Aulad - Journal on Early Childhood
Not a member yet
533 research outputs found
Sort by
The Implementation and Challenges of YouTube at Islamic Kindergarten Schools
YouTube is considered one of the most popular social media platforms for teaching. However, the implementation and challenges of YouTube have become part of teachers’ experience. Therefore, this study aimed to explore the implementation and challenges faced by kindergarten teachers during their experience using YouTube. The study was a case study research design. This research involved six female teachers of an Islamic kindergarten school. The data were collected through interviews. The researcher applied the phases of data collection, reduction, display, and verification to analyse the data. The results revealed that YouTube was used as a medium for teaching, even though they did not show YouTube to their students all the time. Moreover, the teachers designed new teaching after getting new ideas from YouTube. Besides, the findings also indicated the challenges such as inappropriate content and advertisement disturbances. The research findings have implications for the learning process in Islamic kindergarten schools, which is an effective platform for teachers to acquire creative ideas in teaching
Pelaksanaan Senam Irama untuk Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini
Senam irama merupakan salah satu metode efektif untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan senam irama terhadap perkembangan kecerdasan kinestetik anak usia 4-6 tahun. Metode pada penelitian ini menggunakan tehnik observasi, wawancara langsung dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui 5 tahap yaitu: Transkripsi dan Kategorisasi Data, identifikasi tema, penyusunan narasi, dan verifikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan senam irama untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia dini harus memperhatikan 3 Indikator yaitu 1) Pemahaman guru tentang senam irama 2) menentukan kondisi anak yang memerlukan senam irama 3) Sarana Prasarana dan pelaksanaan senam irama. Dalam pelaksanaan senam irama melalui beberapa tahapan yaitu pengenalan, pengembangan, aplikasi dan evaluasi. Penilaian ini sesuai dengan kompetensi dasar yang telah dipersiapkan guru dalam RPPM. Oleh karena itu, senam irama dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak
Persepsi Guru PAUD terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Pendidikan Anak Usia Dini
Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis anak. Keberhasilan implementasi kurikulum ini sangat bergantung pada persepsi guru, yang dipengaruhi oleh pemahaman, pengalaman, dan kesiapan mereka dalam mengadaptasi pendekatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman sembilan guru PAUD di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas guru memiliki pandangan positif terhadap fleksibilitas kurikulum merdeka, namun menghadapi tantangan dalam pemahaman konsep, penyediaan sumber daya, serta resistensi dari orang tua. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan untuk guru dalam penerapan kurikulum baru dan pergeseran peran guru sebagai fasilitator eksplorasi anak. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya kebijakan adaptif dalam mendukung transisi kurikulum dan pengembangan strategi berbasis pengalaman guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di PAUD.
Early Childhood Vocabulary Acquisition through Multimodal Strategies: A Semiotic Study of Miss Rachel
In this digital era, YouTube Kids has become one of the applications most frequently used by children with a variety of content, some aimed at education and others at entertainment. This research analyzes educational videos specifically for children to examine the multimodal strategies in Miss Rachel's YouTube educational videos that support early childhood vocabulary acquisition. It uses Kress and Leeuwen (2006) multimodality theory, which includes seven semiotic modes: linguistic, visual, gestural, audio, spatial, temporal, and three-dimensional. The method used is descriptive qualitative, with data consisting of video footage of Miss Rachel introducing vocabulary through various multimodal strategies. The results show that each mode contributes meaningfully to the vocabulary learning process. All modes support each other and create a fun, interactive, and meaningful learning experience for children. This research concludes that multimodal strategies in Miss Rachel videos effectively support vocabulary acquisition in early childhood. It also recommends that educators, parents, and digital content developers consider using multimodal approaches in children's language learning activities
Eksplorasi Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Quizizz untuk Menciptakan Minat Belajar Anak
Pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai perkembangan anak penting di era digital untuk menumbuhkan minat belajar sejak dini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan media interaktif Quizizz dalam meningkatkan minat belajar anak kelompok B. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap anak usia dini kelompok B. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan acuan teori Piaget tentang perkembangan kognitif dan teori Vygotsky mengenai interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan Quizizz mampu meningkatkan antusiasme, keterlibatan aktif, serta respons emosional positif anak melalui gamifikasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa Quizizz efektif sebagai media pembelajaran interaktif, namun perlu dukungan guru dan kesiapan infrastruktur agar penerapannya optima
Keteladanan Guru Sebagai Living Example dalam Membentuk Sopan Santun Anak Usia Dini di Lingkungan Sekolah
Penanaman sopan santun pada anak usia dini penting sebagai dasar pembentukan karakter, moral, dan kemampuan sosial. Namun, perubahan gaya hidup sering membuat anak kurang terbiasa bersikap santun. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru sebagai living example dalam pengembangan sopan santun anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi lapangan. Subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, dan anak-anak di TK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dan deskriptif. Hasil menunjukkan empat peran utama guru: yaitu: (1) guru konsisten menunjukan sikap sopan dalam setiap interaksi, (2) membangun kebiasaan positif melalui keteladanan bukan sekedar intruksi, (3) menjadi panutan dalam menghadapi konflik atau situasi sosial dengan sikap tenang dan menghargai, serta (4) memberi penguatan positif terhadap perilaku sopan yang dilakukan anak. Keempat peran ini menumbuhkan kebiasaan hormat, disiplin, dan empati anak. Implikasinya, keteladanan guru menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter anak secara alami
Pengembangan Media KOMPI (Komik Mitigasi Perubahan Iklim) Untuk Menstimulasi Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak TK Usia 5-6 Tahun
Bahasa ekspresif adalah kemampuan anak untuk memahami berbagai informasi, mengomunikasikan pikiran secara lisan, tulisan, dan berbagai media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari media KOMPI. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ASSURE. Desain penelitian ini adalah one group pretest- postest pada kelompok TK B2 yang berjumlah 17 anak di TK Happy Smart Kids. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket ahli media dan ahli materi, lembar observasi aktivitas guru dan anak serta lembar observasi pretest-postest yang dianalisis menggunakan SPSS 21. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media KOMPI valid dengan skor validasi media sebesar 95% dan validasi materi sebesar 94,44%, praktis dengan kriteria aktivitas guru terlaksana dengan baik dan kriteria aktivitas anak aktif, serta efektif untuk menstimulasi kemampuan bahasa ekspresif anak dengan kriteria N-gain sedang. Implikasi dari penelitian ini adalah media visual, seperti KOMPI dapat menstimulasi kemampuan bahasa ekspresif anak usia 5-6 tahu
Magic Words Buku Dongeng Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Santun pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku dongeng digital sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan bahasa santun anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model Desain dan Pengembangan (D&D). Teknik pengumpulan data dilakukan uji kelayakan, hasil validasi menunjukkan kelayakan sebesar 82% dari ahli materi dan 86% dari ahli media, sehingga media ini sangat layak digunakan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi elemen interaktif yang tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga melatih anak menerapkan bahasa santun dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dari studi sebelumnya, buku ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan anak melalui aktivitas yang mendorong praktik nyata. Secara praktis, buku ini dapat dimanfaatkan oleh guru dan orang tua sebagai alat bantu edukatif dalam membentuk kebiasaan berbahasa santun. Kegiatan membaca bersama, diskusi interaktif, dan permainan berbasis cerita membantu anak memahami serta mengaplikasikan ungkapan sopan dalam interaksi sosial sehari-hari
Program Pembelajaran Adab Sebagai Penguatan Nilai Agama dan Moral
Penguatan nilai agama dan moral merupakan hal penting yang perlu dilakukan pada anak usia dini agar memiliki kesiapan bersekolah secara optimal. Salah satunya melalui program pembelajaran adab di PAUD. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implementasi program pembelajaran adab, muatan nilai-nilai adab yang diajarkan, dan pelibatan orang tua dalam pelaksanaan program pembelajaran adab. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri dari anak usia 4-5 tahun di kelompok TK A, kepala sekolah, guru, dan orang tua peserta didik. Data penelitian dikumpulkan dengan wawancara, observasi,dan studi dokumentasi. Analisis data yang dilakukan mengadopsi model Milles & Hubermen pasca pengumpulan data dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil temuan ini menjelaskan, implementasi program pembelajaran adab dilakukan sekolah setiap hari berbentuk aktivitas internalisasi nilai agama Islam dan setiap tiga bulan sekali sekolah mengadakan ujian adab berupa pengetahuan dasar tentang kebiasaan berbasis nilai Islam
Pengaruh Penggunaan Media Video Canva terhadap Kemampuan Literasi Anak Kelompok B
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media video Canva terhadap peningkatan kemampuan literasi anak usia dini kelompok B1 di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Cabang Tallo Kota Makassar. Kemampuan literasi, terutama dalam mengenal huruf dan menyusun kata, merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan pada anak usia dini sebagai landasan untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 19 anak usia dini yang terdiri atas 11 perempuan dan 8 laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan media video Canva, mayoritas anak berada pada kategori "Belum Berkembang" (52,63%) dan "Mulai Berkembang" (47,37%). Setelah perlakuan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 89,47% anak berada dalam kategori "Berkembang Sesuai Harapan" dan 10,53% pada kategori "Berkembang Sangat Baik." Analisis statistik nonparametrik dengan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,005), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan penggunaan media video Canva terhadap kemampuan literasi anak