Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
    2582 research outputs found

    Matan Jazariyyah Learning Model in Improving Al-Qur\u27an Tahsin Ability

    Get PDF
    This study examines the model of learning matan jazariyah and its implications for improving the ability of tahsin Al-Quran in students at PTQ Darussaqqaf Polman. The type of research is qualitative, case study approach, and constructivism paradigm. Data sources are leaders, ustadz-ustadzah, and students. Data analysis techniques use grounded theory through three stages, namely open coding, axial coding, and selective coding. The results show that, the implementation of tajwid learning through a systematic and structured halaqah method, combining memorization, theory, and practice, is carried out in groups every after Fajr. The implications of learning matan jazariyyah can improve the ability to read the Qur\u27an fluently, according to good and correct tajwid rules, thereby improving the quality of tahsin students. The development model of learning Matan Jazariyyah refers to the halaqah model developed into Halaqah Matan Jazariyyah which emphasizes the deepening of tajwid material in a structured manner, direct practice, and evaluation of memorization and reading of the Qur\u27an. The Halaqah Matan Jazariyyah approach is more transformative because it prioritizes memorization of the Qur\u27an and a deep understanding of the rules of tajwid.Penelitian ini mengkaji model pembelajaran matan jazariyah dan implikasinya terhadap peningkatan kemampuan tahsin Al-Quran pada siswa di PTQ Darussaqqaf Polman. Jenis penelitiannya adalah kualitatif, pendekatan studi kasus, dan paradigma konstruktivisme. Sumber data adalah pemimpin, ustadz-ustadzah, dan mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan grounded theory melalui tiga tahap, yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pelaksanaan pembelajaran tajwid melalui metode halaqah yang sistematis dan terstruktur, menggabungkan hafalan, teori, dan praktik, dilakukan secara kelompok setiap setelah Subuh. Implikasi pembelajaran matan jazariyyah dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur\u27an dengan lancar, sesuai dengan kaidah tajwid yang baik dan benar, sehingga meningkatkan kualitas siswa tahsin. Model pengembangan pembelajaran Matan Jazariyyah mengacu pada model halaqah yang dikembangkan menjadi Halaqah Matan Jazariyyah yang menekankan pada pendalaman materi tajwid secara terstruktur, praktik langsung, dan evaluasi hafalan dan pembacaan Al-Qur\u27an. Pendekatan Halaqah Matan Jazariyyah lebih transformatif karena mengutamakan hafalan Al-Qur\u27an dan pemahaman yang mendalam tentang aturan tajwid

    REORIENTASI PEMBELAJARAN FIKIH DI MADRASAH

    Get PDF
    abstract The learning of fiqh in madrasah generally emphasizes religious comprehension without linking it to contemporary socio-religious problems. There is also the problem of the traditional curriculum that tends to be defended by traditionalists and conservative scholars. This article aims to reorient fiqh learning by answering various problems that surround it. In answering these problems, the method used is qualitative with a content analysis approach. The results show that maximum effort is needed to review the curriculum, the need for integration of critical thinking and problem-solving skills in the fiqh curriculum; Application of various methods that suit the needs of students; Fulfillment of the number of educators who are equipped with various training in order to support their professionalism; Commitment to contemporary fiqh issues and ethical dilemmas; And Collaboration with educational institutions and Islamic jurists.    Abstrak Pembelajaran fikih di madrasah umumnya menekankan pada pemahaman keagamaan tanpa mengaitkan dengan problem sosial keagamaan kekinian. Belum lagi problem kurikulum tradisional  yang cenderung dipertahankan oleh kelompok tradisionalis dan cendekiawan konservatif. Artikel ini bertujuan untuk melakukan reorientasi pembelajaran fikih dengan menjawab berbagai problem yang melingkupi. Dalam menjawab problem tersebut metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan content analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan usaha maksimal untuk meninjau ulang kurikulum, perlunya integrasi pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah dalam kurikulum fikih; Penerapan berbagai metode yang sesuai kebutuhan peserta didik; Pemenuhan jumlah pendidik yang dibekali dengan berbagai pelatihan dalam rangka mendukung profesionalismenya; Komitmen dengan masalah fikih kontemporer dan dilema etika; serta Kolaborasi dengan lembaga-lembaga pendidikan dan ahli hukum Islam

    MITIGASI BENCANA BANJIR UNTUK ANAK PADA SATUAN LEMBAGA PENDIDIKAN (NARRATIVE LITERATUR REVIEW)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk mitigasi bencana banjir untuk anak. Jenis penelitian ini adalah studi literatur dengan metode narative literatur review. Teknik pengumpulan data bersumber dari  jurnal internasional berbasis data scopus, dengan menentukan kata kunci flood AND disaster AND mitigation AND in AND children dalam  rentan waktu 4 tahun terakhir (2020-2024) di daptkan 15 jurnal, Pemilihan literatur selanjutnya dilakukan dengan menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga didaptkan 3 artikel pada  jurnal yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil analisis didapatkan beberapa indikator yang perlu diperhatikan, dalam merancang mitigasi bencana banjir pada anak dalam satuan lembaga pendidikan, yaitu:  (1)  Integrasi mitigasi bencana banjir kedalam kurikulum (2) Penggunaan permainan, media dan metode interaktif dua arah dengan pendekatan Hands-On, (3) Emergency Planning (4) Simulasi dan pelatihan kedaruratan, dan (5) Terdapat tanda kedaruratan pada fasilitas sekolah dan rumah tangga

    KONSEP KAIZEN DALAM MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN ISLAM

    Get PDF
    Peningkatan mutu pendidikan Islam menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Salah satu pendekatan yang relevan untuk mendukung upaya ini adalah konsep Kaizen, sebuah filosofi manajemen yang menekankan perbaikan berkelanjutan melalui langkah-langkah kecil namun konsisten. Artikel ini bertujuan menganalisis penerapan Kaizen dalam manajemen mutu pendidikan Islam dengan metode studi pustaka. Penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Kaizen, seperti Plan-Do-Check-Act (PDCA) dan 5S, selaras dengan nilai-nilai Islam, seperti ihsan (melakukan yang terbaik), istiqamah (konsistensi), syura (musyawarah), dan islah (perbaikan). Implementasi Kaizen dalam pendidikan Islam mencakup peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi tenaga pendidik, pengelolaan institusi yang efisien, serta penciptaan budaya mutu berkelanjutan. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap perubahan, penerapan Kaizen dapat dioptimalkan melalui edukasi, pendekatan bertahap, dukungan pemimpin, dan kolaborasi. Dengan penerapan yang tepat, Kaizen mampu meningkatkan mutu pendidikan Islam secara komprehensif, menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai spiritual dan moral Islam

    PENDIDIKAN ISLAM BERWAWASAN LINGKUNGAN STUDI KASUS SMP 1 PARDASUKA

    Get PDF
    The purpose of this research is to evaluate the effectiveness of the school environmental program in raising the awareness of students at SMP Negeri 1 Pardasuka about their environment. The background of this research is the importance of environmental awareness to anticipate environmental changes worldwide. The research method used is qualitative with data collection techniques through interviews with the Student Affairs Representative of SMP Negeri 1 Pardasuka and direct observation. The research results show that school environmental programs such as greening programs, hydroponics, and contextual learning effectively increase students\u27 environmental awareness. The conclusion of this research is that school environmental programs need to be conducted sustainably and systematically to enhance students\u27 environmental awareness. This research contributes to the development of effective and sustainable environmental education strategies

    pemikiran PEMIKIRAN CHRISTIAN SNOUCK HURGRONJE DAN IMPLIKASINYA PADA UMAT ISLAM DI INDONESIA (PENDEKATAN TAFSIR AL-QUR’AN): Pemikiran Christian Snouck Hurgronje

    No full text
    This study has a focal point to find out the thoughts of Christian Snouck Hurgronje and its implications for Muslims. The research method used is library research using the Qur\u27anic and historical interpretation approaches. The data sources used are primary data sources, namely literature related to Snouck Hurgronje\u27s thoughts in the form of books, articles and others. While secondary data sources are obtained from Tafsir Al Quran. The results showed that Snouck\u27s thoughts about Islam include social society, colonial politics and the spread of European culture. This has implications for the retreat of Muslims in the political realm and considers it not part of Islam (separation between religion and politics / secularization) and has an impact on limiting the influence of Islamic law, in this case the interpretation of QS. Al-Baqarah 120 reminds Muslims to be careful with thoughts the notion of secularization.Kajian ini memiliki titik fokus untuk mengetahui pemikiran Christian Snouck Hurgronje dan implikasinya pada umat Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah lybary research dengan menggunakan pendekatan tafsir Al-Qur’an dan Historis. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yakni lieratur yang berkaitan dengan pemikiran Snouck Hurgronje baik berupa buku, artikel dan lainnya. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari Tafsir Al Quran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Snouck memetakan hal ini pada tiga masalah pokok dalam aspek kehidupan umat yang memeluk agama Islam di Indonesia pada kala itu, yaitu : masalah ritual, muamalat, dan politik. Hal ini berimplikasi pada mundurnya umat Islam dalam ranah politik dan menganggapnya bukan bagian dari Islam, dalam hal ini maka tafsir QS. Al-Baqarah 120 mengingatkan umat Islam agar berhati hati dengan pemikiran yang berasal dari luar Islam (sekuler

    Social Interaction and Religious Tolerance in Malay Community of Jambi

    Get PDF
    This research analyzes the patterns of social interaction and tolerance between the Malay community and the Batak ethnic group in Bagan Pete, Jambi City. Known for its pluralistic characteristics since the pre-independence era, Jambi City shows how ethnic diversity can be a positive force instead of a source of conflict. Jambi City\u27s Bagan Pete became the focus of the research due to its high diversity driven by the presence of Jalan Lintas Timur and Alam Barajo Terminal, which attracted many migrants, especially ethnic Batak who are predominantly Christian. Through a qualitative approach with in-depth interviews with ten key informants, the research reveals the complex social dynamics between the two communities. The results show that social interactions manifest in various forms, including cooperation, conflict, competition and accommodation. Positive interactions are mainly seen in daily social and economic activities, with conflicts that arise generally minor in nature and can be resolved through constructive dialogue. Religious tolerance is a prominent aspect, shown through the Malay community\u27s respect for different beliefs, reinforced by initiatives to develop religious understanding through study groups, Islamic schools, and Qur\u27anic learning. The findings have practical implications for local government policy development and community development, including the importance of interethnic interaction programs, interfaith dialogue, and strengthening the role of community leaders in maintaining social harmony.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sosial dan toleransi antara komunitas Melayu dan kelompok etnis Batak yang tinggal di Bagan Pete, Kota Jambi. Kota Jambi dikenal dengan sifat pluralistiknya, yang ditandai oleh keterbukaan yang telah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia. Secara teoritis, daerah yang beragam seperti itu memiliki potensi untuk memicu konflik; namun, sebagai makhluk sosial, manusia terus berinteraksi satu sama lain. Bagan Pete adalah area dengan keragaman tertinggi di Kota Jambi, terutama karena adanya Jalan Lintas Timur dan Terminal Alam Barajo, yang menarik banyak migran, termasuk orang Batak, yang sebagian besar beragama Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan sepuluh informan. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa interaksi sosial antara komunitas Melayu dan Batak terjadi melalui berbagai cara, seperti kerja sama, konflik, kompetisi, dan akomodasi. Toleransi ditunjukkan oleh komunitas Melayu melalui penghormatan terhadap perbedaan agama orang Batak, meskipun masih ada beberapa kontroversi. Toleransi ini terwujud dalam praktik positif, seperti meningkatkan pemahaman agama dalam keluarga melalui kelompok studi agama, sekolah Islam, dan belajar membaca Al-Qur\u27an dengan gur

    Model Prokrastinasi Akademik Pada Mahasantri: Analisis Struktural Equation Model

    Get PDF
    This study examines the formation of academic procrastination in the absence of the influence of peers. This study employed a correlational quantitative approach involving a sample of 425 mahasantri, selected through the cluster random sampling technique. This study used four instruments. The Academic Procrastination Scale (α = 0.971) was employed to assess academic procrastination, the Self-Regulated Learning Questionnaire (α = 0.937) was utilized to evaluate self-regulated learning, the Positive Peer Influence Inventory (α = 0.882) was utilized to assess peer influence, and the General Self-Efficacy Scale (α = 0.788) was utilized to assess self-efficacy. The data were analyzed using structural equation modeling with AMOS. The results showed chi square value = 131.924 (p <0.05), GFI = 0.968, AGFI = 0.952, CFI = 0.994, TLI = 0.992, RMSEA = 0.030 and NFI = 0.981.Penelitian ini bertujuan untuk menguji terbentuknya prokrastinasi akademik ditinjau dari f pengaruh teman sebaya dan efikasi diri dan regulasi diri dalam belajar. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 425 mahasantri dan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Prokrastinasi akademik diukur dengan Academic Procrastination Scale (α=0,971), regulasi diri dalam belajar diukur dengan Self-regulated Learning Questionnaire (α=0,937), Pengaruh teman sebaya diukur dengan Positive Peer Influence Inventory (α=0,882) dan efikasi diri diukur dengan General Self Efficacy (α=0,788). Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modelling dengan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan nilai chi square = 131,924 (p < 0,05), GFI = 0,968, AGFI = 0,952, CFI =  0,994, TLI = 0,992, RMSEA = 0,030 dan NFI = 0,981

    English

    No full text
    This article evaluates financial management\u27s openness and accountability in mosques in Gorontalo City. The research employs a sociological and economic framework utilizing inductive, deductive, and comparative analytical methodologies. The study\u27s results indicate that numerous NU-based mosques lack transparency. It stems from the antiquated belief that disclosing mosque donations diminishes the donor\u27s altruism. Meanwhile, mosques affiliated with Muhammadiyah exhibit transparency by publicly disclosing financial information to the audience through posted notifications or direct communication before the Friday sermon. Financial management accountability for NU-based mosques is executed through reports from the treasurer to the head of takmirand other members. The data provided is partial due to the existing trust among them, resulting in a lack of rigorous demands for comprehensive accountability. Concurrently, Muhammadiyah-affiliated mosques adopt an accountability framework by conducting management meetings with mosque congregants to get a detailed presentation on the allocation of mosque finances, encompassing both revenue and expenditures.Artikel ini mengkaji keterbukaan dan akuntabilitas pengelolaan keuangan masjid di Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan kerangka sosiologis dan ekonomi dengan menggunakan metodologi analisis induktif, deduktif, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak masjid berbasis NU yang kurang transparan. Hal ini bermula dari anggapan kuno bahwa pengungkapan sumbangan masjid akan mengurangi altruisme donatur. Masjid yang berafiliasi dengan Muhammadiyah menunjukkan transparansi dengan mengungkapkan informasi keuangan kepada jemaah, baik melalui pengumuman yang ditempel maupun komunikasi langsung sebelum khotbah Jumat. Akuntabilitas pengelolaan keuangan masjid berbasis NU dilakukan melalui laporan bendahara kepada ketua takmir dan anggota lainnya. Data yang diberikan bersifat parsial karena adanya rasa saling percaya di antara mereka, sehingga tidak ada tuntutan akuntabilitas yang menyeluruh. Bersamaan dengan itu, masjid yang berafiliasi dengan Muhammadiyah mengadopsi kerangka akuntabilitas dengan melakukan rapat manajemen dengan jemaah masjid untuk mendapatkan presentasi terperinci tentang alokasi keuangan masjid, yang mencakup pendapatan dan pengeluaran

    Pengembangan UMKM Berbasis Koptren: Melalui Pendidikan Tinggi, Bank Wakaf Mikro dan Keterampilan Bisnis

    Get PDF
    This study investigates the roles of Higher Education, Micro Waqf Banks, and Business Skills in developing Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) within pesantren (Islamic boarding schools). Using a quantitative approach, data were collected via structured questionnaires from MSME entrepreneurs in the pesantren community, analyzed through multiple regression. Results show that Higher Education significantly enhances managerial capabilities, while Micro Waqf Banks provide essential financial support. Business Skills are also crucial for effective management. The research highlights the interconnectedness of education, financial resources, and skill development in fostering entrepreneurship in pesantren. Limitations include a focus on a single geographic area, suggesting future studies should explore diverse regions and long-term impacts on MSME sustainability.Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran Pendidikan Tinggi, Bank Waqf Mikro, dan Keterampilan Bisnis dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan pesantren (sekolah pondok Islam). Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada pengusaha UMKM dalam komunitas pesantren, dan dianalisis menggunakan teknik regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Tinggi memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan manajerial, sementara Bank Waqf Mikro memberikan dukungan keuangan yang esensial. Selain itu, Keterampilan Bisnis terbukti krusial dalam pengelolaan usaha yang efektif. Penelitian ini menyoroti keterkaitan antara pendidikan, sumber daya keuangan, dan pengembangan keterampilan dalam mendorong kewirausahaan di pesantren. Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus pada satu area geografis, yang mengindikasikan perlunya penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi berbagai daerah dan dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan UMKM berbasis pondok pesantren

    2,210

    full texts

    2,582

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇