Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Pengembangan Minat dan Bakat Anak Usia Dini Berkebutuhan Khusus
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan lembaga PAUD dalam mengembangkan minat dan bakat anak usia dini berkebutuhan khusus. Minat dan bakat ABK sangat penting dikembangkan sejak dini agar potensi yang dimiliki anak dapat dimaksimalkan sehingga dapat berguna bagi keberhasilan hidup anak di masa mendatang meskipun dengan hambatan yang dimilikinya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yaitu pengumpulan data menggunakan teori-teori yang relevan dengan topik penelitian. Studi pustaka meliputi proses universal seperti identifikasi teori, temuan pustaka, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan sekolah dan orang tua dapat mengembangkan minat dan bakat anak sesuai yang dimiliki anak. Beberapa upaya yang dapat dilakukan lembaga PAUD dalam mengembangkan minat dan bakat, yaitu identifikasi minat dan bakat anak; membangun kerjasama dengan orangtua; perhatikan kecerdasan anak; amati tingkah laku anak dan berikan stimulus; dan berikan dukungan positif pada anak
Pengaruh Media Kartu Angka (Flash Card) Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Bilangan pada Anak Autism
Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengenal konsep angka degan cara mengganti strategi yang biasa dilakukan dikelas dengan strategi baru yang lebih menarik dan mengesankan bagi anak seperti halnya dengan melalui kegiatan kartu angka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan subjek penelitian anak autism yang sesuai kriteria dalam penelitian ini. Anak autism yang memenuhi kriteria akan dijadikan sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian ini sebanyak 38 anak, dengan Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear sederhana. Media Kartu Angka (Flash Card) Berpengaruh Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Bilangan Pada Anak Autism dengan nilai R square (R2) 0,839 yang dapat diartikan 83,9% Media Kartu Angka (Flash Card) Berpengaruh Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Bilangan Pada Anak Autism. Sedangkan 17,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak dibahas pada penelitian ini
Peran Organisasi Kemahasiswaan dalam Membangun Karakter: Urgensi Organisasi Kemahasiswaan pada Generasi Digital
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui peran organisasi kemahasiswaan dalam membangun karakter, khususnya pada generasi digital saat ini. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menerapkan metode penelitian studi literatur secara kualitatif atau deskriptif. Studi literatur diperoleh melalui proses literasi dari berbagai buku dan artikel berkaitan dengan materi yang hendak dibahas. Studi literatur dalam penelitian ini dilakukan penulis melalui proses membaca, menyimpulkan, kemudian memproses dan mengembangkan data yang didapatkan sebagai bahan dari penelitian yang dilakukan. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan, didapatkan suatu kesimpulan bahwa peran yang sangat penting dari organisasi kemahasiswaan dalam mendidik karakter mahasiswa di era digital ini adalah berfikir kritis. Jika mahasiswa tidak mempunyai kemampuan berfikir kritis maka akan sangat mudah terjerumus kedalam hal-hal yang melunturkan karakter bangsa. Mahasiswa harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dan tugas mahasiswa juga memanfaatkan sebaik mungkin teknologi digital yang sudah ada dan kemudian mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah wawasan pembaca khususnya mahasiswa tentang peran organisasi kemahasiswaan pada generasi digital
Hubungan.Pengetahuan.Ibu, Pola Makan dan Penyakit.Infeksi Anak dengan Status.Gizi Anak Prasekolah
Anak usia prasekolah mempunyai kebiasaan makan yang khas yang dipengaruhi oleh pengetahuan ibu. Status gizi anak dipengaruhi oleh pola makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu tentang gizi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi, pola makan dan penyakit infeksi dengan status gizi anak prasekolah. Desain penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua anak dan orang tua siswa di TK Pertiwi yaitu 50 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan pengukuran status gizi menggunakan timbangan. Analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square. Pengetahuan ibu tentang gizi kurang, pola makan anak kurang baik, sebagian besar memiliki riwayat penyakit infeksi dan status gizi kurang. Terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi, penyakit infeksi dan pola makan dengan status gizi anak prasekolah. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang gizi kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan dan pola makan anak pra sekolah
Penanaman Hak dan Kewajiban untuk Generasi Bangsa melalui Metode Pembelajaran Role Playing di Sekolah Dasar
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dianggap membosankan bagi sebagian siswa di Sekolah Dasar Negeri Pamucatan. Walaupun begitu sebagian dari mereka juga mengetahui hak dan kewajiban dari pembelajaran PKn, tetapi belum menerapkannya kedalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dibuatnya artikel ini agar siswa sekolah dasar tersebut bisa menerapkan hak dan kewajiban sebagai generasi bangsa yang baik diperlukan pembelajaran dengan cara dan metode yang efektif dan menarik dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode pembelajaran role playing (bermain peran). Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan yaitu melalui literature review dan kuesioner. Hasil dari penelitian ini siswa sekolah dasar akan menjadi lebih bersemangat untuk mempelajari hak dan kewajiban dalam mata pelajaran PKn ini. Dengan diterapkannya hak dan kewajiban pada generasi bangsa tujuan Negara Indonesia untuk menumbuhkan kehidupan demokrasi akan terlaksana
Analisis Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Melalui Video Animasi di Kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 02 Bogor
Dalam penelitian ini, media video animasi digunakan untuk menganalisis kemampuan anak dalam memahami pembelajaran PKn di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan dalam proses pembelajaran dan hasil dari pembelajaran anak ketika diberikan materi melalui video animasi dan tidak melalui video animasi. Metode penelitian yang digunakan dalam pembuatan jurnal ini adalah pendekatan kualitatif yaitu dengan menggunakan metode pengumpulan data. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa siswi MIM MUHAMMADIYAH 02 yang berjumlah 10 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam menganalisis adalah metode kuisioner dan observasi dengan menggunakan media Google Form dan Whatsapp sebagai media perantara. Hasil analisis dari penelitian ini menyatakan bahwa siswa siswi MIM Muhammadiyah 02 cenderung lebih memilih belajar menggunakan video animasi dibandingkan dengan membaca materi secara online. Penelitian yang samapun pernah dilakukan oleh Handayani dan Siska pada tahun 2018. Hasil penelitian mereka membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan video animasi, dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Dengan mengaplikasikan video animasi pada pembelajaran diharapkan berdampak pada keefektifan dan efisiensi waktu yang digunakan saat pembelajaran daring sedang berlangsun
Penerapan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKn di Sekolah Dasar
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis lebih dalam mengenai penerapan teknologi informasi sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran PKN di SD. Kajian penelitian dalam artikel ini memakai pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber bahasan didaparkan dari artikel, jurnal, dan buku. Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan mampu memberikan motivasi dan meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran PKN di sekolah dasar. Terlebih penerapan teknologi adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan kemajuan serta inovasi dalam pembelajaran. Penerapan teknologi informasi ini juga dapat mendorong upaya pembaharuan dalam pemanfaatan dari hasil teknologi dalam proses belajar mengajar dan menjadikan salah satu media pembelajaran di sekolah, khususnya pada pembelajaran PKN di SD
Pengimplementasian Model Discovery Learning pada Pembelajaran PKn di SD
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah pendidikan yang sangat penting di SD karena perannya sebagai pembentuk karakter kebangsaan. Oleh karenanya, mata pelajaran PKn membutuhkan efektivitas dalam penyelenggaraannya. Maka dipilihlah model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman yakni model pembelajaran discovery learning. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimanakah implementasi serta efektivitas model pembelajaran discovery learning pada pembelajaran PKn di SD Labschool UPI Cibiru dan SDN Percobaan Cibiru. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk memahami makna dari permasalahan sosial dan kemanusiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas model pembelajaran discovery learning mencapai persentase sebesar 80% dan dianggap efektif karena telah mencapai persentase lebih dari 50%. Hasil ini diperoleh dari dua sekolah sebagai objek penelitian yaitu, SD Lab School UPI Cibiru dan SDN Percobaan. Implikasi dari model pembelajaran ini adalah siswa secara mandiri mampu menemukan konsep pengetahuan kebangsaan sehingga mampu menerapkannya dalam berperilaku dan bersikap
Pemahaman Guru TK tentang Metode Sosiodrama terhadap Kompetensi Sosial
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui seberapa besar Pemahaman guru paud/tk tentang metode sosiodrama tinggi berpengaruh terhadap kompetensi sosial; (2) seberapa besar pemahaman guru paud/tk tentang metode sosiodrama rendah berpengaruh terhadap kompetensi sosial. Penelitian ini merupakan penelitian Ex Post Facto dan dilakukan pada mahasiswa PPG PGPAUD Universitas Lampung dengan jumlah Populasi atau sampel sebanyak 28. Data pada penelitian ini diambil dengan menggunakan angket. Angket dibagi menjadi 2 data Pemahaman guru tentang sosiodrama dan kompetensi sosial. Teknik analisis yang digunakan dalam menguji hipotesis adalah teknik analisis regresi linear sederhana dan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman guru tentang metode sosiodrama tinggi berpengaruh terhadap kompetensi sosial, dengan sumbangan sebesar sebesar 12,5 %, (2) pemahaman guru tentang metode sosiodrama rendah tidak berpengaruh terhadap kompetensi sosia
The Early Childhood Educator: A Career of choice beyond the 21st century in Africa
Sustainable Development Goal 8 calls for full, freely chosen and productive employment and decent work for all. However, Evidence from statistics shows that employment opportunities have continued to diminish world over and that the shortage of jobs is expected to continue in the near future. Africa bears the brunt for this unemployment situation. The good news however, is that early childhood education (ECE) in Africa is growing in leaps and bounce and is expected to continue growing as awareness around it intensifies. Findings from a critical analysis of pertinent literature, indicate that the rising realization of the importance of ECE, the growing population, improved perception of ECE, professionalization of the ECE educator, in addition to mainstreaming, advocacy and positioning of ECE as a priority in national development agendas is evidence that development in the early childhood education might be the magic bullet for the unemployment menace in Africa. The paper was expected to inspire policy makers to step-up investment in early childhood education and mark it as a career of choice for the 21st century and beyond. This review provides an opening toward a broader understanding of the future livelihood chances for an early childhood educato