Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
    533 research outputs found

    Implementasi Program Literasi: Buku Cerita Istimewa

    Full text link
    Kegiatan pembelajaran yang dirancang secara kreatif dan menyenangkan serta  bersumber dari ide dan hasil karya anak akan meningkatkan interaksi keterlibatan dan kreativitas anak. Hal ini terlihat pada program literasi "Buku Cerita Istimewa" yang menggunakan portofolio anak sebagai media pembelajaran literasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pelaksanaan program pembelajaran literasi “Buku Cerita Istimewa” yang dikreasikan dari hasil karya anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dimana pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisa data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari data reduction, data display dan data verification. Hasil penelitian memaparkan pelaksanaan program literasi "Buku Cerita Istimewa" yang dilaksanakan berdasarkan 3 (tiga) tahapan pembelajaran yakni perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Program literasi "Buku Cerita Istimewa" juga diintregasikan dalam program sekolah dan menggunakan pendekatan terstruktur untuk meningkatkan keterampilan literasi anak serta mampu menciptakan lingkungan belajar interaktif yang mendorong anak untuk kreatif.

    Analisis Isi Penanaman Nilai Pendidikan Karakter Pelajar Pancasila Pada Permainan Tradisional Sebagai Literasi Budaya

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis isi nilai-nilai pendidikan karakter siswa Pancasila dalam kegiatan literasi budaya melalui permainan tradisional yang dilaksanakan setiap hari Kamis Pon di sekolah Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana permainan tradisional dapat menanamkan nilai-nilai karakter. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis isi. Responden penelitian ini yaitu 11 guru. Analisis menunjukkan bahwa permainan tradisional mengandung nilai-nilai inti siswa Pancasila, termasuk karakter mulia, gotong royong, mandiri, kreatif, bernalar kritis, dan keberagaman global. Namun, tidak semua permainan tradisional mencerminkan setiap nilai utama Pancasila secara merata. Temuan ini menekankan peran guru dalam memilih dan mengadaptasi permainan untuk mendukung pendidikan karakter secara efektif. Guru perlu merancang strategi pembelajaran yang kreatif dan relevan untuk mengoptimalkan integrasi nilai-nilai karakter ke dalam kegiatan permainan tradisional. Dengan demikian, permainan tradisional tidak hanya menjadi upaya pelestarian budaya tetapi juga alat yang bermakna untuk membangun karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

    Filsafat Pancasila pada Implementasi Dokumen Kurikulum Merdeka

    Full text link
    Filsafat Pancasila merupakan dasar penting dalam pendidikan Indonesia yang menjiwai proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila dalam dokumen Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka. Subjek penelitian adalah guru kelas, dengan data diperoleh melalui analisis dokumen kurikulum dan literatur pendukung. Hasil menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di SD Negeri Panasan telah mengintegrasikan nilai Pancasila secara kontekstual melalui pembelajaran berbasis proyek yang menumbuhkan kolaborasi, kreativitas, tanggung jawab sosial, dan kepedulian. Evaluasi berkelanjutan serta pendampingan guru mendukung efektivitas penerapan kurikulum. Kurikulum Merdeka berperan membentuk karakter siswa yang berakhlak, cerdas, dan peduli, sekaligus memperkuat identitas budaya dan persatuan bangsa. Keberhasilan implementasi nilai Pancasila bergantung pada sinergi antara budaya lokal, visi sekolah, perencanaan kurikulum, dan kompetensi guru.

    Pola Kerjasama Guru dan Orang Tua dalam Membentuk Karakter Mandiri Anak Usia Dini

    Full text link
    Pembentukan karakter mandiri anak usia dini tidak dapat dilakukan secara sepihak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kerjasama yang dilakukan guru dan orang tua dalam membangun kemandirian anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara ini ditujukan pada guru dan orang tua untuk membahas terkait pembentukan mandiri. Observasi ini dilakukan terhadap prilaku anak usia dini pada saat di sekolah. Dokumentasi berupa potret kegiatan pembelajaran yang menunjukkan kemandirian anak. Subjek penelitian ini melibatkan guru, orang tua dan siswa TK B. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kerjasama guru dan orang tua dilakukan melalui komunikasi dua arah dan pemantauan berkelanjutan. Kerjasama ini terbukti  efektif dalam mendukung pembentukan  karakter mandiri anak, hal  ini karena prosesnya berlangsung tidak hanya disekolah tetapi juga dirumah, sehingga kemandirian anak berkembang secara optimal

    Pemanfaatan Bahan Alam untuk Meningkatkan Kreativitas Anak melalui Kegiatan Ecoprint

    Full text link
    Kegiatan ecoprint ini dilatarbelakangi oleh ketidaktahuan anak dalam mengolah bahan alam menjadi sesuatu yang bermanfaat serta mengenalkan warna dari zat alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) memberikan variasi pembelajaran pada anak usia dini; (2) memberikan solusi dalam keterbatasan media yang digunakan; (3) menjadikan anak lebih kreatif dan inovatif; (4) memberikan pengetahuan dan wawasan luas kepada anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdapat dua kategori yaitu data primer dan data sekunder. Data primer berupa observasi dan wawancara sedangkan data sekunder berupa jurnal, artikel, dan situs internet yang relevan. Kegiatan ini dilakukan di Kb RA Masjid Al-Azhar Ngaliyan Semarang dengan teknik hammering (pukul). Subjek penelitiannya adalah 1 Guru kelas A dan objek penelitiannya adalah anak kelompok A yang berusia 4-5 tahun dengan jumlah 10 anak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober. Jadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan ecoprint yang dapat meningkatkan kreativitas pada anak usia 4-5 tahun

    Daycare Centres Learning Management Training in Sleman, Yogyakarta

    Full text link
    This training was carried out to provide additional assistance and understanding in This training was carried out to provide assistance in overcoming learning management problems experienced by daycare managers in Depok, Sleman. This training was attended by 28 managers and teachers from each daycare institution. The training was carried out with mentoring and FGD. The results of the training showed that the level of satisfaction of the trainees with the material delivered by the resource persons was in the range of quite informative to very informative. The very informative category was felt by 58.82% of the trainees, 30.88% informative, and 10.3% quite informative. The most improved aspects are providing stimulation for children, curriculum development, and lesson plans. Even so, the problems that are still felt by the managers and teachers of daycare institutions include the understanding of the Merdeka Curriculum at daycare and the reference of its learning design, as well as the habituation of stimulation variations for children. The results show that there is a need for continuous training to support the creation of quality PAUD services, especially DAYCARE. The training provided may vary, but it is related to the management of learning in PAUD.

    Dampak Kecanduan Gadget Pada Kemampuan Regulasi Emosi Anak Usia 4 – 5 Tahun

    Full text link
    Perkembangan anak usia dini, khususnya pada usia 4–5 tahun, merupakan periode krusial dalam pembentukan dasar regulasi emosi. Regulasi emosi adalah salah satu keterampilan terpenting yang harus dimiliki seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh kecanduan gadget terhadap kemampuan regulasi emosi pada anak usia 4–5 tahun, dan bertujuan agar orang tua untuk memberikan batasan waktu penggunaan gadget. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan anak usia 4–5 tahun yang mengalami kecanduan gadget dan orang tua mereka sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan gadget berdampak pada regulasi emosi anak, seperti perilaku tantrum dan sulit bersosialisasi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membatasi penggunaan gadget dan meningkatkan interaksi sosial anak untuk mendukung perkembangan emosi yang sehat

    Media Digital pada Pembelajaran Multikultural di Sekolah Multi-Etnis

    Full text link
    Pembelajaran multikultural pada anak usia dini penting untuk dibahas karena keberagaman etnis dan budaya yang semakin nyata dalam lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran multikultural dengan memadukan media digital di TK yang berada di lingkungan multietnis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa dengan usia 5-6 Tahun di TK-Y di Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital (animated drawing), dapat meningkatkan keterlibatan siswa & mempermudah pemahaman mereka terhadap nilai-nilai keberagaman budaya. Kegiatan seperti menyanyikan lagu tradisional, mengenakan pakaian adat, serta menari tarian daerah yang dipadukan dengan media visual memberikan pengalaman belajar yang multisensori dan kontekstual. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu mengembangkan media digital yang adaptif, inklusif, dan sesuai dengan konteks budaya anak untuk mendukung pembelajaran multikultural

    Persepsi Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Anak Usia Dini Pada Siswa Usia 4-6 Tahun

    Full text link
    Kasus kekerasan seksual pada anak usia dini di Indonesia masih tinggi, sehingga penting untuk memahami peran orang tua dalam pendidikan seks sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi orang tua terhadap pendidikan seks pada anak usia dini. Studi ini menggunakan metode survei kuantitatif dengan kuesioner tertutup pada 100 orang tua siswa usia 5-6 tahun sebagai subjek penelitian. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mengidentifikasi pola persepsi dan dukungan orang tua. Hasil menunjukkan mayoritas orang tua memiliki persepsi positif dan mendukung pelaksanaan pendidikan seks, meskipun sebagian masih merasa canggung membahas topik ini. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya program sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan bagi orang tua, agar pendidikan seks dapat diberikan secara efektif di lingkungan keluarga. Salah satunya karena persepsi orang tua yang menganggap pendidikan seks tabu serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikannya.

    Kesiapan Orang Tua Mendampingi Anak Menjalani Masa Transisi Menuju Sekolah Dasar

    Full text link
    Anak berpindah dari TK ke SD pada usia 6-7 tahun. Menjalani masa transisi tidak hanya membutuhkan kesiapan anak, tetapi juga kesiapan orang tua. Kesiapan orang tua meliputi stimulasi, dukungan, dan sikap yang diberikan kepada anak, sehingga anak siap bersekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan orang tua mendampingi anak menuju SD. Penelitian dilaksanakan di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak berusia 5-6 tahun sejumlah 353 orang. Kesiapan orang tua diukur dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan orang tua cukup siap dalam mendampingi anak menuju SD. Orang tua memberikan stimulasi, dukungan, dan sikap yang cukup baik bagi anak. Namun, stimulasi dan dukungan yang diberikan oleh orang tua dalam hal membacakan buku cerita kepada anak masih tergolong rendah. Penting bagi orang tua untuk dapat terlibat aktif dalam kegiatan membaca bersama dengan anak, sehingga kesiapan literasi pada anak dapat berkembang dengan lebih baik

    521

    full texts

    533

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Aulad - Journal on Early Childhood
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇