Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Pengembangan Pop Up Book Berbasis Digital Pembelajaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Anak Usia Dini
Mengenalkan PHBS kepada anak merupakan salah satu cara untuk membentuk sikap positif terhadap anak, karena memiliki sikap yang positif akan membantu anak dalam mengenal, memahami, dan menghargai kebutuhan dirinya dan orang sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kelayakan dari media pop up book digital pada materi PHBS. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan sampel 16 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui uji kelayakan oleh 2 validator (ahli media dan ahli materi) serta hasil uji coba kelayakan produk terhadap anak usia 5-6 tahun dengan menggunakan skala likert. Hasil penilaian kelayakan oleh ahli media menunjukkan 90% yang dikategorikan sangat layak, kemudian hasil penilaian kelayakan oleh ahli materi menunjukkan hasil 97% dengan kategori sangat layak dan hasil uji coba produk terhadap anak usia 5-6 tahun menunjukkan hasil 98,88% dengan kategori layak. dengan begitu media ini dinyatakan layak digunakan dan dapat menjadi bahan ajar baru pada materi PHBS anak usia dini
Pelaksanaan Kegiatan Finger Painting untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun
Kemampuan sosial emosional sangat penting ditingkatkan pada anak usia dini salah satunya dapat dilakukan melalui finger painting. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan finger painting untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan kepada 1 guru dan 22 anak. Teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kegiatan finger painting di TK Hidayatul Mubtadiin dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Pelaksanaan kegiatan ini dapat menciptakan kemandirian, menciptakan suasana kelas yang aktif, membangun interaksi, menumbuhkan empati, kerja sama, serta solidaritas dimana hal tersebut sangat berkaitan dengan sosial emosional. Dengan demikian, penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu permainan yang direkomendasikan sebagai metode dalam menunjang perkembangan anak usia dini terlebih pada aspek sosial emosional.
Persepsi Guru Terhadap Tantangan dan Peluang dalam Implementasi Pendidikan Inklusi
Penelitian ini membahas persepsi guru terhadap tantangan dan peluang dalam implementasi pendidikan inklusif . Pendidikan inklusif penting untuk memastikan semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan pendidikan yang setara. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tantangan, peluang, serta strategi guru dalam menghadapinya. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi pada guru dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasilnya menunjukkan tantangan meliputi keterbatasan keterampilan guru, perbedaan jenis kebutuhan siswa, dan sarana prasarana yang kurang memadai. Peluang termasuk dukungan pihak sekolah dan kesempatan pembelajaran setara. Upaya yang dilakukan mencakup pelatihan guru, peningkatan fasilitas, serta kolaborasi dengan orang tua. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan pelatihan guru dan dukungan kebijakan untuk optimalisasi pendidikan inklusif
Hubungan antara Kelekatan Orang Tua dengan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia 5-6 Tahun
Kecerdasan interpersonal sangat penting dalam berinteraksi sosial. Kecerdasan interpersonal sangat dibutuhkan untuk menjalin hubungan yang baik dan efektif. Di samping itu jalinan kelekatan antara orang tua dan anak dapat memengaruhi interaksi anak dengan orang lain. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah terdapat hubungan antara kelekatan orang tua dengan kecerdasan interpersonal anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Alat pengumpulan data berupa angket dan lembar observasi pada 30 anak dengan rentang usia 5-6 tahun serta orang tau masing-masing. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel kelekatan orang tua dan kecerdasan interpersonal anak. Melalui analisis data uji korelasi, memperoleh rhitung yaitu 0,901 yang mana nilai tersebut lebih besar dari rtabel yaitu 0,374. Dengan pengaruh kelekatan orang tua pada kecerdasan interpersonal anak sebesar 81,2%. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi evaluasi bagi orang tua dalam menjalin kelekatan dengan anak
Green Generation: Building Environmentally Caring Characters Early Childhood Through Green School Programs
Environmental awareness in childhood is a fundamental aspect in developing awareness, responsibility, and sustainable habits towards environmental conservation from an early age. This study aims to test the effectiveness of the Green School program on the environmental awareness of children aged 5–6 years. This study used an ex post facto quantitative design with a sample of 142 children from kindergartens in Blang Mangat District, selected through a purposive sampling technique. The research instrument was validated through content validity and showed a high reliability coefficient of 0.892. Data were analyzed using an independent sample t-test to compare children's environmental awareness based on the duration of the Green School program. The analysis showed a significant difference in environmental awareness between children who participated in the Green School program for 5 years and 3 years (t(142) = 5.57; p < 0.001; Cohen's d = 0.932). These findings indicate that the Green School program effectively contributes to strengthening the environmental awareness of early childhood children and has important implications for the development of policies and practices for early childhood education oriented towards environmental sustainability
Penggunaan Media Loose Parts untuk Mengembangkan Literasi Numerasi Anak Usia Dini
Literasi numerasi merupakan salah satu kemampuan dasar penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media loose parts dalam meningkatkan literasi numerasi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode tindakan kelas. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan catatan penilaian kegiatan anak. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal IV Kota Parepare. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi media loose parts secara terstruktur terencana dan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi anak dari 89% anak yang belum berkembang (BB) meningkat menjadi 95% anak berkembang sangat baik (BSB) dari siklus I ke siklus II melalui permainan angka dan menyusun abjad. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu memanfaatkan media loose parts sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan dalam pengembangan literasi numerasi anak usia dini di masa selanjutnya
Analysis of Fine Art Learning to Stimulate Creativity in Kindergarten
Creativity is an important skill in the 21st century. One of the activities to develop creativity is through the fine arts. This study aims to describe the process of fine art learning in early childhood to develop creativity. This research is a case study approach. The subjects consist of children and teachers at Aisyiyah XI and Nurul Hidayah Kindergarten Surakarta. Analysis data using the Miles, Huberman, and Saldana Models. The results of the study show that the art learning activities carried out include drawing and colouring, painting, mosaics, montage, and collaborative work using blocks and lego. Art learning methods can promote free expression, demonstration, and collaboration. The most effective method to stimulate a child's creativity is to allow the child to express their thoughts and feelings freely. The artworks of free expression-based learning are more varied because they align with the creativity of early childhood
Strategi Perencanaan Pembelajaran untuk Menumbuhkan Epistemic Curiosity Anak Usia Dini
Masa transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar merupakan periode emas untuk menumbuhkan epistemic curiosity anak, karena pada usia 6–7 tahun rasa ingin tahu muncul secara spontan tanpa kekhawatiran akan kesalahan atau keinginan untuk dinilai. Penelitian ini bertujuan merumuskan prinsip strategi perencanaan pembelajaran berbasis Systematic Literature Review (SLR) guna mengoptimalkan epistemic curiosity anak. Metode SLR digunakan dengan menganalisis 17 artikel menggunakan protokol PRISMA. Data dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa epistemic curiosity terdiri atas tipe interest (karena kebaruan) dan deprivation (karena kebutuhan informasi). Pembelajaran perlu menggabungkan stimulus kebaruan dengan penugasan yang menantang berpikir mendalam. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang fleksibel, inklusif, dan mendorong eksplorasi aktif tanpa tekanan penilaian. Temuan ini menjadi acuan praktis dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan epistemic curiosity anak di masa awal sekolah, sehingga potensi rasa ingin tahu mereka dapat dipelihara dan diarahkan secara optimal sejak dini
The Impact of Clean and Healthy Living Behavior Program on the Independence and Discipline of Children Aged 4-5 Years
Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) in early childhood is crucial for supporting children’s health, independence, and discipline. This study aimed to examine the effectiveness of the CHLB program on the independence and discipline of children aged 4–5 years. A quantitative ex post facto design was employed with a sample of 150 children from kindergartens in Banda Sakti District, selected through purposive sampling. The instruments were validated through content validity with reliability coefficients of 0.892 for independence and 0.948 for discipline. Data were analyzed using an independent sample t-test. The findings revealed significant differences in independence (Sig. 0.000 < 0.05; t = 5.832 > t-table 1.646) and discipline (Sig. 0.000 < 0.05; t = 8.591 > t-table 1.646) between schools that implemented CHLB for 10 years and 5 years. These results imply that CHLB programs can strengthen independence and discipline, and serve as a foundation for policy and early childhood education practices
Pengembangan Booklet Edukasi Ibu untuk Stimulasi dan Pencegahan Stunting pada Anak Usia Dini
bagi ibu dalam mencegah stunting dan menstimulasi perkembangan anak usia dini. Berbeda dari media edukasi lain, booklet ini dirancang berbasis model ADDIE dengan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek pendidikan, kesehatan, dan gizi sesuai konsep PAUD HI. Melalui uji coba terbatas (6 guru), 83,3% menyatakan booklet layak digunakan tanpa revisi, sementara 16,7% menyarankan perbaikan kecil. Pada uji coba skala luas (20 ibu di dua PAUD), 90% menilai booklet siap digunakan, dan 10% mengusulkan revisi minor. Hasil ini menunjukkan bahwa booklet ini praktis, relevan, dan efektif sebagai sarana edukasi keluarga. Implementasinya dapat diperluas melalui program PAUD dan layanan kesehatan ibu-anak, memperkuat kolaborasi antara guru, tenaga kesehatan, dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal