Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Melalui Media Pembelajaran Kotak Pintar
Kotak pintar memuat aspek kognitif yang dapat mengembangkan kemampuan matematika dan sains. Yang melatar belakangi penelitian ini adalah kurangnya ketersediaan media pembelajaran matematika dan sains di PAUD Bina Anak Sholih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kotak pintar terhadap kemampuan matematika dan sains anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen pendekatan kuantitatif dengan perhitungan Uji Wilcoson Matched Paired Test yang menghitung dua data yaitu data pre-test dan post-test. Jumlah populasi dalam penelitian ini 15 anak dan sampel kelompok usia 5-6 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kemampuan matematika dan sains anak di kelas B pada beberapa indikator, dari hasil rata-rata (pre-test) 10,07 menjadi 22,13 (post-test) setelah diberikan stimulasi menggunakan media kotak pintar. Kesimpulannya bahwa media kotak pintar berpengaruh terhadap kemampuan matematika dan sains
Strategi Guru Dalam Menumbuhkan Empati dan Kerja sama Anak Usia Dini
Kesulitan dalam menerapkan strategi pembelajaran yang seringkali menggunakan lembar kerja dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui strategi guru dalam menumbuhkan empati dan kerja sama anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi yakni observasi langsung, wawancara dan dokumentasi. Instrumen wawancara berupa pertanyaan-pertanyaan yang merujuk pada pengembangan strategi oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi belajar sambil bermain menerbangkan pesawat kertas, bermain plastisin, bermain sentra alam, telah berhasil menumbuhkan empati dan kerja sama pada anak. Dengan pendekatan sentra bahan alam, guru mengajak anak saling berinteraksi, berbagi peran, dan menyelesaikan tugas bersama, sehingga anak dapat memahami pentingnya membantu teman serta bekerja sama dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu, strategi ini dianggap mampu menumbuhkan rasa empati dan kerja sama pada anak
Analisis Kemampuan Kognitif Pada Anak Tuna Daksa
Kemampuan kognitif mencakup pemahaman, pemikiran, dan pemecahan masalah, sedangkan tuna daksa adalah kondisi disabilitas fisik yang mempengaruhi proses belajar anak. Studi berikut tujuannya guna menganalisis kemampuan kognitif anak tuna daksa berdasarkan tingkatannya, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Studi dijalankan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui pengamatan, dokumentasi, dan wawancara pada anak tuna daksa. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan tuna daksa tingkat sedang dan tinggi dapat mengikuti pembelajaran eksplorasi dan pemecahan masalah dengan baik, serta memahami konsep logis dan bilangan dasar. Namun, anak tuna daksa dengan tingkat rendah kurang aktif karena dipengaruhi down syndrome, hanya mampu memahami konsep logis sederhana dan belum menguasai operasi bilangan dasar. Kesimpulannya adalah tuna daksa tidak sepenuhnya mempengaruhi kemampuan kognitif anak melainkan anak yang memiliki disabilitas ganda. Maka dengan ini, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai anak penyandang tuna ganda
Pengaruh Bermain Geometri Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun
Kemampuan kognitif anak usia dini mencakup aspek daya ingat, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir logis yang penting untuk perkembangan akademik dan sosial. Namun, masih ditemukan kendala stimulasi kognitif yang optimal di beberapa PAUD, seperti kurangnya media dan minimnya penerapan metode pembelajaran berbasis eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun setelah diberikan stimulasi melalui permainan geometri. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, serta tes kognitif menggunakan pretest dan posttest. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan kognitif, dengan skor rata-rata meningkat dari 38,00 menjadi 69,53 dan N-gain sebesar 0,5287 (kategori sedang). Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa eksplorasi bentuk geometri tidak hanya meningkatkan daya ingat dan pemahaman konsep, tetapi juga melatih anak dalam memecahkan masalah serta mengenali hubungan spasial dengan lebih baik
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Finger Painting Cat tepung Sagu Pada kelompok B di TK Islam Az-Zahrah Palembang
Kemampuan motorik halus anak perlu distimulasi sejak dini untuk menunjang kepercayaan diri dan kemandirian dalam melakukan kegiatan di sekolah maupun di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B melalui kegiatan finger painting cat tepung sagu di TK Islam Az-Zahrah Palembang. Jenis metode yang digunakan metode PTK model Kemmis dan McTaggart. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi untuk mengetahui kemampuan motorik halus anak dan dokumentasi untuk memperoleh informasi tertulis maupun dokumen, serta menangkap kejadian yang muncul pada pembelajaran. Subjek penelitian anak kelompok B2 berjumlah16 orang terdiri dari 9 perempuan dan 7 laki-laki. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan finger painting yakni dengan rata-rata 53% pada siklus I dan meningkat 81% pada siklus II. Terbukti bahwa kegiatan finger painting melalui cat tepung sagu dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Anak Usia Dini
Kemampuan berpikir tingkat tinggi pada anak usia dini penting dikembangkan sejak dini karena berpengaruh terhadap kesiapan anak menghadapi tantangan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) berpengaruh terhadap HOTS pada anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, melibatkan 30 anak yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol, dan data yang dikumpulkan berasal dari hasil pre-test dan post-test. Instrumen yang digunakan berupa 7 butir indikator HOTS yang sudah di uji validitas serta reliabilitasnya, dan data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan media AR terhadap peningkatan HOTS anak, dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 (<0,05). Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media AR dapat menjadi alternatif efektif dalam mengoptimalkan pengembangan HOTS pada anak usia dini
Pelaksanaan Asesmen pada Anak Usia Dini: Studi Kasus pada Kelompok A (4-5 Tahun) dan B (5-6 Tahun)
Asesmen dalam pembelajaran anak usia dini penting karena membantu menentukan strategi stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen pada kelompok usia 4–6 tahun di salah satu lembaga PAUD. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta melibatkan guru sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen dilakukan secara formatif, berkelanjutan, dan kontekstual dengan berbagai teknik seperti observasi, catatan anekdot, ceklis, portofolio, dan foto berseri. Guru memiliki peran penting dalam menyesuaikan asesmen dengan karakteristik anak. Asesmen untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga dilakukan secara kolaboratif. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peningkatan kompetensi guru serta kerja sama lintas pihak dalam mendukung asesmen yang holistik dan bermakna di PAUD.
Analisis Filosofis Pengekangan Ekspresi dalam Pembelajaran Seni Anak Usia Dini: Studi Kasus Ganda
Seni memiliki peran penting dalam pendidikan anak usia dini sebagai sarana berekspresi secara emosional dan intelektual. Namun yang masih terjadi justru sebaliknya, anak beraktivitas berdasarkan instruksi pendidik dan rencana pembelajaran yang sudah disusun di awal semester, sehingga menghasilkan karya yang bisa diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ruang ekspresi anak dalam aktivitas seni di dua sekolah PAUD yang menggabungkan dua kurikulum, nasional dan berbasis agama. Metode yang digunakan adalah kualitatif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara tematik dan filosofis untuk melihat pola praktik ekspresi anak dalam pembelajaran seni. Hasil menunjukkan adanya perbedaan pendekatan di mana sekolah A memberikan anak kebebasan dalam menafsirkan tema, sementara sekolah B memberikan arahan awal namun tetap menyediakan ruang ekspresi. Implikasi penelitian ini mendorong desain kurikulum PAUD menyeimbangkan antara struktur pedagogis dan kebebasan berekspresi anak, guna membentuk pengalaman belajar yang kontekstual, estetis, dan humanistik.
Analisis Guru dalam Penilaian Capaian Pembelajaran Anak Usia Dini
Penilaian perkembangan anak usia dini memegang peran penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal dan pengelolaan pembelajaran yang efektif di PAUD. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman guru PAUD dalam melaksanakan penilaian perkembangan peserta didik dan tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan instrumen wawancara dan survei, melibatkan tujuh guru. Data dianalisis menggunakan triangulasi untuk memperoleh gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas guru masih mengandalkan penilaian manual yang kurang melibatkan orang tua secara optimal dan menghadapi kendala dalam akurasi serta efisiensi. Implikasi hasil menekankan kebutuhan pengembangan media penilaian digital dan pelatihan guru untuk meningkatkan kualitas dan kolaborasi penilaian secara efektif di PAU
Pengembangan Media Smart Little Board (Hijmalib) Untuk Pengenalan Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia 5-6 Tahun
Pengenalan huruf hijaiyah pada anak suia dini suatu hal yang sangat diperlukan untuk membangun dasar literasi Al-Quran. Dengan demikian, diperlukan media pembelajaran yang sesuai untuk memperkenalkannya pada anak. Tujuan penelitian mengembangkan media Hijaiyah Smart Little Board (HIJMALIB) untuk Pengenalan Huruf Hijaiyah Pada Anak Usia 5-6 Tahun. Penelitian ini menggunakan mix method dengan Desain and Development (DnD), model pengembangan ADDIE terdiri 5 tahapan pengembangan: 1) Analyze, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. Instrument yang digunakan yaitu instrumen validator media, wawancara dan responden pengguna, subyeknya guru kelas, 10 orang anak, analisis data menggunakan skala likert. Hasil uji kelayakan ahli validator media sebesar 100%, sedangkan dari ahli materi 92,85% kategori Sangat Layak dan hasil ujicoba media sebesar 91,67%. Hal ini menunjukkan implikasi penggunaan media HIJMALIB layak digunakan untuk mengenalkan huruf hijaiyah dan pengaruh dari penelitian ini untuk memberikan kontibusi nyata pada dunia pendidikan