Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Penerapan Media Puzzle Geometri untuk Kemampuan Geometri Anak
Penelitian ini adanya latar belakang pada Anak TK Al-Hikmah Siak Hulu yang memiliki kemampuan geometri masih rendah, terbukti dari 12 anak, 8 anak masih sering keliru, tidak yakin, atau bingung dalam menamai, membedakan, dan mengelompokkan tiga bangun ruang (persegi, segitiga, dan lingkaran). Hal ini disebabkan guru kurang menggunakan tarian dan kurang menggunakan metode bermain dalam pembelajaran. Ketertarikan anak-anak pada media teka-teki dan pelatihan yang diberikannya untuk kemampuan mereka mendeteksi bentuk geometris mendorong tujuan penelitian: untuk membantu anak-anak meningkatkan keterampilan geometris mereka melalui permainan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah anak-anak di TK Al-Hikmah Siak Hulu dapat meningkatkan kemampuan geometrinya melalui penggunaan media puzzle. Temuan penelitian disajikan dengan cara yang bersifat deskriptif dan kualitatif. Menurut hasil penelitian, pengetahuan anak tentang geometri dapat ditingkatkan dengan menggunakan bentuk-bentuk sederhana dalam teka-teki. Sehingga dapat dikatakan bahwa keterampilan geometri anak dapat ditingkatkan dengan melakukan kegiatan media puzzl
An Overview of Health Issue Tracking among Parents of School-Aged Children
School age is one of the community groups that is a priority for the national health program. Various health problems of school-age children are a concern of parents. To deal with their school age children's condition, parents require a variety of health issues solutions. Parents commonly prefer to seek for information on their gadgets by using the internet. These many concerns, problems, and issues that parents have about their children's health have motivated an in-depth exploration of parents' digital literacy skills in tracing information. This study aims to determine the frequency with which parents of school-aged children track health information and investigate the issue that 109 parents of school-aged children are interested in based on health issues in East Kalimantan. The sample was chosen using an accidental sampling technique. In this study, a simple questionnaire with closed and open questions was used as a survey method. A univariate and bivariate test were performed to process data on frequency with which parents seek health problems as well as its relationship to respondent characteristics, the Spearman rank test was used. The result is health information about screen time risk was most frequently accessed by parents, but compared to other issues, the nutrition issue is significantly deeper. It will be necessary to develop interventions like health promotion programs that parents will utilize in improving their health literacy, especially about children’s health in the schoo
Penerapan Pendekatan Matematika Realistik terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Pengukuran pada Anak Usia 5-6 Tahun
Pentingnya pemahaman konsep pengukuran untuk mengembangkan aspek kognitif anak menjadi latar belakang penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pendekatan matematika realistik terhadap kemampuan memahami konsep pengukuran anak usia 5-6 tahun. Pendekatan kuantitatif diterapkan pada penelitian ini dengan menggunakan jenis penelitian quasy experiment dan disain penelitian randomized control group only design dimana pemberian perlakuan pada kelas eksperimen menggunakan pendekatan matematika realistik sedangkan kelas kontrol tidak diberi perlakuan (pembelajaran konvensional). Subjek penelitian berjumlah 20 orang anak dengan kelas B1 sebagai kelas eksperimen dan B2 kelas control di TK Permata Bunda, Pagaruyung. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar ceklis observasi dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji statistik dengan menggunakan uji beda (uji-t) pada taraf signifikan 5% diperoleh t hitung 2,73 lebih dari t tabel yaitu 1,73. Jadi dapat disimpulkan kemampuan pemahama
Stimulasi Perkembangan Sosial Anak melalui Permainan Tradisional Tenggoh-tenggohan
Munculnya permainan modern saat ini yang sangat menarik minat anak, seperti gadget dan fun game membuat anak terlihat asyik bermain didunia maya secara individual, sehingga tidak memiliki kesempatan bagi anak untuk bersosialisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menstimulasi perkembangan social anak melalui permainan tradisional daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yaitu Tenggoh-tenggohan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksprimen. Desain penelitian one group pretest-posttest design.Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 23 orang anak usia 6 — 7 tahun berdomisili di Desa Bumi Kawa Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU, Sumatera Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui penilaian perkembangan social anak dengan observasi berdasarkan indicator kebutuhan belajar anak yang berkaitan dengan perkembangan social menurut Beaty (1995). Tehnik analisis data yang digunakan adalah uji statistic T-test. Hasil kegiatan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan perkembangan social anak sebelum dan setelah diberikan stimulasi permainan tenggoh-tenggohan. Disimpulkan bahwa permainan tenggoh-tengohan dapat menstimulasi perkembangan sosial anak. Penelitian ini berimplikasi pada penerapan permainan tradisional pada anak sekolah dalam mengembangkan kemampuan sosial anak
Say No to Bullying Behavior : Implementasi Nilai Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar.
Pada masa kini anak anak lebih cenderung senang memainkan gawai dibanding bermain dengan teman. hal ini memberikan dampak negatif salah satunya bullying yang disebabkan oleh media sosial yang mempengaruhi anak. Beattie (2015) menjelaskan bahwa bullying adalah penyalah gunaan kekuasaan secara sistematis dan tergolong perilaku agresif yang dilakukan oleh teman sebaya yang berulang kali melakukannya dan ditandai dengan ketidakseimbangan kekuasaan (korban memiliki kelemahan dalam kemampuan memela diri). Tujuan dari penulisan ini ialah untuk menginformasikan kepada semua pembaca bahwa bullying tengah marak di kalangan anak anak dan membawa dampak buruk bagi perkembangannya. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini sendiri menggunakan deskriptif analisis. Hasil penelitian ini mendeskripsikan: 1) pengertian bullying. 2)contoh-contoh kasus bullying. 3) dampak korban dan pelaku pada perilaku bullying. 4) faktor penyebab terjadinya bullying. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat membantu menyadarkan dan mengedukasi kepada pembaca tentang bullying agar bisa menghindari perilaku buruk tersebut. Hal ini didukung oleh Strorey dkk (2013) anak-anak atau remaja dapat melindungi diri dari bullying dengan bersikap baik. Memiliki sikap yang baik yang tidak menimulkan bullying atau pemalasan individu yang asertif dengan percaya diri dan rasa kontrol dapat mencegah perilaku bullying
Pengembangan Mutu Pendidikan Ditinjau dari Pemenuhan Kebutuhan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Sarana dan prasarana di Indonesia dalam bidang pendidikan tidak merata dalam ketersediaannya. Banyak dari berbagai daerah terutama daerah pedalaman yang jauh dari pantauan pemerintah pusat masih kekurangan bahkan dapat dikatakan sudah tidak layak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan kesadaran betapa pentingnya mengembangkan mutu pendidikan ditinjau dari aspek pemenuhan sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan. Dalam penelitian ini, penulis meneliti dengan metode studi literatur mengenai pengembangan mutu pendidikan yang dilihat dari perspektif pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dengan tujuan menjawab pertanyaan mengenai pentingnya penyediaan sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalam mencapai pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana berpengaruh pada peningkatan hasil belajar siswa, namun ketersediaan tersebut harus didukung dengan pemanfaatan secara maksimal
Meningkatkan Keterampilan Meremas melalui Messy Play
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan meremas melalui messy play di Pos PAUD Pelita Hati Miritpetikusan. Metode ini memakai metode penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggert dengan modal spiralyang memiliki arti bahwa pelaksanaan dilakukan secara berulang, dengan melakukan perencaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus dan setiap siklus dilaksanakan selama 3 hari. Hasil penelitian untuk keterampilan meremas melalui messy play, untuk 16 anak ditanyakan meningkat dengan indikator mengikuti meremas adonan dengan hasil yang sangat baik, membedakan meremas benda dengan hasil yang sangat baik, menunjukkan cara meremas dan membuat benda dengan hasil yang sangat baik, mengulangi meremas sesuia dengan yang dicontohkan dengan hasil yang sangatbaik , mengulangi meremas spon dengan hasil yang sangat bai
Implementation of the Minangkabau Culture Curriculum at Kindergarten
The existence of elements of the implementation of Minangkabau culture that became a peculiarity of the curriculum in Padang Panjang Jihad Mosque Kindergarten is interesting to be studied more deeply. Therefore, this study aims to analyze the implementation of the Minangkabau cultural curriculum related to the planning, implementation, and evaluation of learning. Qualitative research type of descriptive method. Data collection techniques on research objects are carried out through observation, interview, and observation. Data analysis starts from data reduction, presentation of data, and concluding. Assurance of data validity using data triangulation techniques. As a result of the research, curriculum planning is carried out by integrating national curriculum of 2013, PAI Curriculum, and Minangkabau cultural context. The implementation of the implementation curriculum is evident from the Daily Learning Implementation Plan (RPPH), which is integrated into the learning load. Performance, assignment (project), and observation in assessing special activities of Minangkabau culture that has become the habituation of children, especially in kato nan ampek, sumbang nan duo baleh and the art of Minangkabau traditio
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus melalui Messy Play
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan messy play di Pos PAUD Kasih Bunda Desa Sidomoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis and Taggart dengan model spiral dimana pelaksanaannya dilakukan secara berulang-ulang dengan 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun yang jumlahnya 10 anak dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Penelitian ini di lakukan dengan 2 siklus selama 6 hari. Hasil penelitian untuk kemampuan motorik halus melalui messy play di nyatakan meningkat dengan indikator : mengikuti mencetak pasir sangat baik, menirukan membentuk dengan plastisin sangat baik, menunjukkan cara melukis dengan jari tangan( finger painting) sangat baik, membedakan biji-bijian sangat bai
Relationship Between Toilet Training Readiness and Children’s Stress With Enuresis Control in Preschool Children
Enuresis fungsional (mengompol) adalah gangguan pengeluaran urine yang involunter saat tidur siang/ malam pada anak usia lebih empat tahun tanpa adanya kelainan fisik maupun penyakit organik. Dampaknya adalah anak menjadi tidak percaya diri, malu serta hubungan social dengan teman terganggu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kesiapan toilet training dan stress anak dengan control enuresis. Metode penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel adalah ibu yang memiliki anak berusia 4-6 tahun. Pengambilan sampel dengan random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara langsung menggunakan ceklist . Uji statistik dengan Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05). Didapatkan 22,7% tidak mampu mengontrol enuresis, 22,7 % belum siap melaksanakan toilet training, dan 28,8 % mengalami stress. Analisis statistic didapatkan nilai p=value 0,000. Artinya ada hubungan yang signifikan antara kesiapan toilet training dan stress dengan control enuresis. Kemampuan anak mengontrol enuresis berhubungan dengan kesiapan toilet training dan stress anak