Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Peran Orang Tua dalam Mengoptimalkan Literasi Bahasa Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang tua dalam mengoptimalkan literasi Bahasa pada anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam menggambarkan peran orang tua dalam mengoptimalkan literasi bahasa pada anak usia dini. Metode pengumpulan data selain menggunakan literature yang berkaitan dengan topik pembahasan juga dengan metode wawancara dengan orang tua yang menjadi objek penelitian . Teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan kemudian digunakan untuk menganalisis data, dan hasilnya menunjukkan bahwa keluarga sangat berperan penting dalam menumbuhkan dan membina literasi bahasa pada anak. Serta dapat memberikan pengalaman baru bagi orang tua dan anak mengenai kegiatan literasi dan bahasa pada anak di usia dini. Hal ini tergambar dari hasil penelitian bahwa 70% orang tua yang mendampingi anak dalam proses belajar menghasilkan 80% anak yang mampu berbahasa dengan baik. Ini menggambarkan semakin baik peran orang tua dalam mendampingi anak maka akan semakin maksimal hasil literasi bahasa ana
Kajian Pengintegrasian Kepercayaan Budaya Tiongkok pada Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa Indonesia di kelas China (Studi Kasus di Universitas Normal Qujing)
Penulis memfokuskan penelitian pada untuk menyelidiki dan menganalisis kondisi terkini dari pengintegrasian kepercayaan budaya ke dalam pengajaran bahasa Indonesia di kelas Qujing Normal University melalui survei kuesioner, kajian literatur, dan wawancara dan mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di dalam proses pengintegrasian kepercayaan budaya ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. Melalui hasil temuan, ditemukan bahwa terdapat masalah-masalah khususnya di tiga aspek berikut: lingkungan pendidikan budaya tradisional, kesadaran kepercayaan budaya, dan metode pengajaran; Terakhir, berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi, penulis mengusulkan tindakan penanggulangan dan saran yang sesuai untuk menumbuhkan kepercayaan budaya di kalangan pembelajar Bahasa Indonesia di Universitas Normal Qujing dari sudut pandang budaya kampus, kesadaran mahasiswa, dan konten pengajaran. Diharapkan penelitian ini bisa menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain yang membuka program studi bahasa Indonesia agar mereka dapat juga mempentingkan pendidikan kepercayaan budaya tradisional Tiongkok di kelas bahasa Indonesia bahkan di kelas bahasa asing, agar para pembelajar bahasa asing dapat mengerti, memahami dan menguasai budaya tradisonal Tiongkok dan menyebarkannya ke seluruh dunia melalui media bahasa, yaitu bahasa kedua yang mereka kuasai
Penerapan Terapi Bermain Boneka Tangan pada Anak Prasekolah untuk Menurunkan Kecemasan Akibat Hospitalisasi
Hospitalisasi menimbulkan kecemasan, anak berusaha beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit, kondisi tersebut menjadi stressor bagi anak, orang tua dan keluarga. Anak tidak kooperatif menerima tindakan keperawatan dan memperberat kondisi kesehatan. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah terapi bermain boneka tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan anak yang sedang dirawat sebelum dan sesudah penerapan terapi bermain boneka tangan. Desain penelitian adalah studi kasus deskriptif, dengan pendekatan asuhan keperawatan. Sampel penelitian adalah dua orang anak prasekolah yang dirawat di Rumah Sakit Noesmir Baturaja. Instrumen pengukuran tingkat kecemasan adalah skala HARS dan observasi perilaku kecemasan berpedoman pada Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Terdapat penurunan tingkat kecemasan anak setelah dilakukan terapi bermain boneka tangan yaitu score sebelum yaitu 16 dan 18 ( ansietas ringan ) menjadi kurang dari 14. Terapi bermain boneka tangan dapat digunakan untuk menurunkan tingkat ansietas pada anak prasekolah dan lebih kooperatif dalam menerima perawata
Pengembangan Media Disaster Mitigation Berbasis Digital untuk Pembelajaran Mitigasi Bencana
Pengenalan mitigasi bencana sangat perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana terutama anak usia dini yang rentan menjadi korban. Penelitian ini merancang sebuah produk yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat diakses melalui komputer atau perangkat android. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media digital untuk menambah pengetahuan anak tentang mitigasi bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research and Development model ADDIE. Subjek penelitian melibatkan 20 anak di TK Al-Ummi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui validasi kelayakan media dan observasi. Teknik analisis data menggunakan skala likert. Hasil penelitian dari para ahli menunjukkan 95% dari ahli media dan 92,5% dari ahli materi. Efektivitas produk berdasarkan hasil pengujian kepada 20 anak mencapai 92%, sehingga media ini dinyatakan layak dan dapat menghasilkan produk yang memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana banjir kepada anak -anak berusia 5-6 tahun. Artinya pop up book digital ini dapat dijadikan salah satu media untuk pembelajaran mitigasi bencana banjir anak usia dini
Exploring Teacher Expectations and Experiences in the Preschool-Primary School Transition Process
This research explored the expectations, experiences, and challenges felt by Preschool and Primary school teachers. The expectations, experiences, and challenges teachers face can be considered for policy direction, implementation guidelines, and developing transitional preschool learning methods more contextual to real-world conditions and needs. The participants in this study include three lower primary school teachers and two Grade B kindergarten teachers. The research approach used is qualitative-descriptive. The research findings indicate that teachers have expectations that the preschool-primary school transition process is not solely the responsibility of preschool or primary school teachers. Still, there should be continuity and a shared perception between preschool and primary school teachers to ensure a seamless transition process. The experiences and challenges teachers face in teaching children during the transition period include dealing with students with different characteristics, which requires teachers to analyse each student's specific needs, especially when they encounter difficulties during this transitio
Dinamika Sibling Rivalry Pada Anak Kembar Usia Dini
Sibling rivalry atau persaingan antar saudara, dapat menyebabkan banyak masalah yang mempengaruhi pertumbuhan anak usia dini. Sibling rivalry mengacu pada persaingan, konflik, dan perasaan kompetitif yang terjadi antara saudara, dalam sebuah keluarga. Hal ini sering terjadi pada hubungan antar saudara yang usianya berdekatan, termasuk saudara kembar. Sibling rivalry pada anak kembar usia dini, jika dibiarkan dan tidak diatasi dengan baik dapat meningkatkan risiko depresi, kecemasan, dan kemarahan pada saat dewasa. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi apa saja bentuk sibling rivalry pada anak kembar usia dini dan faktor yang menyebabkannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasilnya perilaku agresif seperti berteriak terus-menerus, melempar barang, menyakiti secara fisik merupakan beberapa bentuk sibling rivalry. Saran untuk orang tua yang memiliki anak kembar, berikan perhatian yang adil dan merata, tidak membanding-bandingkan, validasi perasaan anak, berikan perhatian khusus sesuai kebutuhan individu anak, karena meskipun kembar mereka tetap individu yang berbeda
Analisis Manajemen Sarana dan Prasarana di Taman Kanak-kanak
Sarana dan prasana pendidikan memainkan peran penting terhadap terselanggaranya pembelajaran yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Metode penelitian yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang guru. Teknik analisis data melalui proses menghimpun data, mereduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memiliki manajemen yang sistematis dan terstruktur dengan baik terhadap sarana dan prasarana. Bentuk manajemen yang dilaksanakan dimulai dari tahapan perencanaan yang melibatkan seluruh pihak terkhsusus para guru. Tahapan selanjutnya yaitu pengadaan kebutuhan sarana dan prasarana, sedangkan tahap akhir yaitu mereview/evaluasi yang dilaksanakan melalui rapat dan peninjauan bersama dengan guru, staf hingga wali siswa pada setiap aspek sarana dan prasana pembelajaran (fasilitas pada lingkungan belajar)
Pengembangan E-Book “Hadiah Istimewa” terhadap Jati Diri Anak
Jati diri adalah salah satu komponen kurikulum merdeka yang penting dikembangkan untuk anak usia dini, karena tanpa jati diri perkembangan sosial anak cenderung rendah, dan tidak percaya diri dalam melakukan aktivitas. Salah satu media yang dapat membantu mengembangkan jati diri anak dimasa era digital ini adalah e-book dan jati diri dapat dikembangkan melalui cerita. Tujuan penelitian ini adalah melihat kelayakan E-book “Hadiah Istimewa” terhadap jati diri anak. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Developmen (Penelitian dan Pengembangan) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evalutions). Sampel 21 orang anak. Untuk melihat kelayakan buku melibatkan 1 orang ahli materi, 1 orang ahli media dan 17 guru di TKIT BAITUSSHALIHIN. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan kuantitatif dengan persentase Hasil penelitian menunjukkan presentase dari uji ahli media 85%, uji materi 82%, dari guru 95,6%. Persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-book “Hadiah Istimewa” terhadap jati diri anak termasuk dalam kategori sangat layak. Kesesuaian materi buku dengan elemen jati diri anak adalah 82,4%, juga berada pada kategori sangat layak. Artinya buku ini bisa dijadikan salah satu media untuk pengembangan jati diri anak usia dini
Perencanaan dan Pelaksanaan Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan Tema Bhinneka Tunggal Ika di SD
Salah satu program yang ada di sekolah adalah P5. Penelitian ini bertujuan melihat pelaksanaan projek penguatan penguatan profil pelajar Pancasila dengan tema bhinneka tunggal ika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah coordinator P5, tim fasilitator P5, dan kepala sekolah. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SDN 21 Pekanbaru telah menerapkan program projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan tema bhinneka tunggal ika dimulai dari perencanaan. Dalam perencanaannya melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: 1) Menunjuk koordinator projek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu wakil kepala sekolah bagian kurikulum; 2) tim fasilitator terdiri dari guru kelas 1 dan guru kelas IV; 3) satuan pendidkan yaitu SDN 21 Pekanbaru hanya sampai pada tahap awal; 4) menentukan dimensi dan tema P5 ini; 5) merancangan modul projek penguatan profil pelajar Pancasila; 6) menyusun rubrik pencapaian yang berisikan capaian kegiatan.
Peran Orang Tua dengan Anak Gangguan Autisme
Topik peran orang tua dalam mendampingi anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) sangat penting untuk dipahami, mengingat tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam mendukung perkembangan anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran orang tua sebagai fasilitator utama dalam intervensi perilaku, pendidikan inklusif, dan penguatan keterampilan sosial anak-anak dengan ASD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai instrumen utama, melibatkan 10 orang tua anak dengan ASD sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan penting dalam mengelola perilaku anak dan mendukung pendidikan inklusif, meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan pelatihan dan akses terhadap layanan. Implikasi hasil penelitian ini adalah perlunya pelatihan lebih lanjut bagi orang tua dan pendidik, serta peningkatan akses layanan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi anak-anak dengan ASD.