Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Toeng Market Malang
The goals of this research is attempt to know how the effect of leadership style to the employees job performance and leadership style together with organization’s culture to the employees job performance at Toeng Market Malang. This research is a causal research, population of this research is 69 employees. Sample of this research is 69 employees by used full sampling technique. Hypothesis is tested by used t test (as partially) and F test (as simultaneously).The t test result shows that leadership style has positively and significant effect to the employees job performance, organization’s culture has no effect positively and significant., but leadrship style and organization’s culture simultanueously have positively and significant effect on the job performance.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan dan pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan Toeng Market Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kausal, populasi dalam penelitian ini berjumlah 69 karyawan, jumlah sampel sebanyak 69 karyawan dengan menggunakan teknik sampel penuh. Uji hipotesis menggunakan uji t (parsial) dan uji F (simultan). Hasil uji t menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, budaya organisasi tidak berpengaruh secara positif dan tidak signifikan, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan
UPAYA MENINGKATKAN SOFT SKILL MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROJECT DALAM MATA KULIAH BUSINESS PRACTICE
The School of Economics of Asia is one of the universities that runs the education system. In the implementation of education system in STIE ASIA Malang using competency-based curriculum. Changes in global conditions with competition, job requirements and strategic change. STIE ASIA as one of the universities in Indonesia where the results of a review of the curriculum offered to be able to compete with the strength of the work force of the ASEAN Economic Community (MEA) that has been implemented since January 1, 2016. With the orientation on the needs and relevance of the user then applied courses that are part of the local-based curriculum project "Business Practices". Project-based learning enables students to learn which is a process whereby participants or students are self-clearing information through direct contact with others, working with groups, learning to be leaders, running a profit-oriented business, producing results in simple financial statements. Business Patterns, 2) Personal Selling, 3) Digital Marketing, 4) Business Functions. Meanwhile, soft skill as dependent variable is measured from communication ability, cooperation, confidence, and ability to be a leader.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Asia adalah salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan sistem pendidikan tersebut. Dalam pelaksanaan sistem pendidikan di STIE ASIA Malang menggunakan kurikulum berbasis kompetensi. Perubahan kondisi global dengan adanya persaingan, persyaratan kerja dan perubahan orientasi diperlukan peningkatan mutu outcome melalui perubahan prilaku pembelajaran. STIE ASIA sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia yang mencetak outcome melakukan pengkajian ulang terhadap kurikulum yang ditawarkan agar lulusan yang dihasilkan mampu bersaing dengan kompetensi tenaga kerja asing sebagai dampak dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah diterapkan sejak 1 Januari 2016. Dengan berorientasi pada kebutuhan dan relevansi pengguna maka diterapkan mata kuliah yang merupakan bagian dari kurikulum kelokalan yaitu berbasis project “Business Practice”. Pembelajaran berbasis project membuat mahasiswa mengalami pembelajaran yang bermakna yaitu suatu proses dimana peserta atau mahasiswa menggali sendiri informasi malalui aktivitas langsung presentasi kepada pihak lain, bekerja dengan kelompok, belajar menjadi leader, menjalankan aktivitas bisnis yang berorientasi pada benefit, membuat dan melaporkan hasil kerja dalam laporan keuangan sederhana. Business Practice sebagai pembelajaran berbasis project diukur dengan menggunakan empat model yang dalam penelitian ini juga sebagai variabel independent yaitu meliputi : 1) Profesional Mindset, 2) Personal Selling, 3) Digital Marketing, 4) Business Function. Sementara itu soft skill sebagai variabel dependen diukur dari kemampuan komunikasi, bekerjasama, percaya diri, dan kemampuan menjadi leader
Pengaruh Orientasi Pasar, Inovasi Dan Kreativitas Produk Terhadap Kinerja Industri Kreatif Untuk Mencapai Keunggulan Bersaing: (Studi pada Industri Kreatif yang Tergabung dalam Malang Creative Fusion)
This study aims to determine the effect of market orientation and product creativity on the product innovation, the effect of market orientation, innovation, and product creativity on competitive advantage, and the effect of competitive advantage on industrial performance. This research is a field research on creative-preneur in Malang town, especially those who are members of Malang Creative Fusion (MCF). The number of samples taken was 133 people that selected using an accidental purposive sampling technique. The results showed that market orientation and product creativity have a positive and significant effect on product innovation. On the other hand, market orientation, innovation and product creativity also have a positive and significant effect on competitive advantage. In addition, competitive advantage is also has a positive and significant effect on industrial performance. The implications of the research are to achieve high industrial performance, creative industry should improve the competitive advantage by improving the market orientation, innovation and product creativity. While to improve market orientation, innovation and product creativity, creative industries should know what the customers want, how the strategy of the competitor is and improve cross-functional functions. Besides it, creative industries should invent new products that are original, unique, and have a high attractiveness or at least develop existing products, make a differentiation of the products and sell them at competitive prices.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi pasar dan kreativitas produk terhadap inovasi produk, pengaruh orientasi pasar, inovasi dan kreativitas produk terhadap keunggulan bersaing, dan pengaruh keunggulan bersaing terhadap kinerja industri. Penelitian ini merupakan field research pada para pelaku industri kreatif di kota Malang, khususnya yang tergabung dalam Malang Creative Fusion (MCF). Sampel sebanyak 133 pelaku industri kreatif dipilih dengan pendekatan accidental pusposive sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi pasar dan kreativitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi produk. Di sisi lain, orientasi pasar, inovasi dan kreativitas produk juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing. Selain itu, keunggulan bersaing juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja industri. Implikasi manajerial hasil penelitian ini adalah bahwa untuk mencapai kinerja industri yang tinggi, seharusnya industri kreatif meningkatkan orientasi pasar, inovasi dan kreativitas produk. Apaun cara meningkatkan orieantasi pasar, inovasi dna kreativitas produk, industri kreatif seharusnya berorientasi pada apa yang diinginkan pelanggan, bagaimana strategi pesaing dan meningkatkan koordinasi lintas-fungsi. Selain itu berusaha menemukan produk yang orisinil, unik, dan memiliki daya tarik yang tinggi atau minimal mengembangkan produk yang sudah ada, membuat differensiasi terhadap produk yang dicipta dan menjualnya dengan harga bersaing
KINERJA KEUANGAN DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS
This study aims to determine the prediction of financial distress in the manufacturing industry sub-sector food and beverage listed on the Indonesia Stock Exchange. The research period is 2011-2015. In this study, using the indicator liquidity, profitability, inflation, and exchange rates. The study population includes all sub-sectors of food and beverages listed on the Indonesia Stock Exchange 2011-2015 period. The sample is determined by purposive sampling technique. Data analysis method used is logistic regression analysis.
The results showed that the current ratio, return on investment and the net profit margin, and the inflation rate is the most significant variable in predicting financial distress, while the exchange rate is the only variable that was not significant in influencing financial distress.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi financial distress pada industri manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode penelitian yang digunakan adalah tahun 2011-2015. Dalam penelitian ini menggunakan indikator likuiditas, profitabilitas, inflasi,dan kurs. Populasi penelitian meliputi seluruh sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2015. Pemilihan sampel menggunakan sampel jenuh. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio, return on investment dan net profit margin, dan tingkat inflasi merupakan variabel yang signifikan dalam memprediksi financial distress, sementara kurs tidak signifikan mempengaruhi financial distress
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Pengelolaan Barang Milik Daerah: (Studi pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kabupaten Malang)
This study aims to analyze the factors of management of regional property. This research was conducted by using quantitative descriptive method. The research method used is associative in which the research aims to determine the relationship between two or more variables. The analysis technique used is factor analysis. Based on the results of the data analysis test, it was found that testing of 33 factors in asset management in the local government environment. The sample uses 50 respondents, data analysis techniques using factor analysis in this research data are grouped into 6 (six) factors, namely: BMD Planning and Procurement (20.71%), Usage and Utilization (18.12%), Security and Maintenance (10 , 05%), Elimination (6.29%), Administration of BMD (5.00%) and Control and Control (4.89%). The results of this study indicate that of the six factors the most dominant factors are the factors of procurement BMD and BMD uses, in fact this is reasonable because planning is very important to be done to support the control and supervision process. While the use and utilization can be said to be effective if supported also by good administration and periodic maintenance.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor- faktor pengelolaan barang milik Daerah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu asosiatif dimana penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis faktor.Berdasarkan hasil uji analisa data maka didapatkan bahwa pengujian terhadap 33 faktor yang dalam pengelolaan aset di lingkungan Pemerintah Daerah. Sampel menggunakan 50 responden, teknik analisis data menggunakan analisis faktor dalam data penelitian ini dikelompokkan menjadi 6 (enam) faktor yaitu :Perencanaan dan Pengadaan BMD (20,71%),Penggunaan dan Pemanfaatan (18,12%),Pengamanan dan Pemeliharaan (10,05%), Penghapusan (6,29%),Penatausahaan BMD (5,00%)dan Pengawasan dan Pengendalian(4,89%).Hasil dari penelitian ini menunjukkan dari keenam faktor tersebut faktor yang paling dominan adalah faktor perencanaan - pengadaan BMD dan penggunaan-pemanfaatan BMD, sebnarnya hal ini beralasan karena perencanaan sangat penting dilakukan guna menunjang proses pengendalian dan pengawasan . Sedangkan penggunaan dan pemanfaatan dapat dikatakan efektif apabila ditunjang pula dengan penatausahaan yang baik dan pemeliharaan yang berkala
Peran Komitmen Afektif Dalam Memperkuat Dampak Dari Dimensi Iklim Kerja Etis Terhadap Perasaaan Berkewajiban Pegawai
Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran keterikatan psikis dan emosional Pegawai Negeri Sipil dalam memperkuat dimensi iklim kerja etis publik dalam upaya peningkatan kewajiban yang dirasakannya untuk membantu pencapaian tujuan dari sebuah organisasi publik. Oleh karenanya penelitian ini mencoba untuk menjawab pertanyaan penelitian tentang apakah komitmen afektif mampu memperkuat efek dari masing – masing dimensi iklim kerja etis pada peningkatan perasaan berkewajiban pegawai, dan mana diantara dimensi tersebut yang paling dominan dalam memberikan efek terbesar secara tidak langsung pada perasaan berkewajiban melalui komitmen afektif pegawai. Sebanyak 42 orang Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi responden dalam penelitian ini. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan model persamaan struktural berbasis Partial Least Square. Temuan penelitian mengungkap bahwa seluruh dimensi iklim kerja etis mempunyai arti penting dalam membentuk keterikatan emosional pegawai dengan organisasinya, terutama dampak terbesar dihasilkan oleh rules and codes. Hal menarik yang terungkap adalah Hasil penelitian mengkonfirmasi bahwa keterikatan emosional pegawai dapat memberi dampak sangat besar terhadap peningkatan perasaan berkewajibannya kepada organisasi. Implikasi penting bagi organisasi publik adalah bagaimana memperkuat dimensi iklim kerja etis yang tidak hanya berangkat dari aturan semata
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI ASEAN MEMBER COUNTRIES PADA TAHUN 2011-2016
Economic Growth becomes the important factor to measure how success economic state. Therefore, many country will always try to increase their economic growth for the priority target that must be reached.this research has purpose to present which factor that can influence economic growth in ASEAN member countreias.t There is 10 countries being the sampe country, which is Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapore, Philippines,Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar,and Cambodia. This research use Panel Data Regression, Generalized Least Square (GLS) method and fixed-effect estimation model by using analytical tools help in processing the data which uses Eviews 9 programm. Data is panel data of all ASEAN member countries in 6 year period (2011-2016). Varible that used are : GDP, Import, Export, Foreign Direct Inverstment, Competitiveness Index, Government Expenditure, and Labor force. The result is each independent variable can explain 99,4126% of dependen variable. Which is, IM (import) variable is the only one variable that has positive significant influence to economic growth. The finding from this research is economic growth phenomenon that occurred in ASEAN is greatly influenced by consumption rather than investment and production. So, almost the entirety of economic growth can be measured by consumption side.Economic Growth becomes the important factor to measure how success economic state. Therefore, many country will always try to increase their economic growth for the priority target that must be reached.this research has purpose to present which factor that can influence economic growth in ASEAN member countreias.t There is 10 countries being the sampe country, which is Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapore, Philippines,Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar,and Cambodia. This research use Panel Data Regression, Generalized Least Square (GLS) method and fixed-effect estimation model by using analytical tools help in processing the data which uses Eviews 9 programm. Data is panel data of all ASEAN member countries in 6 year period (2011-2016). Varible that used are : GDP, Import, Export, Foreign Direct Inverstment, Competitiveness Index, Government Expenditure, and Labor force. The result is each independent variable can explain 99,4126% of dependen variable. Which is, IM (import) variable is the only one variable that has positive significant influence to economic growth. The finding from this research is economic growth phenomenon that occurred in ASEAN is greatly influenced by consumption rather than investment and production. So, almost the entirety of economic growth can be measured by consumption side
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NIAT MAHASISWA MELAKUKAN TINDAKAN WHISTLEBLOWING: STUDI PADA MAHASISWA AKUNTANSI STIE ASIA MALANG
Those are a lot of fraud that make the state agencies urge the accountans to report the fraud they knew. Whistleblowing is an effective way to detect any fraud. This study aims to examine the factors influencing whistleblowing intention, with Theory of Planned Behavior as a theoritical basis. Research data are collected by distributing questionnaires to 171 respondents. Hypothesis testing was analyzed by using multiple linear regressions.
The results showed that attitude has no significant influence to whistleblowing intention, while subjective norm and perceived behavioral control has positively significant influence to whisleblowing intention. Simultantly attitude, subjective norm, and perceived behavioral control has significantly influence to whistleblowing intention. The results also showed the urgency of ethical aspect in curriculum and learning syste and the importance of ethical attitude and positive educative environment.Banyaknya praktik kecurangan (fraud) melandasi lembaga-lembaga negara untuk menghimbau para akuntan agar melaporkan kecurangan yang diketahui. Whistleblowing merupakan salah satu cara yang cukup efektif dalam mendeteksi adanya fraud. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi niat mahasiswa akuntansi melakukan whistleblowing berdasarkan theory of planned behavior. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 171 responden. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara sikap tidak berpengaruh signifikan terhadap niat mahasiswa untuk melakukan whistleblowing, sedangkan norma subyektif dan kontrol perilaku persepsian berpengaruh positif terhadap niat untuk melakukan whistleblowing. Secara simultan, sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku persepsian berpengaruh secara signifikan terhadap niat untuk melakukan whistleblowing. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya etika dalam penyusunan kurikulum dan sistem pembelajaran, serta pentingnya teladan dari perilaku etis dosen dan lingkungan perkuliahan yang positif
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI VARIABEL INTERVENING KOMITMEN ORGANISASI PADA CV. AUTO 99 MALANG
This study aims to determine the effect of variable of organizational culture on employee performance, variable organizational commitment to employee performance and organizational culture variables on the performance of employees through the organization's commitment to CV AUTO 99 Malang. This type of research is Eksplanatory Research, the research method is quantitative. The population in this study amounted to 57 employees. The total sample of 57 employees using the technique of saturated samples (Path). Anailsis deskiptif This study uses quantitative and statistical analysis used to determine the direct and indirect relationships between the variables of organizational culture, organizational commitment variable and variable employee performance.
The results obtained organizational culture variables directly affect organizational commitment and also directly affects the performance of employees. Organizational commitment directly affects the performance of employees and organizational culture are also indirect effect on employee performance through organizational commitment to the CV. AUTO 99 Malang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel budaya organisasi terhadap kinerja karyawan, variabel komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan dan variabel budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui komitmen organisasi di CV AUTO 99 Malang. Jenis penelitian adalah Eksplanatory Research, metode penelitian adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 karyawan. Jumlah sampel sebanyak 57 karyawan dengan menggunakan teknik sampel jenuh (Path). Penelitian ini menggunakan anailsis deskiptif kuantitatif dan analisis statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel budaya organisasi, variabel komitmen organisasi dan variabel kinerja karyawan.
Hasil yang didapatkan variabel budaya organisasi berpengaruh secara langsung terhadap komitmen organisasi dan juga berpengaruh secara langsung terhadap kinerja karyawan. Komitmen organisasi berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan dan juga budaya organisasi berpengaruh secara tidak langsung terhadap kinerja karyawan melalui komitmen organisasi pada CV. AUTO 99 Malang. 
MENINGKATKAN NIAT BERKUNJUNG PADA GENERASI MUDA MELALUI CITRA DESTINASI DAN DAYA TARIK KAMPUNG WISATA
This study aims to determine the effects of destination image and tourism attractiveness variables on intention of young generation to visit a rural tourism destination such as “Kampung Wisata Tridi”. This research is a kind of causal research, where the primary quantitative data through questionnaire was taken directly from a tourists in tourism destination and also them who included as young generation. To fulfill the criteria of sample that needed on this research, the sampling technique was used is purposive sampling, by the consideration that sampling choosen is vary between 17-33 years old, and willing to fill the questionnaire. Based on the target that researcher have, a predetermine number of samples that taken was 50 respondents. Based on the result taken by data processing using SPSS 23, shows that the variable which effect significantly the intention to visit a tourism destination are destination image and tourism attractiveness. In other hand, variable which effect most significantly was tourism attractiveness compare with destination image.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel citra destinasi dan daya tarik wisatawan terhadap niat wisatawan pada generasi muda untuk mengunjungi jenis destinasi yaitu Kampung Wisata Tridi. Penelitian ini merupakan penelitian kausal, dimana data primer kuantitatif diolah melalui instrumen berupa kuesioner yang diambil langsung dari para wisatawan di destinasi wisata dan termasuk pada golongan generasi muda. Untuk dapat memenuhi kriteria dari sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini, tekhnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan pertimbangan bahwa sampel yang dipilih memiliki usia yang termasuk pada rentang 17-33 tahun, dan bersedia mengisi kuesioner. Dari terget yang telah ditentukan, terkumpul sampel sebanyak 50 responden. Adapun hasil olah data dan analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS 23 menunjukan bahwa kedua variabel bebas dalam penelitian ini, yaitu citra destinasi dan daya tarik wisata memiliki pengaruh yang signifikan untuk menciptakan niat generasi muda mengunjungi kampung wisata Tridi. Namun, apabila membandingkan nilai koefisien regresi dan nilai signifikansi antara variabel citra destinasi dan daya tarik wisata, didapatkan variabel daya tarik wisata memiliki pengaruh signifikan yang lebih kuat dibandingkan dengan citra destinasi