSUD Dr. Saiful Anwar Malang†at 2012-216

    Get PDF
    Most of the world's female population suffers from Bacterial Vaginitis characterized by changes in the normal vaginal flora replaced by anaerobic bacteria and facultative bacteria. Bacterial vaginitis increases the risk of STIs, abortion events, preterm labor, low birth weight, premature rupture of membranes and postpartum endometritis. It takes a retrospective study to determine the determinant factors that affect the population of Bacterial Vaginosis. The method this research using descriptive epidemiology and using retrospective approach, with observational research design. Secondary data were obtained from medical records of Obgyn Outpatient, with supporting data from Vulvovaginal Preparation Test. The place of research is done in the Medical Record Section.  The population was all patients enrolled in the Obgyn of Outpatient Care Unit. The study sample was taken from patients diagnosed Bacterial Vaginitis in the period January 2012-December 2016. The results of the study, there were 50 cases of Bacterial Vaginitis. Determinant factors affecting Bacterial Vaginitis population in are age factor with range of 25-44 years (62%), patients with high school education status (16%), then patients with employment status as private workers and married status (88% ).  Keywords : Bacterial vaginitis, Determinant Factor, Retrospective ABSTRAK Sebagian besar populasi wanita di dunia menderita Vaginosis Bakterial yang ditandai dengan perubahan flora normal vagina diganti dengan bakteri anaerob dan bakteri fakultatif.Vaginosis Bakterial meningkatkan resiko infeksi menular seksual, kejadian abortus, persalinan prematur, berat bayi lahir rendah, ketuban pecah dini dan endometritis postpartum. Sehingga diperlukan penelitian retrospektif untuk mengetahui faktor determinan yang berpengaruh terhadap populasi Vaginosis Bakterial. Metode penelitian ini adalah epidemiologi deskriptif menggunakan pendekatan retrospektif, dengan desain penelitian observasional. Data sekunder diperoleh dari catatan rekam medik pasien Unit Rawat Jalan Obgyn, dengan data pendukung dari hasil Tes Vulvovaginal Preparat. Populasi ialah semua pasien yang terdaftar dalam Unit Rawat Jalan Poliklinik Obgyn. Sampelpenelitian diambil dari pasien yang didiagnosis Vaginosis Bakterial pada periode Januari 2012-Desember 2016. Dari hasil penelitian ditemukan kejadian vaginosis bakterial sebanyak 50 kasus. Faktor determinan yang berpengaruh terhadap populasi yaitu faktor umur dengan kisaran 25-44 tahun (62%), pasien dengan status pendidikan tingkat SMA (16%),  kemudian pasien dengan status pekerjaan sebagai pekerja swasta dan pasien berstatus telah menikah (88%). Kata kunci : Faktor Determinan,Vaginosis Bakterial, Retrospekti

    Identifikasi Perilaku Pasien Pasca Penderita TifoidTahun 2016 di Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang: Behavior Identification of Post Typhoid Patients Year 2016 in Subdistrict – District - Lowokwaru of Malang City

    Get PDF
    Typhoid fever is a systemic infectious disease caused by Salmonella thyposa bacteria. This research aims to identify the patients’ behavior in the suffering typhoid in 2016 at subdistrict-district of Lowokwaru of Malang City. This research method is a descriptive study that is observational. The data collection used two ways that were primary and secondary data collections. The method of sampling was conducted by purposive sampling in 30 people with 8 variables. There was effect of behavior patients in suffering typhoid  towards the condition of environments such as house nearest one another and worst behavior of post-typhoid patients, so they will cause fever because of the habitation buy food outside and wash hands before eating also become factor of behavior of the society. Based on the gender of respondents, the most of them are female with 28 respondents (93%). The age of Typhoid, most of them are in the productive age between 15-25 years, with 28 respondents (93%), they are caused less keep in the behavior of healthy life. Based on the education level of post-typhoid patients, most of them are undergraduate education, with 28 respondents (93%). Keywords: Fever Typhoid, Behavior. ABSTRAK Demam Thypoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyposa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi perilaku pasien pasca penderita Thypoid tahun 2016 di Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Metode penelitian ini merupakan studi deskriptif yang bersifat observasional. Pengumpulan data menggunakan dua cara yaitu pengumpulan data primer dan sekunder. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purpossive Sampling yang berjumlah 30 orang dengan 8 variabel. Dari hasil penelitian bahwa ada pengaruh perilaku masyarakat pasien pasca penderita Thypoid di Kelurahan Lowokwaru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang terhadap kondisi lingkungan diantaranya yaitu rumah yang berdekatan dan  perilaku buruk pasien pasca penderita Thypoid akan menyebabkan terjadinya demam Thypoid karena kebiasaan membeli makan diluar, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan juga menjadi faktor perilaku dari masyarakat tersebut. Berdasarkan karakteristik responden dari segi jenis kelamin penderita terbanyak ialah jenis kelamin perempuan sebanyak 28 responden (93%). Usia pasien pasca penderita Thypoid lebih banyak terjadi pada usia produktif 15-25 tahun dengan jumlah  28 responden (93%) disebabkan karena masih kurang menjaga perilaku hidup yang sehat. Berdasarkan dari tingkat pendidikan pasien pasca penderita Thypoid lebih banyak terjadi  pada pendidikan Sarjana sebanyak 28 responden (93%). Kata kunci: Demam Thypoid, Perilak

    211

    full texts

    254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇