Journal of IAIN Sultan Amai Gorontalo
Not a member yet
2582 research outputs found
Sort by
EPISTEMOLOGI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN NILAI-NILAI TRADISIONAL KIAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS PONDOK PESANTREN NURUL HARAMAIN ALMALIKI
This study aims to examine the epistemology of transformational leadership integrated with the traditional values of Islamic scholars in shaping the character of students in the digital era, using a case study at the Nurul Haramain Almaliki Islamic Boarding School in Karangploso, Malang. A qualitative approach is used to explore how Kiyai Hasan Basri actualizes a transformational leadership style—which emphasizes vision, exemplary behavior, motivation, and individual attention—in the context of Islamic boarding school education, which is rich in Islamic traditional values. The results show that Kiyai Hasan\u27s leadership successfully shapes the character of students through a combination of spiritual and strategic approaches that balance adab, discipline, and awareness of changing times. While maintaining classical learning methods such as sorogan and bandongan, this Islamic boarding school gradually opens up space for digital literacy without eliminating Islamic moral and ethical values. This integration is evidence that tradition and transformation can go hand in hand in shaping students who are virtuous, independent, and adaptive to the digital era. Thus, the epistemology of transformational leadership framed by the traditional values of Islamic boarding schools becomes a strong foundation in the character education of today\u27s Islamic boarding school students.
Keyword: Epistemology, Transformational Leadership, Traditional Kiyai Values, Character Education, Digital Era
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi kepemimpinan transformasional yang diintegrasikan dengan nilai-nilai tradisional kiyai dalam membentuk karakter santri di era digital, dengan studi kasus di Pondok Pesantren Nurul Haramain Almaliki, Karangploso, Malang. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana figur Kiyai Hasan Basri mengaktualisasikan gaya kepemimpinan transformasional—yang menekankan visi, keteladanan, motivasi, dan perhatian individual—dalam konteks pendidikan pesantren yang sarat nilai-nilai tradisi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kiyai Hasan berhasil membentuk karakter santri melalui perpaduan pendekatan spiritual dan strategis yang menyeimbangkan antara adab, kedisiplinan, serta kesadaran terhadap perubahan zaman. Meski tetap mempertahankan metode pembelajaran klasik seperti sorogan dan bandongan, pesantren ini secara bertahap membuka ruang bagi literasi digital tanpa menghilangkan nilai-nilai moral dan akhlak Islami. Integrasi ini menjadi bukti bahwa tradisi dan transformasi dapat berjalan beriringan dalam membentuk santri yang berakhlakul karimah, mandiri, serta adaptif terhadap era digital. Dengan demikian, epistemologi kepemimpinan transformasional yang dibingkai oleh nilai-nilai tradisional pesantren menjadi landasan kuat dalam pendidikan karakter santri masa kini.
Kata Kunci: Epistemologi, Kepemimpinan Transformasional, Nilai Tradisional Kiai, Pendidikan Karakter, Era Digita
Pengaruh Program MBKM Magang Mandiri terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar
The high unemployment rate of university graduates in Indonesia reflects the mismatch between the results of higher education and the demands of the world of work, thus encouraging the government to launch the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy as an effort to bridge the competency gap of graduates. This research aims to find out the description of the MBKM Internship Program, the work readiness of students in the Department of Education Administration of Makassar State University, as well as test the influence of the program on the work readiness of students. Using a quantitative approach with ex-post facto design and correlational strategies, this study involved 87 college students as saturated samples, with data collected through a Likert scale-based questionnaire and analyzed descriptively and inferentially using simple linear regression. The research results show that the MBKM Internship Program has a significant effect on student work readiness, with a substantive contribution in improving technical skills, communication skills, problem-solving, analytical, professional ethics, and teamwork skills. This finding confirms the relevance of experiential learning as an effective approach in improving students\u27 employability skills, as well as enriching the literature regarding the implementation of MBKM in the field of Education Administration which has been rarely researched. This research provides an important contribution to the development of higher education policies, the design of internship programs that are more integrated with the curriculum, and as a reference for the industry in preparing a more competent and adaptive workforce to face the dynamics of the job market.
Keywords: MBKM Program, Independent Internship, Student Work ReadinessTingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia mencerminkan adanya ketidaksesuaian antara hasil pendidikan tinggi dengan tuntutan dunia kerja, sehingga mendorong pemerintah meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sebagai upaya menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Program MBKM Magang Mandiri, kesiapan kerja mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Makassar, serta menguji pengaruh program tersebut terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto dan strategi korelasional, penelitian ini melibatkan 87 mahasiswa sebagai sampel jenuh, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBKM Magang Mandiri berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa, dengan kontribusi substantif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, problem-solving, analitis, etika profesi, serta kemampuan kerja sama tim. Temuan ini menegaskan relevansi experiential learning sebagai pendekatan efektif dalam meningkatkan employability skills mahasiswa, serta memperkaya literatur mengenai implementasi MBKM pada bidang Administrasi Pendidikan yang selama ini masih jarang diteliti. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan tinggi, perancangan program magang yang lebih terintegrasi dengan kurikulum, serta sebagai rujukan bagi pihak industri dalam mempersiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan adaptif menghadapi dinamika pasar kerja.
Kata kunci: Program MBKM, Magang Mandiri, Kesiapan Kerja Mahasisw
ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI MTS BAITUL HIKMAH TEMPUREJO
This study aims to analyze the internal and external factors that influence students\u27 interest and learning outcomes in Social Studies (IPS) class VIII B at MTS Baitul Hikmah Tempurejo. The background of this study is the low participation of students and learning outcomes that have not reached the minimum standard, which indicates the existence of obstacles in the aspects of interest and motivation to learn. This research uses a qualitative approach with phenomenological methods to explore the subjective experiences of students and teachers. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that internal factors such as intrinsic motivation, self-confidence, and perception of the lesson affect students\u27 interest in learning. Meanwhile, external factors such as teacher teaching methods, parental support, and the availability of infrastructure also determine learning success. This research confirms the importance of collaboration between a contextualized pedagogical approach and a supportive learning environment to create more effective social studies learning. The findings provide a practical contribution for teachers and schools in designing learning strategies that can improve students\u27 motivation and overall learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi minat dan hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII B di MTS Baitul Hikmah Tempurejo. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya partisipasi peserta didik dan hasil belajar yang belum mencapai standar minimum, yang menunjukkan adanya hambatan dalam aspek minat dan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif peserta didik dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti motivasi intrinsik, kepercayaan diri, dan persepsi terhadap pelajaran memengaruhi minat belajar peserta didik. Sementara itu, faktor eksternal seperti metode pengajaran guru, dukungan orang tua, serta ketersediaan sarana prasarana turut menentukan keberhasilan belajar. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pendekatan pedagogis yang kontekstual dan lingkungan belajar yang mendukung, untuk menciptakan pembelajaran IPS yang lebih efektif. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi guru dan pihak sekolah dalam merancang strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik secara menyeluruh
IMPLEMENTASI GERAKAN ANTI BULLIYING MENCIPTAKAN SEKOLAH AMAN
Bullying merupakan salah satu permasalahan serius yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dasar dan berdampak negatif pada perkembangan psikologis maupun sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi gerakan anti bullying yang terjadi di SDN 064 Bakung Padang Kecamatan Muaro Sebo Kabupaten Muaro Jambi, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk menciptakan sekolah yang aman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan sosialisasi terkait pencegahan bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying di sekolah ini muncul dalam bentuk ejekan, pengucilan, dan tindakan fisik ringan antar siswa. Upaya sekolah selama ini masih terbatas pada pemberian sanksi setelah terjadi kasus, sehingga belum efektif mencegah bullying. Penelitian ini menemukan bahwa kegiatan sosialisasi pencegahan bullying yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua dapat meningkatkan kesadaran bersama tentang bahaya bullying, membangun empati antar siswa, serta memperkuat peran guru dan orang tua dalam pengawasan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pencegahan berbasis sosialisasi dan kolaborasi seluruh warga sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan sisw
MANAJEMEN PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI BERBASIS E-KINERJA DI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN TAKALAR
This study examines how Employe Performance Improvement Management Based on E-Performance at the Education and Culture Office of Takalar Regency. The main focus is on the Management of Employe Performance Improvement and the identification of supporting and hindering factors that emerge. Using a descriptive qualitative method, data was collected thru interviews, observations, and documentation from the head of the department and employes. The validity of the data was examined using triangulation techniques. The research results show that: 1) The planning process, the preparation of SKP, and the action plan are carried out based on the supervisor\u27s instructions. Thus, it is capable of improving employe performance, particularly in terms of discipline and clarity of work. 2) The actuating process shows a structured process, therefore, the E-Kinerja system significantly impacts the improvement of employe performance, especially in aspects of responsibility and task execution quality. 3) The controlling process indicates that structured assessment, feedback provision, and follow-up support employe performance improvement. However, there are technical obstacles such as slow system access when used simultaneously. Overall, this E-Kinerja operates as intended, thereby encouraging the improvement of employe performance, although further enhancements and training in the use of E-Kinerja are still needed for optimal results.Penelitian ini mengkaji bagaimana Manajemen Peningkatan Kinerja Pegawai Berbasis E-Kinerja Di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Takalar. Fokus utamanya adalah Manajemen peningkatan kinerja pegawai serta identifikasi faktor pendukung dan penghambat yang muncul. Mengunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara,observasi, dan dokumentasi dari informan kepala dinas dan pegawai. Analisis data melalui tahapan tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Keabsahan data diperiksa menggunakan Teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Proses planning, penyusunan SKP hingga rencana aksi dilakukan berdasarkan arahan atasan. Dengan demikian mampu meningkatan kinerja pegawai, terutama dalam hal kedisiplinan, dan kejelasan kerja. 2) Proses actuating ini menunjukkan proses yang terstruktur, dengan demikian, adanya sistem E-Kinerja memberikan dampak secara signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai, khususnya dalam aspek tanggung jawab, dan kualitas pelaksanaan tugas. 3) Proses controlling menunjukkan bahwa penilaian, pemberian umpan balik, serta tindak lanjut terstrukur yang mendukung peningkatan kinerja pegawai. Namun demikian, terdapat kendala teknis seperti lambatnya akses system saat digunakan secara bersamaan. Secara keseluruhan, E-Kinerja ini berjalan sesuai dengan yang ditetapkan sehingga mampu mendorong peningkatan kinerja pegawai, meskipun masih perlu dilakukan perbaikan serta pemberian pelatihan dalam penggunaan E-Kinerja agar lebih optimal
KONSEP PENDIDIKAN ISLAMIC ENTERPRENEURSHIP DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERWIRAUSAHA PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI
Education as a whole through spiritual, intellectual and moral aspects in going beyond the mastery of knowledge alone. The ideal educational goal includes the practice of knowledge for the welfare of society and divine pleasure. The implementation of Islamic entrepreneurship emphasizes fair leadership based on Islamic values and maintains a balance between profitability and social sustainability. As for the qualitative research method with a library research approach, research whose subject is literature and literature, \u27Ihya\u27 Ulum Ad-Din\u27 is the source. Researchers with classical text analysis are very relevant to literature research that only focuses on obtaining data and information through books by Imam Al-Ghazali. The analysis data found regarding the concept of Islamic entrepreneurship education includes, that the purpose of entrepreneurship is to worship, and to balance between the world and the hereafter, so that always remember that everything is entrusted, while ethics in business include honesty, justice that does not harm others and responsibility in all interactions. The values of Islamic ethics include, halal intentions and goals in charity, carrying out fardhu kifayah, paying attention to the afterlife market when carrying out activities in the market, keeping away everything that is doubtful and has haram elements and the like, so that always introspective oneself in entrepreneurship with full trust and responsibility. Entrepreneurial skills also include an optimistic attitude in running their business, building a good mentality in facing all challenges, forming practical skills in self-management and discipline, tawakal and optimism as well as building a sustainable entrepreneurial mentality and the integration of Islamic education in the entrepreneurship curriculum.Pendidikan secara utuh melalui aspek spiritual, intelektual dan moral dalam melampaui penguasaan ilmu semata. Tujuan pendidikan yang ideal mencakup pengamalan ilmu untuk kesejahteraan masyarakat serta keridhoan Ilahi. Implementasi kewirausahaan Islam, menekankan kepemimpinan yang adil berlandaskan nilai-nilai Islam serta menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan keberlanjutan sosial. Adapun metode penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, penelitian yang subjeknya berupa literatur dan pustaka, ‘Ihya’ Ulum Ad-Din’ menjadi sumbernya. Peneliti dengan analisis teks klasik sangat relevan dengan penelitian kepustakaan yang hanya fokus untuk memperoleh data dan informasi melalui buku karya Imam Al-Ghazali. Adapun data analisis yang ditemukan mengenai konsep pendidikan islamic enterpreneurship diantaranya, bahwa tujuan kewirausahaan adalah untuk beribadah, serta menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, agar senantiasa mengingat bahwa segala sesuatu adalah titipan, sedangkan etika dalam bisnis yang meliputi sikap kejujuran, keadilan yang tidak merugikan orang lain serta bertanggung jawab dalam segala interaksi. Nilai etika Islam mencangkup, niat dan tujuan yang halal dalam beramal, melaksanakan fardhu kifayah, memperhatikan pasar akhirat saat menjalankan aktivitas di pasar, menjauhkan segala hal yang meragukan dan memiliki unsur haram dan sejenisnya, sehingga senantiasa intropeksi diri dalam berwirausaha dengan penuh amanah dan tanggung jawab. Keterampilan kewirausahan juga mencangkup sikap optimis dalam menjalankan usahanya, membangun mentalitas yang baik dalam menghadapi segala tantangan, membentuk keterampilan praktis dalam pengelolaan diri dan kedisiplinan, tawakal dan optimisme serta membangun mentalitas wirausahawan yang berkelanjutan dan integrasi pendidikan Islam dalam kurikulum kewirausahaa
STRATEGI PEMBELAJARAN HADIS PADA ANAK USIA DINI DI RA NURUTTAQWA BANJARMASIN
Early childhood is a golden age that plays a crucial role in laying the foundation of education, particularly in developing moral and religious values through the learning of hadith. Hadith learning at RA Nuruttaqwa Banjarmasin is implemented as part of character building and the habituation of Islamic behavior among children. This study aims to describe the planning, implementation, and assessment of hadith learning for early childhood at RA Nuruttaqwa Banjarmasin. The research employed a qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation involving the head of the institution and group teachers. The findings reveal that hadith learning is planned at the beginning of each semester by setting objectives, processes, and target hadiths to be achieved. Implementation is carried out using habituation, movement, and demonstration methods tailored to the content of each hadith, with a target of one hadith per month. Assessment is conducted daily and semesterly through observation, checklists, and rewards such as praise for children who have memorized the hadith. In conclusion, the hadith learning strategy at RA Nuruttaqwa significantly contributes to shaping Islamic character and behavior in early childhood. It is recommended that teachers continue to develop more interactive learning methods and media and conduct periodic evaluations to ensure that hadith learning emphasizes not only memorization but also comprehension and the application of hadith values in daily life.
Keywords: learning strategy, hadith learning, early childhoodMasa anak usia dini merupakan periode emas (golden age) yang sangat penting untuk menanamkan dasar pendidikan, termasuk pendidikan nilai moral dan agama melalui pembelajaran hadis. Pembelajaran hadis di RA Nuruttaqwa Banjarmasin dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembiasaan perilaku islami pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran hadis pada anak usia dini di RA Nuruttaqwa Banjarmasin. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah serta guru kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran hadis dilakukan setiap awal semester dengan menetapkan tujuan, proses, dan target hadis yang akan dicapai. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan menggunakan metode pembiasaan, gerakan, dan demonstrasi yang disesuaikan dengan isi hadis, dengan target satu hadis setiap bulan. Penilaian dilakukan secara harian dan semester melalui pengamatan, checklist, serta pemberian reward berupa pujian kepada anak yang telah menghafal hadis. Kesimpulannya, strategi pembelajaran hadis di RA Nuruttaqwa berperan penting dalam membentuk perilaku dan karakter islami anak usia dini. Disarankan agar guru terus mengembangkan metode dan media pembelajaran yang lebih interaktif serta melakukan evaluasi berkala agar pembelajaran hadis tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga penghayatan dan penerapan nilai-nilai hadis dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci: Strategi Pembelajaran, Pembelajaran Hadis, Anak Usia Din
ANALISIS UJI KELAYAKAN PANDUAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I BERBASIS INKUIRI TERINTEGRASI KEARIFAN LOKAL
Kegiatan praktikum Fisika Dasar I di perguruan tinggi masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti kurangnya panduan praktikum yang kontekstual, minimnya integrasi antara konsep fisika dan kearifan lokal, serta rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses inkuiri ilmiah. Akibatnya, kegiatan praktikum belum sepenuhnya mampu menumbuhkan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan praktikum Fisika Dasar I berbasis inkuiri terintegrasi kearifan lokal yang layak digunakan dalam kegiatan praktikum Fisika Dasar I di Universitas PGRI Silampari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi yang kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan skala lima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan praktikum yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan. Aspek media memperoleh skor aktual 68 dengan kategori A (Sangat Baik), aspek materi memperoleh skor aktual 94 dengan kategori A (Sangat Baik), dan aspek bahasa memperoleh skor aktual 35 dengan kategori A (Sangat Baik). Hal tersebut menunjukkan bahwa panduan praktikum Fisika Dasar I terintegrasi kearifan lokal dinyatakan sangat layak digunakan untuk kegiatan praktikum Fisika Dasar I.Kegiatan praktikum Fisika Dasar I di perguruan tinggi masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti kurangnya panduan praktikum yang kontekstual, minimnya integrasi antara konsep fisika dan kearifan lokal, serta rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam proses inkuiri ilmiah. Akibatnya, kegiatan praktikum belum sepenuhnya mampu menumbuhkan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan praktikum Fisika Dasar I berbasis inkuiri terintegrasi kearifan lokal yang layak digunakan dalam kegiatan praktikum Fisika Dasar I di Universitas PGRI Silampari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi yang kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan skala lima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan praktikum yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kelayakan. Aspek media memperoleh skor aktual 68 dengan kategori A (Sangat Baik), aspek materi memperoleh skor aktual 94 dengan kategori A (Sangat Baik), dan aspek bahasa memperoleh skor aktual 35 dengan kategori A (Sangat Baik). Hal tersebut menunjukkan bahwa panduan praktikum Fisika Dasar I terintegrasi kearifan lokal dinyatakan sangat layak digunakan untuk kegiatan praktikum Fisika Dasar I
Living Hadis dan Moderasi Beragama : Analisis Toleransi Agama di Kota Manado, Sulawesi Utara
This study aims to analyze the implementation of religious tolerance values through the concept of Living Hadith within the framework of religious moderation in Manado City, North Sulawesi. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through interviews with religious leaders, community figures, local residents, as well as observations of interfaith social and religious activities. The analysis integrates hadith texts with field findings to explore how hadith values on tolerance, non-violence, humanity, national commitment, and respect for local traditions are internalized and manifested in social practices. The findings indicate that these values are embedded in communal traditions such as Mapalus, religious celebrations, customary events, and interfaith harmony. The Interfaith Harmony Forum (FKUB) plays a significant role as a platform for dialogue and conflict prevention. This study affirms that the Living Hadith concept contributes to fostering inclusive tolerance and strengthening religious moderation in Manado.Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan nilai toleransi agama melalui konsep Living Hadis dalam moderasi beragama di Kota Manado, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, warga, serta observasi kegiatan sosial dan keagamaan lintas agama. Analisis dilakukan dengan memadukan teks hadis dan temuan lapangan untuk melihat bagaimana nilai-nilai hadis tentang toleransi, anti-kekerasan, kemanusiaan, komitmen kebangsaan, dan penghormatan terhadap tradisi lokal diinternalisasi dalam praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut hidup dalam tradisi gotong royong seperti Mapalus, perayaan keagamaan, kegiatan adat, serta harmoni antarumat beragama. FKUB berperan penting sebagai wadah dialog dan pencegahan konflik. Penelitian ini menegaskan bahwa Living Hadis mendukung terwujudnya toleransi inklusif dan moderasi beragama di Manado
INTEGRASI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY TEMA HEWAN PELIHARAAN DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING UNTUK PENINGKATAN MUTU SDM JENJANG TK
Kemajuan teknologi digital pada pendidikan anak usia dini mendorong penggunaan media pembelajaran interaktif yang mampu menyesuaikan kebutuhan belajar siswa. Augmented Reality (AR) yang dipadukan dengan deep learning menjadi salah satu inovasi yang berpotensi meningkatkan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas media AR bertema hewan peliharaan yang dilengkapi algoritma deep learning dalam memperkuat kemampuan kognitif siswa PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Embedded Experimental Design. Subjek penelitian mencakup empat guru dan 20 siswa dari TK Dharmawanita 01 Kendalrejo serta empat guru dan 20 siswa dari RA Al Istiqomah Ponggok yang dipilih secara purposive. Data kuantitatif diperoleh melalui pre-test, post-test, dan angket praktikalitas, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan FGD. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif secara signifikan, dengan kenaikan skor rata-rata 32% pada kelompok eksperimen dibandingkan 15% pada kelompok kontrol. Selain itu, siswa lebih antusias dan terlibat selama pembelajaran, sementara guru menilai media ini praktis dan relevan. Secara keseluruhan, integrasi AR dan deep learning terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAUDKemajuan teknologi digital pada pendidikan anak usia dini mendorong penggunaan media pembelajaran interaktif yang mampu menyesuaikan kebutuhan belajar siswa. Augmented Reality (AR) yang dipadukan dengan deep learning menjadi salah satu inovasi yang berpotensi meningkatkan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas media AR bertema hewan peliharaan yang dilengkapi algoritma deep learning dalam memperkuat kemampuan kognitif siswa PAUD.
Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Embedded Experimental Design. Subjek penelitian mencakup empat guru dan 20 siswa dari TK Dharmawanita 01 Kendalrejo serta empat guru dan 20 siswa dari RA Al Istiqomah Ponggok yang dipilih secara purposive. Data kuantitatif diperoleh melalui pre-test, post-test, dan angket praktikalitas, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan FGD.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif secara signifikan, dengan kenaikan skor rata-rata 32% pada kelompok eksperimen dibandingkan 15% pada kelompok kontrol. Selain itu, siswa lebih antusias dan terlibat selama pembelajaran, sementara guru menilai media ini praktis dan relevan. Secara keseluruhan, integrasi AR dan deep learning terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAUD