Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Manajemen Pengemasan Seni AUD
Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan pada jenjang yang membantu anak berkembang secara optimal pada seluruh aspek perkembangan. Salah satu aspek perkembangan yang penting untuk diperhatikan adalah aspek perkembangan seni yang berkontribusi pada kemampuan ekspresi dan kreativitas anak yang harus dikemas dengan baik. Pengemasan seni yang baik memerlukan manajemen yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pebelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan manajemen pengemasan kegiatan seni pada anak usia dini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan seni yang efektif memerlukan perencanaan terstruktur, pemanfaatan bahan lokal, pendekatan tematik dan keterlibatan orang tua sangat penting sebagai mitra pembelajaran Studi ini menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan rumah dalam menumbuhkan potensi seni anak sejak din
Efektifitas Teknik Coaching dalam Membangun Keterlibatan Belajar Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keefektifan teknik coaching dalam membangun keterlibatan belajar anak usia 5–6 tahun di TK Al Muhajirin Kota Malang. Keterlibatan belajar merupakan aspek penting dalam pembelajaran karena membangun rasa percaya diri dan mendorong anak untuk lebih mandiri dalam mengeksplorasi berbagai pengalaman belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 40 anak usia dini berusia 5-6 tahun yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa 4 indikator dengan 10 sub indikator yang sudah diuji validitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik coaching efektif meningkatkan keterlibatan belajar anak, baik secara kognitif, emosional, maupun perilaku, dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 (<0,05). Implikasi dari hasil ini menunjukkan bahwa teknik coaching efektif dalam membangun keterlibatan belajar anak usia 5–6 tahun
Strategi Guru dalam Menerapkan Pendidikan Inklusif Berbasis Sekolah Ramah Anak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman guru mengenai pendidikan inklusif berbasis Sekolah Ramah Anak (SRA) di sekolah, menganalisis strategi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru sebagai subjek penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara naratif. Temuan menunjukkan guru berperan penting sebagai fasilitator, penghubung, dan pendamping anak berkebutuhan khusus, menciptakan lingkungan kondusif, serta melakukan identifikasi dini. Strategi guru meliputi penggunaan media pembelajaran yang aman, memenuhi hak dan kebutuhan belajar anak secara sama dan adil tanpa diskriminasi, dan pendekatan diskusi. Tantangan utama adalah keterbatasan guru pembimbing khusus dan komunikasi yang terbatas dengan anak berkebutuhan khusus. Studi ini memberi kontribusi untuk meningkatkan literatur terkait praktik pendidikan inklusif di PAUD berbasis Sekolah Ramah Anak
Peran Guru dalam Menanamkan Karakter Kemandirian pada Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Pembiasaan
Kemandirian penting dikembangkan sejak dini karena menjadi fondasi kepribadian dan kesiapan anak menghadapi kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran guru dalam menumbuhkan kemandirian anak serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat keberhasilan metode pembiasaan di sekolah tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental, melibatkan 15 anak, dua guru, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, observasi dan lembar analisis dokumen. Kemudian, dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, dilengkapi triangulasi sumber dan teknik serta member check untuk memastikan keabsahan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembiasaan yang sistematis dan konsisten efektif meningkatkan kemandirian, tanggung jawab, dan rasa percaya diri anak. Secara praktis, hasil ini menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dan fasilitator, serta perlunya dukungan keluarga dan lingkungan sekolah yang kondusif agar kebiasaan kemandirian anak dapat terus berkembang
Survei Pengetahuan dan Kebutuhan Guru Terhadap Penerapan Pembelajaran Literasi Budaya Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kebutuhan guru TK terhadap literasi budaya anak usia dini. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survey, data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap literasi budaya berada pada ketegori tinggi, terutama dalam aspek konseptual dan urgensinya, namun terdapat kesenjangan antara pemahaman dan penerapan di kelas. Guru juga menghadapi kendala dalam kurangnya pelatihan serta minimnya dukungan dari dinas pendidikan kebudayaan. Di sisi lain, mayoritas guru menunjukkan kebutuhan yang tinggi terhadap media pembelajaran berbasis budaya lokal yang menarik perhatian dan aplikatif, seperti pop-up book dan media digital berbasis budaya. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa pengetahuan konseptual guru belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik pembelajaran karena terbatasnya pelatihan kontekstual dan dukungan kelembagaan. Oleh karena itu, penguatan literasi budaya anak usia dini perlu diupayakan melalui pengembangan strategi, kebijakan, dan media yang berbasis nilai budaya lokal agar dapat menumbuhkan identitas budaya dan karakter anak sejak dini
Pendidikan Karakter Anak Usia Dini : Kontribusi Guru Dan Peran Aktif Orang Tua
Pendidikan anak usia dini menjadi pondasi penting pembentukan kepribadian dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi guru dan peran aktif orang tua dalam pendidikan karakter anak usia dini. Pendekatan kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dilakukan selama dua bulan (September–Oktober 2025) terhadap 15 anak usia 5–6 tahun dan 1 guru kelas. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles-Huberman- Saldana melalui kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan validasi triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil menunjukkan guru memakai kode khusus dalam interaksi untuk membentuk lima nilai karakter utama (kejujuran, tanggung jawab, disiplin, rasa hormat, kerja sama), didukung program monitoring bersama dengan evaluasi berkelanjutan guru–orang tua. Implikasi penelitian ini adalah model kolaborasi terstruktur dapat diadaptasi lembaga PAUD lain untuk memperkuat konsistensi pendidikan karakter antara sekolah dan rumah serta meningkatkan efektivitas internalisasi nilai pada anak.
Pengembangan E-Modul Berbasis Case Method pada Materi Perawatan Bayi bagi Mahasiswa PG-PAUD
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul berbasis Case Method pada materi perawatan bayi bagi mahasiswa PG-PAUD Universitas Sriwijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Instrumen penelitian berupa angket, tes pretest dan posttest, dan lembar observasi. Subjek penelitian sebanyak 35 mahasiswa semester V PG-PAUD Universitas Sriwijaya. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Uji coba lapangan terbatas terhadap 5 mahasiswa dengan perolehan hasil skor rata-rata 83,2% pada kategori sangat praktis, selanjutnya uji coba kelompok kecil terhadap 10 mahasiswa dengan perolehan hasil skor rata-rata 86,0% pada kategori sangat praktis, serta uji coba lapangan operasional terhadap 20 mahasiswa dengan perolehan nilai pretest 65,55, nilai postest sebesar 82,65. Nilai n-gain sebesar 54.93% pada kategori ‘cukup efektif’. Dapat disimpulkan E-Modul berbasis Case Method ini dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran, sehingga mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan teoretis dalam situasi nyata, terutama dalam praktik di Taman Penitipan Ana
Peran Orang Tua terhadap Karakter Kemandirian pada Anak Usia Dini: Sibling Rivalry
Penelitian ini membahas tentang kemandirian dari seorang anak menjadi bentuk kemampuan yang dimilikki oleh anak guna melakukan kegiatan dan tugas sehari-hari sendiri. Permasalahan utama yang dihadapi pada studi ini yakni kurangnya pemahaman tentang pola asuh orang tua dapat beradaptasi untuk mendukung kemandirian anak dalam menghadapi adanya sibling rivalry. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pola asuh orang tua yang beradaptasi untuk mendukung kemandirian anak dalam menghadapi adanya sibling rivalry.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan pendekatan studi kasus dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini ialah dengan teknik triangulasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh, jarak kelahiran, dan jumlah saudara mempunyai pengaruh signifikan terhadap karakter kemandirian anak. Penelitian ini menjabarkan bahwa kemandirian anak tidak hanya dikarenakan pola asuh namun jarak kelahiran dan juga jumlah saudara sangat berpengaruh pada kemandirian anak usia dini
Dampak Co-Parenting Orang Tua terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini : Sebuah Studi Kasus
Perkembangan sosial-emosional anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kualitas pengasuhan dalam keluarga, terutama pasca perceraian orang tua. Co-parenting, yaitu kerja sama pengasuhan pasca perceraian, berperan penting dalam menjaga stabilitas emosi dan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak berbagai tipe Co-parenting terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan dua anak usia lima tahun sebagai subjek. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi dampak tiap tipe Co-parenting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola Co-parenting seperti conflicted parenting dan parallel parenting berdampak negatif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak, sementara shared parenting memberikan dampak positif pada interaksi sosial dan regulasi emosi anak. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan Komunikasi yang efektif antara orang tua pasca perceraian serta merekomendasikan pengembangan program parenting di PAUD sebagai intervensi strategis dalam meningkatkan kualitas pengasuhan
Peran Orang Tua dan Guru terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas II Sekolah Dasar
Kemampuan membaca adalah fondasi penting dalam pembelajaran di tingkat dasar, menjadikan topik ini krusial untuk dibahas demi peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran sinergis orang tua dan guru dalam mengembangkan kemampuan membaca siswa Sekolah Dasar. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dari siswa kelas II, orang tua, dan guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola peran yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan peran orang tua sebagai pendidik, motivator, dan fasilitator, sementara guru berperan sebagai model, pembimbing, dan evaluator yang krusial. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara keluarga dan sekolah untuk menciptakan ekosistem belajar yang optimal bagi peningkatan kemampuan membaca siswa.