Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Loose parts: Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Anak Usia Dini
Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu tahapan untuk memecahkan masalah, untuk itu diperlukan stimulasi yang memungkinkan anak untuk dapat menuangkan idenya secara bebas yakni melalu loose parts. Pada prinsipnya loose parts dapat dipindahkan, dipisahkan, disatukan kembali, dibawa, dikombinasikan, dan didesain ulang dengan berbagai cara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh loose parts terhadap kemampuan berpikir kreatif anak usia dini. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, data dikumpulkan melalui observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan (paired sampel t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai thitung 21,05 ‰¥ ttabel 1,745884, yang berarti terdapat pengaruh loose parts terhadap kemampuan berpikir kreatif anak usia dini
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Permainan pada Pendidikan dan Perkembangan Anak Usia Dini
terkadang disepelekan oleh para pendidik. Kebanyakan dari mereka lebih menekankan pada pengetahuan kognitif saja. Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk melihat cara yang tepat dalam mendidik pemikiran anak usia dini serta meminta pembaca untuk melihat dari sudut pandang anak mengenai upaya untuk meningkatkan keterampilan kognitif disamping pengetahuan kognitifnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan kognitif anak dapat dilakukan dengan mengembangkan pembelajaran yang berbasis permainan. Pembelajaran berbasis permainan mampu menumbuhkan keterampilan kognitif, motorik kasar dan motoric halus anak. Pembelajaran berbasis bermain memungkinkan siswa untuk terlibat dalam kegiatan yang bertujuan menstimulasi pengalaman seperti yang telah mereka hadapi
Perkembangan Self Esteem Anak Usia Dini Berdasarkan Pola Pengasuhan Demokratis
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya faktor psikologi pada anak dalam menunjang perkembangan anak dimasa yang akan datang salah satunya adalah harga diri atau self esteem. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan self esteem anak usia dini yang ditinjau dari pola asuh demokratis. Penelitian ini menggunakan pendeketan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitattif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan dokumentasi. Partisipan yang dipilih adalah anak didik di salah satu TK kelompok B yang berusia 5-6 tahun berjumlah 6 anak. Responden penelitian yang dijadikan sumber data adalah orang tua dari anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self esteem anak usia dini yang ditinjau dari pola asuh demokratis masuk pada self esteem dengan karakteristik yang positif. Self esteem anak yang positif tersebut tercermin pada pemenuhan komponen self esteem pada diri anak yaitu, perasaan diterima, perasan mampu, dan perasaan berharga. Selain itu, peran orang tua dalam menumbuhkan self esteem anak tercermin melalui 4 upaya yang dilakukan yaitu penerimaan, kehangatan, pengharagaan dan dukungan emosional terhadap anak
Identifikasi Kemampuan Regulasi Emosi dalam Pengasuhan Anak Usia Dini di Yogyakarta
Penelitian mengenai hubungan regulasi emosi orang tua dengan berbagai variabel pada anak telah banyak dilakukan. Namun belum pernah dilakukan penelitian mengenai identifikasi kemampuan orang tua dalam meregulasi emosi khususnya di wilayah Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kemampuan regulasi emosi orang tua serta strategi yang lebih sering digunakan dalam mengelola emosi dalam mengasuh anak usia dini. Subjek dari penelitian ini adalah 53 responden orang tua yang memiliki anak berusia 2-7 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala regulasi emosi pengasuhan yang dikembangkan peneliti berdasarkan lima strategi regulasi emosi J.J. Gross. Skala terdiri dari 24 aitem dengan nilai koefisien reliabilitas sebesar α=0,937. Skala disajikan menggunakan Google Form dan disebarkan melalui jejaring sosial media. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 20 untuk mengkategorisasikan tingkat regulasi emosi responden. Hasil dari penelitian ini adalah responden memiliki tingkat regulasi emosi sedang (77,4%) dan tinggi (9,4%). Strategi regulasi emosi dengan nilai selisih rerata empiric yang paling mendekati rerata hipotetik adalah strategi attentional deployment dan response modulation. Sebaran data demografi yang kurang merata merupakan salah satu keterbatasan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dasar memberikan rekomendasi strategi regulasi emosi pada orang tua khususnya di lingkup Yogyakarta. Lebih lanjut lagi, rekomendasi tersebut akan diintegrasikan dalam aplikasi regulasi emosi yang dapat digunakan secara mandiri oleh orang tua untuk mengetahui kemampuan mengelola emosinya.
Permasalahan Pembelajaran Online dengan Offline Pendidikan Kewarganegaraan di SD Linggawastu
Tujuan dari penulisan ini ialah untuk menginformasikan kepada semua pembaca bahwa Perbandingan permasalahan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SD Linggawastu secara online dan secara offline sangat berbeda. Dan sangat membawa dampak buruk bagi perkembnagan pengetahuan anak terhadap pendidikan kewarganegaraan. Oleh karena itu diharapkan tulisan ini dapat membantu menyadarkan dan mengedukasi kepada pembaca tentang permasalahan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di SD Linggawastu secara online dan secara offline, metode ini bersifat metode survey, Dampak penelitian ini diharapkan membantu pendidik mengerti permasalahan yang terjadi serta dapat mengatasinya
Peran Layanan Khusus Bimbingan dan Konseling dalam Mencegah dan Menangani Kasus Bullying di Sekolah
Belakangan ini kasus bullying di lingkungan sekolah menjadi hal yang patut diperhatikan karena efek yang ditimbulkan terhadap korbannya sangat membekas. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pencegahan kasus bullying di sekolah yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan studi literatur. Berdasarkan hasil yang penulis dapatkan dari studi literatur bullying dapat diartikan sebagai tindakan penindasan atau pengintimidasian yang dilakukan kepada orang lain. Sekolah memiliki manajemen layanan khusus yang mana memiliki tujuan agar memperlancar dan mempermudah pembelajaran. Salah satu layanan khusus yang terdapat di sekolah yakni layanan bimbingan dan konseling. Pembaruan peranan guru BK atau konselor yaitu untuk memberikan bantuan kepada para siswa dalam menjalani aktivitasnya secara mandiri dan terus berprogres dan juga berperan dalam menyelesaikan masalah peserta didik. Maka dari itu dapat dilihat bahwa guru BK memiliki peran yang penting dalam upaya mencegah dan menangani kasus bullying di sekolah.
Analisis Fenomena Prokrastinasi pada Mahasiswa dan CBT sebagai Solusi Intervensi Dini
Tugas akademik merupakan salah satu instrumen pendukung pendidikan dalam proses pembelajaran yang harus dituntaskan oleh mahasiswa. Prokrastinasi akademik merupakan kegagalan dalam mengerjakan tugas akademik dalam kerangka waktu atau menunda mengerjakan tugas sampai tenggang waktu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mengetahui faktor-faktor penyebab mahasiswa cenderung prokrastinasi dalam mengerjakan tugas, (2) memberikan solusi melalui cognitive behavioral therapy (CBT) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survei, dengan pengambilan random sampling yaitu 65 orang mahasiswa PGSD Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Cibiru. Pengukuran perilaku menggunakan skala Likert dengan berdasar pada indikator dan aspek prokrastinasi oleh Ferrari dkk. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan adanya perbedaan tingkat prokrastinasi oleh mahasisw
Pengaruh Pendekatan Whole Language Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Usia 5-6 Tahun
Anak usia dini memiliki resiko paling tinggi terkait kesulitan membaca pada saat anak memasuki jenjang sekolah karena kemampuan verbal yang sedikit, kurang kesadaran fonologis dan kurang pengetahuan huruf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaru pendekatan whole language terhadap kemampuan membaca permulaan anak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pre-eksperimental design yang dilakukan berdasarkan tahapan pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah 30 anak usia 5-6 tahun di RA Al Hikmah Murtirejo. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, kuisioner dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan Paired Samples T-Test dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil uji Paired Samples T-Test sebesar 0.88665 atau 0.88665 < 0.05 yang berarti terjadi perubahan kemampuan membaca permulaan antara sebelum dan sesudah diberlakukanya treatment berupa pendekatan whole languag
Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Bahasa merupakan alat komunikasi manusia dalam berinteraksi dengan hakikat kehidupan sehari-hari untuk memperoleh tujuan tertentu. Keterampilan berbahasa dimiliki oleh anak sejak lahir hingga orang tua dimanapun mereka berada. Hal itu ditandai dengan suara yang keluar dari mulut, meski terkadang tidak jelas. Penelitian ini mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak pada masa pandemi Covid-19 di Canden, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan perspektif psikolinguistik. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan pengambilan sampel data pada sepuluh anak rentan usia 3-5 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa perolehan anak usia dini membentuk cara dan kegembiraan. Cara mendapatkan bahasa yang ditemukan melalui; meniru, mengingat, bertanya, dan menceritakan. Dengan demikian, proses memperoleh bahasa anak usia 3-5 tahun terletak dalam bentuk cara dan rangsanga
Peningkatkan Kemampuan Motorik Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Tari Kreasi Madura
Masa anak usia dini merupakan saat yang tepat melatih keterampilan motorik salah satunya melakukan tari kreasi. Tari merupakan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak karena dalam kegiatan anak belajar sambil bermain. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah mendapat data yang diperlukan dilanjutkan dengan menganalisis data yaitu dengan menghubungkan antara masalah dan konsep teori yang relevan. Hasil penelitian ini Tari kreasi Madura dalam pembelajaran di sanggar Tarara Bangkalan terdapat 4 tari kreasi namun dalam penelitian mendapatkan hasil dua tari kreasi yang dianggap berperan yaitu tari balap kadhu’ (40%) dan tari bhuk marliyeh (35%), kedua tari kreasi dianggap berperan dalam meningkatkan motorik berdasarkan indikator kemampuan lokomotor dan non-lokomotor. Dari keseluruhan anak usia dini yang berlatih tari kreasi di sanggar Tarara sudah mencapai standar keberhasilan yang ditentukan dan menunjukkan kemampuan motorik berkembang sesuai harapan