Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
Tinjauan Model Pembelajaran Reggio Emilia dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Penelitian ini menganalisis mengenai dampak model pembelajaran Reggio Emilia dalam pengembangan karakter anak usia dini melalui pendekatan kualitatif dan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan Reggio Emilia mampu mendukung perkembangan karakter positif seperti rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, disiplin, dan kemandirian. Penerapan model ini mampu membentuk karakter yang berorientasi pada eksplorasi, kreativitas, dan interaksi sosial. Dalam pelaksanaannya, guru berperan sebagai fasilitator, bukan sumber pengetahuan tunggal, dan lingkungan berperan sebagai "guru ketiga". Tahapan pembelajaran yang melibatkan invitasi, provokasi, dan dokumentasi mendorong anak untuk terlibat aktif, membangun pengetahuan mereka sendiri, dan mengembangkan keterampilan sosial-emosional. Keberhasilan implementasi model ini sangat bergantung pada faktor-faktor pendukung seperti peran keluarga, peran sekolah, dan peran lingkungan. Kurangnya pemahaman mendalam dari pendidik dan keterbatasan sumber daya menjadi tantangan yang perlu diatasi. Dengan demikian, dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk keberhasilan implementasi pendekatan Reggio Emilia dalam pembentukan karakter anak usia dini
Neuroparenting untuk Anak Laki-Laki: Memahami dan Mengasuh Berdasarkan Neurosains
Neuroparenting menjadi pendekatan penting dalam memahami dan mengasuh anak, terutama anak laki-laki, berdasarkan ilmu otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep neuroparenting serta bagaimana stimulasi sensorik dalam pola asuh memengaruhi perkembangan otak anak laki-laki. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menganalisis berbagai penelitian terkait neuroparenting, perkembangan otak, dan pola asuh berbasis stimulasi sensorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang sesuai dengan prinsip neuroparenting dapat meningkatkan perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak laki-laki secara optimal. Studi ini merekomendasikan bahwa orang tua perlu memahami bagaimana stimulasi sensorik berkontribusi terhadap perkembangan otak anak untuk menerapkan strategi pengasuhan yang lebih efektif.
AbstractNeuroparenting is an essential approach to understanding and raising children, especially boys, based on brain science. This study aims to explore the concept of neuroparenting and how sensory stimulation in parenting influences boys' brain development. The method used is a literature review by analyzing various studies related to neuroparenting, brain development, and parenting based on sensory stimulation. The findings indicate that parenting aligned with neuroparenting principles can optimally enhance children's cognitive, emotional, and social development. This study recommends that parents understand how sensory stimulation contributes to brain development to implement more effective parenting strategies.
 
Membangun Rasa Aman Anak Usia Dini Melalui Pendekatan Responsif Guru
Rasa aman merupakan kebutuhan dasar yang esensial bagi perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pendekatan responsif guru dalam membangun rasa aman anak di TK Perintis Subang. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian melibatkan 2 orang guru dan 15 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa pedoman observasi dan wawancara terstruktur. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru yang responsif terhadap kebutuhan emosional anak mampu menciptakan kelekatan yang positif dan lingkungan belajar yang aman. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan kompetensi guru dalam pendekatan responsif untuk mendukung perkembangan psikologis anak usia dini
Eksplorasi Pemahaman dan Pengalaman Ibu terhadap Makanan Halalan Toyyiban pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemahaman dan pengalaman ibu dalam memastikan asupan makanan halal toyyiban pada anak usia dini dalam konteks pendidikan Islam. Studi ini penting dilakukan mengingat makanan halal toyyiban tidak hanya berkaitan dengan aspek syariah, tetapi juga membentuk karakter dan kesehatan anak sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap ibu-ibu yang memiliki anak usia dini di lingkungan pendidikan Islam. Hasil temuan utama menunjukkan bahwa pemahaman ibu terhadap konsep halal toyyiban bervariasi, mulai dari pengenalan bahan makanan halal, proses penyiapan, hingga pentingnya memastikan makanan yang sehat dan bergizi sesuai tuntunan agama. Pengalaman ibu dalam memilih, menyiapkan, dan mengawasi asupan makanan anak juga dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan akses terhadap informasi halal. Namun, masih ditemukan tantangan praktis seperti keterbatasan sumber informasi, kesulitan mendapatkan bahan halal, serta minimnya edukasi mengenai standar halal toyyiban di lingkungan sekolah dan masyarakat
Pengaruh Project Based Learning pada Anak 4-14 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fokus-fokus penelitian terkait penerapan model PjBL pada jenjang PAUD, SD, dan SMP. Studi ini menggunakan teknik telaah literatur sistematis terhadap sejumlah artikel dan hasil penelitian yang relevan. Instrumen yang digunakan berupa pedoman analisis dokumen, sedangkan subjek kajian mencakup berbagai publikasi ilmiah yang membahas penerapan PjBL di ketiga jenjang tersebut. Data dianalisis menggunakan teknik kategorisasi tematik dan komparatif. Hasil menunjukkan bahwa fokus penerapan PjBL berbeda di setiap jenjang: PAUD lebih menekankan pada pengembangan motivasi belajar dan keterampilan berpikir kritis awal; SD pada peningkatan literasi dan hubungan sosial; serta SMP pada kemampuan pemecahan masalah dan berpikir tingkat tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan PjBL yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik di masing-masing jenjang. Implikasi dari hasil ini menunjukkan perlunya strategi implementasi PjBL yang adaptif mulai dari pendekatan eksploratif dan motivasional di PAUD, pendekatan tematik integratif di SD, hingga pembelajaran reflektif dan menantang di SMP.
Kolaborasi Seni Tari dan Musik sebagai Media Pembelajaran Kreatif di Pendidikan Anak Usia Dini
Pembelajaran kreatif pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) penting untuk mendukung perkembangan anak secara holistik, termasuk aspek kognitif, sosial, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kolaborasi seni musik dan tari sebagai media pembelajaran inovatif di PAUD. Penelitian ini dilakukan pada dua lembaga PAUD, yaitu TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Wangon dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kalipetung, dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara dengan guru serta orangtua. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menemukan pola keterlibatan anak, variasi kegiatan, dan faktor pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi seni musik dan tari meningkatkan keterlibatan belajar, menumbuhkan ekspresi kreatif, serta memperkuat perkembangan sosial-emosional anak. Implikasi temuan ini menegaskan pentingnya integrasi seni dalam pembelajaran tematik berbaris Kurikulum Merdeka dan perlunya pelatihan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran seni
Desain Kurikulum Taqwa dalam Pendidikan Keluarga: Menumbuhkan Keimanan Sejak Dini
Keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak. Pendidikan dalam keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Salah satu nilai yang perlu ditanamkan adalah ketakqwaan. Namun, implementasi nilai taqwa dalam pendidikan keluarga seringkali masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah desain kurikulum Ketaqwaan yang dapat diterapkan dalam konteks keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep taqwa dalam pendidikan Islam, serta berbagai pendekatan yang telah dilakukan dalam menanamkan nilai-nilai taqwa pada anak dalam konteks keluarga. Analisis data dilakukan secara sistematis dan mendalam untuk menghasilkan temuan yang relevan guna mendesain dan mengembangkan program pendidikan yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai taqwa pada anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kurikulum taqwa dalam pendidikan keluarga memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman anak dan orang tua tentang nilai-nilai ketaqwaan. Orang tua sebagai actor penting dalam memberikan: keteladanan, keterlibatan dan motivasi bagi anak untuk melatih nilai-nilai ketakwaa
Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini melalui Gerak dan Lagu Berbasis Materi Alam
Kecerdasan naturalis merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang mendukung pemahaman terhadap berbagai elemen alam serta upaya pelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis anak usia dini melalui penerapan gerak dan lagu berbasis materi alam. Pendekatan yang digunakan adalah PTK terhadap 17 orang anak di Kelompok B Wisnu TK Kumara Dharma Kerti. Pengumpulan data melalui observasi berpedoman dengan rubrik penilaian yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil studi menunjukkan, kecerdasan naturalis anak pada tahap prasiklus sebesar 23,53%, melalui penerapan gerak dan lagu berbasis materi alam persentase ketuntasan meningkat menjadi, 64,71% di siklus I dan 88,24% pada siklus II. Berdasarkan hasil kajian ini, disimpulkan bahwa gerak dan lagu berbasis materi alam efektif meningkatkan kecerdasan naturalis anak usia dini, serta merekomendasikan penerapan metode ini sebagai pendekatan dalam pembelajaran yang interaktif untuk menunjang perkembangan anak, khususnya kecerdasan naturalis
Komunikasi Interpersonal Guru Taman Kanak-kanak Luar Biasa dalam Mengenalkan Emosi Kepada Anak Usia Dini dengan Autisme
Komunikasi interpersonal yang efektif antara guru dan anak autis merupakan kunci keberhasilan dalam proses pengembangan anak, khususnya dalam mengenalkan emosi kepada anak autism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal guru TK-LB (Luar Biasa) dalam mengenalkan emosi kepada anak autis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan informan yaitu guru TK-LB. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa, komunikasi interpersonal guru dalam mengenalkan emosi kepada anak autis yaitu menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek, berikan pujian kepada anak, menggunakan alat bantu visual seperti kartu bergambar atau buku cerita bergambar, dan berdiskusi sederhana dengan menanyakan perasaan anak. Implikasi penelitian ini yaitu guru dapat memperoleh panduan praktis tentang cara menggunakan bahasa verbal dan nonverbal, ekspresi wajah, dan media visual untuk membantu anak memahami dan mengekspresikan emosi
Social Emotional Learning Integrated Arts Education in Kindergarten Indonesia and Malaysia
This study aimed to describe art education integrated with social emotional learning in Indonesian and Malaysian kindergartens. This research approach was qualitative with a case study. The data collection methods are literature study, observation, interview, documentation, and Focus Group Discussion (FGD). Data were analyzed used the Miles, Huberman, and Saldana model. The results showed that: 1) SEL integrated art education has been conducted in both countries. In Indonesia, it includes dance, music, drama, and visual arts, while in Malaysia it includes music, drama, and visual arts; 2) SEL values that are stimulated have similarities, namely self-confidence, self-efficacy, responsibility, discipline (obeying rules), responsibility, patience, persistence, expressing and regulating emotions, respect, creative expression, cooperation, respect for differences, and empathy; 3) Challenges include lack of teacher knowledge, limited training for the development of art activities, funding, and limited art facilities. Training for developing arts activities in kindergartens needs to be provided for kindergarten teachers