Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Pengaruh Media Boneka Tangan Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun
Kemampuan berbicara menjadi faktor yang sangat penting untuk dikembangkan pada anak usia dini, sebab dengan kemampuan berbicara yang baik maka dapat memudahkan anak berkomunikasi dengan orang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh media boneka tangan sebelum dan sesudah menggunakan serta mengetahui pengaruh media boneka tangan terhadap kemampuan berbicara anak. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra-eksperimen desain One Group Pretest and Posttest. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis memakai uji validitas instrumen, uji reliabilitas instrumen, uji normalitas, uji homogenitas, analisis stastistik deskriptif dan uji hipotesis mengunakan uji T. Subyek penelitian yaitu 9 anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian diperoleh bahwa media boneka tangan dapat berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak. Hasil analisis paired samples test menunjukkan nilai 0,00 < 0,05. Dengan ini dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh media boneka tangan terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun
Minangkabau Women Balance the Role of a Mother and Entrepreneur in the Cultural System They Profess
Minangkabau women, known as Bundo Kanduang, play a crucial role in raising children while also managing businesses. As societal dynamics evolve, they face the challenge of balancing their roles as mothers and entrepreneurs. This study aims to analyze how Minangkabau women navigate these dual roles within their cultural system and to identify the parenting values they uphold. A qualitative research approach was employed using ethnographic methods based on Spradley’s research framework. The study involved 10 informants from Dharmasraya Regency, West Sumatra. Data analysis was conducted through domain, taxonomic, and component analysis, with data validity ensured through source, technique, and time triangulation. Findings reveal that Minangkabau women’s parenting emphasizes ten core values, including independence, honesty, creativity, and solidarity, which significantly contribute to shaping children's character in adapting to modern challenges
Integrasi Javanese Culture Sebagai Penanaman Karakter Anak : Studi Optimalisasi Perkembangan Sosial Emosional Anak
Perkembangan sosial emosional memainkan peran penting untuk membentuk kepribadian anak dalam kehidupan sosial dan mengelola respon secara positif. Mengoptimalkan perkembangan ini dapat diintegrasikan melalui pendidikan karakter berbasis kebudayaan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya lembaga dalam mengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak melalui integrasi javanese culture dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, serta orang tua. Analisis yang digunakan melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi perkembangan sosial emosional dapat diintegrasikan melalui javanese culture dengan pengembangan kurikulum, program sekolah, serta penerapan pembiasaan. Faktor pendukungnya yaitu adanya kerjasama orang tua dan lingkungan sosial dalam pelaksanaan program sekolah, sedangkan faktor penghambatnya yaitu pemberian gadget pada anak tanpa pembatasan dan pemantaua
Strategi Pendidik dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi di Taman Kanak-kanak
Menumbuhkan sikap toleransi harus diajarkan sejak dini untuk membangun karakter yang kuat pada anak untuk menghargai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pendidik dalam menumbuhkan sikap toleransi seperti sosial dan budaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian terdiri dari pendidik dan peserta didik. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjukkan bahwa strategi seperti program “Piring Berbagi” yang berkontribusi dalam meningkatkan kepedulian sosial anak, “SAYANG/Sahabat Anti Bullying” mencegah terjadinya bullying, pengenalan budaya melalui perayaan hari besar nasional, workshop membatik, dan pengenalan makanan tradisional menjadi sarana efektif dalam memahami keberagaman, serta media visual seperti poster dan video meningkatkan minat belajar anak. Implikasi penelitian ini menunjukkan strategi yang kreatif terbukti efektid dalam pembelajaran untuk meningkatkan sikap toleransi dan membentuk karakter anak sesuai dengan tahap perkembangannya
Strategi Pendidik Dalam Menstimulasi Perkembangan Sosial Emosional Anak Panti Asuhan Usia 4-5 Tahun
Perkembangan sosial emosional mencakup perkembangan di mana anak-anak dapat mengontrol emosi mereka saat bersosialisasi dan melakukan kegiatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan sosial emosional anak panti asuhan ketika di sekolahan serta strategi pendidik dan pengasuh untuk menstimulasi perkembangan sosial emosional anak panti asuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu pendekatan fenomenologi dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. subjek penelitiannya yaitu kepala sekolah, 1 guru kelas, 1 pengasuh panti asuhan. Analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menstimulasi perkembangan sosial emosional anak yaitu bermain peran, membuat karya, permainan kolaboratif, menyanyi, kolase, meronce, sehingga pembelajaran tidak bosan, dengan bermain anak bisa berkomunikasi dengan temannya dan anak bisa mengontrol emosinya melalui bermain sehingga bisa memberikan dukungan untuk perkembangan sosial emosional anak waktu di sekolahan
Sibling Rivalry dan Implikasinya terhadap Perkembangan Anak Usia Dini di Keluarga Muda Pendidikan Rendah
Sibling rivalry merupakan isu penting dalam dinamika keluarga yang berdampak langsung pada perkembangan emosional, sosial, dan psikologis anak. Persaingan ini umumnya dipicu oleh pola asuh tidak adil, perbedaan gender, dan jarak kelahiran yang terlalu dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna sibling rivalry berdasarkan pengalaman orang tua dalam konteks keluarga muda dengan pendidikan rendah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi literatur. Data dikumpulkan melalui pencarian sistematis dan dianalisis secara tematik berdasarkan subjek, temuan, dan keterkaitan antar artikel. Hasil menunjukkan bahwa sibling rivalry cenderung lebih intens pada anak-anak yang diasuh secara otoriter atau permisif, serta pada keluarga dengan keterbatasan pendidikan. Rivalitas ini dapat menyebabkan stres, agresivitas, dan gangguan relasi sosial pada anak. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan, terutama bagi orang tua muda
Pengembangan Keterampilan Pemecahan Masalah Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Permainan Berbasis Etnopedagogi
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permainan berbasis etnopedagogi dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun. Permainan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang relevan untuk mengidentifikasi kontribusi permainan tradisional terhadap perkembangan anak. Hasil analisis tren selama tujuh tahun terakhir (2018–2024) menunjukkan bahwa permainan berbasis etnopedagogi seperti petak umpet, engklek, tarik upih, dan gobak sodor mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah seperti menunjukkan minat untuk menjelajah; kemampuan merencanakan strategi; serta mengevaluasi usaha. Selain itu, juga berkontribusi signifikan terhadap perkembangan motorik dan sosial anak, terutama dalam hal kerja sama, interaksi sosial, empati, kejujuran, dan kepatuhan terhadap aturan. Dengan demikian, rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pengintegrasian permainan tradisional dalam pembelajaran anak, sebagai pendekatan pembelajaran berbasis budaya dan nilai lokal
Membangun Sikap Sopan Santun Pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan sikap sopan santun pada anak yang berhubungan dengan lingkungan sosial terdekat anak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dapat menunjukkan sikap menghormati orang yang lebih tua, mengucapkan kata-kata seperti maaf, tolong, dan permisi, serta memberikan salam saat bertemu dengan guru. Hal ini terkait dengan menggunakan media pembelajaran interaktif, seperti video animasi serta keterlibatan guru sebagai pemberi kegiatan edukatif dapat membangun sikap menghormati orang tua dan berkata santun
Pemanfaatan Cerita Bergambar Berbasis Digital Untuk Menstimulasi Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia 5-6 Tahun
Kemampuan bahasa ekspresif pada anak usia dini merupakan aspek penting, perkembangan ini perlu didukung dengan media interaktif dan menyenangkan seperti cerita bergambar berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media cerita bergambar berbasis digital guna meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumena yang digunakan adalah lembar validasi oleh ahli media dan ahli materi, analisis tingkat kebutuhan dan lembar angket respon guru, serta evaluasi media dilakukan dengan desain quasi-experimental pada kelompok eksperimen dan kontrol. Analisis data menggunakan skala likert pada intrumen dan analisis statik nonparametrik menggunakan uji wilcoxon pada evaluasi media. Hasil kelayakan uji media menunjukkan valid dengan kategori "sangat valid" dan hasil evaluasi media up-value 0,001 sehingga terdapat peningkatan dalam bahasa ekspresif anak. Hal ini menunjukkan implikasi penggunaan cerita bergambar berbasis digital layak digunakan untuk meningkatkan bahasa ekspresif anak
The Role of Economic Status and Environmental Factors in Early Childhood Cognitive Development: Systematic Literature Review and Bibliometric
Low socioeconomic status (SES) significantly affects adolescents’ cognitive development, influenced by factors like stress, parental education, and limited resources. This study explores themes and publication trends related to SES and cognitive development using a systematic literature review (SLR) and bibliometric analysis (BA). Data from Scopus were analyzed with VOSviewer and Microsoft Excel. A total of 26 peer-reviewed articles were reviewed using statistical methods. Findings show that variables like BMI, household income, parental education, brain structure, and family background positively correlate with cognitive development. In contrast, depression, trauma, puberty, and disciplinary history negatively impact it. Bibliometric analysis reveals a shift from general child development research to more focused areas like executive function and prenatal influences, showing strong ties between SES and cognitive development