Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
Not a member yet
450 research outputs found
Sort by
Hubungan Paritas Dan Umur Ibu Dengan Kejadian Abortus Di RSU Queen Latifa Kulon Progo
WHO memperkirakan sekitar 15-20% kematian ibu disebabkan oleh abortus. Angka kematian ibu karena abortus tidak aman diperkirakan 100.000 wanita setiap tahun, 99% diantaranya terjadi di Negara berkembang termasuk Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas dan umur ibu pada kejadian abortus di RSU Queen latifa Kulon Progo. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah case control. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah usia dan paritas ibu dan variabel terikat adalah kejadian abortus. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 150 ibu hamil dengan abortus. Dari perhitungan rumus slovin diatas didapatkan sebanyak 109,09 responden penelitian. Data penelitian diperoleh melalui catatan rekam medis ibu. Analisis data menggunakan Analisa univariat dan analisis uji chi square dengan ketelitian 95% (0.05). Hasil Terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian abortus pada pasien ibu hamil di RSU Queen Latifa Kulon Progo. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p-value sebesar 0,002 (0,002<0,05). Tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian abortus pada pasien ibu hamil di RSU Queen Latifa Kulon Progo. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p-value sebesar 0,093 (0,093>0,05). Simpulan usia ibu berpengaruh terhadap kejadian abortus sedangkan paritas tidak berpengaruh terhadap kejadian abortus. Saran diharapkan RSU Queen Latifa Kulon Progo dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik terutama edukasi dan proses penyebaran informasi mengenai usia ideal untuk hamil dan melahirkan serta frekuensi melahirkan
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Sirih Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman
Latar Belakang: Masa nifas merupakan masa pemulihan organ-organ reproduksi yang mengalami perubahan selama kehamilan dan persalinan, seperti terjadinya robekan perineum. Salah satu penyebab terjadinya penyulit masa nifas sampai dengan pada kematian puerperium adalah terjadinya infeksi pada luka perineum karena kurang tepatnya perawatan luka yang memadai sehingga dapat menimbulkan perdarahan sekunder pada masa nifas. Pengobatan pada luka jahitan dan yang tidak diobati dapat menjadi media masuknya kuman dan dapat menyebabkan infeksi. Pengobatan menggunakan bahan alami yang aman, mudah, cepat dan efektif dalam penyembuhan luka perineum adalah menggunakan bahan yang mudah ditemukan di alam dan sekitar tempat tinggal seperti daun sirih. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian rebusan daun sirih terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas pekauman. Metode: Penelitian ini menggunakan Pre eksperimen dengan rancangan Pretest Posttest Design. Sampel penelitian menggunakan teknik Purposive sampling yaitu ibu nifas dengan luka perineumberjumlah 10 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity. Hasil: Penyembuhan luka perineum sebelum diberikan rebusan daun sirih didapatkan hasil bahwa sebanyak 8 orang (80%) mengalami penyembuhan luka kurang baik dan sebanyak 2 orang (20%) mengalami penyembuhan luka buruk, kemudian penyembuhan luka perineum setelah diberikan rebusan daun sirih didapatkan hasil bahwa sebanyak 8 orang (80%) mengalami penyembuhan luka baik dan sebanyak 2 orang (20%) mengalami penyembuhan luka kurang baik. Rebusan daun sirih dapat memprcepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas pekauman (p value = 0,008 < 0,05 ). Simpulan: Air rebusan daun sirih berpengaruh terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di wilayah kerja puskesmas pekauman
Pengaruh Status Ekonomi dan Pengetahuan terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Wanita Usia Muda di Kabupaten Tulungagung
Pemberian ASI eksklusif dikonseptualisasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pemberian makanan atau minuman selain ASI bagi bayi yang sedang tumbuh selama enam bulan pertama kehidupannya karena ASI merupakan sumber nutrisi yang optimal bagi mereka. Pemberian ASI eksklusif Kabupaten Tulungagung sendiri angka cakupan ASI eksklusif masih dibawah rata-rata nasional yaitu pada tahun 2020 persentase sebesar 61,4 % dan ditahun 2021 sebesar 68 %. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Status Ekonomi dan pengetahuan terhadap pemberian ASI Eksklusif pada wanita yang menikah Usia dini di Kabupaten Tulungagung. Metode:Jenis penelitian yang digunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 96 wanita yang menikah usia dibawah 19 Tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa wanita yang menikah pada usia dini lebih dominan dengan status ekonomi rendah yaitu sebanyak 78 responden (84,7%) dan tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 64 responden (66,6). Hasil bivariat yaitu p value= 0,699 yaitu tidak ada pengaruh status ekonomi dan pemberian ASI Eksklusif sedangkan pengetahuan menunjukan bahwa wanita yang menikah pada usia dini lebih dominan dengan status ekonomi rendah yaitu sebanyak 78 responden (84,7%) dan tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 67 responden (69,7). Hasil bivariat yaitu p value= 0,001 yaitu terdapat pengaruh status pengetahuan dan pemberian ASI Eksklusifpada wanita yang menikah Usia dini di Kabupaten Tulungagung
Pengaruh Rebusan Daun Salam (Syzygium Polyanthum Weight) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Lansia
Penyakit asam urat merupakan suatu penyakit yang timbul akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah, apabila dibiarkan akan menimbulkan komplikasi seperti batu ginjal, penyakit radang sendi, dan gagal ginjal, jari kaki serta gangguan pada saluran kemih. Salah satu upaya yang dapat di lakukan untuk menurunkan kadar asam urat darah di antaranya melalui terapi terapi non farmakologis dengan menggunakan tanaman herbal yaitu daun salam (Syzygium Polyanthum Weight). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia. Responden dalam penelitian ini adalah pasien lansia yang menderita asam urat sejumlah 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar asam urat sebelum diberikan intervensi rebusan daun salam adalah 8,0 mg/dL dengan asam urat minimum 6,1 mg/dL dan maksimum 12,9 mg/dL. Sedangkan rerata kadar asam urat setelah diberikan intervensi rebusan daun salam rata-rata 7,0 mg/dL dengan asam urat minimun 5,2 mg/dL dan maksimum 10,5 mg/dL. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh pengaruh pemberian rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia dengan nilai p value 0,000 dimana hasil tersebut kurang dari 0,05 rerata selisih kadar asam urat 1,0 mg/dL. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasy eksperimen one group pretest-posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemberian rebusan saun salam pada penurunan kadar asam urat pada lansia
Literature Review : Faktor-Faktor Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil
Kasus anemia pada ibu hamil cukup tinggi terutama di negara-negara berkembang. Menurut World Health Organization (WHO) 2019, prevalensi anemia terhadap ibu hamil usia 15–49 tahun di dunia mencapai 42% dan di antaranya, mengambil porsi besar yaitu 62,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia. Metode peneltiian ini literature review, penelusuran 5 jurnal penelitian dari Google Scholar. Hasil review jurnal menyatakan terdapat hubungan faktor kejadian anemia pada ibu hamil yaitu pengetahuan, status ekonomi, status gizi. Hasil penelitian literature review yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara faktor usia, paritas, kunjungan ANC dan dukungan suami terhadap kejadian anemi, adapun perbedaan hasil dikarenakan ada faktor lain yang mempengaruhinya. Saran bagi ibu hamil dianjurkan mencari informasi terkait faktor-faktor berhubugan dengan kejadian anemia pada masa kehamilan baik dari tenaga kesehatan maupun dari buku dan jurnal terpercaya
Analisis Komitmen Pengelola Kantin Dalam Upaya Mewujudkan Kantin Sehat Di Sekolah Dasar
Ketersediaan makanan sehat di sekolah merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah. Masih banyak kantin Sekolah Dasar yang belum memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. Rendahnya pengawasan dan ketiadaan komitmen tertulis menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komitmen pengelola kantin dalam upaya mewujudkan kantin sehat di Sekolah Dasar. Penelitan ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di tiga SD Negeri di Sleman, Yogyakarta. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak 8 orang yang terdiri dari kepala sekolah, penjaga kantin, dan guru UKS. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Triangulasi teknik dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengididentifikasi pola atau tema dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sekolah belum memiliki komitmen tertulis dalam pengelolaan kantin sehat. Faktor penghambat utama meliputi: keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan, keterbatasan dana, fasilitas fisik yang belum memadai, minimnya pengawasan dari instansi terkait, serta kebiasaan siswa jajan di luar sekolah. Faktor pendukung antara lain partisipasi wali murid melalui makanan yang dibuat di rumah, kunjungan dari Puskesmas, dan kesadaran umum akan pentingnya makanan sehat. Diperlukan komitmen tertulis, pembentukan tim pengelola, kerja sama dengan instansi kesehatan dan pendidikan, peningkatan sarana, serta pelatihan yang berkelanjutan bagi pengelola kantin
Hubungan Self Efficacy Terhadap Jenis Persalinan Pada Ibu Bersalin
Penelitian ini fokus pada pentingnya keyakinan diri atau efikasi diri ibu dalam menghadapi proses persalinan, yang dapat mempengaruhi pengalaman dan hasil persalinan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 37 responden yang dipilih melalui teknik cosecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat efikasi diri dengan jenis pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan jenis kepuasan, dengan p value 0,0013 (<0,05). Dari 37 responden, 29 (78,4%) ibu memiliki self eficacy tinggi dan 19 (51,4%) ibu melahirkan secara normal. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan keyakinan diri atau efikasi diri ibu berpotensi meningkatkan kemungkinan persalinan norma
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Mencegah Diare pada Siswa Kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan Pendidikan kesehatan, yang dilakukan dengan menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan dengan tujuan tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa diare termasuk dalam 10 besar penyakit yang paling banyak diderita anak-anak dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor penyebab utama diare adalah rendahnya pengetahuan dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan yang higienis, dan penggunaan jamban yang bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang Diare pada siswa kelas V SDN Kelayan Dalam banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Penelitan One Group Pretest-Postest, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan angket. Data dianalisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, berdasarkan uji univariat, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu sebanyak 9 responden (30%), sementara 21 responden (70%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah Penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 27 responden (90%) memiliki npengetahuan baik, 3 responden (10%) pengetahuan cukup. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan peningkatan nilai mean dari 15,5 (Z=--4,626; p<0,000). Kesimpulannya, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan Diare pada siswa kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin
Pengurangan Intensitas Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester 3 Di Puskesmas Beruntung Raya
Latar Belakang: Nyeri punggung pada ibu hamil trimester 3 merupakan keluhan umum akibat perubahan postur tubuh. Relaksasi napas dalam adalah salah satu asuhan kebidanan di mana bidan mengajarkan teknik menarik napas perlahan, menahan inspirasi, lalu menghembuskan secara pelan. Teknik ini dapat meningkatkan oksigenasi, melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot, menurunkan aktivitas saraf simpatis, dan meningkatkan endorfin sebagai analgesik alami. Jika tidak ditangani, nyeri punggung dapat berdampak pada mobilitas, aktivitas sehari-hari, dan perawatan anak. Tujuan: Mengetahui pengaruh relaksasi napas terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester 3. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel 20 responden dipilih dengan teknik quota sampling. Analisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden mengalami nyeri sedang (4–6) sebanyak 11 orang (55%). Setelah intervensi, mayoritas mengalami nyeri ringan (1–3) sebanyak 10 orang (50%), dan nyeri sedang (4–6) sebanyak 10 orang (50%). Uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), yang artinya ada pengaruh relaksasi napas dalam terhadap pengurangan intensitas nyeri punggung. Kesimpulan: Relaksasi napas berpengaruh signifikan dalam mengurangi intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester 3. Disarankan semua tenaga medis menerapkan teknik ini sebagai intervensi nonfarmakologis
Studi Kasus: Terapi Bermain Mewarnai dan Puzzle untuk Mengatasi Kecemasan Hospitalisasi pada Anak
Anak usia prasekolah (3–6 tahun) rentan mengalami kecemasan saat menjalani hospitalisasi akibat lingkungan yang asing dan prosedur medis yang menakutkan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak psikologis berupa rasa takut, rewel, hingga menghambat proses penyembuhan. Terapi bermain merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan pada anak. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi bermain mewarnai dan puzzle dalam menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada dua anak dengan tingkat kecemasan ringan hingga sedang berdasarkan Faces Anxiety Scale dan Spence Children’s Anxiety Scale Parent Report. Intervensi diberikan melalui terapi bermain mewarnai dan puzzle selama dua sesi (30 menit per hari) dalam periode hospitalisasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang ditandai dengan berkurangnya perilaku gelisah, ketegangan, dan verbalisasi kekhawatiran. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi bermain mewarnai dan puzzle berpotensi membantu menciptakan suasana nyaman dan mengurangi kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah